
Obrolan antara Sinta dan Rama semakin terlihat intim,apalagi Ramadan mulai membuka cerita masa akhir- akhir pendidikannya diasrama dulu,dimana ia berkenalan dengan Sinta,unior yang berhasil merebut juara umum dari 10800 santri yang selama ini digondol oleh Ramadan.Ada rasa marah diawalnya mendengar nama wanita merebut prestasi yang sudah enam tahun ditangannya,tapi melihat wajah samar terlihat indah dibalik tabir sutra membuat Kemarahan Rama berubah perlahan jadi rasa penasaran.
Rasa penasaran itu membuatnya semangat untuk mengisi banyak acara pertemuan dipasantren,bahkan Ramadan sengaja mengusulkan diri untuk selalu jadi pengisi acara hanya demi mencari perhatian Sinta,juga sekedar bisa menatap dari jauh gadis baru tumbuh itu.
Rama menatap Sinta dewasa yang sekarang makin bersinar.Walau tak dapat melihat wajah cantik itu secara samar lagi, namun sorot mata indah Sinta tetap sama,mampu menghipnotis Rama, membuat kelelakiannya naik seperti dulu.Dan rasa itu ternyata belum hilang dimakan waktu,degup jantung Rama juga masih sama.Walau grogi tetap Rama betah dekat- dekat dengan bidadari cantik nan wangi didepannya.Pria itu berusaha keras menutupi gejolak dihati dengan berucap semanis dan sesantai mungkin dengan membuka cerita asrama dulu.
Keduanya seakan larut dalam nostalgia,sampai tak sadar mereka mengambil posisi duduk kembali dimeja bundar sudut ruangan.
"Sepertinya pria itu cukup berarti dimasa indah sekolah Sinta."Arjun mengira- ngira dalam hati.
Fino yang melihat bang Arjuna mematung menatap kakaknya Sinta bersama rekan bisnis baru wanita itu yang memang nampak sangat akrab dan terlihat sedangbernostalgia, segera menghampiri Arjuna.Apalagi anak remaja itu melihat Zaki disisi kanan sang Abang dengan senyum smirk,membuat rasa ingin tahu Fino semakin berkobar.
Begitu sampai disisi bang Juna, Fino langsung bergelayut dilengan Arjuna,hingga Arjuna akhirnya tersadar dari lamunan panjangnya.Beralih menatap Adik disisi kirinya dengan mencoba tersenyum walau nampak sangat canggung.
"Sudahlah.. Jangan mau diprovokasi Sama bang Zaki,Yuk pulang,Fino mau nebeng mobil bang Jujun."Ucap Fino sengaja memanggil pria itu semaunya agar Baper siabang berkurang sedikit.
Jitu juga ternyata ide sibocah,karna Arjun Langsung mencubit hidung mancung Fino."Enak aja manggil Abang sembarang!Nama udah bagus- bagus dibuat sama mommy kok dipanggil Jujun!" Protes Arjuna membuat Fino terlonjak girang.
"Yes! Sepertinya tak perlu baca ayat kursi untuk membebaskan abangku yang gagah ini dari kerasukan.Cukup menamainya sama dengan tukang kebun,langsung minggat tu kayaknya setan Cem------" Ucapan Fino terputus karna Arjun buru- buru menutup mulut anak lelaki itu dan secepatnya menarik Fino berbalik dan beranjak dari situ,takut sampe Sinta dengar ocehan tak berbandrol Fino.
Sementara Zaki terpaksa menutup mulutnya sendiri dengan telapak,agar tawanya tidak pecah takut mengundang perhatian semua orang.Lagian ngak level dia yang biasa Jaim pulang- pulang dari luarnegri cekikikan didepan khalayak,walau tidak banyak lagi orang luar diruangan perjamuan itu,hanya keluarga para Maid dan panitia acara saja. Namun tetap saja Zaki ingin menjaga Imej lamanya sebagai anak muda paling Cool dikeluarga Smitt.
Sinta yang sedang asyik bernostalgia masa remaja dengan Rama langsung tersadar sedang disoroti,mendengar kehebohan Adik lelakinya,iapun berangsur memangkas pembicaraan dengan Rama.
"Sepertinya keluarga sudah pada maupulang kak Ram,Kita cukupkan sampai disini dulu ya,barangkali masih banyak waktu kedepan untuk bercerita,karna kita bakalan bertemu diproyek atau dikantor juga."Ucap Sinta diangguki Rama dengan senyum termanis pria itu.
__ADS_1
"Oh,ya!Sinta lupa bilang sama kakak,kalau Sinta sebenarnya sudah menikah."Imbuh Sinta membuat wajah Rama berubah menegang.
"Sudah menikah?"Potong Rama yang tidak mengira akan mendengarkan berita buruk ini disaat hatinya kembali berbunga.
Namun didetik berikutnya Ramadan mengernyit."Ah,kamu pasti bercanda Ta!
kalau benar sudah merried,mengapa aku tidak melihat suamimu?Kudengartadi kamu juga tidak menyinggungnya dalam sambutan."Ujar Rama mengingat- ingat rangkaian peristiwa selama perjamuan.
"Papa mertua lagi cedera berat akibat korban gempa.Kebetulan papa ada dilokasi dekat Pusat bencana kala itu.Syukurnya nyawanya masih tertolong.Aku dan suami gantian jagain dirumah sakit."Jelas Sinta sedikit berbohong untuk meyakinkan Rama tentang statusnya,karna ia lihat mantan kakak seniornya itu tidak mudah percaya begitu saja.
Rama menatap Sinta dalam,mencobamencari apa ada kebohongan dari sorot indah didepannya.Melihat Sinta mengangguk pasti ditatapi, kuncup- kuncup yang barusaja hendak mekar ditaman hati Rama mendadak layu,sekarang hidung mancung Arabian Ramadan mendadak jadi masam,sorot yang tadinya berbinar sekarang malah nampak berkaca- kaca.Sayangnya Arjuna sudah duluan keluar dengan Fino dan Zaki,jadi dia tidak melihat Pria yang ia kira bakalan jadi saingannya ini terlihat patah hati.
Sedang kedua ibu yang dari tadi melihat putrinya nya kesulitan memutus obrolan dengan pria yang baru mereka kenal, langsung menghampiri Sinta dengan berpegangan,seperti keduanya sedang menyembrang sungai saja,takut terlepas dan ada yang hanyut satu sama lain.
"Sayang,kita pulang Yuk...Dirga suamimu nelfon mommy barusan karna katanya nomormu tak aktif.Pesannya jangan terlalu larut,kangen."Ucap Cinta.
keluarganya,tetap tak etis bicara berdua berlama- lama dengan pria lajang,mengingat statusnya masih istri orang saat ini.
Rama yang sempat meringis sedih dalam hati mendengar kabar dari wanita incaran lamanya tidak mau terlihat buruk dihadapan tiga perempuan cantik itu.Diulurkannya tangannya pada Cinta sembari menyebutkan namanya.
"Ramadan Mom,Senior Sinta diTsanawiyah dulu." Ucapnya sekeren mungkin.
Cinta menjabat tangan pria itu sembari tersenyum."Tidak disangka kalian akan dipertemukan lagi dalam proyek ini ya?" Sambut baik Cinta.
" Iya mom...Tapi sayangnya gadis mommy sudah ada yang punya."Canda Rama dengan menekan berat rasa pedih yang ia punya.
__ADS_1
"Tak apa,bunga tidak setangkai nak!Di C3 banyak lho yang masih Jomblo."Timpal Rara yang takmau putrinya jadi korban Cinta tak berbalas beberapa pria seperti dirinya.
"Rama tersenyum pahit."Walau takkan ada yang seperti CEO C3,semoga ada yang nyangkut dihati juga nantinya,habis umur dah hampir kadaluarsa juga sih,adik kelas saja udah berlayar."Imbuh Rama enggan melepas tatapannya pada Sinta.
" Mana ada lelaki semuda ini Spayet umur nak..Daddy saja menikah dengan mommy sudah diatas kepala tiga,paut usia kami 10 tahun tapi sekarang coba lihat,sama muda kan???" Rajj yang datang langsung menimpali,bahkan Rajj menepuk pundak Ramadan untuk menghentikan Rama menatap putrinya.
"He...he...Ramadan tertawa sumbang dan kemudian manggut- manggut.
Saat Dr Fano pun memutuskan menghampiri mereka,Ramapun buru- buru pamit,merasa takkuat lagi menahan rasa sakit yang ia sembunyikan.Apalagi Menatap mata biru tajam milik Fano,membuat Ramadan tiba- tiba dilanda rasa takut.Takut dikuliti oleh pria yang ia tahu ahli Jiwa tersohor saat ini.
"Sinta dikelilingi oleh orang- orang yang over protektif.Betapa hebatnya pria yang sudah berhasil memilikinya,berada didekat keluarganya saja seperti sedang disidang di pengadilan tinggi.Bagaimana pria itu bisa dengan mudah menikahi Sinta dan mengambil hati mereka ini Ya?Aku masih belum percaya ada Lelaki setangguh itu,barangkali pria itu orang besar juga
seperti tuan Rajj dan Fano ini." Fikir Rama dalam hati.
Rama mengenal Keluarga Smitt dari Abinya,tapi tidak tahu mereka seover ini menjaga putri mereka."Tentu suami Sinta setidaknya sekelas denganku,hingga keluarganya berani melamar keistana Almarhum Jhon Smitt untuk menikahi putri mereka."
Sampai mereka berpisah dilokasi parkir, Ramadan masih belum berhenti memikirkan siapa pria yang bernama Dirga itu.
Sementara Dirga baru pulang dari rumah sakit sepulang membezuk Tommy dengan disopiri oleh Romi dicegat oleh Grasy dijalan.
Wanita itu berani berdiri dijalanan untuk memaksa bertemu dengan Dirga.
Creeeet....Bunyi Rem mendadak dari mobil Dirga.
"Apa kau sudah bosan hidup He!!!"Hardik Romi Keluar dari mobil.
__ADS_1
"Aku memang lebih memilih mati daripada diputuskan oleh Tuanmu Gumilang Dirgantara!!!" Sahut Grasy histeris Grasy menatap tajam Dirga yang tak bergeming dalam mobil lalu membuka paksa pintu mobil.
Suara keributan itu menyintakkan seseorang dari lamunannya sepanjang jalan." Rey coba berhenti sebentar! Aku seperti pernah dengar nama yang diteriakkan wanita itu?"Titah sipria pada sopirnya sembari berfikir keras.