Sinta ( Sirnanya Cinta Dimalam Pertama )

Sinta ( Sirnanya Cinta Dimalam Pertama )
Kompor Baru.


__ADS_3

Dirga tak kuasa mengejar istrinya yang pergi dengan berderaian airmata.Apalagi ia melihat Sinta kemudian berlari kepelukan Fino yang Dirga ketahui beberapa jam lalu kalau anak itu adalah adik kandung istrinya.


Dilobi juga ada Bino dan Arjuna."Sepertinya mendekati Sinta saat ini hanya akan menambah lukanya.Disana sudah ada orang- orang yang mencintainya."Lirih Dirga mengusap bening yang jatuh dipipi sendiri.


Bersamaan dengan itu datang pula mama Ketty menghampiri Dirga.Wanita itu berjalan sempoyongan sembari memegang jidat kanannya.Dirga sekilas melihat itumamanya, memilih menghampiri orang tua itu.


Tepat ketika mama Ketty oleng,Dirga reflek menangkap tubuh mamanya itu.Kemudian membawa perempuan yang sudah melahirkannya itu dengan menggendong,mengerahkan sejenak sisa tenaganya yang masih ada.


"Mama dirumah sakit ini juga?" Tanya Dirga setelah memastikan mamanya tidak pingsan.


"Ya, Sinta dan anak kecil itu yang menyelamatkanku dan membawaku kesini, bahkan Sinta sempat menyumbangkan darahnya untuk mama karna mama sempat kehabisan banyak darah karna Luka tepat dipembuluh darah."Jelas Gamblang Ketty setelah ia dibaringkan oleh putranya ditempat tidur pasien ruang rawatnya, yang ternyata bersebelahan dengan ruang rawat Tommy.


"Istrimu selain cantik juga sangat baik nak, bahkan setelah mama mengakui sudah mengguna- gunainya sebelum tak sadarkan diri diteras rumah kita,Sinta masih mau menyumbangkan darahnya yang ternyata cocok dengan mama." Imbuh Ketty membuat hati Dirga kian tersungkur dalam jurang sesal dan kesal.


"Semua yang aku lakukan dan keluargaku hanya keburukan untuk Sinta.Tapi mengapa selalu kebaikannya yang kudengar?Bahkan setelah mengetahui ayahku pembunuh ayah kandungnya,hanya ucapan kesedihan yang ia lontarkan,juga sorot luka dalam yang tak terkira.Andai ia memaki lebih kejam lagi,itu akan bisa sedikit jadi obat penawar sesal dihatiku.Mengapa? Mengapa kau tak bisa sesadis keluargaku Ta???"Tangis Dirga melangkah hendak membenturkan keningnya Kedinding berwarna putih bersih pembatas ruang rawat mama Ketty dan papa tommy.Namun selangkah lagi ia sampai,ada tangan muda namun kuat menariknya seiring suara jerit mama Ketty yang tertahan.


"Jangan Di_"


"Jangan lakukan itu kak..."Ucap Anak berusia tiga belas tapi memiliki tubuh dan kekuatan sudah menyeimbangi remaja SMA.Anak beranjak muda itu telah berhasil menarik Dirga menghadap padanya.


"Biarkan aku membayar derita yang dialami oleh istriku karna kesalahanku dan kedua orang tuaku Fin.Rasanya aku ingin lenyap saja!"Pekik Dirga yang sudah putus asa menatap Ubin,tanpa melihat lawan bicaranya.

__ADS_1


"Tidak!Pertanggung jawabkan apa yang kita buat dulu kak,selesaikan semua masalahmu,jangan memilih mati sebagai pelarian karna itu tindakan yang sangat pengecut dan picik sekali." Ujar Fino.


Dirga tersentil keras dengan penuturan adik ipar kecilnya ini.Dengan sisa nyali yang ia punya, Dirga memberanikan diri menatap anak beranjak remaja itu dengan intens. Sedang Fino balas menatap kakak iparnya itu dengan serius.


"Ya...Aku lupa pada janjiku dengan hatiku sebelum ini,makasih sudah mengingatkanku adik kecil! Mulai sekarang aku akan belajar menjadi lelaki yang bertanggung jawab."Akhirnya Dirga kemudian mampu berkata setelah cukup lama bersitatap dengan adik iparnya dan berulang kalipula menarik nafas.


"Jangan panggil aku adik kecil kakak! Karna sekecil apapun aku,aku sudah berhasil menggendong mama kesini dari mobil,bukankah begitu ma?" Sahut Fino dengan tatapan menggoda pada Dirga dan juga mama Ketty.


" Iya tuan muda, bahkan kami berdua tak sanggup mengangkat nyonya kemobil.Eh,dengan entengnya tuan muda kecil ini menggendong Nyonya besar."Timpal dua orang pelayan Rumah Dirga hampir bersamaan sembari menyingkap tirai pintu ruang perawatan Ketty dengan maksud membesuk majikan perempuan mereka.


"Kedua alis Dirga mengernyit,sejenak perasaan dan fikirannya berpindah dimensi.


"Bukan...Aku hanya santri muda yang sedang belajar, tidak punya kekuatan apapun kecuali kuasa Allah."Sahut Fino dengan senyum lembut.


" Iya Dir...Badanku berat karna banyak dosa! Makanya hanya anak yang belum menanggung dosa yang bisa mengangkatku." Ucap mama Ketty.


" Berarti kak Dirga juga tidak banyak Dosa, buktinya kakak bisa menggendong mama juga." Imbuh Fino.


" Hey!!! Kau sedang menghina atau memujiku sebenarnya tuan muda kecil?"Ucap Dirga berpura- pura marah.


Tanpa terasa lima orang dalam ruangan itupun mengulum senyum.

__ADS_1


Fino kembali menarik bibir merah nan selalu basah Miliknya."Semua manusia biasa itu pasti berdosa kak,tapi kadang ada dosa dan cacat yang kita miliki sengaja dilindungi Allah, agar kita tidak menderita malu karnanya."Ucap Fino serius dan tentu saja dengan ekspresi dewasanya.


Dirga mengangguk." Baiklah Dai muda..Sekarang kakak Sadar bahwa semua yang terbongkar itu adalah sesuatu yang pantas.Kakak akan menanggung semua rasa akibat dari yang sudah terjadi, juga hukuman dari semua ini. Hanya saja kakak Mohon doamu agar Sinta sanggup menahan rasa sakit peristiwa masa lalu yang sudah keluarga kakak ukir dalam sejarah kedua orang tuanya.


"Ya....Kak...Semua menanggung akibat kesalahan masa lalu itu, termasuk mamaku,tapi Allah selalu punya cara menyembuhkan luka seorang hamba.Bagi yang mau membuka hati,Tuhan juga tidak akan enggan mencabut rasa dendam itu dihati hanya yang tidak menutup mata dan hati untuk kebaikan."Ucap Fino sembari tersenyum, entah itu manis atau pahit, Dirga tak dapat mendalami makna senyum anak itu.


**********


Tigahari berlalu sejak peristiwa itu.


"Kau ada di pihak mana Bocah?"Jejar Fano begitu berkumpul dengan putranya dikamar Fino dirumah keluarga Smitt.


Fino yang tahu papanya membuntutinya dengan camera pengintai yang sengaja dipasang dokter Jiwa yang merangkap detektif keluarga itu dijam tangannya langsung faham maksud sang ayah.


"Seorang Yang baik tidak akan berada di pihak manapun antara dua kubu yang sedang bertikai pa.Kita harus bisa mendamaikan saudara kita sesama muslim yang sedang bermusuhan,kalau tidak mampu mendamaikan, setidaknya jangan jadi kompor yang akan membuat keduanya terbakarhangus."Balas sindir Fino.


" Kompor Apa?"Tanya Rara dan Cinta hampir bersamaan, karna mereka tiba tepat diujung ucapan Fino.


"Kompor baru yang dibelikan Bang Bino untuk kak Sinta, karna mulai besok kakak akan pindah keunit yang berbeda untuk mendinginkan fikiran sebelum mengambil langkah kedepan mengenai rumah tangganya.Kakak benar- benar ingin tenang mengambil keputusan,walau sudah diprovokasi oleh kak Grasy."Jelas Fino dengan berkilah,karna sampai detik ini kedua mamanya belum diberitahu tentang pengakuan Tommy dengan tujuan agar Rara tidak terpaksa mengingat masa lalunya kembali.Sedang untuk Cinta agar tidak melarang Dirga dan Sinta bertemu lagi untuk menyelesaikan urusan rumah tangga mereka.Karna menurut Daddy Rajj mommy Cinta paling over protektif pada Sinta.Kalau tahu Dirga anak musuh, tentu takkan membiarkan putrinya berurusan lagi dengan Menantu itu.Walau sudah sering dipertanyakan Cinta tentang musuh besar Ranata dimasa lalu,para ayah masih berupaya bersembunyi karna saat ini mereka yakin Tommy tidak lagi membahayakan,dengan kondisi jiwa dan juga fisiknya sekarang.


Walau kedua mama itu tidak terlalu yakin dengan isi pembahasan dokter Fano dan putranya Fino hanya berhubungan dengan kompor baru untuk apartemen baru Sinta,tapi mereka memilih mengangguk,tidak ingin berdebat dengan pria- pria jenius yang pasti punya banyak akal bila hendak berkilah.

__ADS_1


__ADS_2