
Arjuna dalam fikiran bimbangnya melangkah menuju Liff yang akan membawanya menuju Lantai teratas kantor adiknya,Ruangan lapang tempat jamuan makan malam diadakan.
Melihat Arjuna yang terlihat Unfokus, Zaki sang sepupu sekaligus kepala Bodyguard Rajj maju duluan,menekan tombol lif.
Ting. Bunyi Lif membuka
Zaki memutar kembali.Melihat Juna masih diam Zaki menarik abangnya memasuki tangga yang akan membawa mereka disusul dua Bodyguard yang merupakan anggota Zaki.
" What happen brother?Kulihat kau sangat tak bersemangat."Akhirnya Zaki memberanikan diri mempertanyakan perasaan abang sepupunya itu sembari menyentuh lengan Arjuna begitu mereka baru menapak bagian teratas gedung yang berbentuk ballroom yang dilengkapi dengan landasan helikopter itu.
Arjun menahan langkahnya dan menatap Zaki sejenak."Apa kau juga menyukai Sinta?Bukannya menjawab malahan Arjuna menanyai balik saudaranya itu,membuat pria yang baru mendarat ditanah air tadi pagi dari Yaman itu mengulas senyum geli.
"Mau dijawab jujur atau bohong?" tawar Zaki dengan Sorot menggoda.Arjuna balik mengulum senyum melihat pria pendiam didepannya pandai juga bercanda kiranya.
"Tentu jujurlah, ngapain capek bertanya kalau hanya untuk dibohongi." Sahut Arjun.
" Kadang kebohongan itu ada yang diharuskan bang.."Ucap Zaki lirih.
"Kenapa begitu?Aku tak suka dibohongi!" tegas Arjuna.
"Bila kejujuran melukai atau bahkan bisa membunuh, pilihan berbohong adalah yang terbaik."Imbuh Zaki.
"Kalau untuk ini janganlah bohong,meski kebenaran yang kankau sebut mungkin dapat melukai hati Abangmu ini."Ucap Arjuna dengan raut serius.
Zaki menghela nafas berat sejenak sebelum memutuskan berkata apa adanya.
"Kita sama bang...Kau dibuang kekota berkembang dan aku diusir kenegri Yaman dengan dalih melanjutkan studi hanya karna mencintai saudari kita Sinta!
Sreeet..
Semburat sayatan terasa membelah dada Arjuna.Memang benar apa yang dikatakan Zaki,kalau kejujuran itu kadang sangat menyakitkan.Arjuna percaya semua itu saat ini,dimana hatinya merasa pedih mengetahui betapa banyaknya orang yang menginginkan pujaan hatinya,termasuk sepupu yang ia jagai sejak bayi seperti Zaki.
"Jangan merasa bersaing bang...Aku berjanji hanya mencintai tanpa berharap memiliki,walau dulu sempat pernah terlintas dihatiku untuk melarikan Sinta keYaman sana." Imbuh Zaki membuat Arjuna kembali terkejut.
"Ya.Tapi kemudian aku sadar cintaku bertepuk sebelah tangan setelah mengintip suatu malam ia membalas ciumanmu." Ujar Zaki dengan berbisik.
" Kau???
" Ya, aku penggemar rahasia Sinta, saat berhasil mengumpulkan keberanian mengungkapkan Cinta, aku memergoki kalian malam itu.Aku cukup terkejut memikirkan cinta terlarang kalian,namun setelah diYaman aku minta konfirmasi dari ibu tentang hubungan darah antara Abang dan Sinta.Ibu mengaku setelah memintaku berjanji tidak akan buka mulut sebelum rahasia keluarga kita terbuka sendiri."Jelas panjang Zaki sembari merentangkan kedua tangannya.
"Selamat saudaraku! Kudengar pernikahan Sinta tak berhasil,aku sebagai sepupu memberi izin dan turut mendoakan agar kau yang sangat mencintainya bisa membawanya kembali pada kebahagian.Saat ini aku sudah punya hubungan dengan gadis Yaman walau belum hadir cinta diantara kami.Aku akan menikahi gadis itu setelah Sinta benar- benar bahagia dengan pria yang ia cintai.Dan aku tahu hanya kaulah itu orangnya bang.."Ujar Zaki membuat Arjuna terharu dan akhirnya menghambur kepelukan saudaranya Ahmad Zaki.
"Kalau kau serius,biar kita bersaing sehat dik. setelah banyak peristiwa Abang tak Yakin Sinta masih memiliki perasaan yang sama padaku." Ucap Arjun terdengar Sendu.
__ADS_1
"Kau ternyata hanya pintar berbisnis saja bang!Sangat bodoh urusan Cinta, percuma Mommy Cinta menamaimu Arjuna sipencari Cinta.Gimana bisa kau melupakan bibirmanis yang pasrah kau sentuh beberapa hari yang lalu, padahal yang Syah saja belum pernah mencicipi apa yang kau rasakan."Cerca Zaki membuat kedua mata Arjuna membola dan reflek mendorong tubuh tipis Zaki yang sedang memeluknya.
"Kau tahu kejadian hari itu???
"Akukan sudah jujur kalau aku penggemar rahasia Sinta bang..Jadi aku akan selalu memastikan siapa saja yang dekat dan berhubungan dengan gadis idola rahasiaku sebelum sang bidadari menemukan tambatan hati yang takkan melukainya secuilpun lagi.Begitu ia bahagia, maka aku akan berhenti dengan sendirinya,karna aku sadar idola bukanlah jodoh bang!Kita bisa mengidolakan Rasulullah hanya dengan membaca kisahnya serta mempelajari Ajarannya tanpa perlu hidup dizamannya apalagi bersamanya saat ini.Seperti aku mencintai Sinta juga tanpa perlu memilikinya."Ucap panjang Zaki dan diakhir kalimatnya ini suara pria itu melirih, lalu dua bulir bening jatuh dari mata teduh pria muda bersorban itu.
Arjuna mengeluarkan sapu tangan biru dari sakunya hadiah dari BI Sumi dan menyodorkan pada Zaki untuk mengusap airmata sang adik sepupu.
"Tidak bang...Kau lebih membutuhkannya, karna mencintai perempuan yang diidamkan banyak orang akan menguras banyak airmata.
Simpan itu untukmu,ayo kita masuk." Ucap Zaki menarik lembut tangan kekar abangnya.
Kedua bodyguard yang tadi menunggu dengan jarak 2 meter tersenyum melihat adik beradik itu akhirnya melangkah juga.
"Sepertinya kita ngak gagal makan besar,tuh duo bos akhirnya jalan juga."Bisik yang berbadan agak bongsor dari rekannya sembari mengatur langkah.
"Uhu..ternyata tak ada yang lebih menghawatirkan dirimu selain urusan isi perut." sahut rekannya juga dengan berbisik.
" Apalagi kawan?Bukankah hanya tiga kecukupan yang yang paling Vital kita butuhkan dalam hidup sekaya apapun kita." Ujar sigembul.
"Apa itu?" Tanya Arjuna dan Zaki mencegat kedua pria bertubuh tegap itu.
Keduanya sempat terdiam,tapi melihat senyum kedua majikan mudanya yang lebih gemuk kembali berucap."Makanan dan pakaian,keamanan dan kendaraan."
"Ayo kita makan!!!" Sorak girang sigembul.
"Suuuut...Jangan malu- maluin Kat!"Cegat rekannya menutup mulut Siberkat karna segan.
" Biarkan saja Ia bebas berekspresi Zidan."Cegah Zaki yang diangguki Arjuna.
Akhirnya Berkat dan Zidan tersenyum lebar,menyadari kedua tuannya orang
yang murah hati.
Langkah keempat pria yang masih sama- sama muda itu melenggang menuju ruangan perjamuan bertepatan saat Sinta menyampaikan sambutannya pada para tamu.
"Selamat datang dan selamat makan bersama sampai kenyang.Disini jangan ada yang segan atau hangang- halangan karna ini rezeki dari kita dan untuk kita. Daddyku sengaja mengadakan syukuran ini dengan melibatkan Magical Cooking untuk memanjakan lidah kita semua.
"Terimakasih untuk semua keluarga,karyawan kolega, rekan dan para hadirin yang sudah berkumpul disini.Tanpa kalian semua Cintami Construction Corp tidak akan sejaya hari ini,apalagi ditangan gadis biasa sepertiku." Ucap Sinta langsung dapat tepukan tangan serentak dari para undangan.
Malam ini Sinta sangat bersinar dengan gamis berwarna jingga yang ia kenakan.Wanita itu tidak lagi menutup wajahnya dengan sutra tipis melainkan sekarang Sinta memakai Cadar sebagaimana mamanya.
Malam ini sebelum kita makan bersama, perkenankan aku CEO C3 memperkenalkan orang- orang yang doanya menuntun keberhasilan seorang Ranata Sinta Kudriman Smitt selama ini.
__ADS_1
Pertama tentu saja mommy dan Daddyku orang tua super yang selalu mendukungku, Ayah dan Ibu yang telah membesarkan kudengan segenap jiwa dan rasa Cinta mereka."Ujar Sinta kembali membuat orang - orang bertepuk.
" Selanjutnya mama Ranata Humaira dan Papaku Dr.Fanfano Rahman Zakir orangtua yang darinya aku berasal."Ucap Sinta membuat hadirin sejenak terdiam.
" Hidup penuh misteri! sebelum terjadi takkan ada yang bisa meramalkan apa yang akan terjadi didepan dengan pasti.Siapapun aku dan darimanapun asalku,aku
bersyukur dikelilingi oleh orang- orang yang menyayangiku, usaha dan doa dari kalian semua yang menyayangiku membuatku berhasil terlindung dari bermacam bahaya dan sukses dalam meraih beberapa mimpi.
Dan hari ini Sinta berdiri dihadapan kalian semua dengan penampilan baru dan semangat barupula, tapi tetap dalam harapan yang sama kasih,doa tulus dan terbaik untuk kesuksesan kita semua selamat dunia sampai pada hari pembalasan kelak.Karna sebenarnya apa yang terjadi banyak dari apa yang kita fikirkan.Untuk kedepannya mari kita berfikir tentang kebaikan saja.
Hadirin kembali bertepuk tangan.
Sinta kemudian menghampiri orang- orang terkasihnya yang barusan ia kenalkan, memeluk mereka bergantian,lalu menuntun keempat orang tuanya itu menuju meja makan besar.
Arjuna yang baru tiba menatap tak berkedip keanggunan adiknya.Tiada kaum muda yang boleh iri dan cemburu saat itu,karna sepertinya Sinta memanjakan mereka yang sudah tua.Bahkan adiknya Fino dan soal suaminya Dirga juga tidak disinggung saat ini.
Fino hanya mengacungkan jempolnya pada sang kakak.Sepertinya anak itu tidak menuntut hubungan keluarga yang cukup rumit dikuak langsung dalam satu kesempatan.
" Aduuuh...Ternyata tatapan dan ocehan perempuan cantik tak dapat mengobati rasa lapar!Mari kita makan dan memanjakan lidah bersama masakan magical cooking yang tidak diragukan lagi." Ucap canda Sinta menyebutkan nama katering yang menyediakan perjamuan malam ini.
Semua mengulas senyum bahagia, seakan terhipnotis mereka lupa mengepoin mengapa ada dua pasang orangtua Sinta.
Orang mulai mengantri mengambil makanan sendiri.Berbagai menu hidangan pembuka, inti dan penutup sudah disiapkan,tergantung tamu mau yang mana.
Perjamuan berlangsung dengan sangat khidmat,semua hening menikmati makanannya dan hanya denting sendok yang kadang khilaf bercumbu dengan garpu sesekali, juga diselingi senyum manis keluarga Smitt, rekan bisnis dan para petinggi peeusahaan.Untuk karyawan biasa mereka dikirimi bonus dan hadiah makanan.Satu mobil makanan juga menuju pada panti RC Kasih untuk menjamu yatim piatu yang ada disana.Rajj dan putrinya Sinta tidak melupakan hal yang bahkan tidak terbayang oleh milyarder lainnya.
Usai makan malam, satu- persatu tamu mulai pamit.Arjuna menunggu kesempatan sebentar lagi sepi.
Setelah tinggal hanya orang dekat saja, Arjuna bermaksud mendekati Sinta.Tinggal beberapa langkah lagi menuju tempat wanita itu berdiri, langkah kaki Arjuna terhenti tatkala netranya menangkap sosok pria tampan menghampiri Sinta.
"Masih ingat denganku bukan?" Ucap akrab pria itu begitu tiba dihadapan Sinta.
Arjun melihat adiknya itu mengernyit sejenak sebelum mata indah itu berbinar.
" Kak Rama? Apa kau benar kak Rama Senior yang sering mengisi Tauziah dipasantren dulu?"Ucap Sinta membuat jantung Arjuna memacu lebih cepat.
"Ya ukhti...Aku benar- benar Ramadan.Aku kesini menggantikan ayah memenuhi undangan, sekalian ingin berkenalan dengan pemilik C3 agar nyaman bekerjasama untuk pengerjaan proyek Pembangunan Pasantren." Jelas pria itu.
Sinta tersenyum sembari menyambut salam pria itu, walau hanya dengan menyususun sepuluh jari didada saja, tapi cukup membuat Rama senang bukan kepalang.Pria itu tidak menyangka CEO C3 adalah gadis yang sudah lama ia cari.
"Ohhh...Ramadan Sinta." Bisik Zaki yang ternyata sudah berada disisi Arjuna.
"Kisah Sinta dan Dirga belum berakhir. Lalu akankah ada pula kisah baru Ramadan Sinta?" Bisik Zaki berhasil menggoda Abang sepupunya, hingga Arjuna seperti Matisuri berdiri.
__ADS_1
Lebay! Autornya lebai!!!