
Setelah Sinta dibawa pulang bersama oleh keluarga, ibu mertua dan suaminya Dirgantara kekediaman Utama keluarga Smitt.Rara dan Fano pamit untuk menjemput putra mereka Fino dipondok.Ketty juga balik Diantar pulang oleh Dirga.
Tinggallah Adelia, Aris, Arjuna, Cinta dan Rajj dikamar Sinta.Rajj kembali membahas masalah pesta penyambutan Arjuna yang sempat tertunda."Nak...Kalau kesehatanmu sudah benar- benar pulih,Bagaimana kalau pesta penyambutan Abangmu kita lanjutkan, walau sudah dipending malam itu,karna barusan panitia mendesak Dadddy akibat banyaknya yang mempertanyakan penundaan itu."Ucap Rajj ragu membahas ini dengan Sinta yang baru pulang dari rumah sakit.
" Emang Daddy buat pesta penyambutan segala?"Timpal Cinta yang tidak tahu sejauh itu usaha suaminya mengambil hati putra mereka.
"Iya dong Mom...Wajar saja Daddy lakukan itu, karna tidak pernah ada pesta dikeluarga kita untuk bang Juna." Balas Sinta mendukung ayahnya.
" Iya, mom ngak nyalahin Daddy kok sayang..Hanya terkejut saja, Daddy menyiapkan acara diam- diam.
" He...he...Kan ngiranya Arjuna pulang dengan keluarga barunya, jadi pengenlah Daddy mengenalkan mereka pada kolega bisnis kita.Tahunya pulang berlima dalam arti yang lain." Gelak Rajj merasa konyol,sampai- sampai Rajj menggaruk kepalanya sendiri yang tidak gatal.
"Ha...ha...Sebenarnya ini bukan idenya Arjun lho Rajj, jadi jangan salahkan putraku, itu ide dari Tantenya yang pengen ngerjain kalian." Ujar Aris tak mau Arjuna disalahkan lagi.
" Sory...Aku ngak nyangka karna ini Rajj sampai merencanakan pesta segala." Ucap Adelia.
" Tak apalah, yang lalu biarkan berlalu, tapi lain kali jangan menyampaikan informasi setengah- setengah lagi." Imbuh Cinta.
" Ya, gara- gara penafsiran info yang salah itu, aku seharian galau membayangkan keluarga baru bang Juna." Timpal Sinta, tapi tentu hanya didalam hatinya saja, mana berani Sinta membicarakan rahasia hatinya didepan Keluarga, juga orang yang bersangkutan yang dari tadi Jadi pendengar Budiman sembari menatap Sinta.
"Bagaimana Jun, apa kau tak senang Daddymu membuat pesta untukmu?" Tanya Aris menepuk pundak Juna yang dari tadi duduk manis dan kalem disofa.
" Kalau aku apasaja senang Om, bahkan diusir aja happy- happy aja,apalagi disambut." Balas Arjun.
" Ucapanmu mengingatkan kami kalau dihatimu belum tulus memaafkan mommy dan Daddy." Ucap Cinta menatap putranya memelas.
" Bagaimapula aku tidak memaafkan kalian, apalagi dirimu wahai Cintaku."Ucap Arjun pindah duduk keSisi mommynya sembari memeluk pinggang ibunya, setelah mendorong Daddynya menjauh.
" Yang ini baru Arjuna! " Seru Aris.
"Yang tadi Arjuni." Imbuh Adelia membuat Rajj Cinta dan Sinta terbahak.
"Tunggu! Memaafkan itu sangat mudah sayangku.. tapi melupakan tidak semudah itu." Tampik Arjun.
__ADS_1
" Terus apa yang harus kami lakukan agar putraku yang tampan ini bisa melupakan kesalahan kami."Tanya Cinta serius.
"Dukung aku mulai hari ini untuk meraih Cintaku kembali,baru luka itu akan hilang dengan sendirinya." Ucap Arjun membuat semua mengernyit,tapi tidak dengan Sang Daddy.
"Siapa sebenarnya perempuan yang kau Cintai itu???"Tanya Gumilang Dirga sudah berdiri didepan pintu menatap Arjuna curiga.Semua terkejut,kecuali Arjuna, ia santai saja, baginya tak ada yang perlu ditakutkan pada pria itu.
"Dirga...Kapan balik nak..." Sambut mommy Cinta mengalihkan perhatian sang menantu,
walau ia sudah tahu siapa Dirga, tak mau menunjukkan kebenciannya, toh putrinya sendiri belum pernah mengeluhkan suaminya itu pada mereka.Selagi Sinta diam, mereka akan berusaha menutupi masalah itu.
"Antara Hanifa dan Qinara sepertinya kedua gadis itu sama- sama menarik! Pokoknya mulai saat ini terserah padanya,mau pilih perempuan yang mana,gadis ataupun janda yang penting ambil satu yang pasti dihati, Mommy dan Daddy akan mendukung siapapun yang diinginkan Arjuna kami!." Imbuh Rajj menengahi.
"Yang pasti dihati, jangan sampai nyesal belakangan dan malah memutuskan selingkuh setelah bersama"Tambah Adelia tak sengaja menyorot tajam kearah Dirga.Sebenarnya Adelia tak tahu menahu masalah keluarga baru Sinta, tapi melihat abainya menantu Sohibnya itu pada istrinya membuat lidah Adelia yang gatar terloncat saja mengucapkan itu.
"Siapa pula orang tua ini?Tahu darimana ia aku begitu.Batin Dirga menciut.Semula ia berniat mengintimidasi kakak iparnya, tapi telah mendapat pukulan telak diawal oleh orang asing membuatnya kelimpungan sendiri.
" Ini Tante Adel dan Om Aris, keluarga Abang iparmu dikota berkembang." Ujar Cinta mengenalkan Adel dan Aris, sengaja ia tidak menyebutkan kata sahabat dipenjelasannya karna tak mau menantu tahu lebih dalam dengan orang- orang penting dalam hidup mereka, termasuk Rara dan Dokter Fano, tak ada rencana Cinta mengenalkan mereka pada Dirga, untunglah belum ada kesempatan menantu itu mempertanyakan mereka.
Akhirnya Dirgapun diam, sampai Rajj memutuskan akan mengadakan acara nanti malam, tak ada yang membantah lagi.Apalagi Dirga mendengar nama Qinara dan Hanifa, ia tahu wanita muda itu merupakan putri dari kalangan konglomerat sejajar dengan dirinya,
****************************
Malam hari pestapun diadakan dihotel yang sudah ditentukan.Walau jadwalnya molor sehari semalam tak menurunkan minat para undangan untuk menghadiri acara ini.
Pukul Sembilan malam ballroom hotel telah dipenuhi oleh para undangan.Acara dipandu oleh seorang Host selebritis yang terkenal saat ini.
Disana Telah hadir semua Staf Penting C3, tidak terkecuali Bino dan Neni asisten dan sekretaris Sinta yang kali ini sengaja datang berpasangan.
" Kenapa masih galau aja sih Kang, kan udah ditemani perempuan semanis aku." Goda Neni pada Bino.
" Ngak segan Nen, saat Bos sendiri sakit ngak sempat nengokin, eh giliran pesta mau cepat makan gratis." Sindir Bino pada dirinya sendiri dan Neni.
" Aku sih biasa aja karna ngak tahu nona sampe masuk rumah sakit.Yang masalah sih kamu,masak udah nyampe rumah sakit ngak jadi nengokin." Cibir Neni.
__ADS_1
"Aku datangnya tidak diwaktu yang tepat Nen, pas kami tiba rame sekali, paginya balik bezuk non Sinta sudah dibawa pulang karna dinyatakan baik- baik saja."Jelas Bino.
" Ya udah! Kalau udah gitu ngapain masih baper? Santai aja kali, lagian itu nona baik- baik aja dan Sangat cantik malam ini. Ayo kita hampiri." Ujar Neni menarik tangan Bino.
"Pokoknya ngak ada pembahasan soal sakit. Ini party man! Semua yang datang meski terlihat happy." Imbuh Neni mengingatkan Bino.
Bino mengangguk dan segera melangkah ketengah pesta digandeng Neni untuk menemui pemilik acara.Walau dengan terpaksa, pria itu mengulas senyum.
Gema suara pembawa acara menyambut tamu membuat wajah- wajah yang datang semakin Cerah.Apalagi saat pembawa acara memanggil BTS untuk tampil menghibur acara, semua bersorak histeris.
Semua perhatian berpusat pada acara hiburan.
"Bagaimana Bisa memanggil Mereka secepat itu?"Tanya Cinta terkagum pada suaminya surpaise mendatangkan group Band Top Asal Korea Selatan itu.
"Oh, putrimu kebetulan sedang bekerja sama dengan mereka dalam promosi produk kita." Jawab Rajj ringan membuat istrinya mangut- manggut.
Semua berteriak dan menjerit senang,terkecuali Dirgantara, saat ini suami Sinta ini tengah deg- deg an, takut tiba- tiba Grasy datang merusak kebersamaannya dengan Sinta.
"Cik, kenapa juga papa mertua Makai hotel yang ini." Decaknya setiap teringat pada Grasy.
" Aku keToilet dulu ya." Pamit Sinta pada suaminya karna memang perempuan itu kebelet.
Dirga yang dari tadi celingak- celingukpun mengangguk." Oke sayang...Hati- hati, keToilet ya bareng Bibi Jini aja." Ucap Dirga seraya memanggil Mantan bodyguard istrinya itu.
Sinta cukup tertegun dengan panggilan sayang dari suami, juga perhatian pria itu malam ini.Tapi ia tak sempat memikirkan itu karna kebelet pipis.
Sinta melangkah kekamar mandi diiringi bibi Jini.Namun diperjalanan langkah bibi Jini ditahan oleh seseorang bertopeng.
Terjadilah pertarungan antara bibi Jinni dan Pria bertopeng itu.
Sementara Sinta yang kebelet tidak sempat mendengar keributan itu.
Baru saja wanita cantik itu sampai dipintu toilet, seseorang membekapnya dari belakang dengan sapu tangan.
__ADS_1
Sinta tiba- tiba merasakan hawa dingin menguasai wajahnya, dengan perlahan pandangannya menjadi kabur dan setelahnya ia tak ingat apa- apa lagi.