
" Telfonmu bang..." Ucap Fino.
Arjuna segera merongoh sakunya untuk memeriksa sipenelfon.
" Ada apa mom?" tanya Arjuna langsung setelah menyambungkan panggilan.
" Mommy nelfon untuk memastikan agar kalian sarapan dulu sebelum pergi,dan jangan lupa minta bibi sediakan bekal untuk makan dijalan."Balas Cinta dari sebrang.Tentu Arjuna tidak akan protes apapun soal ini,karna walaupun mereka hidup dengan bergelimang harta,soal makanan mommy Sinta selalu mengusahakan anak- anaknya biasa dengan makanan bekal dari rumah sejak mereka masih kecil -kecil.
"Baik mom,soal makan don't Worry."Sahut patuh Arjuna untuk menghindari ceramah panjang sepanjang sungai Kapuas hingga puas simommy kalau sampai dirinnya atau Sinta mengelak apalagi menolak perihal makan pada Cinta.
Benar saja disebrang Cinta tersenyum senang mendengar Arjun semangat untuk bawa bekal."Oh ya,sekalian mommy mau bilang kalau mama Rara minta maaf tadi telfonnya terputussendiri karna batrai iPhone Sinta lemah."Imbuh mommy Cinta membuat raut Arjun berubah lagi.
"Ternyata Karna habis batre,bukan cemburu Seperti kata Zaki."batin Arjun.
"Juna...Masih disana kan sayang?"tanya mommy Cinta karna Arjun terdiam.
"Tak apa mom...Jangan lupa salam juga sama mama dan Sinta,katakan kalau Arjuna akan jaga Fino baik- baik dan pastikan bocah itu sampai diPondok dengan aman Insya Allah." jelas Arjun akhirnya karna tak mau sampai mommynya disebrang malah bertanya yang lain lagi karna bingung mengapa Juna yang rame mendadak jadi kalem.
" Oke sayang...Tar mom sampein dech sama keduanya!Sekarang mama Rara lagi mandiin Sinta, katanya gantiin masa- masa Sinta babby dulu yang ngak pernah ia mandikan."Jelas Cinta terdengar seperti menahan tawa.
Tapi malahan Zaki dan Fino yang benar- benar tertawa."Sepertinya Fino harus banyak ngalah mulai hari ini mom...Memberi waktu pada Sinta dan mama mengulang waktu." Ucap Arjun kemudian menilik pada adiknya Fino dengan tatapan menelisik.
Fino yang mendengar namanya jadi pembahasan langsung angkat bicara
"Tidak masalah bagiku,karna aku anak lelaki,anak lelaki sangat buruk kalau sampai punya sifat iri.Aku tidaklah mau seperti itu,apalagi aku bukan anak kecil lagi."Tegas Fino yang langsung dapat acungan jempol dari para abangnya.
" Itu baru adik bang Zaki Bisik Zaki seraya mengacungkan dua jempolnya.
" Yes! Adik baik!" Sorak Arjuna,melupakan masalahnya.
"Mommy bahagia punya anak- anak lelaki yang rukun hingga bisa menopang keluarga besar kita agar kuat."Ungkap Cinta dari sebrang.
" Iya mom,kami lebih bangga lagi punya mommy yang dengan berlapang hati mau berbagi dengan mama Rara dalam menyayangi kak Sinta." Imbuh Fino masih berlagak dewasa.
Senyum Cinta mengembang,walau tak dapat dilihat anak- anaknya,mereka semua tau diamnya mommy kali ini bukannya tanda berang melainkan karna haru dan senang.
"Tentu dik, karna mommy tahu masa lalu Sinta tak dapat diulang lagi,tapi dimasa sekarang dan masa depan mama Rara dapat membantu Sinta membuang kisah sedih mimpi masa yang dulu dengan kasih sayang dua ibu yang berlimpah dimasa kini dan nanti" Zaki ikut menimpali penuturan ibu anak disambungkan telfon yang sengaja diloudspeker itu.
" Zaki sayang...Kamu terdengar makin dewasa dan meyakinkan saja nak."Sambut Cinta yang langsung mengenali suara Zaki.
"Kan anak mommy!" Balas Girang Zaki balik memuji mommy Cinta.
" Katanya Sinta, nak Zaki ikut juga kepasantren ya?Kabarnya mau cari calon
__ADS_1
mantu mommy bareng Arjun, apa betul?" tanya Cinta penuh selidik.
" Hanya aku mom...Bang Juna Ngak, aku sengaja menggoda Sinta dengan mengatakan itu,tapi jangan bilang- bilang dulu ya, mommy pantau saja reaksinya dulu."Ungkap Zaki berkata apa adanya pada Cinta karna ia tak bisa bohong pada perempuan yang dianggap ibu keduanya ini.
" Ohh...Gitu ya,mom kira serius,soalnya disini nanggapinnya serius."Ujar Cinta keceplosan, setelah sadar Cinta menutup mulutnya dengan tangan langsung.Sedang Arjuna yang sudah terlanjur mendengar, rautnya mendadak cerah kembali.
" Mommy kebayakan omong dech kayaknya!Kalian cepatan sarapan sana,biar nak Fino ngak terlambat ntar malam mengisi acara ceramah pertamanya diYayasan." Pangkas Cinta mengalihkan pembicaraan,tak ingin ada lagi rahasia tersembunyi yang tanpa sengaja ia beberkan.
"Oke Mom ..Sampai jumpa besok,izin nginap satu malam Ya." Sahut semangat 45 Arjuna.
" Oke! TitidiJ anak mom! Assalamualaikum..."Cinta
"Waalaikumussalam..Titi Dimasangmaya.." Sahut Arjun membuat Cinta mengurungkan niatnya mematikan telfon.
"Mom tak pernah dengar nama itu!" protesnya dengan kening mengernyit.
"Pokoknya hati- hati dimana saja berada mommy sayang sama adik saya."Jawab sembarang Arjuna.
"Oke lah kalau begitu tampanku."Cinta akhirnya memilih membenarkan saja penuturan Arjuna agar putranya yang sudah ditinggal sarapan segera kemeja makan, karna tiada lagi Cinta dengar protes anak lelaki yang lain,yang terdengar hanyalah sesekali suara dentingan sendok beradu dengan garpu.
****
Sinta yang baru saja tiba dikamar dengan memakai handuk tercengang melihat mommynya senyum- senyum dikulum sehabis menutup telfon.Sinta melangkah malas dan duduk kursi hias dengan menghempaskan bokong padatnya diiringi mama Rara yang menatapi sang putri dengan lembut.
Sampai rambutnya selesai dikeringkan,perempuan muda itu masih menatap kosong kedepan cermin.
" Mommy senang bang Juna dapat jodoh ustazah ya?" tanyanya kemudian setelah menarik nafas berat.
Cinta belum menyahut, tapi ia menghampiri putrinya sembari menatap pantulan dirinya Sinta dan Rara dicermin.Terlihat sekali anak perempuan itu sedang menyembunyikan kecemburuannya begitu ia mengulas senyum lagi pada Sinta,tapi nampaknya Sinta tidak sukses,karna untuk memoles wajahnya saja Sinta tampak malas.
"Telfon Bino untuk menghandle tugas kalau Sinta merasa kurang enak badan, kita latihan Yoga untuk hari ini."Usul Cinta memegang pundak Sinta,ia sengaja melupakan pertanyaan Sinta untuk memancing reaksi anak perempuannya.
Rara yang mengerti hanya diam saja sembari tersenyum tipis menantikan kelanjutan perbincangan putri dengan Perempuan yang sudah membesarkan Bayinya itu.
" Mom...Rengek Sinta ketika mommynya mengecup puncuk kepalanya.
" Katakan sayang...Karna seorang anak perempuan harus lebih terbuka pada ibunya ketimbang pada orang lain.Bukankah begitu Ra?"Ujar Sinta yang langsung mendapat anggukan setuju dari mama Rara.
" Sinta mendegup salivanya mengembangkan kedua tangannya,hendak memeluk kedua ibunya.
Keduanya langsung mengambil posisi penting itu,berbagi diantara kedua belahan tubuh sang gadis.
"Kalau Sinta mencintai siapapun pasti mommy sama mama bakal bantu mendapatkan Cinta itu, yang penting selesaikan dulu dengan Dirga.Memaafkan atau melepaskan!"Ungkap Cinta menyuarakan isi hatinya yang sesungguhnya.
__ADS_1
" Mommymu takkan menghalangi andai kau memilih Rama, Bino atau bahkan Arjuna putra kandungnya." Imbuh Rara yang sudah membicarakan ini semalam dengan Cinta saat putri mereka terlelap.
" Gimana kalau___" Ucapan Sinta tertahan karna ragu.
" Katakan sayang...Jangan malu." Bujuk Cinta.
Sinta menggeleng."Ngak mom... istikharah ku belum selesai,jadi akupun belum berani curhat pada kalian berdua sebelum curhatku pada Allah ada jawaban yang pasti dihatiku." Putus Sinta kemudian sembari mencium tangan kedua ibunya.
" Baiklah...Kami bantu doa,semoga hatimu mantap segera nak." Ucap Cinta.
"Ya sayang...kami walau sangat mengasihi mu,tak mau ikut campur terlalu dalam untuk urusan intern rumah tanggamu." Imbuh Rara.
"Kami sebagai ibu hanya bisa berdoa dan memberi nasehat,untuk keputusan bulat penuh ditangan kesayangan kami." tambah Cinta.
"Thank you my best mothers! ( Terima kasih ibu- ibu terbaikku.)" Seru penuh haru Sinta.
Keduanya bergantian menciumi sang putri.Setelahnya memberikan dalaman berikut gamis yang langsung dikenakan Sinta tanpa sungkan didepan keduanya.
Keduanya teliti mendandani dan memakaikan hijab yang selaras.Setelah gadis itu nampak makin sempurna keduanya menggandeng putri keluar kamar dan melangkah menuju ruang makan.
"Aku benar- benar jadi bayi hari ini! " Sorak senang Sinta.Untuk urusan menghidang anak perempuan itu yang ambil kendali,dia
memaksa keduanya duduk patuh saat ia menghidang.Bahkan Sinta juga menyuapi kedua ibunya itu tanpa mau ditolak sekali saja.
Kedua ibu sarapan dengan bahagia bercampur haru dari tangan putri mereka."*Terima kasih sudah mengembalikan putriku Ya Allah..Tolong kembalikan pula semangat hidupnya dengan cinta yang Engkau Ridhoi*." Pinta Rara dalam hati.
"Bantu ia melewati dan mengatasi prahara rumah tangganya Robb,dan beri ia hari esok yang tak menyakiti lagi." Harap Cinta pula dalam kalbunya sembari menguyah nasi goreng sayur yang disuapi putrinya.
Baru saja mereka selesai makan,dering telfon Cinta terdengar memecah keheningan.
" Assalamualaikum...Ada apa Sayang..." Ucap Cinta menyahut panggilan dari Rajj.
"...."
"Benarkah???" tanya Cinta dengan raut menegang.
"...."
" Baiklah..." Balas Cinta lemas kemudian menutup telfonnya.
"Ada apa???Tanya Sinta dan Rara juga ikut cemas melihat Ekspresi Cinta.
Cinta mendedup salivanya, menatap kedua wanita berparas sama itu sembari tersenyum selembut mungkin,agar keduanya tidak lagi Setegang ini."Daddy memintamu libur diperusahaan hari ini,ia juga sudah meminta Bino dan Nenny menghandle urusan kantor hari ini,karna kata Daddy kita akan mengadakan rapat keluarga." Ungkap Cinta setenang mungkin walaupun dadanya cukup berdegup kencang.
__ADS_1