
Sinta sudah dipindahkan keruang Rawat. Tim Dokter keluar tanpa berkata apapun selesai menangani pasien.Gelengan Beberapa orang dokter ternama yang menangani Sinta tadi membuat semua anggota keluarga penasaran bercampur sedih, terlebih Arjuna.
Rajj sang Ayah, sangat marah saat para medis itu membisu, seolah mereka tidak punya kata-kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja, ketika dihadapi dengan kondisi pasien yang belum pernah mereka temui selama ini.
Semua menunduk dan berusaha menghindar.
Hanya beberapa perawat yang tidak bisa lepas dari sorot tajam seorang Rajj Copry, karna mereka bertugas jaga diruang rawat Sinta. Mau tidak mau harus keluar masuk kesana.
" Kenapa mereka diam?Apa tidak ada satu kata saja yang bisa mereka ucapkan untuk menyebutkan kondisi putriku?" Rajj mengintimidasi seorang perawat yang baru saja memeriksa infus Sinta.
"I...ia antara ada dan Tiada."Dalam ilmu kedokteran tak ada yang bisa melihatpenyakit ini.Secara fisik semua normal,hanya matanya saja yang tidak mau terbuka,sedang aktifitas dalam tubuhnya normal.Lihatlah perjalanan cairan infus itu lancar saja.Dan layar juga menunjukkan jantungnya normal.Kalau bisa tuan tenanglah,jika nona belum sadar juga esok hari, sebaiknya tuan dan Nyonya panggil saja Ustadz kesini."Jelas wanita itu dengan terpaksa memberanikan diri menyampaikan pendapatnya, karna tak mau menjadi sasaran emosi tuan besar Rajj Copry.
" Apa anda fikir putri saya kerasukan nona?" Sahut Rajj yang bukannya tenang malah semakin berang dengan ucapan wanita berseragam serba putih itu.
" Bu...bukan Begitu maksudku tuan.Dokter bilangnya penyakit Sinta tidak terdeteksi." Imbuh gagap siperawat wanita.
Cinta memeluk suaminya untukmenenangkan pria itu,ia tak mau terjadi keributan dirumah sakit milik keluarganya ini,sedang putri mereka jelas masih terbaring tak berdaya.Walau ia juga sangat kecewa, mengingat tiada satupun dokter bisa mengetahui penyakit yang diderita putrinya,ia berusaha lebih tenang,tak mau memperkeruh situasi.
Cinta berfikir sejenak, lalu menarik Rajj menuju ruangan dokter kepala yang sengaja mereka rekrut dari Luar negri.Ia hendak tahu pula apa pendapat kepala rumah sakit yang katanya sangat Jenius ini.
__ADS_1
" Apa tidak ada peyumbatan otak karna darah atau cairan dokter?Bagaimana kalau dokter perintahkan pada mereka untuk mengoperasi putriku, aku ingin ia segera bangun."Ucap Cinta begitu dipersilahkan masuk oleh dokter kepala dengan wajah cemas Ahli medis itu.
Pria tampan berambut pirang itu menghela nafas beberapa kali, lalu menatap Cinta dan Rajj dengan wajah memelas."Apa nyonya fikir kami tega melukai orang yang sehat nyonya?Putrimu secara medis sehat,bagaimana kami melakukan tindakan operasi?Aku rela dipecat oleh kalian karna dianggap tak becus,tapi sekali lagi kutegaskan tak tega memberi perintah melakukan tindakan yang belum patut dilakukan.Kalau ada temuan yang pasti dari hasil lep tentang kerusakan otak,atau lainnya, pasti kami melakukan penanganan cepat.Ini tidak ada temuan apapun.
Untuk sementara waktu,sekali lagi maaf...tolong berikami waktu mempelajarinya lagi."Ucap sang dokter dengan menyusun jemarinya didada.
" Bagaimana kalian bisa mengatakan ia tertidur saja, sementara orang tidur biasa pasti mudah dibangunkan?Selama ini tidur putriku tidak pernah begini, bahkan sedang tidurpun putriku kadang sadar.Apa ia koma?Kalau putriku koma pasti ada pemicunya, tolong cepat temukan penyebabnya, dan atasi segera, bangunkan Dia!!! Ujar Rajj dengan dada baik turun karna tidak terima selemah itu kemampuan Uji kesehatan dirumah sakitnya.
" Masih dalam observasi tuan Rajj, semoga ia bangun secepatnya." Ulang sang dokter masih dengan posisi semula.
"Katakan padaku alat apa yang kurang dirumah sakit ini, biar cepat kutandatangani berkas pemesanannya." Tambah Rajj.
" Ini bukan masalah alat tuan...Ini masalah penyakitnya yang tidak terlihat.Apalagi yang bisa kami katakan, jika tuan dan nyonya tidak mengerti juga."
dan berdoa, setelah itu baru kita fikirkan lagi." Ucap Cinta kemudian sembari menarik suaminya keluar dari ruangan itu, tidak tega juga melihat Dokter kepala begitu tertekan karna suaminya.
" Maafkan suami saya dokter, tolong bantu juga dengan doa agar Sinta segera bangun."
Ucap Cinta yang langsung diangguki oleh sang dokter.
__ADS_1
Ketika dunia medis tidak bisa melihat, aku yakin Allah SWT maha tahu sayang...Barangkali ini hukuman karna kesalahan kita, Ia yang Maha Kuasa hendak menguji kita dengan ketakutan yang lebih besar dari apa yang kita takutkan selama ini." Ujar Cinta sembari membawa suaminya menuju tempat ibadah.
Rajj mengangguk." Ya sayang...Magrib hampir tiba, ayo kita berserah diri." Ujarnya menambah kecepatan langkah menuju musholla disamping rumah sakit mereka.
******
Diruang rawat Sinta.
Arjuna termenung dengan perasaan yang benar- benar merasa bersalah saat ini, apalagi melihat wanita yang ia cintai tengah terbaring lemah dihospital bed rumah sakit dengan dicokoli selang oksigen dihidung, dan jarum infus menancap dinadi, melukai kulit halus sang bidadari yang terlahir dibumi, tanpa sayap tapi bisa menerbangkan angan semua yang memandang.
Setiap kali jarum akan ditusukkan kenadi adiknya, sebayak itu pula Arjuna memejamkan matanya karna tak tega.
Sepulang dari Magrib, cinta kembali keruang Rawat putrinya, melihat betapa berantakannya Arjuna saat ini,Cinta sadar sepenuhnya kalau putranya sangat mencintai Sinta.Sejuta sesal memenuhi rongga dada perempuan keturunan Campuran Arab Minang Eropa itu telah sengaja memisahkan dua orang saling mengasihi hanya karna ketakutannya yang tak berarti.
Cinta menatap Sendu putranya yang tertunduk layu disisi pembaringan perempuan terkasih, apalagi melihat kenyataan tentang menantu pilihan mereka, yang hanya menjenguk sang putri beberapa menit saja, setelah itu entah kemana pula pria itu beranjak, ini semakin menyakiti Cinta." Bahkan disituasi begini saja, ia masih pergi untuk menemui perempuan itu?Terlalu memalukan lelaki yang kupilihkan untuk putriku, aku memang buta! Buta sekali, tidak bisa membedakan mana yang asli dengan palsu."Cecar Cinta pada dirinya.
" Kita salah berjamaah hanya karna terlalu cinta sayang, padahal akhirnya kita harus juga melepas Sinta, beberapa menit lagi ibunya akan datang, andai putri kita sadar karna wanita yang melahirkannya itu, aku bernazar akan mengembalikannya pada wanita itu dengan ikhlas beserta semua warisannya!" Ujar Rajj mantap setelah menarik istrinya keluar agar tidak terdengar oleh Arjuna.
" Ya.Aku terima nazarmu itu, walau dengan berat hati melepas putriku." Sahut Cinta.
__ADS_1
Setelah kepalang basah,Cinta toh mesti Ridho mengakui kalau Sinta bukan anak kandungnya.
Selama 21 tahun setelah kelahirannya belum pernah gadis cantik mereka sakit sampai tak sadarkan diri begini.Jadi kalau suaminya meski mengucapkan nazar sebesar itu untuk mengembalikan jiwa putrinya, ini sesuatu yang wajar.