Sinta ( Sirnanya Cinta Dimalam Pertama )

Sinta ( Sirnanya Cinta Dimalam Pertama )
Sakit Jiwa model Beda.


__ADS_3

Malam yang menggelisahkan inipun berakhir juga.Entah karna masih tersisa efek obat biusnya, setelah tak berhasil memancingtuan bertopeng bicara, akhirnya Sinta ngantuklagi, iapun tertidur kembali,dan kali ini tidurnya tanpa mimpi,padahal disaat begini ia sangat butuh mimpi, mimpi yang bisa menjawab tentang apa dan siapa sebenarnya tujuan penculikan terhadap dirinya.


Sinta terbangun ketika udara semakin dingin.Melihat pria bertopeng juga terbangun bersama dua orang pelayannya,Sinta mencoba bertanya."Apa pagi akan tiba tuan?aku merasakan sangat dingin."Ucap Sinta sekuat mungkin agar tubuhnya tidak menggigil karna kedinginan.Untung juga entah siapa semalam yang sudah memakaikan selimut yang cukup tebal untuk dirinya.


Pria bertopeng itu mengacungkan lengannya pada anak buahnya sembari memutar jam digital yang ada dipergelangannya.Tahu maksud tuan besarnya,anak buah pria itu menilik jam digital tuannya sejenak."Pukul setengah enam?Apa anda ingin buang air kecil nona?"Ucap pria itu.


" Ya,sekalian mau sholat subuh,aku wanita muslim,bisakah kalian mengantarku ketempat bersuci?"Ujar Sinta menatap berani orang- orang yang menyekapnya.


Tuan bertopeng mengangguk dan kembali memberi perintah pada anak buahnya dengan bahasa isyarat."Sepertinya mereka sangat paham bahasa isyarat pria itu,apa sudah biasa mereka melakukan ini sebelumnya?"Fikir Sinta.Hatinya kembali ragu tentang penculiknya, kalau ini papa mertua,bisa- bisanya sepandai itu ia memerankan bahasa tuna wicara,dan anak buahnya begitu paham maksudnya.


Sekarang pengikat tangan Sinta sudah dilepas dengan sedikit senyum pengawal bertubuh tegap itu memandang Sinta.Pria bertopeng memelototinya, akhirnya membuat pria tegap itu tertunduk."Sorry."Ucap pelan sianak buah pada tuannya.


"Kami akan mengantarmu sampai pintu ruang mandi, dan jangan coba- coba Kabur karna kamu akan tersesat ditempat ini,tidak ada jalan keluar yang pasti dan ada beberapa hewan liar penjaga setiap labirin."Timpal pria tegap satunya lagi.


"Oh,ternyata papa punya penjaga selain manusia?Pantas tidak banyak orangnya disini." Batin Sinta.


Sinta mengangguk patuh,tak mau berdebat lagi ia langsung turun dari ranjang."Sediakan mukena untukku,salah kalian tidak mengambilkan mukenaku dulu dimobil sebelum menculikku,aku kemana- mana selalu bawa itu."Ucap setengah konyol Sinta sembari melangkah asal.


Pria bertopeng beserta anak buahnya geleng- geleng kepala,entah apa yang mereka fikirkan tentang Sinta.Dengan terburu satu pria bertubuh tegap menyusul Sinta.


"Jalannya biar aku yang tunjukkan nona." Ucap pria yang dipanggil Ram oleh pria bertopeng melewati langkah Sinta.


"Oke! Sebelum aku keluar dari kamarmandi, sudah tersedia tikar dan mukena untukku, kalau tak ada setidaknya sediakan dua kain sarung untukku!"Ujar Sinta berani,ia masih bisa menunjukkan sisi kepemimpinannya walau dalam kurungan orang,pria bertopeng sampai terbatuk mendapat perintah dari tawanan sendiri.


"Kau penguasa sejati Rara, dimanapun kau berada kau selalu menunjukkan kerajaanmu,aku masih ingat dulu,saat kita masih kecil,kau berani sekali memerintahku,walau aku anak penguasa desa dan ibumu bekerja pada keluargaku."Batin pria bertopeng bernostalgia kemasa 30 tahun lalu saat dirinya masih anak- anak bermain bersama dengan Rara yang biasa menyebut namanya sendiri dengan Lala.Gadis kecil yang cadel,dari kecil sudah hidup dalam pengasuhan orangtua angkat karna orangtua kandungnya meninggal bersamaan dalam kecelakaan motor Honda Astrea prima,motor yang paling top era itu saat Lala masih berusia 3 tahun.


Sebenarnya Rara termasuk keluarga mampu, tapi kepergian orangtuanya yang tak wajar membuatnya menjadi yatim piatu,sebagian sawah dan ladang, kebun peninggalan ayah bundanya direbut oleh tetangga lahan.Ada sebagian yang dekat kampung, itulah yang dijadikan tempat mereka oleh ibu angkatnya yang masih saudara ayah Ranata.


Tiba- tiba saja bayangan masa kecil Rara berputar-putar dikepala pria bertopeng, membuatnya menjadi seperti orang bingung, kadang tersenyum kadang menyeringai marah.


"Tuan...Gimana sarungnya?Sebentar lagi wanita cantik itu akan kembali untuk sholat." Ujar pria tegap yang tadi tak jadi menemani Sinta karna dipelototi oleh tuannya,hanya pria yang dipanggil Ram yang mengiringi Sinta.


"Kau ambil dilemari ruang sebelah,semoga belum habis dimakan tikus."Ucap Pria bertopeng mengingat sarung yang ia simpan dilemari tigatahun lalu.


Begitu Sinta kembali keruang itu,ia sudah mendapatkan tikar pandan dibentang dilantai dan dua sarung dengan aroma khas kapur Barus."Wah...Apa papa mertua menyimpan bekal matinya diruang bawah tanah ini."Fikir Sinta sembari memakai satu sarung membentuk ninja dan satunya lagi untuk bawahan.Setelah semua auratnya ia rasa tertutup,gadis itu mulai mengangkat takbir dibawah pengawasan enam pasang mata yang menyorotnya dengan berbagai fikiran.

__ADS_1


"Cantik sekali wanita ini,bahkan dengan kostum ninja begitu ia masih seperti bidadari."Kagum dalam hati pria yang menemani Sinta sampai pintu bilik mandi.


"Apakah Tuan besar akan tega menghabisi menantu secantik ini,daripada dibunuh mending sumbangin aja sama Rambli,sudah cantik,imut dan lucu pula, pasti aku betah menjadi suaminya sampai tua Bangka.


"Fikiran Rambli berkelana kemana- mana menatap ninja cantik yang sedang sholat subuh.


Sampai Sinta selesai bermunajad ketiga pria berusia berbeda itu masih saja memelototinya tanpa berkedip.


"Gila sekali kalau Lalaku masih secantik dan semuda ini,sayangnya ia dua kali menjadi milik pria lain,membuatku selalu patah hati dengan sengaja atau tidak,andai ia masih ada dan ini adalah dia,aku dengan terpaksa harus melenyapkannya karna tak mau masa laluku terungkap kembali dan aku berahir dijeruji besi,hal yang sudah aku hindari selama 21 tahun,telah banyak orang dan uang yang dihabiskan oleh Almarhum papa demi melindungi diriku dari catatankriminal,bahkan membangunkan tempat ini dengan biaya milyaran hanya untuk menjaga pewaris Group Dirgantara dari kejaran hukum yang menjeratku sebagai salah seorang otak pembunuhan Kudriman."


" Aku sudah siap,apa semuanya ditarok ditempat tidur saja atau kalian simpan lagi?" Ujar Sinta usai berdoa mengejutkan tiga pria yang tengah melamun dengan fikiran masing- masing.


Pria bertopeng tanpa sadar mengangguk, hingga Ramli segera mempersilahkan Sinta ketempat tidur kembali,lalu rekannya mengemasi tikar dan sarung yang tadi Sinta kenakan.


*******


Pagi hari sesuai pinta tuan berkuasa yang merupakan rekannya, dokter Lee berangkat menuju gedung tua yang memiliki ruang bawah tanah milik pria itu.


"Apa lagi yang ia inginkan padaku?Semoga saja kali ini tidak yang aneh- aneh lagi."Harap Lee seraya melangkah pelan menuju pintu utama ruang bawah tanah.


Pintu membuka otomatis setelah duo macan yang berjaga ditiap pintu goa buatan itu masuk kandang besi masing- masing.


Li masuk masih dengan bergidik seiring pintu yang menutup kembali, ia tidak bicara sedikitpun pada anak buah pria bertopeng yang mengiringnya.


"Semoga ia tidak memanggilku hanya untuk memastikan kalau mumi buatannya masih higienis untuk kawannya bercinta.Ini pekerjaan yang paling kubenci sepanjang hidup dari situa- tua lengkuas itu." Umpat


Lee dalam hati.


Sepanjang jalan yang melelahkan Lee selalu mengomel dalam hati, hingga sampai diruangan kemana Ram membawa pria sipit itu.


"Wow Tom!Mumi buatanmu bisa hidup?" Ucap kagum Lee menatap pada mahluk sempurna yang bersandar dikepala ranjang.


Ingin rasanya pria bertopeng menampar Lee yang sudah tanpa sengaja mengungkap penyamarannya,capek ia pura- pura bisu agar tidak dikenal lewat suara, malahan dipanggil namanya langsung oleh Lee.


Tommy melotot menahan geram, baru tangannya terangkat ingin menyakiti Lee, ia teringat pria sipit ini banyak menyimpan rahasianya, nanti pria yang sudah sepuluh tahun menjadi rekannya itu malah makin membeberkan rahasianya, untukmelenyapkan Lee tak mungkin,pria sipit itu punya keluarga yang terkenal dipemerintahan, kalau ia hilang pasti semua akan mencarinya.

__ADS_1


" Oh...Ternyata benar dugaanku."Batin Sinta mendengar awal panggilan terhadap pria bertopeng.


"Aku akan bersikap pura- pura tak mengerti, semoga setelah ini akan tersingkap, hubungan papa mertua dengan hari malang itu."Sinta membujuk hatinya sendiri agar tenang.


Detik berikutnya telfon Pria bertopeng berdering, membuat perhatian pada Sinta sejenak beralih pada dering telfon pagihari itu."Pasti Ketty yang nelfon sepagi ini karna tak melihatku kembali semalaman."Fikir Tom


segera melangkah keluar ruangan untuk menyambungkan panggilan.


Sinta yang melihat itu menarik nafas panjang."Bahkan sudah ketahuan saja papa masih sembunyi,tapi biarkan saja,kita lihat rencananya selanjutnya."Fikir Sinta.


Tidak berapa lama pria bertopeng itu masuk dengan mencak- mencak." Keluarkan wanita itu dengan menggunakan Helicopter dari pintu yang lain!" Titahnya setengah teriak.


"Ada apa tuan?" tanya bingung semua.


"Ayahku saja rela menghabiskan separuh asetnya demi melindungi nama baik aku sebagai pewarisnya.Bagaimana aku bisa menukar nyawa putraku dengan wanita ini.


Cinta lamaku telah berakhir, hanya ada bayang- bayang disatu ruangan.Temani aku Lee untuk membuang suntuk dengan bermain dengan bayangannya seperti biasa!" Ujar panjang Tom dan berakhir mengarah pada tuan Lee.


Tuan Lee menggeleng pasrah."Selalu aku jadi obat nyamuk untuk menuntaskan hasrat gila tua Bangka ini.Apa maksudnya menukar nyawa putranya dengan bidadari ini?"


"Katanya putramu dalam bahaya,kenapa tidak kita cek dulu?" Usul Tuan Lee yang sangat enggan menemani Tommy main dengan mumi yang mirip dengan wanita yang akan dikembalikan ini.


"Putraku sendiri yang telefon kalau ia akan selamat bila ditukar dengan ibu mertuanya ini."Ujar Tom makin membingungkan Lee. Tapi tidak dengan Sinta.Ia tahu bintik dibawah


matanya yang ditempelkan oleh sang Daddy menjelang pesta telah membantunya keluar dari masalah ini.Mini camera itu sungguh bermanfaat.


"Tak peduli mengapa suamiku sampai percaya aku bukan Sinta,tapi yang jelas setelah ini aku bebas.Entah apalagi rencana Daddyku setelah ini, aku ikuti saja skenarionya."Batin Sinta.


Saat Sinta diiring menuju Helly dilandasannya diantar pria bertopeng dan rekannya sisipit juga.Sinta menatap sipria dengan intens."Padahal aku masih betah di tempatmu yang mengagumkan ini lho Tom."Bisik Sinta seksi seolah ia Rara teman kecilnya Tommy.Entah mengapa tiba- tiba aksi nakal itu mengalir begitu saja, seolah ada dorongan dari dalam.


"Busyet! ia berani ia menggodaku,kalau bukan karna nyawa putraku pasti aku akan menikmati kebersamaan kami sebelum mengakhirinya."Batin Tom tersenyum pahit


detik berikutnya telfonnya kembali berdering.


"Ya! dalam sepuluh menit akan kukembalikan wanitamu ini." Ucap Tom pada sipenelfon berikut yang mengaku suami Rara.Jantung Tommy memacu lebih kuat, semakin memperkuat keinginannya untuk segera bercinta dengan Rara buatannya.Sebenarnya kematian Kudri tidak hanya membuat istrinya saja yang sakit jiwa, tapi ternyata ada sakit jiwa model beda dialami musuh Almarhum.

__ADS_1


Sampai pesawat memiliki baling- baling itu menghilang dari pandangan.Tuan Lee mulai geleng - geleng kepala, karna sebentar lagi ia akan tersiksa menyaksikan kegilaan Karibnya ini, karna Pria bertopeng ini telah menyeretnya.


__ADS_2