Sinta ( Sirnanya Cinta Dimalam Pertama )

Sinta ( Sirnanya Cinta Dimalam Pertama )
Bertemu


__ADS_3

Kini kedua suami istri itu saling pandang, ingin bertanya ulang mereka malu, apalagi karna peristiwa beberapa menit lalu masih membuat keduanya nyaris kehilangan muka didepan sang putra.


Arjuna yang telah selesai beramah tamah dengan para pelayan dirumahnya habis bagi- bagi Rezki, kini menghampiri kedua orang tuanya yang mondar- mandir berdua seperti setrikaan dirumah jasa penyetrikaan saat musim hujan.


Para pelayan yang sangat mengerti fivasi tuan rumah, sengaja menyingkir untuk tidak mengganggu anak beranak yang sudah lama tak bertemu itu."Pasti banyak hal yangakan mereka perbincangkan."Bisik Sumi mengarahkan anggotanya untuk kembali kekesibukan masing- masing. Yang tentu saja didengarkan oleh semua, apalagi mereka sudah mendapatkan penghargaan yang tak ternilai dari seorang Tuanmuda Arjuna.Beberapa hadiah sederhana yang diberikan pria tampan itu cukup membuat hati mereka bersyukur, karna jarang ada pekerja rumah tangga diperlakukan seistimewa mereka oleh tuannya.


Arjuna yang merasa suasana sudah aman makin mendekati kedua orang tuanya.


" Meskipun kalian menyambut ku dengan cara paling menyebalkan sedunia,setidaknya peluklah juga putra tampanmu ini setelah tiga tahun lebih tak bertemu." Ujar Arjun menghentikan pergerakan gelisah Rajj dan Cinta.


"Apa boleh memangnya?Dengan konyolnya Cinta bertanya.Membuat Rajj sampai mengusap pelipis sang istri.


"Tentu bolehlah, tapi tidak sekarang."


" Terus kapan?" Cinta masih seperti orang linglung.


" Sana mandi dan pakai farfum wangi dulu, tak sudi tubuh suciku terkontaminasi bau keringat mommy Daddy.Takut ketularan mesum kalian!Ntar ujung- ujungnya tetap aku yang disalahkan."Sahut Arjun sembari mengingat peristiwa 10195 hari yang lalu dengan hari ini, Arjun tidak pernah lupa menghitung hari sejak malam ia tidur dikamar adiknya.


" Kalau mesummu bukan warisan apalagi didikan kami, soalnya kami tidak pernah kepergok seperti tadi bahkan sejak kau bayi kami selalu menjaga matamu itu agar tetap suci." balas Rajj menyangkal tuduhan putranya.


"Kalau kenakalanmu itu memang diluar nalar nak, kau mengencani adik sendiri padahal banyak wanita cantik diluar sana.


" Banyak wanita diluar sana, tapi tidak ada yang sesempurna Sinta Dimata danhatiku."Jelas jujur Arjun tak mau bersembunyi lagi tentang perasaannya pada mommy dan Daddynya, walau adiknya sudah ada yang punya, tapi setidaknya setelah mengetahui Sinta bukan perempuan yang haram dinikahi olehnya, membuat pria itu memilih berterus terang pada Rajj dan Cinta, karna merasa perasaannya yang dulu bukan cinta yang tabu, hanya karna terlambat saja ia mengetahui fakta sebenarnya, kalau tidak mungkin sekarang Sinta tidak akan ia biarkan dimiliki oleh pria lain, dengan atau tanpa persetujuan kedua orang tuanya ia akan menikahi satu- satunya wanita yang membuat Arjun berhenti membidikkan panah asmaranya pada wanita manapun lagi didunia setelah mencintai Seorang Sinta.


Rajj dan Cinta diam bersamaan, mereka tidak siap sama sekali dengan pengakuan Arjuna ini, karna keduanya sebenarnya tak pernah siap mengakui Sinta sebagai putri angkat.


" Aku sudah tahu semuanya mom...Jadi kumohon jangan berkilah lagi, apalagi sembunyi disehelai lalang."Ujar Arjundengan bahasa yang sudah terkontaminasi tatabicara rakyat tanah kota berkembang yang sudah menampung hidupnya dan mengagungkan namanya selama 3tahun ini.

__ADS_1


Lagi- lagi kedua orang tuanya tak begeming, gemuruh dada keduanya seakan terlihat dari balik pakaian yang membungkus dada mereka.


" A...Apa Adel dan Aris sudah menceritakan semuanya padamu nak.." Cinta akhirnya berhasil mengucapkan kata tanya pada putranya walau terdengar gemetaran.


" Bukan! Mereka sahabat yang sangat setia dalam menjaga rahasia kalian."Tegas Arjun tak mau kedua orang tuanya menyalahkan paman dan tante kecenya.


" Terus tahu dari mana?" tanya Rajj penasaran darimana bocornya rahasia yang sudah mereka tutupi selama 21 tahun.


" Aku bertemu langsung dengan ibu kandung Sinta beberapa hari yang lalu." Sahut ringan Arjun tapi rasa satu karung gula menghimpit kepala mommy dan Daddynya.


" Orang tua yang mana? Kami saja tidak tahu." Tanya Cinta mengernyit.


" Mana mungkin kalian tidak tahu.


Emang kalian dapatkan bidadari imut itu didalam mentimun emas?"Ujar Arjun tak percaya kedua orang tuanya masih bersembunyi setelah sejauh ini ia berusaha mengorek kejujuran mereka.Kalaulah Arjuna seorang yang tempramen, tentu ia akan menatap nyalang dan berang kedua orang tua ini.Tapi masih sama seperti dulu, tenang dan lebih senang menggoda daripada menguras emosi dalam menghadapi masalah.


" Huaaaaaa...." Sekarang Sinta menangis seperti anak kecil didepan Arjuna putranya.


Rajj Memeluk istrinya sembari mengusap puncuk kepala wanitanya itu untuk menenangkannya.


" Maafkan Arjun mom...Arjun tidak tahu kalau mommy dan Daddy tak tahu asal Sinta sebenarnya, Juna kira mommy sengaja merahasiakan semua ini." Ucap Arjun mendekap kedua orang tuanya.Ia merasa bersalah telah menuduh perempuan yang telah melahirkannya itu hingga sang mommy terluka begini.


Ketiganya lalu saling berpelukan dalam keharuan."Jangan beri Juna dosa ya mom.Ucap Juna serius seraya mengusap airmata Cinta.


Cinta mengangguk dan tersenyum pada Putranya.Kegundahan hatinya sedikit hilang, seakan terserap energi positif tatapan hangat dan senyum cerah Tuanmuda keluarga Smit ini.


Setelah ibunya mengangguk dan tersenyum, Juna kemudian menarik mommy dari Daddynya dan mendekap ibunya itu dalam pelukan sendiri."Juna sebenarnya sangat menderita rindu padamu Cintaku Kali ini aku datang minta keadilan darimu sebagai mana janjiku dulu sebelum aku pergi.Aku sudah memiliki harta, kedudukan dan kekayaan yang nyaris 1/ 3 dari yang suamimu punya dengan usaha sendiri, masih tidak layakkah aku disebut sebagai putra Rajj Copri.Belum jugalah Cintaku mau membagi kasihmu padanya sedikit saja untuk pria muda yang lebih tampan dari suamimu ini?"Arjun kembali kemode senewennya, merayu ibunya layaknya seperti pada kekasih seperti yang sering ia lakukan dulu, bahkan melupakan kalau Cinta belum mandi.

__ADS_1


" Rajj baru saja ingin menarik kuping putranya, tapi dicegah oleh sang istri.


" Ia sekarang seorang pengusaha muda terkaya dikota kembang, jangan sembarang menjewernya lagi, nanti kau terkena kasus KDDB." Ujar Cinta menghalang tangan suaminya.


"Apa itu KDDB?" tanya Rajj cemberut.


" Kekerasan Dalam Dunia Bisnis! " Sorak


Cinta kegirangan sendiri karna hanya dia sendirilah yang setuju istilah itu.


" Cik, mengada- ngada." Tolak Rajj.


" Lebih dari itu lagi!" Lawan Cinta.


" Lebih apa?" Tanya Rajj mengernyit.


" Lebihnya Daddymu hanya seorang pengangguran saja sekarang, karna bisnisnya sudah dikuasai oleh CEO cantik itu!" Sorak Cinta menunjuk kearah ruangan depan.


Deg.


Sekarang Dada Arjuna yang tidak aman.


" Benarkah dia sudah datang?Mengapa dada ini masih sama rasanya seperti 1395 hari yang lalu? Bahkan sekedar mendengar ia sudah tiba, belum lagi menatapnya.


Ya Tuhan...Bagaimana aku menghadapkan wajahku untuk bertemu, sedang rasa ini makin dalam, padahal ia sekarang entah datang dengan suaminya."Jerit hati Arjuna, dengan kedua telinga ditajamkan untuk mendengar detak sepatu yang masuk.


" Ta! Temani abangmu dulu ya! Mommy sama Daddy mau mandi dulu, tubuh kami lengket dan keringatan."Ujar Cinta menarik suaminya masuk, tanpa menghiraukan wajah cemberut suaminya.Apalagi wajah cemas Arjun dan raut ragu Sinta." Semua luput dari pandangan mommy Cinta.

__ADS_1


Kedua Alis perempuan cantik yang melangkah masuk penuh keraguan itu menaut sempurna." Sejak kapan mommy membolehkan kami bertemu berdua?Mana istri dan anak Bang Arjun?" bingung Sinta dalam hati.


__ADS_2