Sinta ( Sirnanya Cinta Dimalam Pertama )

Sinta ( Sirnanya Cinta Dimalam Pertama )
Soal Rasa.


__ADS_3

Baru saja Taufan menyelesaikan sarapan paginya,dering telfon sendiri berulang kali menggempur kuping lawyer tampan itu,membuatnya gegas cuci tangan.


Sebagai penjual jasa,meski sudah cukup terkenal dan memiliki banyak Clien,Taufan berusaha sesopan mungkin menjawab telfon meski itu nomor baru dan tidak jarang juga mendapat sentakan dari pihak penelfon,tapi Taufan tetap menanggapi manis,karna yang ia tangani adalah kasus perceraian,jadi tidak jarang juga mendapat banyak kontra dari pihak tergugat,bahkan kadang nyawa lawyer muda ini tidak jarang ditawar oleh kemarahan pihak tergugat atau keluarga yang tidak menyukai kasus yang sedang ia tangani.


Sebuah suara berat menyapa dari sebrang telfon,dan kedengarannya nadanya standar,dari suara itu Taufan langsung mengenali nomor baru yang menelfonnya,karna suara itu beberapa kali ia dengar diTV swasta dalam aneka acara yang bertema inspirasi enterpreneur muda.


" Hallo juga Pak Dirga...Ada yang bisa saya bantu." Sahut Taufan ramah,yakin dengan pemilik suara disebrang telfon.


Sementara seseorang disebrang telfon antara senyum dan kecut kala lawyer sang istri langsung bisa menebak dirinya.


"Ya Tuhan...tak pantas seberat ini rasanya melepas,karna aku yang menyebabkan semua harus berakhir." Batin Dirga berusaha menguatkan dirinya sebelum angkat bicara.


Sementara Taufan siap menjadi pendengar Budiman.


" Istri saya baru saja menemui anda kan pak Taufan?apapun alasan gugatannya tolong muluskan saja,karna semua benar,saya yang sudah berkhianat." Ucap Dirga membuat kedua alis Taufan langsung mengernyit,tanpa ba-bi-bu Bebo,langsung tangan kiri pria itu membuka tas sendiri untuk memeriksa dokumen yang tadinya diberikan oleh Sinta


yang belum sempat ia periksa.


Biasa bekerja sigap dengan satu tangan,tidak butuh lama,Taufan sudah berhasil mengeluarkan selembar kertas dalam amplop coklat berisi alasan gugat cerai dari Sinta.


" Apa tuanmuda? Anda berkhianat maksudnya bagaimana?Disini istri anda hanya menyatakan kalau alasannya menggugat hanya faktor ketidakcocokan Kalian saja.Maaf saya baru sempat baca."Ungkap Taufan masih dengan ekspresi bingung.


Deg.

__ADS_1


Dirga kembali mengusap dadanya merasakan debaran hatinya yang sekarang kian nyata,apalagi dugaan salahnya itu semakin membuatnya merasakan lengkap sudah merasa jadi pria terbodoh didunia sudah menyia- nyiakan istri selama ini." Ternyata ia masih menjaga namaku,padahal aku sendiri sudah menghancurkannya.Andai dulu aku berjuang lebih keras lagi untuk mendapatkan hatinya,peristiwa masalalu orangtua kami ternyata tidak begitu dalam membuatku akan kehilangannya." Sesal hati Dirga.


"Tuan sebenarnya apa yang terjadi?Kalau dari alasan yang ia kemukakan,tidak cukup kuat untuk kalian berpisah,masih bisa diperbaiki." Ucap Taufan setelah cukup lama membiarkan Dirga terdiam disebrang telfon.


Dirga memejamkan mata,bulir bening lolos dari kedua bola indah milik pria tampan itu." Dia masih menjaga martabat saya tuan,setelah apa yang saya lakukan.Kalau begitu buat saja jika saya tidak memberi nafkah lahir batin sebagai alasan kuat,agar sidang bisa dilanjutkan.Saya janji tidak akan datang,agar proses cerainya cepat selesai,biar istri saya bebas dari derita pernikahan ini." Ucap Dirga setelah berusaha keras menekan rasa sakit dan sesal yang datang bersamaan menghantam perasaannya.Dia tahu beberapa jam lalu istrinya telah diancam oleh Selingkuhannya,itulah mengapa


Sinta akhirnya cepat menemui pengacaranya meski belum mendapat alasan kuat untuk menggugat karna perempuan itu jelas melindungi cacat rumah tangga mereka yang sesungguhnya.Dirga tak mau membuat Sinta semakin Dilema hanya karna dirinya yang baru menyadari kalau ia ternyata telah benar- benar jatuh cinta pada istrinya itu.Rasa yang sudah tak mungkin diperjuangkan lagi karna ulah sendiri.


" Mana yang benar tuan Dirga,saya jadi makin bingung?" tanya Sekalian ungkapan perasaan Taufan pula.


" Karna istri saya menutupi kecurangan saya,maka bantu ia melakukan itu,supaya kasus ini dapat dilanjutkan tambahkan saja alasan nafkah."


" Tapi anda pengusaha kaya raya,lucu sekali alasan itu tuan."


" Memang begitu adanya,saya belum satu rupiahpun memberi nafkah lahir padanya,setelah mahar,saya belum pernah memberi apapun selama tiga bulan ini,bahkan saya numpang makan gratis dengannya." Ungkap Dirga membuat Taufan geleng- geleng kepala.


" Biar saja saya terkenal sebagai pengusaha muda yang pelit menafkahi istri,agar tidak ada lagi wanita yang mengejar saya setelah ini.He...he...."


" Wow ..." Hampir saja Taufan keceplosan memuji cemooh kehebatan orang ketiga dalam rumah tangga Sinta dan Dirga,tapi pria itu menutup mulutnya dengan tangan kemudian mengingatkan diri sendiri."Lidahmu boleh tajam disidang saja buyung! dikehidupan pribadi orang,hati- hati buka suara."


Taufan tersenyum kemudian tersenyum saja meresapi tawa pengusaha muda calon duda yang terdengar begitu sumbang ditelinganya.


Sembari berusaha mengontrol lidahnya agar tidak sembarang bacot nantinya.

__ADS_1


" Baiklah...Saya sudah rekam pernyataan anda,jadi jangan menyesal untuk ini tuan muda Dirgantara."Tuntut Taufan kemudian dengan nada bercanda setelah mikir benaran.


" Okelah tuan Taufan...saya janji rasa sesal ini hanya akan ada dihati saja. He...he.... Balas Dirga berujung tawa,namun tawa itu malahan terdengar sendu ditelinga pengacara muda itu.


"Jadi ngak tega merebut calon janda muda cantik luar biasa itu,mantannya terdengar begitu pasrah namun tak rela." Batin Taufan.


"Oke jua Tuanmuda!Semoga selanjutnya hari anda lebih baik,dan kedepannya kesuksesan anda makin besar." Balas Taufan tulus,hari pertama ia berucap tulus dari hati,meski tak perlu bunda pria itu menamainya tulus,kali ini pria pambrih itu benaran tulus mendoakan Dirga,entah mengapa ia merasakan sesak yang ada didada pria yang tengah menelfonnya itu.Ada rasa penasaran yang besar akan penghianatan yang tadinya diungkap pria yang ia rasa dalam sesal yang dalam kala ini,tapi ia tak mungkin mengungkit sesuatu yang Sinta sendiri jadi korban berusaha menutupi demi menjaga nama calon mantan berikut kedua keluarga besar mereka.


" Ya tuan Taufan.Thank." Hanya itu yang mampu Dirga ucapkan kemudian sebelum menutup panggilan.


"Sesal selalu tiba dibelakang,apapun alasan sebuah penghianatan tidak bisa ditoleran.Anda salah sudah menyiakan perempuan sesempurna itu tuan Dirgantara.Tapi saya tetap kasihan pada nasip


pernikahan kalian,mengapa sesingkat ini?saya benci perceraian,untung belum ada anak diantara kalian,kalau tidak nasipnya akan sama seperti saya." Gumam Taufan tiba- tiba teringat pada perpisahan papa dan bundanya 20 tahun lampau,bunda jadi korban KDRT,tapi malah disalahkan dan dicerai karna sang papa memilih orang ketiga setelah menyakiti lahir batin bundanya.Dicampakkan dengan luka,tanpa harta sepersenpun pula.Itulah mengapa Taufan belajar keras untuk bisa jadi pengacara agar ia bisa membantu para wanita yang ingin bebas dari ikatan pernikahan yang menyakitkan dan pulang dengan membawa harta Gono gini Serta Merta menjaga marwa juga melindungi haknya sebagai seorang perempuan dan seorang ibu.


" Bunda telah sukses membuatku berdamai dengan papa sebelum papa pergi untuk selamanya Tapi ingatan tentang cerita orang tentang kelahiran ku tak dapat hilang begitu saja,setiap kasus perceraian yang kutangani,selalu membuatku mengigatnya lagi.Semoga saja tidak ada bayi dalam perut Sinta yang akan mendengar kisah sedih perpisahan kedua orangtuanya nanti begitu ia lahir kebumi seperti Buyung Taufan ini.Mudah- mudahan benar apa yang dikatakan pria itu kalau ia belum pernah menafkahi istrinya lahir batin sampai ia berkhianat,jangan seperti papaku yang makan dirumah makan pula diluaran.Lagi- lagi Taufan bicara panjang dalam hatinya.


"Aku kalau jatuh cinta Mesti hati- hati,jangan pernah menyakiti,aku ingin jadi buah karet saja,yang jauh terbang dari pokoknya,semoga para malaikat mendengarkan dan mengaminkan tekad dan pintaku."Ujar Taufan sembari mengelap bibirnya dengan tisu.


Setelah merasa rapi kembali,Taufan meninggalkan ruangan itu,berjalan menuju kasir.


"Makanannya sudah dibayar tuan,terima kasih sudah menjadi tamu istimewa nona kami pagi ini." Ucap seorang kasir cantik sembari menunduk hormat.


" Cik. Aku lupa lagi ini kafe dia yang punya." Gerutu Taufanpada Sinta sekalian dirinya sendiri.

__ADS_1


" Tamu istimewa mana yang ditinggal begitu saja!" Lanjut Taufan menggerutu sebelum tersadar ungkapannya jadi pusat perhatian para pelayan disana.Begitu tahu, lelaki muda itupun buru- buru pamit pergi.


Rasa bingung,iba, penasaran jadi satu membuatnya melupakan pesona calon janda muda yang tadinya sempat mengusik jiwa mudanya.Sekali lagi Taufan tak mau gegabah soal rasa,karna ia tak ingin buah yang satu ini jatuh dibawah pokoknya


__ADS_2