
Mommy Cinta juga terkejut melihat putranya kembali dengan ekspresi redup,bahkan pria itu langsung melangkah pergi menuju kamarnya setelah menyalami dan mengecup tangan sang mommy karna tak dapat menghindar begitu saja sebab kebetulan Cinta sedang berjalan diruang tamu ketika pria muda itu tiba.Walau Arjuna berusaha keras menutupi ekspresinya dari Cinta,tentu Cinta tak mudah ditipu dengan kaca mata itu.Begitu melihat batang hidung Arjuna,Cinta langsung tahu putranya itu tidak sedang baik- baik saja.
"Stop! Jangan menghindari mommy dalam keadaan apapun,lagian kau fikir bisa kabur begitu saja setelah balik arah begini,mommy ingin tahu kenapa kau kembali,dan ada apa kau terlihat sesedih ini?"Jejar langsung Mommy Cinta menghentikan langkah besar Arjuna.
"Aku lagi pengen sendiri aja mom." Sahut Arjuna pelan dan dingin.
Cinta memilih mendatangi putranya yang hanya menahan langkah saja,tanpa memutar balik untuk menatapnya."Setidaknya makan siang dulu sebelum kau putuskan untuk bersemedi wahai putraku."Ucap sarkas Cinta mencoba menggoda Tuan muda somplak yang sekarang jadi dingin,dipenghujung musim tahun ini.Memamg Hujan dan banjir masih saja melanda kota,tapi untuk hujan airmata sang putra adalah hal yang langka menurut Mommy Cinta.
Cinta mendekat kemudian menepuk pelan pundak sang putra walau itu ia lakukan dengan berjinjit karna tinggi putranya menurun dari suaminya Rajj.
"Mom ingin bicara empat mata denganmu sayang,kali ini jangan palingkan wajahmu dari mommy lagi, karna walau mukamu berpaling ,mommy bisa melihat hatimu merindukan cinta pertamamu ini."Ujar Cinta tidak terima putranya terus menjauhinya sejak hari kepulangan anak itu karna dihari itu Cinta sempat memarahinya.
"Juna ngantuk sekali mom...Habis sholat Zuhur langsung mau tidur siang."Balas Juna masih berupaya menghindar.
"Mommy akan minta pelayan membawa makan siang untuk kita kekamarmu,hari ini kita akan makan siang dikamar Juna,mommy pengen makan berdua denganmu."Ucap Cinta dengan nada tak hendak ditolak.
"Emang Daddy, om Aris,Tante Adelia dan mama Rara bakalan mommy tinggal makan?" Tanya Arjuna yang mengira para orangtua itu tengah sholat Zuhur saat ini.
"Daddymu ada urusan sosial kerumah sakit papa Fano.Sedang Om Aris menemani Tante Adel dan mama Rara main diluar karna besok keduanya memutuskan balik."Jelas Cinta kemudian wanita itu bertepuk untuk memanggil pelayan.
Arjuna yang sudah tahu om dan tantenya akan kembali manggut- manggut.
Hanya dengan tiga tepukan datanglah dua pelayan muda dari belakang."Ya Nyonya,apa yang bisa kami bantu."Ucap sopan mereka sembari menunduk.
"Kalau kalian sudah selesai ibadah,tolong antar makan siang kekamar Tuan muda Arjuna ya.Mommy sama bang Arjun ingin makan berdua disana."Balas pinta mommy Cinta dengan nada yang tak kalah lebih baik.
"Ba..Baiklah mommy." Ucap gagap salah satu pelayan baru itu.Mencoba memanggil nyonya cantik mereka sesuai permintaan tak langsung sang Nyonya.
"Gitu dong...Kan semua panggil mommy!" Sambut senang Cinta tersenyum hangat pada keduanya.
Keduanya balas tersenyum senang."Oke mommy...Dalam beberapa menit hidangannya akan tiba diatas.Sebab aku barusan selesai Salatnya.Sedang Nina kebetulan lagi libur." Ucap yang satunya lagi.
"Kalau begitu mom tunggu dikamar Tuan muda,tahu kamarnya kan?"Balas tanya Cintadiangguki kedua pelayan itu
Arjuna yang memang sedang dalam mode kurang baik,tidak mau menjadi sorotan para pelayan muda itu,segera melangkah pergi menuju kamarnya begitu kedua pelayan itu menghampiri mommynya.
"Anak itu, langsung main kabur Saja,padahal selama ini ia paling senang menjahili pelayan baru."Celetuk Cinta setelah kedua ART barunya itu berlalu dari pandangan mata.Ia bersyukur akan kedewasaan Arjuna,namun khawatir juga dengan perubahan siknifikan putranya ini.Disisiain ia rindu Arjuna yang dulu yang penuh canda.Anak yang berani menyanggah mommy dan Daddynya bila keduanya dirasa salah dengan bahasa yang unik namun tidak menyakiti keduanya.Bocah tampan mereka yang suka blak- balakan menyampaikan perasaan suka dan tidak sukanya pada sesuatu,walau itu bertentangan dengan pandangan kedua orang tuanya,Arjuna tetap akan mengemukakan pendapatnya, tentu dengan cara yang mengesankan dan wajah menggemaskan. Sekarang kemana ceria dan canda putranya,siapa yang sudah menyurutkan jiwa pemberontak tuh anak."Apakah ini semua berhubungan dengan Sinta?Kalau benar begitu aku sebagai mommy harus mampu menjadi mediator keduanya."Lirih Cinta setelah berfikir.Wanita itu kemudian melangkah menuju kamar putranya.
Cinta sampai dikamar Arjuna,saat putranya itu tengah beribadah.Cinta bersyukur dalam keadaan apapun Arjuna tiada mau absen urusan lima waktu.Itu ia ketahui dari sohibnya Adelia yang sejak beberapa tahun terakhir ini menggantikan posisinya mengasihi sekalian mengawasi putra semata wayangnya ini.Walau sudah sukses jadi pengusaha termuda dan terkaya dikampung halaman Adelia yang sekarang telah menjelma jadi kota berkembang berkat Andil anak muda itu juga ,tidak membuat anak mereka itu Sombong apalagi melupakan diri kalau semua kesuksesannya berasal dari yang Maha Esa,pun dukanya juga ia curahkan pada pemilik dirinya dan Alam semesta yang merupakan Sumber dari segala sumber segala apa yang Ada.
Sedangkan para pelayan itu dengan semangat menyiapkan makan siang untuk nyonya besar dan Tuanmudanya." Wah...Ini junk food untuk kita Mim..Biasanya hanya bi Sumi yang boleh masuk keruang pribadi tuan muda keluarga ini." Sorak senang Nina pada rekannya.
__ADS_1
" Ya,biSumi adalah guru mengaji Juna kecil dulu, ia sudah biasa keluar masuk kamar tuan muda,sejak Tuanmuda Balita."Timpal seorang koki yang paling tua.
" Oooo..." Keduanya membeo bersamaan dengan rona merah muda menghiasi pipi, membayangkan crazy rich muda Arjuna lagi mengaji.
"Tapi Tuanmuda sejak dulu jarang dirumah,masuk sekolah asrama diusia enam tahun.Pulang sesekali palingan dilayani biSumi, onty Jini dan mommynya. Tamat Sekolah Asrama, tuan Arjuna mondok 7 tahun."Imbuh kepala koki itu lagi.
" Mondok?Emang ada putra ORKA yang betah mondok selama itu?"Tanya tak takjub bercampur tak yakin Nina.
" Mungkin ada sebagian kecil,yang jelas tuan muda enjoy- enjoy Aja menimba ilmu pengetahuan diIT selama 6 tahun,sambung mondok 7 tahun,trus Kuliah DiEropa 5 setengah tahun sampai S2,demi menjauhi dan tidak mengganggu adiknya Sinta."Beber BI Sumi memasuki dapur mewah itu sembari langsung membantu kedua Uniornya menyiapkan hidangan untuk tuan muda kesayangannya.
Orang- orang yang bertugas didapur modern itu tentu terbengong- bengong,mengapa BI Sumi terlihat antusias membeberkan perihal tuanmuda kesayangannya kali ini.Hanya sang kepala koki yang tadinya merasa berdosa sudah keceplosan menuturkan perihal tuan muda Arjuna pada pelayan baru,merasa sedikit lega dengan adanya teman kepeleset kelubang yang sama.Modus kancil menggoda gajah dan harimau masuk lubang tempatnya terjebak dengan berpura- pura santai menunggu acara Syukuran diistana peninggalan nenek moyang agar kedua hewan kuat itu tertarik turut masuk menemani.Kalau ada yang Ingin tahu kelanjutan dongeng itu,Jangan cari diIndonesian Fairy Tales youtop Chanel ya!soalnya ini murni Fabel karangan nenek pakkoki. ðŸ¤
" Ke...kenapa tuanmuda meski menjauhi Nona muda bakBidadari itu BiSumi?" Tanya gelagapan Mimi karna tak mau mati penasaran sendiri memikirkan arah penuturan seniornya barusan.
" Sinta saudara angkatnya Tuanmuda Arjuna yang diadopsi sejak bayi." Beber Sumi lagi, membuat para koki itu semakin heran mengapa Sumi bicara banyak sekali pada pelayan baru itu.Bahkan koki senior yang sudah Eling sempat mengode agar Sumi menghentikan ucapannya,takut orang tua itu ngerocos sembarang karna sudah mulai nyinyir akibat Faktor Usia.
Bukannya diam setelah dikode,malahan Sumi menyeringai."Dari bayi Perlakuan dan perhatian tuan muda berlebihan pada adiknya.Nyonya dan tuan takut Sinta tersakiti ,makanya memutuskan menjauhkan kedua anak itu, karna pernah tuan muda kedapatan menciumi area berbahaya nona Sinta ketika masih Bayi,bahkan setelah adik gadis Tuan muda masih juga khilaf yang sama."Tambah biSumi membuat Nina dan Mimi bungkam dalam fikiranmasing-masing.
Sedang kepala koki mulai berfikir untuk memahami maksud tersembunyi dari pernyataan biSumi.
"Jangan berfikir menggoda tuan muda Arjuna,sejak kecil tuan muda Arjuna sudah menyukai nona Bidadari katamu itu Mini." Tambah BiSumi meletakkan mampan ditangan Mimi,kemudian mengatur berikutnya untuk Nina.
"Ternyata ini tujuan Sumi.Atau bahkan ada maksud baik yang lebih dari sekedar wanti- wanti barusan."Batin kepala koki.Kepala koki itu akhirnya manggut- manggut.
Semua yang ada didapur manggut- manggut.Akhirnya mereka sedikit memahami mengapa Sumi sengaja membeberkan rahasia Cinta Arjuna pada kedua asisten berstatus gadis itu,takut para belia itu terlalu dalam hati pada tuan mudanya.
"Kiranya Sumi wanti- wanti." Batin pak Rusman kepala koki.
Sedang Kedua gadis tersenyum pahit sebelum berlalu." Siapa pula yang berani menggoda,kalau mengagumi bukan dosa kan???" Sungut Nina dalam hati.
Dengan ekstra hati- hati keduanya membawa mempan dengan dada yang berkecamuk.
"Mommy Snta saja tidak seposesif biSumi." Celetuk Mimi diangguki Nina setelah keduanya berlalu dari dapur.
**********
Nina mengetuk pintu tepat setelah Arjuna mengucap Salam.Cinta buru- buru membukakan pintu itu karna tak ingin suara ketukan mengganggu putranya yang tengah hendak mengingat dan bermunajad pada Tuhannya.
Kedua pelayan muda itu mengernyit bingung saat sang Mommy langsung memberi kode untuk mereka hening dengan meletakkan telunjuk diatas bibir sensualnya mom Cinta begitu mom Arjuna itu nongol dimuka mereka.
Kening berlipat- lipat kedua gadis muda itu mendadak rapi kembali dan sekarang berganti binar mata mereka yang mendadak cerah menyaksikan pemandangan didepan mata.
__ADS_1
"Oh...Kiranya babang tampan tengah berzikir,manis sekali tampilannya."Batin Nina curi pandang pada Arjuna.Sejenak gadis itu lupa peringatan keras biSumi.
"Andai ada mahluk lain seperti Tuanmuda Arjuna yang sekasta denganku, pasti takkan segan aku memintanya segera dihalalkan dengan segala cara." Hayal Mimi pula sembari mendegup saliva.Dalam pandangan wanita itu Arjuna adalah gambaran calon suami sempurna idola setiap wanita.
" Mhem...Mommy Cinta berdehem menyadarkan kedua wanita muda yang lagi mentok berdiri dengan kedua tangan masih memegang mempan makan siang untuknya dan sang putra sembari menatap takjub pada Arjuna.
"Ma...Maaf mom,takut aja piringnya bunyi mengganggu Tuanmuda yang tengah beribadah." Ucap pelan dan gagap Nina berdalih.
Cinta tersenyum sembari mengambil mempan dari tangan Nina."Biar mommy yang ngatur dimeja agar tak berisik."Sahutnya tersenyum lembut,tak mau kedua anak manis itu berlama- lama kikuk karna kedapatan Gagal Fokus kerja karna putra tampannya.
Keduanya hanya mampu tersenyum malu setelah itu,tak sadar membiarkan sang Nyonya memindahkan makanan itu dari tangan mereka kemeja dan mengaturnya dengan cekatan dimeja makan mini kamar pribadi Tuanmuda Arjuna.
"Kalian sudah boleh balik untuk istirahat siang sejenak.Nanti ini biar mommy yang beresi." Ucap cinta menyadarkan mereka.
"Bagaimana kami boleh merepotkan mommy.?" Sahut Mimi sungkan.
"Ibu mana yang merasa direpotkan melayani belahan jiwanya sesekali.Dulu mommy sering melakukannya sendiri melayani Arjuna dan Sinta makan saat mereka sedang butuh ditemani.Sekarang mommy dalam misi menyatukan hati putri- putra mommy dengan bicara dari hati kehati. Mom harap tak ada yang mengganggu lagi dalam hubungan keduanya setelah ini."Ujar Cinta membuat keduanya kembali terdiam.
"Kalau begitu kami pamit mom..." Lirih Nina dengan menunduk disusul Mimi.
Mom cinta menyahut dengan anggukan sembari melangkah untuk mengantar kedua pelayan itu kedepan pintu.
Dengan terpaksa keduanya mengikuti langkah sang nyonya rumah.
Bagai tunas muda,ranting- ranting asa dihati keduanya patah bersamaan,seiring dengan datangnya kesadarandiri.Entah kalimat biSumi yang kasar,atau sindiran halus mommy Cinta, membuat kuncup- kuncup hendak mekar ituakhirnya berguguran sebelum kembang benaran.
Arjuna akhirnya selesai tepat setelah keduanya pergi.Abak muda itu segera menghampiri sang Mommy yang sedang berjalan menuju meja makan.
" Wah...Cepat sekali mom menghidangkan semua ini!" Serunya sembari mengulurkan tangan untuk Salim pada ibunya.
Cinta tersenyum menyadari putranya tak terusik dengan kedua orang tadi,buktinya anaknya itu mengira dia sendirilah yang membawa makanan itu kekamar sang putra.
"Semoga setelah ini tiada lagi kesedihan diwajahmu karna mommymu yang egois ini sayang.Mom akan merestui hubunganmu dengan Sinta dan membantumu mendapatkannya."Ucap Cinta sembari menjabat tangan putranya.
"Bu...Bukankah belum bisa dipastikan mereka akan berpisah mo,mengingat Sinta masih ingin menghabiskan waktu bersama dengan suaminya." Ucap Arjuna menunduk mencium tangan mommy Cinta.
"Cinta itu dasarnya kepercayaan sayang...Jadi percaya pada Cintamu ini dan Cinta dihatimu untuk Sinta" Balas Mom Cinta membuat Arjuna terpaku.
" Sekarang kita makan dulu, karna dengan menahan lapar cintamu akan melemah, karna cinta zaman Now datang dari perut naik kehati."Ucap Cinta menggoda putranya yang terdiam.
"Mana ada yang kuat mencinta dengan perut kosong sayang?Apalagi mahluk yang namanya perempuan.Siapa yang mau Dinikahi tanpa dinafkahi."Tambah Cinta membuat Arjuna langsung mengangkat kepala.
__ADS_1
" Ja...Jadi selama ini___" Ucap Arjun tertahan karna ragu menyampaikan dugaannya.
" Bersambung..."Balas autor yang tengah ditinggal sepi pembacanya.