Sinta ( Sirnanya Cinta Dimalam Pertama )

Sinta ( Sirnanya Cinta Dimalam Pertama )
Sepertinya Semesta Mendukung.


__ADS_3

"Apa benar Dirga hilang?" Gumam Grasy setelan sadar dari syoknya.Grasy mulai ketar- ketir sendiri sepeninggal Romi.Wanita itu sibuk menghubungi nomor Dirga yang tentu saja takkan ada hasilnya.


Ia coba pula menghubungi Tommy berulang- ulang,tapi perangkat calon mertua itu tidak juga tersambung.Grasy makin gelisah tak karuan seperti cacing kesentrum diapartemennya.Jangankan lelap sepicingpun sampai pagi,untuk duduk saja wanita itu lupa saking stresnya.Hingga saat pagi tiba,Grasy merasakan betisnya kejang dan membengkak,kepala sakit mendongak- dongak dan pandanganpun perlahan menjadi gelap,lalu wanita itu tak sadarkan diri didepan telivisi tanpa ada yang tahu dan melihatnya kecuali gambar- gambar bergerak dilayar yang lupa ia matikan sejak semalaman "Ingatlah semua hal buruk yang kita lakukan pada kenyataannya kita sendirilah yang akan menanggung,walau kita berupaya melibatkan orang lain dalam permainan,tetap kita yang akan lebih menderita menanggung konsekwensinya adalah pemeran utama.Grasy mulai mencicil karma buruknya seorang diri."


***************


Helly mendarat dibandara Pribadi milik keluarga Smitt karna begitu permintaan tuan Fano.Semua menyambut Sinta dengan berbagai perasaan.Ada yang menjerit,ada yang tersenyum bahkan Arjuna mendadak jadi bisu,entah saking senang Sinta selamat atau karna sudah gagal jadi pahlawan super yang utama karna kalah Star dari bocah dan Tiga pria tampan yang lebih senior yang juga sangat menyayangi Sinta.


Bahkan untuk mendekati bidadari yang barusaja selamat dari bahaya itu saja Arjuna tak diberi ruang dan waktu karna semua bergantian mengerumuni Sinta seperti semut berburu gula." Sayang...tidak ada yang kurang satu apapun padamu nak, nduk, kak, dik." Kata - kata itu bergantian menyambut putri keluarga Smitt sampai sang gadis dibimbing menuju kamarnya.Hingga pergantian hari kamar itu tak hentinya didatangi orang berganti- ganti.


Kembali ke Tommy.


Tommy yang merasa kepalang basah memang meminta pilotnya langsung mengantar tawanannya sesuai permintaan.


Kalau sudah ditembak 12 pas begini bagaimanalagi Tommy mau menghindar,mau sembunyi bagaimanapun takkan bisa lagi,ia sudah tahu kehancurannya sudah dekat, juga rumah tangga putranya,tapi ia tidak punya cara bersembunyi disehelai lalang, ia tidak punya ilmu perabun yang dimiliki oleh kakek moyang mantan musuhnya dulu,sedang yang punya ilmu itu saja masih bisa dibunuh dengan perencanaan yang matang,apalagi dirinya yang hanya punya kekuatan uang saja,uang, ketenarannya, kekuasaan dan kepandaian Tommy bahkan takkan sanggup menyaingi besannya,ia tidak pernah mengira bakalan begini,kalau besannya berhubungan dengan mantan musuhnya dan hubungan mereka sangat dekat.Semua itu Tommy yakini dari kemiripan hakiki antara menantu cantiknya dengan mantan pujaan hatinya Rara yang sekarang menjadi nyonya dari dokter yang sudah merawat wanita itu sampai sembuh total.


"Hancur! Hancur! Semua akan hancur Lee, aku juga harus siap- siap mendekam dijeruji!" Teriak curhat Tommy bergema sembari melempar penutup wajahnya disalah satu lorong ruang bawah tanah bangunan Almarhum papanya Sakti Dirgantara.


Dr Lee hanya bisa diam memandangi keputus asaan karibnya seraya terus mengikuti langkah tommy, putra sobat papi Lee yang sudah dititip pada Lee untuk dijagai bila kondisi kejiwaan pria sakit model aneh ini kambuh tiba- tiba.


"Huaaaaaa...Tangis Tommy menggema histeris seperti bayi yang barusan digigit serangga.Lee menarik pria yang lebih berumur sedikit darinya itu kedalam pelukannya,mendiamkan Tom dengan cara membujuknya,walau ia sendiri tak yakin apa ada kata yang Mampan untuk merayu hati yang sedang berada dititik paling rendah seperti yang dialami karibnya saat ini.

__ADS_1


Andai mereka berhasil membawamu kemeja hijau,aku akan berupaya memberikan pengacara terbaik untuk membantumu, pengacara itu sebisa mungkin akan membebaskannmu Tom.Percaya padaku andaipun reputasimu dan putramu hancur, aku akan membangun usaha putramu lagi dari dasar,memberikan nama baru dan kehidupan baru untuknya.Bukankah hanya dia putra dalam keluarga besarku?Aku akan membantu kalian sebesar yang aku mampu."Ucap Lee sepenuh hati.Memang Lee tidak memiliki anak lelaki.TuanLee hanya memiliki dua putri, yang bungsu sudah menikah dan dibawa keluar negri oleh suaminya,sedang yang sulung memegang perusahaan keluarga.


Lee sangat khawatir kejiwaan Tommy drop lagi,hingga ia membujuk pria itu sebaik mungkin.Telah banyak tempat terapi dan konsultasi yang dijalani oleh Tommy dibawah pengawasan Lee sampai keluar negri untuk kesembuhan pria yang sudah jadi pembunuh karna cinta buta ini,tapi penyakit itu sepertinya tak kunjung sembuh.


"Mungkin penjara merupakan penembusan dosa terbaik bagiku Lee,setelah didalam sana mungkin aku akan melupakan Rara,dan melupakan dendam masa laluku."Ujar Tommykemudian setelah cukup lama menangis keras dan teriak- teriak tak jelas yang terhenti dengan sendirinya.


Lee menyentuh pundak Tommy,menatap manik yang masih berkaca- kaca dari pria tinggi besar berkulit putih yang sekarang sudah tidak dapat dikatakan muda lagi ini,karna ditilik dari adanya kantung dibawah mata yang dulu punya sorot magnetis yang sanggup menghipnotis bak telaga biru berhantu yang mampu memanggil wanita muda mana saja untuk mendekat menyerahkan jiwa dan raga padanya kecuali satu orang.


Walau kini sorot biru itu tidak semenarik dulu,tapi tak ada yang akan bisa mengatakan pria ini tidak gagah walaupun dengan kantung mata dan beberapa keriput yang mulai nampak diwajahnya,kecuali Rara seorang, yang bahkan sampai detik yang lalu masih menatapnya sama,dingin dan sangat santai,seakan sihir Cinta yang dirasakan oleh setiap wanita tak berpengaruh sedikitpun pada Ranata.Kenyataan yang membuat Tommy sakit hati dari dulu."Untuk apa gagah Dimata semua orang, bila hanya terlihat seperti kumbang kotoran Dimata pujaan hati".Kelat sekali kenyataan itu dirasa oleh putra satu- satunya Sakti Dirgantara hingga membuatnya sampai gelap mata dan hati karna kecewanya atas penolakan Cinta gadis biasa yang punya kecantikan luar biasa seperti Rara.Secara fisik Rara dan Tommy pantas bersanding,tapi hati Ranata memilih pria lain,pria yang menurut Tommy bukan pilihan yang pantas apalagi lelaki itu hanya seorang relawan pelatih beladiri yang ketampanan dan hartanya jauh dibawah, itupun Abang angkat pula untuk Rara.


Setengah Jam Lee dengan sabar menunggui Tommy memandang cermin lemari usang didepan pria itu sebelum Lee harus memegang dadanya agar jantungnya tetap aman ditempat karna terkejut saat Tommy meninju kaca lemari itu hingga pecah berderai dan melukai tangan Tom sendiri.


Kini tangan kokoh dengan kulit putih bersih mulai mengeriput itu sudah merah karna darah, tapi pemiliknya sepertinya tidak merasakan sakit apapun.


Setelah luka Tommy ditangani, ia membawa sobatnya itu keruang rahasia dan mendudukkannya disofa model lama yang masih kuat dan bersih karna tiap hari ada petugas kebersihan khusus membersihkan ruang ini.


"Aku periksa dulu dia, kalau aman kau boleh mengencaninya untuk yang terakhir sebelum kau hancurkan ia dengan tanganmu sendiri." Ucap Lee membuat mata Tommy nyalang memandang kedepan,dimana didalam lemari yang ditutup disimpan tubuh tiruan Ranata buatan Tommy bersama Frofesor Das yang selama ini Tommy gunakan sebagai pelampiasan rindu dan hasratnya pada Rara.


"Ya.Aku akan menidurinya untuk yangterakhir,karna aslinya sekarang sudah hidup dengan pria yang pantas.Maka aku akan menghancurkan bayangannya sebelum diriku hancur bersama dengan cintaku yang bertepuk sebelah tangan ini."Ucap Tommy dengan tatapan tak terbaca, tapi pria itu tidak berontak saat Lee memakaikan penutup mata untuknya tanpa bicara.


Lee mulai memakai maker dan pengaman untuk diri sendiri dan menyiapkan alat yang dibutuhkan untuk pemeriksaan.Setelahnya Lee mulai menekan tombol lemari kaca itu agar rebah, lalu menyingkap tirai dan membuka kaca penutup dan melakukan pemeriksaan secara intensif.

__ADS_1


Satu jam Lee memeriksa,setelah yakin benda itu aman dan masih higienis, maka Lee mulai melangkah membuka penutup mata sohipnya.


"Lampiaskan semua rasa yang tersisa dan hancurkan setelah kau puas bermain dengannya!"Ujar Lee,selama ini ia sangat alergi menonton tingkah buruk sobatnya ini, tapi kali ia ia sendiri yang meminta,dengan harapan setelah ini sakit batin Tom akan berakhir.


Tom benar- benar menumpahkan semua rasa yang ia punya saat ini pada benda itu.Kadang ia menangis, kadang ia tersenyum dalam pergulatan tak terterima akal sehat itu.


Selama Setu jam permainan menguras perasaan dan keringat sendiri itu ia lakukan, hingga akhirnya Tom selesai dan bermaksud mau menghancurkan kekasih bayangannya itu.Baru saja Tom berputar dan menoleh pada sobatnya yang tiduran bersandar disofa sambil menyiapkan mental menghancurkan benda kesayangannya itu,tiba- tiba terasa goncangan dari lantai yang ia pijak. Goncangan itu makin lama makin kuat.Bola mataTom membulat saat dinding- dinding makin bergetar cukup dahsyat.


"Cepat keluar kau Lee,dan semua kalian yang ada diluar,Biarkan aku terkubur disini, sepertinya semesta mendukung kehancuranku!"Teriak Tommy yang menyadari ada gempa berskala tinggi, seraya menarik Lee dari Sofa.


Dokter Lee yang ketiduran langsung terjaga karna goncangan dan teriak keras sobatnya, juga pekik para bodyguard yang berjaga diluar kamar rahasia.


"Tidak!Kau juga harus keluar?Kau juga harus selamat!"Putus Lee turut menarik Tom dalam keadaan panik.Tommy berontak dengan menggunakan seluruh sisa tenaganya untuk menyingkirkan Lee dari ruangan itu.Suara benda berjatuhan mulai terdengar,dan Tom berhasil mengunci pintu setelah melempar Lee.


Lee berteriak memanggil para Bodyguard untuk membantunya mengeluarkan Tom yang sudah mengunci diri didalam sana.Sementara kerusakan bangunan bawah tanah itu sudah mulai terlihat,sedang goncangan tak kunjung reda.


Bahkan para bodyguard itu yang punya nyali besar sekarang mulai memucat,tapi sumpah setia mereka pada Big bos membuat mereka siap mati melindungi tuan hingga hembusan nafas terakhir.Siapa yang tidak takut akan kematian,apalagi membayangkan terkubur dihimpit tanah dan beton seperti ini,semua pasti ngeri.


Mereka berusaha menghancurkan pintu dengan dada naik turun karna cemas, apalagi retakan dinding makin lebar dimana- mana.


Terbayang tangis anak istri dirumah,bagaimana pula keadaan mereka disana?Mengingat semuanya membuat lutut makin lemas saja.

__ADS_1


Dapatkah mereka menyelamatkan diri sekaligus Bos mereka dari bencana tiba- tiba itu,sedang yang ingin diselamatkan tak mau hidup lagi???


Bersambung.


__ADS_2