Sinta ( Sirnanya Cinta Dimalam Pertama )

Sinta ( Sirnanya Cinta Dimalam Pertama )
Asa lebih dominan dari Rila?


__ADS_3

"Cepat kembali kesini,aku bosan ditemani asistenmu yang bawel ini,kulihat dari berita Daddymu sudah berhasil dioperasi dan tinggal menunggu masa pemulihan.Disana ada mommy Ketty yang menemaninya,untuk apalagi kau berlama- lama dirumah sakit!" Ujar langsung dan panjang seorang wanita dari sebrang telfon begitu Dirga menyambungkan panggilan.


" Lelah aku menghubungimu sejak kemaren,kok baru diaktifkan sekarang telfonnya.Dah ngangkat diam pula!Kamu sengaja membuatku naik darah lagi ya?" Jejar wanita itu lagi karna kesal Dirga belum menyahuti ucapannya.


"Aku sibuk Gres...mohon sabar sampai esok pagi." Akhirnya Dirga berhasil membuat alasan untuk menghindar sementara waktu dari wanita disebrang telfon.


"Sibuk ngapain lagi? Bukankah ayahmu itu sudah baikan?Jangan bilang kau sibuk ngurus calon jandamu itu Ya!" Tuding Grasy membuat Dirga naik gula.


"Ngak bisa sekali saja kamu tidak memaksaYa!Biarkan aku bebas sampai esok pagi!" Ujar penuh emosi CEO Dirgantara Group yang merasa dintimidasi oleh seorang wanita yang posisinya hanya sekedar permainan dan penghibur dihati pria itu,namun mau tidak mau ia sudah terlanjur terjebak dengan permainannya sendiri.


" Sudahlah...Biarkan bosqu mengurusi semua urusannya dulu! Kamu fokus saja dengan kesembuhan luka karna perbuatan bodohmu itu." Sela sebuah suara berat dan tegas dari sebrang telfon,karna ternyata panggilan itu diloudspeker.Siapa lagi kalau bukan Romi, karna hanya Romi asisten Dirga yang berani berujar semau kata pada wanita itu, dan detik berikutnya sudah dapat ditebak, terdengar adu mulut dua pemilik rahang tegang dari seberang.


Mendengar semua itu,Dirga segera menutup telfon sembari menunduk menyadari tatapan Sinta sang istri yang bakalan jadi mantan yang ternyata dari tadi menyorotinya.


" A....aku tadi mengaktifkan telfon untuk menelfon mami,tapi terlupa mematikan lagi." Ucap Dirga gagap merasa sudah ceroboh tak sengaja membiarkan wanita itu mengganggu kebersamaannya dengan Sinta,sedang istrinya itu sejak tiga hari memblokir semua telfon dari orang- orang diluar keluarga hanya untuk meluangkan banyak waktu untuk mereka berduaan saja.

__ADS_1


"Tidak masalah,waktu kita tinggal sedikit,lagian ia lebih berhak atasmu dari aku,ia sudah termasuk kategori keluargamu Ga,meski belum diresmikan, hubungan kalian sudah sangat jauh."Ucap santai Sinta membuat Dirga kian merasa tertusuk.


Pria itu mendadak kehilangan kata untuk bicara,segalanya benar serupa dengan apa yang calon mantan istrinya kata,mau menyangkal juga sudah tak mungkin lagi,walau ia punya hak menentukan masa depannya sendiri nantinya setelah resmi pisah,tapi tidak dapat menghapus Fakta kalau dirinya hanya seorang pria yang dicerai karna alasan menyelingkuhi istri,terlepas mau atau tidak mau dirinya melanjutkan hubungan dengan perempuan selingkuhannya itu.


Dirga menunduk sembari mendegup salivanya yang terasa pahit sekali."Aku benar- benar pria yang tak tahu malu,bila masih berani berharap bisa bersama lagi dengan Sinta istriku,bahkan untuk menatapnya lagi saat ini aku merasa tak punya muka."Batin Dirga menyadari salah berkali- kali.


Untungnya kemudian telfon Sinta berdering sehingga Dirga sedikit bisa menarik nafas.


Sedang Sinta sendiri yang menyadari itu telfon penting karna semua nomor tak penting sedang ia diblok,perempuan cantik itu bergegas mengambil gawai tipis miliknya memeriksa sipemanggil,lalu gegas menyambungkan panggilan.


Dirga tak menyiakan kesempatan untuk menarik nafas dalam- dalam saat istrinya tengah serius bicara ditelfon.


"Mami memintamu kerumah sakit,katanya papi ingin bicara.Tadi sempat kejang- kejang,tapi Alhamdulillah sekarang sudah baikan.Apa aku boleh menemani?"Ucap Sinta membuyarkan lamunan Dirga.


"Ja...Jangan! Bi..biar aku saja yang kesana.Sinta istirahat saja ya,itu mata sudah lima Watt ngantuk sekali kelihatannya."Ucap langsung Dirga menolak halus tawaran istrinya, karna saat ini ia tengah canggung sekali berduaan dengan Sinta setelah telfon Grasy.Untuk menutupi rasa galau,malu dan putus asa yang ia miliki saat ini,pria itu berusaha mencari alasan walaupun gelagapan.

__ADS_1


"Baiklah,tapi kamu perginya dengan mang Udin ya,aku tak mau terjadi apa- apa padamu,kalau nyetir sendiri dengan fikiran kurang streg begitu." Ujar Sinta kemudian langsung mengetikkan pesan ditelfon genggamnya untuk memanggil sang sopir tanpa menunggu respon dari Dirga.


Sekali lagi Dirga bersyukur mengenal Sinta,walau banyak catatan buruk dalam hubungan ini,tapi Sinta tetap menghawatirkan dirinya dan tidak segan menunjukkan langsung kepeduliannya pada sang calon mantan.


Semakin Dirga mengenal istrinya,semakin dalam rasa bersalah yang ia rasakan,tapi apalah daya nasi sudah menjadi bubur,takkan mungkin kembali jadi nasi.


Dengan berbagai perasaan yang mengguncang dada,Dirga menekan tombol lif yang akan membawanya menuju lantai dasar,kabarnya sang sopir sudah menunggu diarea parkir,siap mengantar calon mantan majikan OTW menuju rumah sakit tempat sang ayah masih diopname pasca operasi pemasangan Gips.


Tidak cukup tiga malam kebersamaan dua sejoli yang sudah tak mungkin menyatu lagi itu.Dirga berjanji setelah bicara dengan sang papi,ia akan menginap dirumah sakit saja." Seberapapun kerasnya aku ingin kembali padanya,itu sudah tak mungkin lagi,andaipun tak ada Grasy tetap ada sekat lain yang menahanku dengan Sinta untuk menyatu.Apakah ini masih ada hubungannya dengan dosa dimasa lalu?Entahlah...yangkutahu sejak dari awal ia bagaikan bayangan dipepan mataku.Indah kupandang,namun jangankan menangkap,menyentuhpun tak bisa.Sampai hari ini aku masih ragu apakah benar rasa malam pertama itu,atau sekedar ilusi dan fantasiku saja?Entahlah..." Kecamuk batin Dirga sepanjang tol menuju rumah sakit.Sang sopir istri juga tiada berani bicara padanya,mungkin wajahnya aneh kaliya?Dirga sendiripun tidak begitu peduli,bahkan kembali


Grasy menghubungi nomornya,sengaja pria itu mengabaikannya." Bukankah aku sudah bilang biarkan aku bebas sampai esok pagi." Cetusnya pelan sembari mensailen nada panggil telfon genggamnya agar tidak berisik.


Setelah Dirga pergi,Sintapun memutuskan untuk istirahat.Tidak butuh lamapunggungnya bertemu dengan peraduan,dengkur halus perempuan cantik itu sudah terdengar.


Dara cantik dan manis itu larut dalam tidur yang sangat damai,tidak tahu ada dua lagi pria yang tak bisa tidur memikirkan dirinya saat ini,entah keputusan apa yang akan Sinta buat setelah tigamalam kebersamaan dengan suaminya,tak ada yang bisa menebak apa yang terjadi antara dua insan yang secara fisik sangat terlihat ideal Dimata ini dalam tiga hari menghabiskan waktu

__ADS_1


" Sedang apa kau saat ini dengan Dirga Ta?Apa akan terjadi khilaf yang akan membuat kalian gagal pisah? Semudah itukah sebuah perselingkuhan besar kau maafkan?"Rama sejak tadi bolak balik kasur dan kamar mandi galau memikirkan Sinta gagal jadi janda.


"Tidak!seperti kata mommy,aku harus yakin pada cintaku,apapun yang terjadi kuakan terima semua keputusanmu adikku sayang...." Apapun yang membuatmu bahagia,aku mesti ikhlaskan itu."Gumam Berkali Arjuna berupaya membujuk diri sendiri,mencoba dan terus mencoba berdamai dengan perasaannya namun tetap saja malam terasa panjang baginya,karna mata sang muda juga sulit diajak lelap sejak tiga malam ini,bibir berkata ikhlas,tapi hati sangatlah berat, mungkinkah karna Asa lebih dominan dari Rila?


__ADS_2