
Meski sulit dilewati hari-harinya,tiga bulanpunberlalu sejak hari kebebasan Sinta dari Dirga.Seiring perjalanan waktu nilai saham C3 dan Dirgantara Group pun mulai stabil kembali,karna akhirnya berita simpang siur kandasnya pernikahan seumur jagungraja dan ratu bisnis tanah air itupun clear juga berkat bantuan dari beberapa orang kuat yang mendukung keduanya.
Hubungan keluarga mereka juga tidakburuk setelah perceraian putra- putri mereka,semua kisah masa lalu berusaha mereka lupakan bersama,bahkan sekarang Rara dan Vano sedia jadi tempat curhat Dirga tentang hidup,usaha dan hubungannya dikala anak itu butuh tempat mengadu.
Cukup berat masalah duda muda itu,namun sejak keluar dari pantai itu,Dirga berubah menjadi sosok yang sabar,sabar mengurus Ayahnya pasca operasi,menghadapi mommynya yang sepertinya butuh waktu banyak untuk menjadi mommy pada umumnya.Juga menangani Grasy yang temperamen dan sering sakit- sakitan akhir- akhir ini.Belum lagi menghadapi para petinggi- petinggi Dirganta Grup yang ingin menggulingkan kekuasaan Dirga diDG.
Semua itu berhasil ia hadapi dengan baik,cerdas dan sabar,hingga akhirnya membuat banyak orang yang awalnya benci berbalik jadi simpati.
"Aku tidak menyesal menjadi temanmu dalam berbagai kondisi Bos,ternyata kau lebih dari bisa seperti yang kuharapkan." Ungkap Romy saat mereka menikmati teh sore rooftop gedung Dirgantara Group.
" Semua ini dapat kulewati karna teman ataupun musuh memberi kesempatan kedua padaku Rom." Sahut Dirga tanpa sadar menitikkan air matanya teringat pada keluarga mantan istrinya yang berhati mutiara ,masih bersedia membantu dirinya dan sang Daddy baik moril maupun materil,juga Romy pria yang ada didepannya yang tidak membiarkannya sendiri dalam menghadapi apapun.
" Kau dan mereka yang membawaku Sedewasa ini." Akhirnya Dirga buka suara setelah mengusap airmatanya berulangkali dengan tisu.
" Jangan sedih lagi Bos,kau pria paling beruntung sejagat raya,karna mendapati teman dan musuh yang langka." Ucap Romy kembali kemode sarkasnya sembari menunjuk diri sendiri.
Walau terdengar arogan,Dirga tak mau menyangkal sohipnya itu,ia hanya membalasnya dengan senyum dan anggukan besar,karna benar adanya dirinya sangat beruntung,bukannya dihancurkan,justru dirangkul untuk bangkit oleh keluarga mantan istri,hal yang membuat rasa sesal dalam hati Dirga telah menyiakan putri mereka makin besar.
"Aku berharap ia segara menentukan masa depannya,jangan sampai terlalu lama para pria itu menunggu." Ucap Dirga kembali teringat pada Sinta.
" Masa iddahnya telah habiskan? Jadi sudah bisa dong." Ucap Romy mengingat sudah tiga bulan lebih waktu berlalu.
Dirga hanya mengangguk saja,tidak mau terjebak membuka interen rumah tangganya yang telah berakhir.
Romy yang sudah melihat bos sekalian sohipnya itu mulai irit bicara pun mengerti,ia segera membawa pria itu kembali.
__ADS_1
" Istri rahasiamu butuh diurusi.Ayo pulang Bos." Ucapnya dengan hati- hati.
" Cik.Decak untuk yang keseribu kali keluar dari bibir sang bos,tiap kali Romy mengingat kannya tentang perempuan itu,tapi Dirga selalu mengikutinya kemudian,dia benar- benar mengurus perempuan itu walau berat tapi nampak penuh tanggung jawab.
Butuh waktu 40 menit untuk Romy membawa sang Bos kembali kerumahnya dengan mobil Toyota Clas Ekonomi pria itu.Sejak berpisah dengan Sinta Dirga menjual mobil- mobil mewahnya dan mengantinya dengan mobil Toyota Class Ekonomi,tak peduli orang dan para netizen menganggapnya bangkrut benaran.Meski dalam hati Romy merasa kurang nyaman juga dengan perubahan drastis sistem ekonomi sang bos yang berdampak besar padanya,lambat laut dapat juga menerima,setelah dirasa- rasa kemewahan hakiki itu tidak hanya terlihat Dimata saja,namun hati yang banyak menerima dengan rasa syukurlah inti dari kemewahan dan kemegahan yang sesungguhnya.
***********
Sementara nun jauh disebrang sana seorang pria muda tengah menatap hamparan padi- padi yang mulai menguning disore hari.
Tiap hari tiada waktu yang dilewati oleh Arjuna tanpa bekerja,sejak bangun pagi hingga pertengahan malam,untuk merintang hati dari rasa rindu pada sang adik.Semua sektor uhanya bisa dikatakan sukses.Industri,perdagangan,pertanian dan perkebunan diwilayah ini nyaris semua berada dibawah nama tuan muda Arjuna,namun itu tak berhasil membuat kabut duka Dimata sang muda dapat memghilang.
Bagaimana bisa hilang,jangankan menghirup aroma tubuh pujaan hati bisa ia lakukan,mendengar suaranya saja ditelfon Arjuna tiada berani melakukannya,karna terikat janji sendiri pada sang ayah tentang 3x365 hari waktu yang sudah ia berikan untuk adik angkatnya move on After Disvorse dengan Penguasa muda Dirgantara Group itu.
" Apa sudah biasa kau melalaikan waktu magribmu hanya untuk memandangi mereka saja bang?" Ucap sebuah suara lembut namun sukses membuat Arjuna terlonjak dari lamunan panjangnya.
" Ya Tuhan...Ilusi apa ini,apa yang dikatakan pak mahmud benar adanya,ada penunggu sawah ini yang sudah lama mengintaiku,
kali ini ia memberanikan diri menyamar jadi Sinta?" Ceplos Arjuna sembari menoleh kebelakang menuju sumber suara.
Didepannya berdiri seorang perempuan dengan balutan mukena indah berwarna
putih mutiara.Bulu kuduk Arjuna sudah berdiri tegak,namun rasa penasaran dan marah membuat pemuda itu memberanikan diri menatap sosok didepannya dari bawah sampai keatas.
Rok mukena sosok itu sedikit ternoda cipratan lumpur.
__ADS_1
" Hei! Kau fikir dengan menyamar sebagai Jin alim begitu kau bisa menipuku,aku tidak tertarik pada wanita manapun apalagi hantu sepertimu!" Hardik Arjuna seraya memberanikan diri lebih dekat lagi untuk menakuti hantu perempuan yang sudah berani menirukan suara Sintanya.
Ketika tatap matanya jatuh diwajah hantu itu,Arjuna makin berang.
"Bahkan kau berani meniru rupa kekasihku?Enyah kau dari lahanku!" Ujar Marah Arjuna hendak meraih wajah siwanita dan bermaksud meremasnya dengan kasar.
Siwanita yang Arjuna duga hantu itu Mundur
dengan wajah berubah muram."Kalau kau berani menyakiti hantu yang mirip kekasihmu,berarti kau akan kasar juga pada kasihmu itu suatu hari." Ujar Siwanita beranjak pergi.Baru saja melangkah dua langkah jelang langkah ketiga hendak meninggalkan Arjuna,kaki siwanita terpeleset,untung saja Arjuna dengan sigap menangkap sosok itu,hingga siwanita
terjatuh tepat dalam pelukan Arjuna.
Bibir Arjuna bergetar merasakan tubuh itu nyata.Keringat dingin disertai lelehan airmata tak dapat dibendung kala menyadari sosok dalam pelukannya terasa bukan ilusi atau hantu seperti yang ia kira semula." Kalau hanya mimpi biarkan aku tak bangun lagi setelah ini Tuhan..." Lirihnya kemudian.
Detik berikutnya terdengar jerit Arjuna merasakan pedih dipinggangnya karna jepitan yang lebih berbisa dari seekor kala jengking yang hendak melepaskan diri dari himpitan. Aduh...
" Makanya jangan sembarang meluk! Jin atau manusia sama saja,tak Sudi sembarang disentuh oleh orang gila yang lupa waktu sepertimu!" Ujar Wanita itu setelah berhasil lolos dari Arjuna.Wanita itu setengah berlari pergi menuju rumah tinggal pengolah sawah terdekat.Meninggalkan Arjuna yang masih terdiam menikmati rasa indah dan sakit yang menjalar bersamaan ditubuh dan hatinya.
Arjuna kemudian tersenyum karena lebih dominan senang yang ia rasakan saat ini.
" Kalau aku melewatkan magribku,ia pasti takkan mau menolehku lagi.Setelah Isya aku akan membawa hantu cantik itu kepenghulu terdekat untuk segera menikahinya!" Ujar Arjuna kemudian bergegas menuju pancuran air untuk Wudhu.
Bagaimana ia kuat menahan hasrat jika bidadari itu datang sendiri menjemputnya sejauh ini.Tidak! Ia tak kuat menahannya lagi.
Malam ini janji tiga tahun akan terhapus dengan sendirinya.Kedatangannya membatalkan perjanjian taktertulis itu secara otomatis."Otomatis!
__ADS_1