Sinta ( Sirnanya Cinta Dimalam Pertama )

Sinta ( Sirnanya Cinta Dimalam Pertama )
Tidak ada Permusuhan Yang...


__ADS_3

Tidak dapat dipungkiri,kita manusia akan teriak memanggil nama Yang Maha Kuasa tatkala bencana datang melanda.Tuan Lee dan para Bodyguard itu juga manusia biasa,mereka teringat akan semua ini terjadi berkat kuasa Illahi, maka dengan segenap jiwa mereka meneriakkan keagungan Tuhan sembari berusaha menyelamatkan diri dan Bos mereka dari kemungkinan akan terkubur bersama dibawah tanah itu,dengan menahan sedih memikirkan nasip keluarga sendiri ditempat yang berbeda yang entah bagaimana pula keadaan mereka.


Saat Bencana sudah melanda begini,kita para pendosa akan teringat semua pada kesalahan kita.Sepanik apapun Manusia pasti masih ada sebersit harapan untuk selamat dan punya kesempatan kedua untuk memperbaiki diri.Siapa yang akan diselamatkan itu tergantung pada Sang Penguasa Jagat itu sendiri.Entah itu orang yang baik atau bahkan Allah memilih pendosa yang diselamatkan agar mendapat hikmah dan kembali kejalan yang benar.Siapapun yang selamat dari bahaya besar begini sepatutnya bersyukur dan bertekadlah untuk tidak tenggelam lagi pada perbuatan menyimpang dimasa mendatang.Bagi yang menjadi korban semoga mereka adalah orang- orang baik dan dosanya sudah terampuni Oleh Illahi,karna mereka tidak perlu lagi berjuang didunia fana ini untuk memperbaiki diri.


Tiada satupun yang menghendaki bencana atau musibah,namun jika Tuhan berkehendak kita sebagai hamba hanya bisa menerima takdir,dan bagi yang daerahnya masih aman diselamatkan semoga bisa membantu saudaranya yang menjadi korban baikmaterial maupun sipritual.Menghibur mereka keluarga korban, memberikan bantuan sebisa kita, karna harta dan kemampuan yang kita punya yang terbaik adalah dapat meringankan beban saudara kita.Untuk apa dikumpul- kumpul untuk diri sendiri dan dipelitkan. Fikirkan bagaimana kalau semua diratakan, masih adakah gunanya yang kita simpan- simpan itu kalau sudah tenggelam???Hidup hanya menunggu giliran! Saat saudara kita yang sedang terkena musibah,maka ringankanlah hati,tangan dan kaki untuk membantu,karna boleh jadi ini adalah ujian kepedulian dari Allah pada kita yang masih aman.Bila tidak peduli sangupkah dirimu dipandang sebagai orang yang Angkuh Dimata Sang Penguasa?Jangan sampai ya...karna kesombongan itulah awal kehancuran Umat.


Sementara ditempat lain juga merasakan goncangan itu,dengan kecepatan goncangan yang berbeda tergantung jarak dengan episenter ( pusat gempa ).


Dikediaman keluarga Smitt getaran itu tidak begitu kencang,karna lumayan jauh dari pusat gempa.


Orang- orang yang ada didalam tengah mengadakan jamuan syukuran keluarga kecil- kecilan kembalinya Sinta saat goncangan terasa.Walau getaran itu tidak begitu terasa kencang, tak urung membuat mereka yang ada didalam istana itu berhamburan juga keluar.


"Astagfirullah..Ucapan istigfar mulai terdengar dari mulut orang- orang baik itu


dari tuan rumah,keluarga hingga pelayan.Semua tampak menunjukkan wajah cemas dan saling membantu untuk keluar dari bagunan megah keluarga itu dengan maksud mencari keamanan.


Setelah goncangan berakhir semua saling pandang dan mengucap syukur dihalaman luas itu." Kita disini masih selamat nak..." Ucap Cinta memeluk Sinta,Arjuna dan Dirga bergantian mengekspresikan rasa syukur seorang ibu.


"Untung Sinta sudah keluar dari ruang bawah tanah itu!" Seru Fano teringat dimana putri sambungnya beberapa waktu sebelum ini.


" Alhamdulillah..." Balas syukur Rajj.

__ADS_1


"Tapi bagaimana dengan mereka?Dan bagaimana nasip saudara kita yang lain? dimanakah pusat gempa ini gerangan?" Imbuh Rara yang masih diapit oleh dua pria beda usia yang sangat mencintainya,siapalagi


kalau bukan Fano dan putra kecilnya Fino.


" Iya Rajj...Semoga tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini." Harap Cinta dengan merengek.


"Kita akan segera cari tahu pusat gempa dan mulai menyusun rencana kelokasi!"Ujar Rajj dan Arjuna bersamaan.


"Jangan pergi...nanti takut ada susulan yang lebih kencang,bagaimana kita bisa tenang bila kalian jauh." Rengek Cinta.


"Biar Daddy cari tahu pusat bencana Mom..Dan relakan mereka pergi membantu,sebab dimanapun kita berada, Allahlah yang Maha menjaga,siapapun yang dikehendaki akan selamat dimanapun juga.Dan barang siapa yang waktunya telah tiba,maka akan kembali pada Pemiliknya Illahi yang maha tinggi,walau ia bersembunyi didalam peti besi sekalipun Izroil akan tetap mengambil ruhnya."Ucap Sinta menatap serius pada mommynya.


" Pergilah nak..." Balas Fano yang diangguki para ibu juga Daddy Rajj.


" Bu...bukankah kalian membenci papa,dan papa adalah musuh keluarga ini?" tanya Dirga tergagap.


"Dalam bencana tak ada lagi permusuhan nak.Dan tiada permusuhan yang dihalalkan apalagi antar sesama!."Ujar Adelia.


" Ya.Sebenarnya sesama tidak layak bermusuhan nak Dirga! Orang yang bermusuhan dan berakhir dengan perkelahian dan saling bunuh,baik yang korban maupun yang selamat sama- sama menanggung dosa besar.Dan tempat orang yang berdosa besar adalah dalam api yang sangat panas." Imbuh Aris.


Semua tertunduk dan menitikkan airmata mendengar penuturan Aris,tak ada lagi yang sanggup meningkah.

__ADS_1


**********


Setelah mengetahui pusat bencana,maka para lelaki dikeluarga itu mulai bergegas menuju lokasi.Sedang para ibu bertugas mengumpulkan bantuan yang berupa materil yang nantinya bisa diberikan untuk kemungkinan adanya korban yang masih selamat dan diungsikan.


Arjuna dan Dirga berangkat menuju lokasi papa Tom dengan menggunakan helikopter milik Rajj Copry agar cepat mencapai lokasi.


Sebelum Dirga berangkat,Sinta masih sempat memberi semangat pada pria yang masih berstatus suaminya itu."Semoga papa dan yang lain selamat keluar dari tempat itu.


Untuk mama, sebentar lagi aku dan Fino yang akan menjemputnya."Ucap Sinta.


Spontan Dirga memeluk istrinya.


"Ya Allah...Betapa cantiknya istriku ini lahir dan batin,tapi aku tidak menyadarinya selama ini.Sungguh mata dan hatiku buta.Begitu aku bisa melihat keindahan wanitaku yang sesungguhnya, semua terlambat sudah." Gumam Dirga menitikkan airmata.


"Aku sudah sangat mencintai Sinta sejak dari bayi.Tapi jika ia benar- benar mencintai suaminya,dan suaminya memperbaiki hubungan mereka setelah bencana ini.Maka aku akan mengikhlaskan kebahagian adikku dengan pria pilihannya."Batin Arjuna menatap suami istri yang tengah berpelukan haru itu.


"Aku lelaki! Dan aku sudah berjanji akan melepaskan bila terbukti orangku yang sudah menyusahkan istriku.Dan semua sudah terungkap jika papaku dan wanita itu yang sudah melakukan ini pada istriku.Maka aku akan memenuhi janjiku Tuhan...Tapi kumohon...Beri kesempatan untuk bertaubat pada papaku.Walau harus dikenal sebagai putra narapidana untuk kedepannya aku rela, yang penting kedua orang tuaku masih diberi kesempatan kedua.Persetan dengan reputasi dan kekayaan! Yang penting orangtua masih hidup."Dirga berucap dalam hati sembari membalas lambaian tangan istrinya dari atas pesawat berbaling- baling yang sudah mengudara.


" Aminn...."


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2