
Malam diberikan Tuhan sebagai waktu yang tepat untuk insan istirahat.Ada yang memanfaatkan waktu itu semestinya, namun ada pula sebahagian melewatkan nikmat lelap malam karna desakan pekerjaan dan boleh jadipula dipaksa perasaan
Semua memperlakukan malam dengan berbeda,sesuai kebutuhan,kebiasaan dan perasaan.Sepertinya malam ini juga berbeda bagi orang- orang yang terdekat Sinta.
#
Rama yang lagi berbunga- bunga, begitu sampai dimansen keluarganya langsung menuju kamar tidur karna tak mau melewatkan malam tanpa mengimpikan calon jandamuda taksirannya.Sampai pemuda itu lupa mengucapkan terima kasih apalagi selamat malam pada Reyfan sopir sekaligus asistennya.Untuk kali pertama ia melupakan kebiasaan baiknya ini.
"Baru ada secuil harapan saja,sudah langsung mengabaikan ku, jadi nyesal Cerita soal CEO Dirgantara."Sungut Rey menatap langkah besar Bos mudanya yang buru- buru menuju kamar tanpa menyapanya lagi dengan senyum- senyum dikulum pria itu.
"Parah benar sibos jatuh Cinta,seperti sedang dikutuk saja.Untung aku tidak suka mengintip,jadi tak kena kutukan Cinta begitu. Lagian ogah juga dapat janda kalau masih ada perawan penghuni bumi ini.Ucap Rey bicara sendiri sembari melangkah malas menuju kamar tamu tempatnya biasa menginap disini.
#
Sedang Arjuna tiada dapat memicingkan matanya karna perasaannya sedang terbakar api cemburu dan fikirannya dipenuhi oleh berbagai praduga tentang kedepannya hubungan antara Sinta Dirga,Rama,dan Dirinya.Sampai menjelang subuh Arjun hanya mampu golek kiri- golek kanan diperaduannya.Fino yang ikut nebeng tidur dengan alasan besok ia akan kembali kepasantren,katanya biar ngak kangen berat sama bang Jujun minta bobok bareng juga tak bisa lelapjuga dalam tidurnya karna terganggu dengan pergerakan gelisah Arjuna.
"Sepertinya Abang akan menukar fungsi malam jadi siang,sepanjang jalan menuju pondok aku bakalan mendengkur kayaknya nih."Ketus Fino menatap tajam Arjuna.Mata yang tadi lelap sekejap sekarang melek lagi,ia sebal sekali karna ini.
"Emang siapa yang minta tidur disini? Udah tahu suasana hati Abang dari tadi,kok maksa
menemani adik kecil?." Jejar Arjuna membuat Fino makin sebal.
" Kan udah sering bilang jangan panggil aku adik kecil,namaku Fino!Tubuhku jangkung! Ototku berangsur menyamaimu yang berusia 27 tahun tuan Arjuna."Cemberut Fino sembari memamerkan lengannya pada sang Abang.
Ha....ha...
Arjuna tertawa seraya menangkap lengan itu dan menatap Fino dengan tatapan menggoda."Ada kurangnya pameranmu anak muda."Ujarnya berusaha tersenyum menggoda siadek yang akhirnya tersenyum pula.
"Hidungku mancung,mataku Biru langit cerah,kulitku putih seputih hatiku.Karna hatiku kinclong jadi tak perlu diBayclean seperti hati bang Jujun saat ini."potong Fino dengan sarkasnya sebelum Arjuna sempat buka mulut lagi.
"Sembarang nuduh hati Abang gelap!Walau kulit Abang gelap darimu belum tentu juga hati Abang begitu!Seperti apapun warna kulit kita yang namanya hati tetap merah kecoklatan."Sangkal panjang Arjuna.
"Tapi menurut psikologi warna hati bang Jujun saat ini gelap sekali,seperti awan kelam,tinggal menunggu hujan turun."Fino menatap Arjuna dengan sorot senada dengan ungkapan ejekannya.
"Terlalu dini untuk memahami hati orang dewasa sayang...Tidurlah masih ada waktu sejam lagi sebelum waktu subuh."Ucap bujuk Arjuna seraya menggosok puncak kepala berambut tebal milik Fino.
" Nanggung, ntar telat bangun subuhnya, sekarang ayo ikut aku!" Ujar Fino beranjak duduk dan turun dari pembaringan.
"Kemana?" Cengang Arjuna melihat anak remaja itu melompat turun dari tempat tidurnya sampai menggoncang peraduan king size itu.
__ADS_1
" Biar kubantu mencuci hatimu!" Sarkas Fino.
" Pakai apa?"
"Pakai baycline!"Pekik Fino menanggapi pertanyaan konyol pria yang katanya pemilik pabrik kelapa sawit terbesar dan banyak menguasai perdagangan dikota berkembang,berurusan dengan cinta sepertinya tiada kemajuan sama sekali pada pria dewasa ini dalam pandangan Fino.
Walau tak mengerti arah ajakan adiknya, Arjuna tetap turun dari tempat tidur mengikuti anak itu.
Begitu Fino memasuki kamar mandi Arjuna bertanya lagi." Kamu mau apain Abang Fin?" tanya Arjuna sekali lagi.
"Tenang saja Tuanmuda Arjuna,hamba hanya mau mengajak anda cucimuka,kita Sholat dan zikir bersama sampai waktu subuh tiba agar hati anda yang sedang terhasut setan cemburu itu dapat tenang menyambut pagi!"Jawab panjang Fino sepanjang hidung Pinokio dalam cerita dongeng.
Arjuna menepuk jidatnya,tidak membantah ucapan anak kecil itu.
"Mungkin hatiku perlu dibersihkan seperti katanya."Cicit Arjuna dalam hati saat mulai beristinjak.
"Memang Perlu dibersihkan bang,apalagi sampai Abang mengira ada bibit LBGT padaku saat aku mau nebeng tidur tadi.Padahal hanya ini maksudku." Ucap Fino saat keduanya membentang sajadah panjang.
"Prrrrrrrp...Mampus aku,ternyata anak ini lebih ahli dari ayahnya dalam meraba jiwa." Batin Arjuna merasa dikuliti.
Keduanya kemudian saling diam dan mulai mengangkat takbir untuk sholat sunnah sendiri- sendiri,setelahnya berdoa dan Zikir bersama dipimpin Fino.
#
Sementara Sinta sehabis jamuan itu sangat manja."Papa sama Daddy malam ini gigit jari dulu ya,pasangan cantik kalian akan aku rebut semalam buat memindahi unit baruku. "Ucapnya begitu rombongan memasuki mobil Alfat yang akan membawa mereka pulang,muatannya pas karna Fino sudah jalan dengan mobil Arjuna.
"Maksudnya apa?" tanya Rajj mengernyit melihat putrinya duduk manja diapit kedua ibunya.
"Aku sama mama dan mommy nginap diapartemen malam ini,tolong diantar langsung!"Ujar Sinta dengan nada tak hendak
dibantah.
Fano yang bertindak sebagai pengemudi mengangguk pasrah."Tak apa Rajj,sepertinya kita harus lapangdada sekali ini saja, membiarkan putri kita bermanja sampai pagi pada kedua ibunya,lagian besok mamanya mau pergi pula mengantar Fino pundaknya,sedang aku kembali sibuk diRSJ karna asistenku balik keAussy untuk persiapan merayakan Hari raya agamanya sama keluarga besarnya." Ujar Fano menatap Rajj dengan sorot memohon pula.
" Okelah kalau begitu,akupun juga harus pasrah walau takrela." Balas Rajj dengan tersenyum.
Semua tertawa ringan,sebelum mobil melaju menuju Apartemen baru Sinta.Setelah memastikan ketiga bidadari kesayangan mereka masuk dengan aman, tanpa lupa menambahkan penjaga dipos bawah,Fano dan Rajj memutuskan untuk kembali kekediam utama.
Tepat dilampu merah keduanya melihat tanpa sengaja mobil Dirga,keempat pasang mata tajam Ayah Sinta menatap kesana.Mata mereka tiada salah kalau didalam sana ada Dirga duduk disamping Wanita sebaya dengannya." Siapa wanita Itu Rajj?Apa itu selingkuhan menantu kita?" tanya Bisik Fano.
__ADS_1
"Cik,aku menyesal kau turut melihat pemandangan tak sedap ini kawan."Balas Rajj dengan berdecis.
Fano geleng- geleng kepala seraya menatap terus kearah mobil Dirga sampai lampu berubah jadi hijau.
"Sepertinya Dirga jengah dengan prilaku manja wanita itu."lirih Fano sambil jalan yang ditanggapi Rajj dengan berdehem saja.
Keduanya akhirnya memutuskan saling diam. Sampai Rajj sadar mobil berbelok kearah yang berbeda dengan rumah utama.
" Stop! kita sepertinya salah jalan."Cegah Rajj.
" Tidak! aku ingin kita menghabiskan malam ini dengan mengintipi bakal mantan mantu." Sahut santai Fanfano.
"Kita lakukan dengan kamera saja,Akukan sudah pasang alat pada anak itu."Ucap Rajj.
"Rasanya kurang puas,Lebih dekat lebih baik! Mumpung ngak ada istri yang nemani tidur!"Tampik Fano dengan menambahkan alasan tegas agar tidak dapat dibantah lagi oleh kawan barunya ini.
"Baiklah..." Jawab Rajj lesu.
"Kenapa tu anak muda pake bawa- bawa wanita itu tengah malam, mana kebetulan pula ketemu dijalan,jadi aku tak dapat melindungi reputasinya lagi didepan Fano." Kesal Rajj dalam hati.
"Kita sudah satu keluarga karna adanya Sinta kita Rajj...Jadi tak perlu saling sembunyi lagi,apalagi menyangkut masalah Sinta kita." Ucap Fano yang mengerti apa yang dirisaukan kawannya saat ini.
" Kita tidak akan membiarkannya sendiri kawan! Walau bahaya dari Tommy sudah tidaklagi.Tapi wanita itu juga ancaman bagi Sinta kita, bila ia terus mempertahankan rumah tangga tanpa cintanya." Tambah Fano.
"Tapi wanita itu bisa kita atasi bila keduanya kukuh untuk mempertahankan rumah tangga,apalagi kau lihat Dirga tidak terlihat menyukai wanita itu lagi,dan nampak menyesali pernah bersama dengan wanita itu."Tampik Rajj yang sebenarnya sedih kalau putrinya bakalan jadi janda semuda ini.
" Penyakit Hati yang kotor karna benci, dendam dan cemburu masih bisa diobati dengan siraman Rohani,mengaji dan banyak berkumpul dengan orang baik.Tapi penyakit selingkuh hanya satu obatnya didunia Rajj...
" Apa itu?tanya Rajj berharap masih bisa mengobati menantunya demi kebaikan rumahtangga Sinta.
" Mati!!! Pelakunya mati dulu baru itu akan berhenti! Orang yang sudah pernah selingkuh, setiap ada kesempatan pasti akan mengulanginyalagi.Apa Sinta kita akan menanggung hidup seperti itu bersama lelaki yang tidak ia sukai???"Jejar Fano.
Rajj menggeleng lemah, karna hanya itu yang bisa ia lakukan saat ini.Tak dapat berkata lagi, karna semua yang diucapkan Fano kemungkinan semua benar adanya.
Akhirnya Rajj paruh saja dengan rencana Fano.Malam ini berniat menghabiskan malam hingga berganti pagi dengan duduk dipos jaga apartemen Romi sembari memantau layar ponsel Rajj yang menampilkan rekaman Vidio apa yang terjadi ditas sana.
Adegan perbantahan dan persitegangan antara Dirga dan Grasy terlihat dilayar, sampai Romi memaksa keduanya makan malam.Satu detik setelah makan larut malam itu berakhir, nampak Grasy pusing dan tertunduk kemeja makan.
Apa yang terjadi ditempat Romi? Bagaimana pula ketiganya melewati malam ini?
__ADS_1
Bersambung.