
Hai Gays...Akhirnya setelah tujuh purnama dapat juga waktunya untuk up 🤣.Jangan lupa like dan fotenya ya,biar semangat lanjutkan cerita ini. Happy Reading...
Dirga berhenti teriak dan menangisi hari perceraiannya hingga sepertiga malam terlewati,seiring nyaris menghilangnya suara dan tenaga pria itu terlelap dipantai berpasir seputih berlian itu, masih dalam menggumamkanpenyesalan yang dalam.Romi yang tadi terlelap karna takkuasa menahan kantuk,tiba- tiba saja tersintak.Setelah sejenak mengumpulkan nyawanya, perlahan asisten Dirga itu melirik kearah peraduan sang tuan.Menyadari tuannya tak ada,segera Romi mencari keseluruh sisi villa.
" Cik,jangan sampai ia nekat." Ucap Romi memikirkan hal buruk tentang bosnya itu.
Dengan cemas Romi berlari kepantai,betapa leganya Romi menemukan Dirga terbaring telentang dipasir,bersyukursang bos belum terseret ombak.
Masih dalam kondisi deg- degan,Romi memeriksa tubuh yang tergolek dipasir itu." Syukurlah ternyata masih bernyawa,tapi tubuhnya dingin sekali." Gumam pria itu,lalu dengan sekuat tenaga menggotong tubuh perkasa sebaya dirinya itu menuju kevilla.
" Maaf Bos,untuk pertama kali kupolosi dirimu,tapi ini kulakukan dalam keadaan daruri,agar kau tak mati membeku disini." Ucap Setengah geli Romi ketika membuka satu persatu pakaian basah yang melekat ditubuh Dirga.
Persis mengurus bayi,Romi melumuri Dirga dengan minyak kayu putih dibeberapa bagian tubuh pria itu sebelum memakaikan pakaian ganti untuk sidudabaru itu,agar tubuh tuanya itu hangat kembali.
Dirga terbangun ketika matahari sudah tinggi.Lama pria itu menggeliat diperaduan sebelum matanya membuka lebar.Rasanya seluruh badan Dirga remuk semua,hingga
pria itu berat untuk duduk.
"Tak usah memaksa bos,tubuhmu sangat lemas,sebentar lagi akan tiba dokter dari luar kesini untuk memeriksa danmengobatimu." Ucap Romi sembari melangkah kearah tempat tidur Dirga,lalu tanpa permisi hendak memeriksa suhu tubuh Dirga dengan menempelkan punggung tangan dipelipis pria itu.
Sebelum Romi berhasilmelakukannya,dengan sisa tenaga Dirga menepis tangan asistennya itu."Jangan sentuh- sentuh sembarangan." Ucapnya membuat Romi terkikik geli.
" Kenapa kau tertawa begitu?Mulai sekarang Aku serius taksudi disentuh sembarang orang,apalagi sesama jenis." Ucap Dirga membuang muka dari tatapan menggoda Romi.
" Kau ini benar- benar lupa semalam kita sudah melakukan apa,lihatlah aku sudah menggantikan pakaianmu usai melakukan sesuatu." Ucap Romi kian senang menggoda Dirga.
Dengan kesal Dirga memaksa hendak duduk danberdiri untuk memukul Romi,tapi tiba- tiba kepalanya pusing dan ia malahan terbaring kembali.
__ADS_1
"Sudah demam masih berani melawan.Semalam berkali aku mengompresmu,tapi berkali pula kau buang itu.Makanya aku menelfon dokter pribadimu pukul empat dinihari,walau suaranya terdengar kesal,ia akhirnya menyanggupi untuk berangkat segera kepulau ini pagi- pagi.Jika kapalnya tidak ditelan hiu,pasti dalam hitungan beberapa menit lagi akan segera berlabuh."Jelas Romi sembari memakaikan kembali selimut untuk Dirga.
Pria itu masih saja mencoba mengajak sang bos yang nyaris sekarat itu untuk bercanda.
" Jadi kau cuma mengolokku,kupikir benar kau melecehkanku setelah puas memukuliku
semalam." Ucap Dirga sangat lirih,demam tinggi membuat suaranya tertahan dikerongkongan.
Romi hanya tersenyum sambil mengangkat bahu,seiring dengan itu terdengar ketukan dipintu.
" Itu dia doktermu sudah datang ,kekuatan uang itu memang nyata,semoga setelah sembuh kau dan dia segera bertaubat."Ucap Romi,sebelum memutar tubuh untuk melangkah keluar dari kamar Dirga guna membukakan pintu agar Dirga segera dapat perawatan intensif.
Ternyata dugaan Romi benar,dokter pribadi Dirga datang dengan didampingi seorang perawat cantik.
Kedua mata Romi nyaris tak berkedip melihat perempuan cantik dengan seragam putih itu tersenyum padanya,hingga Romi lupa kalau tubuhnya menghalangi pintu.
" Kalau tuan Romi terus mematung disitu,bagaimana bisa aku dan asistenku masuk untuk segera mengobati tuan Bos!" Ucap sang dokter menatap tajam pada Romi,ia makin kesal saja tadi lelaki ini sudah memaksanya berangkat menuju pulau ini,susah payah ia bergegas dipagi buta.Sekarang setelah sampai langkahnya malah dihalangi tubuh perkasa Romi.
Tidak butuh waktu lama,dokter dan perawat memeriksa dan memberikan pengobatan untuk Dirga.Saat Romi tiba dikamar sang bos,setelah dari kamar mandi,bos tampannya itu telah selesai ditangani.
Selama tiga hari mereka berempat menginap dipulau itu,begitu Dirga pulih barulah mereka kembali kekota.
Sementara dikota,Rajj Copry berusaha keras membersihkan nama Sinta dari berita simpang siur hal perceraian sang permata hati.
Arjuna yang melihat sendiri adik dan Daddynya susah payah memadamkan berita gosip yang kian mengada- ngada,sadar diri sendiri untuk segera menjauh dulu dari kehidupan Sinta,tak mau membuat dugaan baru dari para pewarta atau netizen kalau sampai tertangkap kamera ia mendekati Sinta.
" Untuk masa rentan ini,se__"
__ADS_1
" Ya Daddy,aku mengerti,kali ini aku takkan ngeyel,sekarang juga aku akan balik kekota berkembang mengurus Bisnisku." Potong Arjuna langsung,saat Rajj Copry ingin minta pengertian putranya.
Rajj tersenyum,putra bandelnya ternyata sudah memahami situasi.Ditepuknya
pelan pundak sang putra."Daddy senang putra satu- satu Daddy kian dewasa." Ucap Bangga Rajj.Sebenarnya jauh didalam lubuk hati Rajj sangat taktega berkali membuat sang putra sengaja atau tidak jauh dari perempuan- perempuan tersayang anak itu,tapi mau gimana lagi,ini sudah menjadi jalan yang meski ditempuh putranya itu.
" Masa Penenangan orang yang baru bercerai sekurang- kurangnya 3x 365 hari.Aku akan pergi menunggu masa move on putrimu Daddy,nanti jika masa ini telah terlewat aku akan kembali." Ucap Arjuna dengan nada pasti sembari menatap intens sang ayah.
" Itu terlalu lama,sedang usiaku sudah terlalu tua dan tak sabar untuk dipanggil grandpa." Balas Rajj dengan senyum menggoda.
" Itu semua tergantung putri anda tuan." Balas Arjuna.
" Kalau putraku menemukan gadis istimewa disebrang sana,kan tetap sama,aku akan__
" Jangan berharap punya cucu dariku,kalau tidak dengan putrimu itu!" Kembali Arjuna memotong ucapan ayahnya membuat Rajj terkekeh.
" Okelah kalau begitu,ku tunggu bukti keseriusanmu anak muda.Ingat!aku hanya
butuh bukti dan bukan janji!" Ujar Tegas Rajj.
Masih dalam mode ayah angkat untuk Arjuna,tapi kali ini tak ada protes baik dari bibir maupun hati Arjuna,ia takpeduli dianggap apa,yang penting hatinya cukup puas,cintanya nyata telah direstui,hanya menunggu waktu saja,ia akan sabar untuk semua itu.
Rajj lalu mengulurkan tangannya.Arjunapun menyambutnya dengan pasti,setelah saling pandang dan tersenyum,anak- dan ayah itu saling peluk.
" Selamat jalan nak...Kali ini Daddy tidak mengusirmu seperti biasa,tapi kau sendiri yang memutuskan untuk pergi,semoga tidak lama lagi kau akan kembali,atau ia sendiri yang akan menyusulmu,keduanya sama saja,yang penting cinta dan impianmu tercapai,serahkan pada Allah bagaimana jalan
terwujud yang pantas." Ujar Rajj kemudian.
__ADS_1
Keduanya lalu berpelukan lagi,tak ada diantara mereka yang tahu,bila ada dua pasang mata indah beda bentuk tengah mengintip keduanya dari balik layar.
" Masa Penenangan itu perlu,tapi jangan biarkan ia terlalu lama menunggu ya nak..." Ucap seorang ibu pada putri cantiknya.