Sinta ( Sirnanya Cinta Dimalam Pertama )

Sinta ( Sirnanya Cinta Dimalam Pertama )
Sangat Egois.


__ADS_3

Taufan berupaya sebaik mungkin memperbaiki berkas gugatan Sinta.Apalagi setelah mengutus seseorang menyelidiki kasus ini,dan benar ada orang ketiga dalam hubungan pasangan sejoli secara jasmani itu,Taufan tak berniat lagi membantu keduanya untuk baikan,kalau sudah pasti alasan pisahnya selingkuh.


"Tiada yang tahu sesungguhnya yang didalam.Tapi dari penelitianku,keduanya wajib cerai." Batin Pengacara muda itu sembari mengetik berkas untuk sidang cerai kliennya esok pagi. Ya,sengaja ia ketik sendiri demi menjaga privasi mantan teman bermainnya dimasa kecil dulu.


Walau marah dan sedikit menggebu pada Dirga,tapi pengacara muda itu tetap memenuhi permintaan sang calon tergugat itu,semua ia lakukan untuk Sinta,bukan untuk pria tukang selingkuh itu.


Sidang pertama tak berarti,karna tergugat takhadir sidangpun berlanjut.


Sidang kedua juga berjalan lancar,sesuai janji Dirga tetap tidak tiba,hingga satu sidang lagi majlis hakim akan tokok palu.


Tak ada kedua belah pihak yang datang,


disidang ketiga barulah Sinta tiba,sedang Dirga mengutus pengacaranya untuk mengurus surat cerai itu,sekalian pengacara itu menyerahkan uang Idah dan beberapa surat properti untuk Sinta.Sinta sempat menolak semua itu,tapi pengacara Dirga mengancam banding jika ia tidak terima pemberian terakhir mantan suaminya itu.


Lucu kedengarannya,pria yang digugat karna tidak memberi nafkah,malah memaksa memberi hadiah pada mantan istri.


Ternyata yang namanya orang besar,sebesar apapun berusaha bersembunyi,media selalu bisa mengendus jejak kisah perceraian itu.


Kedua bintang bisnis masa kini itu saat ini tengah merasakan ruang kian sempit,karna kemana pergi para pemburu berita selalu menguntiti mereka.


" Pernikahan mewah tuanmuda belum lama, kok sudah cerai.Bukankah kalian nikah cinta? Kok cintanya bertahan setahun jagung saja? Apa istri Tuanmuda taksudi punya papa mertua yang cacat?"Jejar tanya para wartawan yang berhasil mengepung langkah Dirga.


Seperti biasa,mulut para pewarta itu kadang lebih tajam dari silet,bagi Dirga itu tepatnya menyintak emosi.Mendengar istrinya disudutkan membuat emosi Dirga naik drastis.Hampir saja pria itu memukuli bahkan nyaris membocorkan kesalahannya sendiri demi memperbaiki asumsi para pewarta itu, jika tidak saja dengan Singap Romi menginjak kakinya,lalu dengan cekatan melarikannya dari kerumunan.


"Jangan Gila Bos! Dia sudah melindungi nama anda! " Ujar Marah Romi begitu mereka sudah selamat sampai didalam mobil.


"Tapi mereka malah menuduhnya Rom!" Pekik Dirga tak terima Sinta dituduh begitu.


" Romi tak peduli para pewarta itu mengejar mereka dan ocehan sang Bos,dengan cepat ia melaju membawa Dirga kabur dari area parkir.


" Paman Rajj akan mengurus bacot sembarang mereka Bos! Kau lupa mantanmu putri siapa?" Ujar Romi begitu mereka sudah tiba dijalanan aman dari wartawan.


" Tapi aku benci dengan diriku Rom! Apa yang bisa kulakukan selain hanya membuat masalah untuknya." Sesal dan kesal Dirga.

__ADS_1


"Bicara apa yang kau rasa bos! Teriak saja!Hari ini kau sudah resmi jadi duda terkeren masa kini." Ucap Romi berseloroh.


Bugh...


Sebuah pukulan berhasil Dirga hadiahkan dipunggung pria yang tengah mengemudi itu.


Gimana bisa Romi mengajaknya bercanda disituasi hati seburuk ini.


" Kalau saja aku sudah pernah melepas perjakaku,akan kulepas kemudi ini,agar kita mati bersama.Tapi sayangnya aku masih mau hidup Tuan,kuterima penganiayaan ini dengan rela.Tapi jangan senang dulu! Tunggu sampai di pantai C,akan kubalas kau sampai babak belur." Ucap Romi masih dengan nada berCanda walau merasakan sakit yang lumayan dipunggungnya.


Dengan kesabaran diatas rata- rata Romi akhirnya berhasil melarikan bos mudanya menuju sebuah pantai pulau pribadi milik sang CEO,dengan sedikit memaksa menarik sang Bos yang sedang dalam mode Balita menuju heli milik sang tuannya itu.


" Kenapa kau membawaku kesini,ini bukan tempat yang cocok buat orang patah hati." Ucap lirih Dirga melorot diatas pasir putih.


" Cocok!


Bugh....." Untuk tukang selingkuh!


Bugh...." Untuk pria paling egois sedunia!


" Bugh...


Teriaklah disini sampai kau puas! Menangislah sampai airmatamu habis, dijamin wanita gila takkan mengganggu karena sebelumnya sudah kusekap dikandang kuda." Ucap Romi sembari tersenyum sinis.


" Maksudmu Grasy? apa yang dia lakukan?" tanya Dirga yang sudah tahu pasti ada yang dibuat wanita itu sampai asistennya berlaku kejam.Seperti hari ini pria itu melampiaskan kemarahannya yang sudah terpendam pada Dirga.


" Ia berani menyerang Sinta kemaren kekantor." jawab Romi sembari menatap Laut.


" Tukan? Aku selalu membuat masalah untuk Sinta. Tuhan!!! Betapa bodohnya aku!!!! Teriak Dirga memaki dirinya sendiri.


" Itulah mengapa aku memukulimu hari ini,kau selalu membuat masalah Bos! Kau selalu membuatku sibuk.Syukurlah kalau kau menyadarinya kini.Teriaklah,nanti setelah tak ada dayamu lagi l,baru kuobati bonyotmu itu." Ucap Romi dengan ekspresi tanpa dosa.Sebenarnya dalam hati Romi kasihan pada sohipnya itu,tapi ia hendak memberi pelajaran pada pria yang selama ini tahunya hidup ini enak saja.Semoga kedepannya sahabat sekaligus Bos besarnya ini akan lebih baik." Harap tulus seorang Romi.


Selama setengah jam lebih Dirga menangis dan teriak dipantai pulau indah itu,sampai ia nyaris kehabisan tenaga dan suara,Romipun memapah tuanya itu dan membawanya menuju Villa.

__ADS_1


" Makasih..." Ucap lirih Dirga setelah Romi selesai mengobati lukanya.


" Maaf..." Balas Romi.


" Kau tak salah Rom,kalau aku tak punya orang sepertimu,mau jadi apa aku.Bisa- bisa aku malah mengumumkan diri sebagai Tuhan." Ucap Dirga menyadari sikap sokkuasanya selama ini.


" Kalau begitu,apa sudah siap kau jadi imam untuk wanita gila itu?" tanya Romi.


" Kau setuju aku menikahinya?" Tanya balik Dirga menatap tajam asistennya,heran mengapa secepat ini pendapat Romi berubah.


" Mau tidak mau kau harus mau bos.


" Kok kedengaran kayak lagu?"


" He...he...baguslah kau sudah bisa bercanda.Artinya otakmu tidak rusak." Ucap Romi membuat Dirga ingin menimpuk pria itu lagi,tapi rasanya tubuhnya sakit semua,tak kuasa ia melawan Romi,apalagi sadar selama ini ia sering menganiaya temannya itu lahir batin.Pukulan yang tadi rasanya belum cukup untuk balas dendam.


" Bukankah kau bilang wanita itu gila? sekarang saja kau sedang menyanderanya.


" Segila apapun wanita,jika prianya benar dan pandai membimbing wanita itu,nanti gilanya akan sembuh dengan sendirinya." Ucap Romi sok bijak.


" Apa yakin ucapanmu ngk keluar dari dengkul?"


" Ngak tahu juga apa keluar dari lorong kentut.Tapi satu kasus pernah kulihat jelas."


" Kasus mana?"


" Tuan Fanfano yang mencintai perempuan Depresi.Ia berhasil membawa wanita itu normal lagi.Apa kau lupa mantan mertuamu itu,padahal baru beberapa jamlalu kau dicerai.


Jangan sampai otakmu bergeser akibat pukulanku tadi ya Bos!" Omel sepanjang kereta dari Romi sepertinya pria ini kesurupan Arwah makrempong yang koid sebabis bergosip.


"Dia itu beda tolol! Mantan mertuaku seorang Fsikiater. Aku siapa bisa begitu???


" Mulai hari ini kau Harus bisa jadi Fsikiater diri sendiri sekalian perempuan itu bos.Kau sudah sengaja menjebak ia dan dirumu sendiri dengan kelicikan hubungan badanmu." Ucap monohok Romi.

__ADS_1


Dirga terdiam,ia tidak lupa ingatan lantaran pukulan dari Romi,ia ingat sudah malakukan apasaja pada wanita bernama Grasy,juga mencekoli wanita itu alat kontrasepsi diam- diam.Perbuatan yang sangat egois.


__ADS_2