
"Bagaimana bisa begitu,bukankah mommy sudah janji menjaga Sinta untukku."Jejar Juna kemudian.
"Janji menjaga raganya,kalau hatinya siapa yang berani menjamin." Ujar Sinta membuat darah didada putranya turun naik.
" Trus sampe mana hubungan mereka?Bagaimana akhirnya ia setuju menyusulku kesini."Tanya penuh percaya diri Arjuna setelah mengatasi rasa cemburunya yang menggebu dihati.
" Beri tahu ngak ya???" Cinta kembali kemode menyebalkan.
" Artikelnya ada mommy yang senang putra tunggalnya struk muda sebelum jadi pengantin."Imbuh Johan yang turut kesal.
" Oke deh,biar aku yang cerita." Ucap Adelia mengambil alih.Lalu Adelia melanjutkan cerita Cinta tentang Rama yang akhirnya mundur sendiri setelah Sinta jujur menceritakan siapa lelaki yang ia rindukan.
" Artinya aku memang pemenangnya,Alhamdulillah...." Seru kuat Arjuna membuat kedua ibunya terpaksa menutup mulut anakmuda itu.
" Disini mempelai pria banyak pantangannya,mulai besok Tante Adel akan menatarmu biar ngak malu- maluin keluarga diacara baralek nanti." Ujar cinta.
" Pasti sob,sampai hari H anak ini akan aku atur." Ucap semangat Adelia.
"Tapi besok boleh ya,Arjuna menemui Sinta sebentar.
" Ngak boleh kalau ngak mau disunat buat yang kedua kali!"
" Atau gagal dinikahkan! " tambah sang Mommy.
" Aduh ...ribet amat sih! Padahal yang penting nikah kan,buat apa pake acara begana -begini." Keluh Arjuna.
" Yang punya anak kandung siapa?
" Mama Rara."
__ADS_1
" Harus mengikuti adat mama mertua kalau serius mau anak gadisnya." Ujar Adelia.
"Anak gadis? Udah jande kales.Protes Arjuna dalam hati,tapi ia simpan rapat- rapat jangan sampai nyeplos,kalau sampe keceplos pasti ia akan ditendang karna pada dasarnya semua ibu hanya berpihak pada Sinta saja,dirinya tetap saja seperti anak tiri dimanapun berada diantara semua ibu- ibu ini,namun demi cintanya pada Sinta Arjuna bersedia mau diperlakukan bagaimanapun oleh ibu- ibu itu.
"Tante menelfon Sinta dan mommymu untuk menceritakan keadaanmu yang menghawatirkan disini,termasuk kebiasaanmu bermenung disawah setiap senja,lalu bermalam bersama pak Didin,ditambah bumbu ceria ini itu,kau bayangkan sendiri apa yang ngak bisa Tante ucapkan,asal tujuan Tante tercapai untuk tidak membiarkanmu benar- benar dilarikan oleh hantu penghuni sawah,mending Tante merengek saja pada hantu penghuni hatimu.Gimana? Keberatan?Kalau__"
" Tidak keberatan sama sekali,yang penting Sintaku tidak jadi milik orang lain,karna belut jumbo sama tubuh perkasaku akan menyusut dengan setiap hari jika mesti nunggu jandanya dia sampe dua kali." potong Arjuna Arjuna sekalian ngalor ngidul yang langsung dapat toyoran dari kedua ibu.
" Tidur atau belut jumbonya kami jadikan rendang untuk santapan esok pagi."
" Widih...Kalau belut ini direndang,trus mau kasih mainan apa pada putri kesayangan kalian nanti." Ucapnya masih tampa filter.
Kedua perempuan itu hanya geleng- geleng kepala,sedang para ayah tersenyum puas karna putra mereka akhirnya berhasil membungkam mulut para istri rempong.
Keesokan harinya sesuai dengan janji,Arjuna benar- benar dipingit,hingga semua urusan dikantor, pusat perdagangan, pabrik, kebun dan sawah dilimpahkan tugas pada Andra asistennya,kini Arjuna menjalani berbagai wejangan dari tantenya seputar tatakrama,cara dan sikap mempelai dalam setiap rangkaian adat yang akan dijalani Nextime.
Cukup membosankan dan bikin pusing belajar dengan begini bagi Arjun,tapi apa mau dikata,itu menjadi syarat untuk dia mendapatkan Sintanya secara baik- baik.
"Kalau Ke KUA untuk Penataran,kami pasti boleh bareng kan Onty?" Wajah Arjuna berbinar kembali karna mengingat pernikahan
secara Agama perlu melewati hal seperti ini.
" Tidak! Ommu sudah mengurus semuanya,pengawai KUA tinggal datang dihari H,acara seperti itu dilakukan sejam sebelum akad,dirumah mempelai Wanita." Balas Enteng Adel yang tak peduli dengan ekspresi makin kusut ponakannya.
"Cik,mereka semua tiba-tiba jadi menyebalkan,masak ngak boleh hanya sekedar berjumpa sebentar saja sama adek sekalian calon istri sendiri,orang ngak niat pengen ngapa- ngapain juga kok."Gerutu Arjuna yang sudah kehilangan akal bulus gimana bisa menemui Sinta untuk sedikit melepas rindunya.
" Ngak ada niat ngapa- ngapain,ya sabar dan manislah disini nak,kalau sudah Syah secara agama dan adat,Sinta bakalan selamanya bersamamu."timpal Mommy cinta yang baru datang dari dapur membawakan sepiring nasi
lengkap dengan lauk dan sayur yang dapat meningkatkan kesehatan dan vasilitas Pria.
__ADS_1
" Mommy akan suapin kamu,Ayo makan yang banyak biar kuat menjalani semua rangkaian acara,dan tetap jos saat malam pertama kalian nantinya."Ucap Cinta lagi sembari siap menyuapi putranya.
Akhirnya Arjuna mengulum senyum melihat menu yang disediakan mommynya.
" Mommy kepepet pengen nimang cucu ya?" Ucapnya melihat menu dipiring.
" Tentu! Makanya mommy berjuang keras untuk membujuk Sinta menerima lamaran mommy disana,karna mommy tahu tanpa anak perempuan itu,mommy takkan pernah dapat kabar dari putra mommy kalau ia ingin menikah."Ujar Cinta sembari menyuapi putranya.
Arjuna hanya dapat mengangguk saja,karna kini ia meski fokus mencerna makanan yang tengah memenuhi mulutnya.
" Nikmati saja momen jadi anak manja,sebelum memanjakan istri kelak,kan baru sekarang aku diperlakukan sehangat ini oleh mommy." Pikirnya berdamai dengan hatinya.
Arjuna akhirnya berhasil menikmati masa- masa berpingit dengan menjadi anak manis dan patuh,ia tidak banyak protes lagi.Beberapa rangkaian acarapun mulai dilewati dengan sabar,hingga tibalah masanya esok akan baralek gadang,dan malam ini mereka akan menikah diatas anjung rumah pengantin perempuan.
Semua orang berkumpul dihalaman untuk menyaksikan peristiwa sakral itu.Dihadapan para tetua kampung,pamangku adat dan lembaga,Arjuna kembali berdebar-debar,dan setiap sedetik sekali melihat kepintu utama,menunggu Sinta datang untuk duduk berdampingan didepan penghulu.
" Muanya pasti kurang profesional,hingga ngedandanin orang yang mau nikah saja lama Bangat." Arjuna kembali menggerutu dalam hati tatkala Sinta belum juga kunjung keluar,padahal kupingnya sudah panas mendengar bisik- bisik puja dan pujian orang tentang ketampanannya malam ini.Aneh memang,ada orang yang seperti ini mendengar pujian orang,padahal biasanya telinga orang ngembang dengar pujian,yang Arjuna malah tidak suka.
Saat Arjuna tengah bersesungut dalam hati,perhatian dan pujian beralih kearah pintu,dimana Sinta berjalan didampingi oleh perempuan kejadian yang mengantarnya menuju Anjung.
" Wah...ini baru pengantin tercantik dan tertampan tahun ini!!!" Seru orang- orang kian merapat.
Ingin Arjuna teriak mencegah tangan banci yang memegangi Sinta menuju dirinya,tapi ia teringat wanti- wanti dari sang Onty." Sabar...kalau semua acara selesai baru kuprotes semua ini." Ucap Arjuna membujuk diri.
Didetik berikutnya,Sinta sudah duduk disisinya,dihadapan semua,Arjuna menatap calon istrinya dari samping.
" Nampaknya mempelai pria sudah tidak tahan untuk segera menghalalkanmu nak." Ujar Pak KUA membuat semua orang jadi senyum- senyum dikulum menatap pada kedua pengantin.
Acara pembukaanpun dimulai,semakin keinti acara degup dada Arjuna makin kencang saja.
__ADS_1
Pada acara inti yakni akad nikah,beberapa detik orang- orang menahan nafas turut merasa gugup menyaksikan momen sakral itu,sampai terdengar ucapan Syahh serentak dari para saksi,barulah semuanya lega.
" Alhamdulillah....Besok baralek gadang lagi!" Sorak beberapa yang tak sabar menyaksikan pengantin Ideal itu duduk di pelaminan.