
flashback off
" Semoga Sinta benar- benar bisa datang yang.." Ucap Cinta usai mengesap teh esnya.
" Tentu datanglah..masak ngak." Balas pendek Rajj juga tak mau kalah dari istrinya soal mengisi perut, bahkan Rajj sengaja menambah pesanan untuk disediakan makanan lain oleh Koki didapur melalui biSumi Asisten rumah tangga senior mereka.
Sengaja Rajj dan Cinta menunggu saja dirumah, tidak mau mengalami kegelisahan begini dibandara, makanya Roni dan Jinni yang diutus menjemput Sohip serta anak menantu dan cucu mereka.Sampai detik ini Rajj dan Cinta berfikirnya masih begitu.
Hampir dua jam lebih mereka duduk berdiri, makan dan minum sembari menunggu kabar dari tamu istimewa mereka.Dirumah besar ini sudah diatur dan didekorasi kamar masing- masing untuk tamu- tamu intern tersebut. Juga telah disiapkan acara pesta penyambutan dan syukuran disebuah hotel bintang lima esok hari.Tiga tahun lewat berpisah dengan Arjuna dan hanya dapat memandang wajah sang putra melalui layar saja, telah membuat rindu keduanya membubung tinggi,saatnya telah tepat untuk berkumpul lagi, mereka ingin memberikan sambutan yang terbaik.
Tak tanggung- tanggung mereka menyiapkan segalanya, bahkan disiapkan juga satu kamar baby dengan nuansa warna menarik, satu troli cantik, Box bayi mewah dilengkapi kelambu dan mainan serta berbagai keperluan bayi sudah lengkap tersusun rapi dilemari.Juga satu tempat tidur menengah untuk mom atau Daddy saat ingin bermain sembari tiduran dengan baby mereka.Dalam waktu 72 Jam semuanya diadakan.Untuk kamar baby tentu itu kamar baby Sinta dulu yang dicat ulang, dan ganti perabot dan perlengkapan yang lebih mewah.
Pasangan suami istri ini masih saja gelisah menunggu, walau berbagai hiburan dan hidangan rumahan sudah mereka cicipi sembari menanti.
" Cik, menunggu gimanapun pengaturannya tetap saja menjadi hal yang membosankan ya
Rajj, mana Sinta belum juga nongol- nongol." Keluh Cinta dengan berdecik sembari mengusap perutnya yang sudah membuncit karna banyaknya mencoba makanan dan minuman yang disediakan koki rumah dan dihidangkan ART dari tadi.
" Kalau Sinta sepertinya datang sore atau malam sayang..Apa mommynya lupa putri kita itu seorang CEO dengan Abang 9 Perusahaan besar dan 99 Anak cabang yang tersebar diseluruh belahan bumi sayang."
Ucap Rajj mengingatkan pada istrinya kalau putri mereka bukanlah perempuan yang bebas bersantai ria dan punya banyak waktu kosong.
" Aku selalu lupa Rajj...Sebenarnya aku masih belum rela ia memikul tanggung jawab seberat itu diusianya yang masih muda belia begini,apalagi dengan beban batin yang besar karena punya suami tidak sesuai ekspektasi.Sayangya kakeknya yang begitu menyayanginya terlalu cepat menghadap Tuhan,sedang Daddynya ketuaan dan pengen cepat- cepat pensiun agar bebas memanjakan istri."Ucap cinta kalau didengar yang lain tak akan ada yang percaya yang ia gibah adalah dirinya saja, sampai suaminya Rajj menahan tawa karna geli melihat istrinya sampai segitunya gabutnya gara- gara bosan menanti.
Cinta benar- benar tak sabar lagi menunggu, telah berkali- kali ia hubungi nomer Arjuna dan Aulia sahabatnya, tapi nomer mereka belum juga aktif." Kok lama amat, padahal terbang dengan pesawat pribadi.Apa kau yakin mereka baik- baik saja Rajj?."
Rajj tersenyum seraya menatap istrinya lekat.
" Aku yakin mereka baik- baik saja sayang...Lagian dalam pesawat tidak diaktifkan HP, sedang tadi untuk mencapai bandara butuh waktu lima jam berkendara dengan mobil.Mereka juga sempat putar- putar dipusat kota propinsi kulihat dari GPS.
Barangkali mencarikan oleh- oleh untuk kita disini." Jelas Rajj mencoba menenangkan istrinya walau sebenarnya ia juga sudah tak sabar melihat batang hidung putranya segera nongol didepan pintu, bahkan dari tadi tak hentinya Rajj Copry celigukan.
" Sudah tiba waktu Zuhur, kita sholat dulu supaya tenang." Ucap Rajj lagi menarik mesra istrinya menuju kamar mereka.
" Jangan bilang kau minta yang lain- lain disiang bolong ini ya." Ujar Cinta saat mendapat serangan cumbuan dari Rajj kala mereka telah tiba diruang pribadi pasangan itu.
" Siap sholat ya yang...Cekali celup aja untuk sekedar mengatasi kebosanan menunggu." Rengek Rajj seperti bayi yang sedang menuntut Asi.
" Cik, bisa- bisanya kau minta celup- celup sedang kita menanti mereka.Gimana kalau mereka tiba pas lagi nanggung." Ucap Cinta mendorong pelan kepala suaminya yang sedang menempeli dada besar perempuan cantik itu,lalu bergegas menuju kamar mandi untuk berwudhu.
" Tak apa nanggung yang penting ngak bingung kayak tadi!" teriak Rajj dari pintu kamar mandi yang sudah dikunci dari dalam oleh istrinya.Cinta tak menjawab, karna tak mau wudhunya tidak sempurna,walau dihatinya tersenyum memikirkan ide suaminya.
"Kita lihat aja ntar, kalau rombongan belum juga sampai usai Shalat, boleh juga kita menunggu sembari enak- enak." Batin Cinta.
Ternyata suami istri itu sama saja soal mesum.Kalau ngak usul ya asal.Yang jelas keduanya benar- benar melakukan ritual berbagi peluh itu usai Sholat.
Keduanya seperti pasangan yang baru menikah saja setiap bercinta.Para pelayan dan asisten rumah tangga merasa heran saat kedua suami istri itu tidak kunjung keluar setelah katanya kekamar untuk ibadah saja, tiada yang tahu kalau pasutri itu sekarang tengah melakukan ibadah spesial diatas kasur.
__ADS_1
Sumi yang melihat tuan besar dan nyonya besar tak kunjung kekuar dari mereka,segera meminta beberapa ART juniornya membantu perempuan yang sudah tak muda lagi itu untuk memberesi bekas peralatan makan cinta dan Rajj yang lumayan banyak.
Semua bekerja tanpa banyak tanya, sebagian mengemasi toples kue dan cemilan dan mengembalikannya kelemari makanan.
Sadang para pekerja rumah tangga itu sibuk beres- beres, mereka terkejut dengan kedatangan seorang pria tampan." Bi Sum
Cantik!"Sapa lelaki gagah itu setengah berteriak.
" De...den Arjun, sudah sampai?" tanya Gagap
Sumi dikejutkan oleh Tuan muda Arjuna.
Semua mata tertuju pada sumber suara, bahkan Bibi Sumi sampai menitikkan airmata saking haru ia masih diberi sisa umur hingga bertemu lagi dengan putra majikannya yang gagah ini.
" Kami sehat nak?Syukurlah bibi ngak lewat saat sakit parah setengah tahun yang lalu, hingga masih bisa bertemu lagi denganmu." Ucap Sumi sendu tanpa sadar mengembangkan kedua tangannya.
Arjuna tersenyum kemudian melangkah menyodorkan tubuhnya yang besar untuk dipeluk oleh Sumi.
" Bibi pasti kangen berat ya pada murid ngajimu yang paling tampan ini." Sarkas Arjun dalam pelukan Sumi.
" Ia sayang...Bibi kangen sekali, sangat sedih saat den Juna pergi dulu, apalagi lebaranpun tak kembali, sempat terfikir bibi tidak akan pernah lagi mendengar ocehanmu yang riang
dan berlebihan ini nak..."
" Jodoh pasti bertemu bi..."
" Apa??? Anak istri!!! Siapa bilang aku kembali bawa anak istri!!!" Pekik Arjuna terkejut dengan pertanyaan aneh guru ngaji masa kecilnya ini.
Bi Sumi bingung bukan kepalang melihat
tuan muda tampan ini sangat syok dengan pertanyaannya.
" Loh...loh...kan tuan besar dan nyonya yang bilang kalau den Arjun bakalan pulang berlima." Ucap bi Sumi masing dengan raut bingung.
" Mana mereka bi? Tanya Arjun, yang sekarang mulai mengerti kenapa ia dikira sudah punya anak dan istri.
" Mereka dikamar, katanya Zuhur sebentar tapi ngak keluar- keluar."Jawab jujur Sumi.
Walau masih belum mendapat penjelas dari Arjuna mengenai pertanyaannya, perempuan berusia senja itu tetap menjawab pertanyaan majikan berasa putranya itu.
" Permisi aku susul mereka dulu bi!!! Ntar dijelasin." Pamit Arjuna setengah berlari menuju ruang pribadi mommy dan Daddynya.
" Jangan nak..." Cegah Sumi pada Arjuna karna ART itu sudah dapat menebak apa kegiatan majikannya itu kalau sudah berduaan.
Arjun tidak menggubrisnya, malah makin cepat mencapai kamar mommy dan Daddynya.
" Ya Tuhan...Jangan sampai cemari ya, mata den Juna." Batin Sumi menggeleng putus asa
__ADS_1
karna tak dapat menahan langkah tuan muda perkasa itu.
Krak..." Suara keras pintu didorong dari luar membuat pasutri yang baru saja mengerang panjang terlonjak kaget.
Rajj terlempar kesisi Cinta dengan kedua mata membola.
Cinta bergegas menarik selimut untuk menutupi tubuh polos ia dan suaminya.
" Arjuna!!!" Teriak keduanya bersamaan saat melihat putra mereka yang masuk.
" Mommy...Daddy!!! Sahut Arjun Syok.
Pria itu spontan berbalik memunggungi suami istri yang doyan main kuda lumping itu.
" Belum puas juga berduaan selama tiga tahun ini ya, sampai menyambutku saja kalian ngak sempat karna keasyikan main tembak- tembakan disiang bolong."Cerocos Arjuna membelakangi pasangan mesum itu.
" Kelamaan sih nunggunya, bosan dua jam lebih." Sewot Cinta cemberut karna putra dan sahabatnya tak dapat dihubungi dari tadi.
" Mommy sama Daddy dari dulu sampai sekarang masih sama, selalu menomor kesekiankan Arjuna." Ucap Arjun sebelum melangkah keluar dari kamar orang tuanya.
Rajj yang merasa bersalah telah memulai ini segera memunguti pakaiannya dan istrinya, lalu memakaikan pakaian cinta,kemudian memakai baju sendiri.
Sedang cinta duduk lemas sembari mendecak."Ngak mau berubah juga bahkan setelah punya istri dan anak, main masuk sembarang kamar orang." Omel Cinta.
" Sudah...jangan menomel lagi,ayo kita susul anak menantu dan sohipmu itu.Kali ini kesalmu balaskan padaku jangan pada putra kita.Lagian memang aku yang salah." Bisik Rajj sembari membawa istrinya turun dari tempat tidur.
" Dia tetap saja salah, main serobot masuk, untung sudah selesai." sungut cinta mengikuti langkah suaminya.
Seperti biasa, Arjuna kalau marah dan kesal pada sesuatu tidak akan berpengaruh pada yang lain.Pria muda itu segera melangkah keruang depan.
" Bi Jinni! Om Roni! Sinikan semua oleh- oleh, biar Juna bagikan pada semua pelayan." Panggil Arjun pada pasangan yang sedang menggeret bawaannya.
Cinta dan Rajj tiba diruang keluarga saat Arjuna tengah bagi- bagi oleh- oleh pada para pelayan.
" Mana Adel dan Aris juga anak istrimu???" Tanya Bingung Cinta melihat diruang itu hanya ada Jinni, Roni dan para pelayan yang sedang terlihat senang mendapat oleh- oleh berbagai panganan dan souvenir dari tempat pengasingan tuan muda mereka.
"Aku tidak akan menikah tanpa sepengetahuan kalian, seperti kalian yang menikahkan Sinta tanpa mengundangku." Balas tajam Arjuna dengan nada santai.
" Kata nak Juna yang lima itu sopo to nak? " Timpal biSumi lembut.
" Paman, bibi, aku Bu Rara dan Dr. Fano suaminya, mereka ketempat Om Fano dulu, nanti malam nyusul kesini."Jawab Arjuna tanpa ekspresi, ia masih kesal dengan sambutan tak lazim ayah ibunya.
" Rara..." Gumam cinta dengan dada berdegup.
" Rara siapa?Rajj bertanya lebih jelas.
"Nanti bakal tahu sendiri, siapkan saja mental mommy dan Daddy."
__ADS_1