
Ja...Jadi selama ini___" Ucap Arjun tertahan karna ragu menyampaikan dugaannya.
Cinta sudah mengira apa yang tengah putranya fikirkan tentang hubungan Sinta dan Dirga mendengar sindirinnya yang tidak tepat
sasaran barusan.Cinta kemudian tersenyum penuh teka- teki membuat kedua alis Arjuna menaut.
"Sudah! Kita isi perut dulu sebelum berbincang dari hati- kehati."Putus mom Cinta ,saat Arjuna hendak membuka mulut kembali mungkin saja mau meneruskan pertanyaannya yang belum kelar.
Arjuna memilih mematuhi sang mommy,menutup mulutnya lagi lalu mengangguk,bahkan pemuda ini setelahnya dengan cekatan sekali menarik kursi untuk diduduki sang mommy,lalu menepuknya."Baiklah Cintaku...duduk manislah disini,biar hari ini Juna suapi." Ucapnya menawarkan diri seraya tersenyum penuh arti.
Cinta balas dengan mengangguk setuju.Hingga kemudian Arjuna menarik kursi satu lagi untuk dirinya setelah mommynya duduk dengan manis sesuai permintaannya.
Arjuna lalu mengisi satu piring nasi dengan lauk- pauk dan sayuran yang tersedia.
Baru saja ibunya ingin membuka mulut pula hendak protes karna Arjun mengisi satu piring saja,Langsung Arjun membungkam mulut ibunya itu dengan satu suapan."Baca Bismillahi awalahu waakhirahu!" ucapnya menatap mesra sang mommy yang sekarang terdiam menikmati suapannya.
"Gimana bisa baca doa dulu kalau anak ini langsung menutup mulutku dengan makanan ini.Tapi ini sepertinya makanan terlezat sepanjang tahun ,karna ini dari tangan putraku sendiri."Batin Cinta,lalu mengulang ucapan doa barusan disebut Arjunanya sembari lanjut menikmati kunyahannya.
Arjuna terus menyuapi ibunya dengan lembut dan hati- hati sampai wanita itu kenyang dan menggeleng pertanda ia tak ingin nambah lagi.
Anak itu tersenyum lembut lalu segera membukakan sebotol air mineral yang sudah tersedia untuk Cinta.
" Sekarang giliran mommy
menyuapimu."Ujar Cinta usai minum wanita
itu menarik satu piring kosong dan mengisi piring itusesuai porsi biasa makan sang putra.
"Makan sebelum lapar,dan berhenti sebelum kenyang!." Bukankah begitu aturannya tuan muda." Imbuh Cinta sembari tersenyum.
Arjun mengacungkan kedua ibu jarinya sembari senyum tak kalah meriah.Kegalauan tadinya menyelimuti kalbu anakmuda itu sejenak berlalu dengan begitu saja setelah menyuapi ibunya.Itu ditandai dengan senyum yang seakan enggan lekang dari bibir tebal dan sensualnya,Arjun dengan antusias mengatur posisi duduk ternyaman untuk ldurinya siap menerima suapan dari Cinta.
"Mumpung suami dan putri nyonya tiada,
aku boleh bermanja sesuka."Celetuknya menggoda.
"Gitu dong...Mommy Rindu anak mommy yang begini."Balas Cinta yang tak mau menyia- nyiakan kesempatan ini.Hati perempuan yang sudah berusia kepala empat
dengan wajah dan bentuk tubuh cantik terawat itu sentiasa mengulas senyum menambah keindahannya Dimata sang putra.
Arjuna kemudian diam dengan senyum dikulum sembari berdoa dalam hati.Setelahnya ia membuka mulut lebar- lebar seperti bayi burung yang siap menerima makan dari induknya.
Arjuna menikmati kunyahannya demi kunyahan dengan manis dan Cool,walau sebenarnya perutnya sudah terlanjut lapar,ia makan ala Putri raja jua,tanpa protes pada Mom Cinta yang menyuapinya dengan pelan sekali dan nampak hati- hati.Mereka saling diam,menikmati dan menghayati momen jarang ini.Sesekali terdengar jua denting sendok dan yang garpu beradu tak sengaja akibat khilaf sang mommy yang terkadang gugup mengingat sudah lama sekali ia tidak memanjakan putranya ini karna fokusnya hanya pada putrinya Sinta, ditambah sikap posesif suaminya yang tak Sudi berbagi Cinta dengan pria lain walaupun itu putra sendiri.
Raut Cinta meredup tatkala terlintas kekurangannya jadi ibu selama ini.
"Maafkan mommy ya..." Lirih Cinta selesai putranya makan.
Arjuna menatap ibunya sejenak sembari mengelap bekas air minum disudut bibirnya dengan tisu.
" Maaf untuk apa Cintaku?" Ucap Arjun menaik turunkan alisnya.
Cinta tertunduk sampai perempuan itu tersintak karna Arjuna mengecup kilat jidatnya."Aku akan memaafkan khilafmu
baik yang sengaja atau bukan wahai Cintaku...Tapi tolong jadikan aku menantumu setelah ini ya..." Bisik Arjun.
Cinta langsung mengangkat wajahnya kemudian mencubit kuping sang putra dengan tatapan menyalang.
" Ih...kamu mengerikan putraku!Tiba- tiba mom jadi teringat berita menantu durhakim yang menggoda mertuanya itu."Tutur Cinta bergidik ngeri.
" Sakit dong mom....Baru aja dimanja langsung dianiaya!Ngak bakalan aku jadi mantu dirhaka begitu,apalagi mertuanya mommy sendiri."Tutur Arjuna sembari mengusap kupingnya berulang kali.
" He...he....Cinta sekarang terkekeh tanpa dosa melihat kuping anak itu merah karnanya.
__ADS_1
" Makanya jangan suka curi- curi kecup gadis belia sepertiku anak muda."Imbuh Cinta sembari berkacak pinggang.
" Emang apa yang sudah kau punya untuk melamar putriku?Kulihat beberapa hari ini kau seperti pengangguran saja,berani pula meminta putri mahkota" Ucap Cinta kemudian meneruskan gaya bicara Arjuna.
" Belum.." Gumam Arjuna.
" Belum punya kok berani?" Debat cinta hendak membereskan meja makan.
" Maksudku belum boleh menawar barang yang belum jelas."Balas Arjuna berdiri lalu
menepis lembut tangan ibunya.
"Biar aku yang beresi dan kembalikan piringnya."Imbuh anak muda itu meruntuhkan kan kesombongan pura- pura Cinta.
" Apa ditempat Adelia kau sering melakukannya nak?"Tanya Cinta melupakan hendak memprotes putranya,karna takjub melihat anak itu begitu cepat dan cekatan menggantikannya merapikan meja.
"Kalau mantan anak pondok ini sudah pekerjaan biasa mom.Skill suami siaga sudah kami punya sejak dari sana." Ujar Arjun
dengan senyum bangga.
Cintapun turut bangga dalam hatinya.
Ternyata sikap pemaksanya memilihkan sekolah untuk putra- putrinya lebih banyak sisi baik dari buruknya,Arjuna dan Sinta jadi pandai masak dan beberes rumah hasil pengalamannya disekolah pilihan Cinta.
Cinta terus menatap takjub pada sang putra,tatkala Arjuna memisahkan bekas sisa makanan dipiring dan memasukkan kekantong plastik." Ini akan kuberikan pada Juli dan Julian dan keluarga besarnya." Gumam Arjuna menyebutkan nama pasangan Ayam milik Daddy Rajj.
"Betapa akan senang dan tenang Sintaku andai dari dulu kurestui perasaan Arjuna padanya."
Kerika anak muda itu melangkah membawa mampan piring kotor itu menuju kekamar mandi,kedua bola indah mom cinta terus mengekori.
" Jadi mommy ditinggal nih..." Keluhnya cemberut.
"Tunggu dibalkon ya Cintaku sayang...Kucuci sebentar piring- piring ini.Yakinlah hanya sebentar saja.Sial ini baru kita dari hati kehati sembari menikmati sapuan AC Alami."Tukas Arjuna akhirnya mendapat anggukan setuju dari Cinta.
"Banyak sekali dosaku YaRobb...Mohon terimalah taubatku." Lirih Cinta sembari mendudukkan bokongnya dibangku santai balkon kamar putra semata wayangnya itu sembari menitikkan airmata.
Arjuna yang sesuai janjinya cepat,menyelesaikan cuci piringnya dengan bergegas.Lalu dengan sigap pula anak itu menaruh dimampan dan meletakkannya dimeja makan yang tadi kemudian menghampiri mommy Cinta.
" Tak usah seseius itu cantik..." Ucap Arjun sembari menyapu pipi Cinta yang sudah bersimbah airmata dengan sapu tangan pemberian bibi Sumi.
"Sudah siap Cupirnya? Tidak perbanyak jumlahnya kan?" tanyanya tak percaya secepat itu putranya mengerjakan pekerjaan umum seorang ibu atau ART itu.
" Walau pekerjaanku cepat, tapi sasaranku selaku tepat mom.Piringmu aman semua kok." Sahut Arjun sembari menarik pundak sang Cinta lembut setelah duduk disisi Cinta.
" Sesekali dadaku boleh disandari kok,selagi Mr blackmu tak ada.Lagian tak usah khawatirin dia,karna kamarku ini sudah kuamankan dari kamera pengintai pria pencemburu itu." Ujar Arjun sembari mengecupi puncuk kepala dibalik kerudung mommynya.
"Kalau mom menilainya,kau jauh lebih pencemburu dari Mr Black mommy Lo."Ujar Cinta kemudian.
" Mana pula?"
" Iya!"
" Ngaklah!"
"Jangankan jadi,boleh saja belum,sudah berani cemburui putri mommy." Debat Cinta tak mau kalah.
" Siapa juga yang sedang cemburu?Aku hanya tidak terima ia masih mau berduaan dengan pria itu setelah dikhianati."Arjuna masih belum mau mengaku.
"Tidak mau mengaku ya tidak dibantu dong." Ancam Cinta.
Arjuna langsung terdiam membuat mommy muda cantik itu borsorak girang dalam hati.
" Kenak tuh anak!" Batinnya.
__ADS_1
" Pliss mom...kalau tidak mau bantu setidaknya jangan pisahkan putramu dengan cintanya lagi Ya." Rengek Arjuna jujur dari lubuk hati yang terdalam mengungkapkan perasaannya didepan sang mommy.
Cinta maju mengusap rambut dipuncuk kepala sang Arjuna lalu perempuan yang sudah melahirkan pria itu menatap lembut Tuanmuda yang sekarang tengah menatap penuh harap padanya.
" Oke! Tapi Maafkan mommy ya...Untuk selanjutnya mommy sama Daddy akan meluruskan batang disungai saja sesuai aliran dan garis takdir cinta kalian berdua.Mommy akan mendukung semua keputusan kalian, berdoalah agar takdir berpihak pada keinginan hatimu."Ujar sang Mommy membuat Arjuna bergegas berdiri dan memeluk perempuan pertama dalam hidupnya itu.
" Thank You my first love."
"Enak saja pelak- peluk istri orang!" Ujar sebuah suara berat dari pintu menuju balkon.
" Ya Ampuuun...Dia sudah datang! Padahal aku baru mau mulai." Ucap Arjun melepas pelukannya dari Cinta dan menatap jengah kearah sumber suara.
" Apa? Kau sengaja balik jalan hanya untuk merayu bidadariKu.Makanya jangan menjomblo setua ini." Cerca Rajj balas menatap nyalang putranya.
" Kan turunan jomblo dari sono.Sebelum bertemu mommy kan Daddy ngak laku- laku!"
" Biar aja ngak laku,tapi setelah itu dipilih langsung oleh bidadari ini.Ya kan sayang" Balas Rajj membusungkan dada pada putranya.
" Sudahlah sayang....Kan selama 21 tahun hanya kau dan Sinta saja yang menggelayuti mommy."Tutur Cinta menengahi sembari menyambut suaminya dengan melesatkan tubuh mungilnya kepelukan pria tinggi besar berkulit eksotis kecintaan itu.
" Baiklah untuk kali ini kumaafkan dia."Rajj langsung membalas pelukan istri cantiknya lalu mengurainya setelah lama sekali.
Rajj mengurai pelukan panjangnya seraya menatap bola indah Cinta. Tatapan itu turun kesuatu yang nampak selalu manis.
Cup
Sebuah kecupan mendarat dicery manis kecanduan seorang Rajj Copry.
" Cik.Jangan sampai lupa ini tempat siapa ya Tuan!." Ujar Arjuna melihat sang Daddy menatap lapar Mommynya setelah tautan bibir singkat mereka terlepas.
Cinta tertunduk dengan sembarut merah dipipi. Malu sekali rasanya karna barusan iapun memberi akses lebih untuk suaminya menjejerinya seolah dunia milik mereka berdua,padahal jelas mereka masih dibalkon kamar sang putra.
" Begitulah rasanya sedang senang diganggu mom." Ujar Arjuna.
" Hei anak nakal! Kau mommy cegat karna
kau selalu mencicipi yang belum halal untukmu dirumahku!" Sekarang rona merah dimuka mom Cinta bukan lagi karna malu.
Bukannya takut,malahan Arjuna terbahak" Ho....ho ho..." Sory Bos membuat istrimu jadi marah!" Arjuna kemudian melesat pergi meninggalkan keduanya seperti anak panah.
" Santai aja Bos! Boleh pake kamarku kali ini!" Ha...ha....
" Dasar bocah nakal! Awas bila ketangkap!! Pekik Rajj melangkah besar mengejar putra luknutnya.Keduanya geram dan gemas bersamaan mengejar anak itu.
" Tapi Dadd..." lirih Cinta menahan tangan suaminya dengan kedua pipi yang kembali memerah.
" Kenapa?" Rajj mengernyit.
" Gimana kalau kita coba disini, kan hanya kamar bocah nakal ini yang belum kita coba gimana?"
" Are you serius babby?" Balas Rajj tak percaya istrinya malah berniat mengikuti saran konyol anak nakal itu.
" Habis sejak kepergok hari itu kita belum pernah sempat melakukannya lagi." Gumam Cinta tentu masih bisa didengar suaminya.
Rajj menyeringai lebar.Sedang pusakanya sudah tegak bendera dibawah sana.Kucing
mana menolak ikan?
"Kita kekamar kita saja sekarang babby..Biarkan kamar ini menjadi tempat pertama ritual anak menantu,kita jangan menodainya." Ucap Rajj yang masih waras walau gairahnya sudah naik.Rajj lalu menggendong istrinya itu.
" Ok my Hubby" Sahut patuhCinta yang sudah melayang dalam gendongan pria itu.Wanita cantik itu mengalungkan tangannya dan menatap seksi pada tuan suami,membuat Rajj tak sabar segera sampai dikamar mereka,untuk menggarap lahan sepetak miliknya.
" Selalu saja mereka mencemari mata dan telingaku padahal sudah kukasih gratis kamarku!" Monolog Arjuna memergoki orang tua tengah bertukar Saliva didepan pintu kamar mereka.
__ADS_1