Sinta ( Sirnanya Cinta Dimalam Pertama )

Sinta ( Sirnanya Cinta Dimalam Pertama )
Tanah kosong.


__ADS_3

Saat Sinta membuka mata, ia melihat dirinya berada ditaman yang sangat indah, harum bunga bermekaran memanjakan Indra penciumannya.


Sinta bangkit duduk dan berdiri sendiri seperti biasa ia bukanlah tipe gadis manja.


Senang mengurus diri sendiri tanpa suka memohon orang memberikan bantuan padanya.Walaupun keluarganya sangat overprotektif selama ini padanya,ia sedapat mungkin tidak memperlihatkan keluhan sedikit saja,agar mereka tidak sibuk mengurusnya.Tapi kenyataannya sebelum menikahi Dirga, selama dirumah istana keluarganya, sang mommy selalu menemani sepertiga malamnya, takut putri ini mengalami hal yang buruk saat terpejam karna mimpi- mimpi ngeri yang kerap membuat Sinta tanpa sadar kadang teriak, kadang menangis, dan tidak jarang berjalanpula dalam tidur,hal yang otomatis membuat gadis itu perlu mendapat perhatian lebih dari orang tuanya.Untuk itulah saat bangun, ia tak mau lagi merepotkan mereka.


Begitu juga sekarang, uluran tangan orang asing dengan penampilan sama dengannya ia balas dengan senyum saja, saat salah satu dari wanita sebayanya mencoba membantu Sinta berdiri.


"Aku bisa kok, aku wainita yang kuat." Ujar Sinta begitu ia sudah berdiri didekat wanita muda yang tadi hendak menolongnya.


" Syukurlah dik, Kalau begitu selamat datang ya, silahkan lihat- lihat. Assalamualaikum..." Sapa ramah wanita itu dengan wajah berbinar


sembari mengulurkan tangannya yang halus untuk menyalami Sinta.


" Waalaikumussalam...Balas Sinta menjabat tangan wanita itu.


" Ka...kalau boleh tahu dimana aku? dan siapa Anda dan orang- orang ini?" Tanya Sinta setelah merasa punya teman dekat ditaman ini.


Perempuan cantik itu tersenyum, lalu menatap Sinta dengan penuh kasih sayang.


Kemudian wanita itu tersenyum sembari menggeleng pelan." Kita jalan saja dulu,nanti adik akan tahu sendiri ini apa,sekarang nenek akan mempertemukanmu dahulu dengan ayahmu.Bukankah selama ini kamu penasaran sayang?" Tanya siwanita cantik itu yang spontan disetujui oleh Sinta.


Kedua wanita cantik itu melangkah beriringan, bahkan kadang- kadang ia memegang tangan Sinta juga sesekali meremas jemari Sinta yang halus.


" Kamu sangat cantik sayang, kau tak ubahnya dengan dia." Ucap wanita itu membuat kedua alis Sinta mengernyit, tapi ia terlalu segan bertanya lagi, mengingat pertanyaannya yang tadi saja belum terjawab.


Suasana disini sangat sejuk dan damai, orang- orang disini semua tersenyum bahagia.Mereka semua sebaya dengan memakai hiasan mutiara dan pakaian sutra serba putih, berjalan dan bermain riang kian kemari bak kupu- kupu indah tengah berada taman bunga yang sedang mekar.Tak ada kerut dikening manusia - manusia itu, yang terlihat hanya kesenangan.


Cukup lama wanita cantik ini mengajak Sinta berjalan, tapi karna suasana sejuk indah dan nyaman dari taman tak membuat Sinta merasa lelah, andai merasa haus sedikit saja, tanpa diminta akan datang Pelayan- pelayan cantik mengantarkan minuman yang rasanya sungguh luar biasa segar dan menyejukkan dari minuman apapun yang sudah pernah Sinta teguk selama ini.

__ADS_1


" Itu sungai susu, dan yang lainnya lagi ada sungai madu, dan telaga lain yang rasa airnya sangat manis dan segar."Terang sang wanita melihat Sinta bingung dan takjub menyaksikan pemandangan yang baru ia temukan ini.


" Sebentar lagi kita akan tiba ditempat ayahmu sayang...Apa kau lelah atau lapar?"


Sinta menggeleng, baginya minum sudah cukup, yang ia ingin saat ini hanya menemui ayahnya dan berkumpul dengan orang- orang yang ia sayangi, apa mereka juga ada disini Ya?


Tidak lama tibalah Sinta dan wanita itu didepan ruangan yang sangat luas dan indah dengan perabotan yang serba mewah,tiada seberapa yang ia punya dirumah istana keluarga Smitt dibandingnya dengan ruangan ini." Masya Allah...Indah dan megah kamar ini,siapa yang punya ini?" Tanya Sinta begitu mereka baru sampai didepan pintu.


Wanita itu menjawab dengan senyuman terindahnya, lalu datanglah dari dalam seorang pria tampan sebaya dengan Sinta menyambut kedua wanita itu.


"Assalamualaikum ibu dan putriku."Sapa pria itu membuat kedua pijar indah milik Sinta membola.


"Waalaikumssalam Putraku Kudriman..Aku membawa putrimu kesini bertemu denganmu agar setelah ini ia bisa menjalani hidup lebih tenang karna tahu ayahnya sudah berada ditempat yang layak."Jawab perempuan yang ada disamping Sinta.


" Syurga! Ayah? Nenek? Benarkah ini taman syurga? Kalian ada disini?Dapat meraih tempat kembali terbaik manusia?" Sorak Sinta setelah menyadari sesuatu,sekaligus wanita cantik ini menjawab sendiri pertanyaannya diawal tadi.


" Ya sayang...Ini gambaran tempat untuk kembali orang- orang yang meninggal dengan Khusnul khotimah." Sahut sang ayah sembari mengembangkan kedua tangannya untuk memeluk putrinya.


Dibagian hatinya yang lain ia sedih, menyadari kalau dirinya sekarang ada dialam lain, artinya ia sudah tiada?


"Mommy...Daddy...Bang Arjun! " Jerit hati Sinta tak terima berpisah dengan orang- orang tersayang nya itu.


" Tidak ayah...Aku tidak layak ditempat seindah ini seperti kalian,aku banyak dosa, barusan aku membuat dosa yang tidak abai." Rintih Sinta dalam pelukan sang ayah.


" Semua manusia pasti pernah khilaf dan berbuat dosa sayang..Maka dari itu cepatlah minta ampun pada Allah SWT.Balas Kudriman bijak sembari melepas pelukan danberalih menatap lekat manik sang putri.


" Bagaimana bisa menolak semua yang datang dari dalam diri kita ayah?Sinta mabuk karna rasa Cinta hingga jadi lemah iman." Jujur Sinta tak mau bersembunyi dari sosok ayah kandung yang sudah lama Sinta rindukan itu.


" Tiada yang bisa menolak takdir dik...Tapi setiap manusia harus berusaha menghindari kemungkinan tenggelam dalam perbuatan yang salah." timpal wanita yang tadi bersama Sinta yang ternyata adalah ibu dari ayahnya.

__ADS_1


" Apa yang harus kulakukan nek.."


" Tutup Auratmu kemana seja kau melangkah cucuku.Jangan biarkan orang yang bukan muhrim bebas menikmati keindahanmu yang sebenarnya adalah ujian bagi sipemilik oleh Tuhannya.


"Jadi rupa yang elok dan tubuhku yang indah bukan anugrah nenek?" Sinta terus bertanya semua yang mengganjal dihatinya.


" Antara anugrah dan masalah sayang.."Sahut


sang nenek tanpa disertai penjelasan.


"Ya, Sinta tahu sekarang, keindahan yang dimiliki ibuku yang membuat ayahku dalam masalah, bahkan sampai dibunuh dengan keji." Ucap Sinta teringat mimpinya tentang peristiwa kematian ayahnya.


"Ayah meninggal dibunuh karna takdir ayah begitu putriku.Ibumu setelah menikah dengan ayah selalu menjaga tubuhnya dari pandangan jahat siapapun, hari itu kau melihatnya tanpa penutup kepala saking panik menerima ayah yang datang- datang sudah tiada." Jelas Kudriman membela Istrinya.


Sinta mengangguk."Apa masih ada kesempatan untukku bertemu dengan ibu?" Tanya Sinta lirih.


Ayah dan neneknya tak menjawab, mereka hanya tersenyum dan melambai.


**********


Sekarang Sinta mendapatkan dirinya ditanah kosong yang sangat luas dan sepi, setelah dilempar oleh pusaran angin yang sangat kuat,Ia terjatuh sendiri ditempat gersang, dengan sisa tenaga yang Sinta punya, gadis itu berdiri mencoba mengenali tempat baru ini.Kedua matanya menatap sekeliling dengan gelisah tatkala ia benar- benar tak tahu tempat apa ini.


" Ayah!!!! Nenek!!! " Dimana kalian? Kenapa kita dipisahkan?" Pekik Sinta.


Sinta mulai putus asa, ingin kembali ketempat


ayah dan neneknya ia tak tahu jalanPun untuk menemukan ibu, mom, Daddy dan Arjuna kemana pula ia harus mencarinya ditanah kosong ini.


" Momm....Daddy...Bang...Arjun...Aku sudah mati ..Hiks...hiks...Allah menempatkanku ditanah kosong tak berhuni karna banyak dosa. Hiks ..Disini sangat gelap dan sepi....Hiks...hiks ...tolong...Tolong..."Jerit Sinta tertahan.

__ADS_1


Sinta berteriak terus, berusaha agar suaranya keluar.


Berlanjut....


__ADS_2