Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku

Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku
bab. 10 ( membeli rumah sakit )


__ADS_3

...Ini ia buktikan dengan di bangunnya pabrik obat dan bertambahnya kekuatan finansial keluarganya. Namun berbeda dengan anaknya James yang lebih suka menghambur-hamburkan hartanya. Padahal sebenarnya dia adalah anak yang pintar, namun James sombong dan sangat arogan....


...Semua ini karena sedari kecil dia sangat di manja, James yang notabene anak orang terkaya di provinsi pada dasarnya tidak pernah memiliki saingan....


...Hal ini juga yang mendasari Alex untuk memutuskan mengirim James ke ibukota, karena di ibukota adalah tempat dimana orang-orang terkaya berkumpul, tujuan utamanya adalah membuat James bisa lebih melihat dunia, mengumpulkan koneksi yang berguna dan mengembangkan dirinya....


...Namun yang dilakukan James justru membuatnya selalu khawatir, hampir setiap malam James selalu mendatangi tempat-tempat hiburan malam, bermain wanita dan bergaul dengan para preman. Alex sebenarnya sudah beberapa kali menasehatinya, tapi James masih saja terus melakukan hal itu, sampai akhirnya dia menyerah untuk membuat James berubah. Hingga kejadian hari ini datang....


...Jun yang melihat usaha Alex dalam memohon, mau tidak mau merasa pahit di dalam hatinya. Pasalnya dia tidak pernah melakukan itu untuk anak-anaknya sendiri, sehingga dia kehilangan kedua anaknya....


...Dia tidak pernah mau di injak-injak dan di hina dalam hidupnya meskipun dia miskin dan tidak memiliki kekuatan. Harga dirinya selalu di pertahankan, namun melihat usaha Alex dia menyadari bahwa ternyata dia adalah orang keras kepala yang tidak punya rasa cinta dan pengorbanan. Bahkan untuk anak-anaknya sendiri....


...Jun tenggelam dalam lamunannya, hingga sebuah tepukan di bahunya membuatnya sadar, itu adalah Jenny. Ternyata Jun melamun cukup lama, Alex tidak menyadarinya, dia terus mengoceh meminta pengampunan Jun, Jenny menyadari bahwa Jun tidak fokus, jadi dia menghampirinya....


..."Jun, apa yang kamu fikirkan...?? kamu melamun cukup lama..." Jenny...


..."ahh... maafkan aku.. aku memikirkan hal lain"...


...kemudian Jun melihat Alex...


..."tuan Alex.. aku bukanlah seorang pemaaf, tapi aku juga bukan orang yang kejam"...


..."aku akan tetap menuntutmu, namun aku akan menggantinya dengan pengalihan saham"...


..."aku ingin mengambil alih kepemilikan perusahaan apapun yang kamu miliki"...


..."kamu akan tetap menjadi direkturnya, mendapatkan gaji sesuai dengan jabatanmu"...


..."segala macam kebijakan dan oprasionalnya harus didiskusikan denganku"...


..."tim pengacaraku akan mengatur semuanya, kamu hanya perlu menandatanganinya"...


...Setelah itu dia menoleh tim pengacaranya,...


..."selidiki semuanya dengan hati-hati, semua usaha dan perusahaan harus di selidiki, aku beri waktu 1 minggu, hubungi aku jika sudah selesai"...


...Kemudian dia menoleh Alex lagi...


..."***apakah anda memiliki keluhan tuan Alex?? sebaiknya katakan padaku sekarang"...


..."tuan Jun, ini sama saja artinya bahwa saya telah bangkrut, apa tidak bisa saya mempertahankan 1 perusahaan saja***.??"...


...Alex masih mencoba bernegosiasi.....


..."aku akan mengakuisisi 75% saham anda, sisanya adalah milik anda, ini penawaran saya yang terakhir" Jun...


..."terimakasih atas kemurahan hatimu tuan Jun" Alex...


..."***baiklah, satu hal lagi... jika anda berperilaku baik dan bisa mendidik putra anda di kemudian hari, saya berjanji akan mengembalikan saham anda sedikit demi sedikit"...


..."Namun jika sebaliknya... aku tidak akan bernegosiasi lagi dengan anda, jangan meragukan saya kalau anda tidak ingin menyesal, saya bukan hanya saya hari ini tapi lebih dari ini***"...


...Jun memandang Alex dengan senyuman jahat dan tatapan dingin....


...Hal ini membuat tubuh Alex bergidik, dia ingin cepat-cepat meninggalkan tempat ini sebelum Jun berubah fikiran.....


..."saya berjanji dengan nyawa saya tuan Jun, anda dapat memegang kata-kata saya.."...


...setelah jeda Alex melanjutkan...


..."***tuan Jun, sekali lagi saya ucapkan terimakasih,.. kalau tidak ada yang lain, saya akan undur diri dulu.."...


..."haha... baiklah-baiklah... lanjutkan kegiatanmu.. dan hati-hati dijalan***"...


...sebenarnya Jun hanya basa-basi, dan tidak ada maksud spesial yang dia fikirkan....


...Namun Alex mengira Jun mengisyaratkan sesuatu, senyuman Jun seperti seseorang yang sedang menyampaikan ancaman....


...Namun dia tidak berkomentar, dan segera meninggalkan ruangan setelah menganggukkan kepala, lalu menunduk....


..."saya mengerti, sampai jumpa tuan."...


...Jun melambaikan tangannya, kemudian gerombolan Alex meninggalkan ruangan tersebut, sementara itu Jun menoleh ke Tim pengacaranya.....


..."***baiklah kalian boleh pergi, saya yakin kalian sudah tahu apa yang harus kalian lakukan.."...

__ADS_1


..."Baik tuan, kami mengerti***"...


...mereka menjawabnya dengan serempak, lalu meninggalkan ruangan bersama sekretaris Daniel setelah mengangguk kepada Daniel dan Jenny. Namun sesampainya di pintu, salah satu pengacara Jun menoleh.....


..."tuan Daniel, silahkan baca kontraknya di depan tuan Jun, dan bicarakan detail kontrak dengannya, kami akan menunggu jawaban kalian"...


...Jun menoleh sambil mendelik dan mendongakkan wajahnya penuh tanda tanya.. sedangkan Daniel langsung membaca dokumen kontrak yang sudah lecek di remas Jenny tadi....


...Diapun terkejut setelah membaca nama yang tertera di dokumen itu, bagaimana tidak.. nama yang tertera adalah Gede Juni, yang artinya pemilik rumah sakit yang baru adalah Jun sendiri. Dia menatap dokumen itu kemudian Jun kemudian menatap lagi dokumennya,...


..."***ini... ini... ba..ini bagaimana... kamu.... ini tidak mungkin.."...


..."bagaimana bisa..., kamu adalah presiden direktur rumah sakit yang baru, apa ini hanya ilusi?? ini hanya mimpi.. Daniell.. bangunlaaahh***..."...


...Jenny dan Juni akhirnya mengerti, namun Jenny membuka mulut dan matanya lebar-lebar, dia senang mendengarnya, namun disatu sisi juga sedih dengan berita ini. Jenny akhirnya mendapat keyakinan pada alasan kenapa Jun sangat cuek padanya, mungkin dirinya bukan apa-apa di mata Jun. Dia dulunya adalah dokter cantik yang mengejar seorang kurir, dia merasa nyaman dengan dirinya....


...Akan tetapi hari ini, Jenny memang bisa dikatakan orang kaya, namun kekayaan keluarga Jenny kurang dari 7 milyar dolar. Di bandingkan dengan Jun sekarang dia merasa tidak percaya diri....


...Pembelian saham kepemilikan rumah sakit 62% senilai 11 milyar dollar, dan 1,5 milyar dolar sebagai tambahan modal jadi total Jun mengeluarkan uang sebesar 12,5 milyar dolar atau hampir 180 trilyun rupiah, Jun secara resmi menjadi presiden direktur atau pemilik rumah sakit terbesar dan terlengkap di dunia. Pembelian ini juga dibayarkan tunai, tanpa dicicil. Ini menunjukkan seberapa besar jarak di antara mereka, jadi Jenny merasakan krisis kepercayaan diri....


...Disisi lain Daniel mencoba menenangkan dirinya, semua kejadian hari ini masih sangat mengejutkannya....


..."tuan Jun, silahkan duduk... maafkan aku terlambat menyadari anda, saat aku akan membaca dokumen ini, muncul masalah yang sebelumnya, jadi tolong jangan marah"...


...Daniel berbicara dengan sopan dan mempersilahkan Jun untuk duduk di sofa....


...Setelah duduk, Jun menoleh pengacaranya yang masih berdiri di pintu.....


..."***pengaturanku masih sama, aku tidak ingin terlibat dalam oprasional, saya mempercayakan rumah sakit ini untuk di atur oleh tuan Daniel, sedangkan untuk devidennya setiap bulan, buatkan aku satu kartu"...


..."baik tuan, kalau begitu saya pamit"...


..."om santhi santhi santhi om*** (semoga diberikan kedamaian, kedamaian dan kedamaian oleh tuhan)...


...Pengacara itupun pergi meninggalkan mereka....


...Daniel yang mendengarnya tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya, jadi diapun tersenyum dan berkata.....


..."tuan Jun, apak@##*^......


...Jun langsung menyela perkataan Daniel, bagaimanapun dia adalah bosnya sekarang, jadi dia tidak akan bersikap sopan....


..."***tapi tuan adalah atasan saya, apakah##......


..."tidak masalah.. saya ingin di panggil dengan nama saja.. jadi tolong lakukan. jangan terlalu sopan terhadap saya. biarkan saya menjadi atasan anda hanya di atas kertas, namun dalam keseharian, saya hanyalah seorang teman. apakah anda mengerti***?? Jun...


..."kalau begitu panggil saya dengan nama juga, ini baru terdengar adil" Daniel...


..."karena anda lebih tua, dan Jenny adalah teman saya, maka saya akan memanggil anda paman, bagaimana?? Jun...


..."baiklah kalau itu maumu, aku tidak akan bertindak sopan lagi" Daniel...


..."Jenny.. Jeeen.... JEN!!!..."...


...Daniel terpaksa berteriak, karena Jenny tidak merespon.....


..."Hah.. maaf ayah.. aku... akuu..." Jenny...


..."kamu kenapa?? apa yang kamu fikirkan?? " Daniel...


..."akuuu... akuu... eeeee....."...


...Jenny tidak tahu harus menjawab apa, ketika Jun berkata.....


..."***sudahlah Jen.. kamu duduk sini. buat apa berdiri terus.."...


..."kita ngobrol-ngobrol sedikit"...


..."tapi akuu.. eee.. aku adaaa***..."...


...Jenny seperti bukan Jenny sebelumnya, dia kaku dan sangat gugup, seolah-olah seperti gadis kecil yang ketahuan mencuri....


..."hey... ini aku... aku Jun.. teman kamu, kenapa kamu bertingkah seperti ini di depanku, setengah jam yang lalu kamu melempariku dengan kertas, aku masih Jun yang itu"...


...Jun menatap Jenny dengan tatapan menggoda.....

__ADS_1


...Seketika saja wajah Jenny yang putih mulus bersemu merah, dia sangat malu. Tadi dia melempari teman yang sangat dia sukai, namun teman itu sekarang ternyata adalah bos nya. Menyadari hal ini dia sangat ingin menggali lubang untuk dirinya bersembunyi. Jadi Jennny hanya bisa tertunduk malu....


...Jun akhirnya bangkit dari tempat duduknya untuk menghampiri Jenny, menariknya untuk duduk di sofa, lalu Jun duduk di sebelahnya. Melihat Jenny yang masih tertunduk malu, Jun kembali menggodanya....


..."Jen, wajahmu merah sekali.. apa kau sakit??" Jun...


..."aku.. ee.. maaf Jun.. eehh maaf tuan.. eee" Jenny...


..."Jen, lihat aku.. apa aku terlihat berbeda?? aku masih orang yang sama, kenapa kamu memperlakukanku seperti ini??...


...Jun terlihat sedih saat mengatakan itu.. lalu dia melanjutkan...


..."***kalau kamu tidak ingin berteman denganku lagi gara-gara aku membeli rumah sakit ini, aku akan menjualnya kembali"...


..."aaa... itu.. aaa... aku tidak bermaksud begitu, aku hanya masih belum sadar.. aaa.. maksudku.. aku... itu***...."...


...Jenny masih tidak tahu harus mengatakan apa, lalu dia menoleh Jun yang ada di sebelahnya, saat dia menatapnya, Jun mengangkat-angkat alisnya menggoda.....


..."aaaahhhh... menyebalkan sekali, kenapa kamu pura-pura miskin dan menjadi kurir selama ini. Keterlaluan sekalii... aku bahkan mengejar cintamu selama setengah tahun, tapi kamu selalu menganggapku hanya sebatas teman. Ternyata kamu menganggapku tidak pantas untukmu kan?? kalau saja aku tahu kamu kaya raya, aku tidak akan mengejar-ngejar cintamu, apa kau tahu?? Dalam hatimu pasti sedang mengejek aku sekarang.. iya kan??...


...Jenny masih menatap Jun dengan mata berkaca-kaca...


...Jun sangat terkejut mendengar perkataan Jenny, sebenarnya Jun tahu maksud Jenny selalu mendekatinya, namun bukan itu yang membuatnya terkejut, tetapi kejujurannya di depan ayahnya Ini membuat Jun tersentuh....


...Dahulu kedua mantan istrinya, meninggalkan dirinya karena miskin, namun Jenny mendekatinya untuk mengejar cintanya justru disaat dia miskin. Ini namanya yang miskin tidak mau simiskin, yang kaya tidak mau sikaya....


...Jika seluruh kekayaan Jenny di bawa ke Indonesia, mungkin saja dia menjadi 10 besar orang terkaya di indonesia. Kenapa orang seperti dirinya mengejar-ngejar cinta Jun??...


...Setelah beberapa detik, Jun menghela nafasnya mencoba menenangkan dirinya.. diapun menjelaskan......


..."***Jen, dulu aku adalah orang miskin, dulu juga aku pernah 2 kali gagal dalam berumah tangga, mereka semua meninggalkanku karena kemiskinanku. Itulah kenapa aku tidak lagi percaya kepada cinta sejati. Aku mengesampingkan masalah cinta, tidak lagi ingin merasakan cinta, aku minta maaf kalau tindakanku membuatmu salah faham"...


..."apa kamu mengira aku sama dengan wanita lain?? kamu tahu sendiri, aku menolak banyak pria yang mendekatiku, dan kamu juga tahu, mereka semua adalah orang-orang kaya, namun aku memusatkan tujuanku hanya padamu, aku hanya tertarik kepadamu, aku sendiri tidak tahu kenapa, aku tidak perduli kamu kaya atau tidak, aku hanya ingin selalu dekat denganmu, tetapi aku merasa telah di bodohi olehmu. Apa kamu sengaja mempermainkanku***??...


...Airmata Jenny mulai menetes, namun dia masih menatap Jun dengan intens....


..."Jenny, aku ingin menanyakan sesuatu padamu sebelum menjawab pertanyaan itu.."...


...Jun menjeda perkataannya beberapa detik, melirik Daniel yang sedang canggung lalu kembali menatap Jenny....


..."***apakah cintamu benar-benar tulus kepadaku dan tidak akan pernah meninggalkan aku bagaimanapun kondisiku??...


..."kalau kamu ragu-ragu mungkin lebih baik kamu tidak melanjutkan perasaanmu."...


..."aku tidak ingin gagal lagi***"...


..."aku ingin menanyakan sesuatu padamu sebelum menjawab pertanyaan itu.."...


...Jenny mengusap air mata di pipinya dengan...


... tangan, lalu bertanya.....


..."***apa kamu memiliki sedikit rasa cinta terhadapku?? karena jika ada, aku akan memupuknya, memeliharanya hingga besar, berbunga, berbuah hingga bertunas. Namun jika tidak apakah aku punya kesempatan??"...


..."aku ingin menanyakan sesuatu padamu sebelum menjawab pertanyaan itu***.."...


...Jun mengulurkan tangan kanannya untuk disambut oleh Jenny....


"Jika hatiku mengatakan ada rasa, apakah kamu akan selalu menggenggam tanganku ini disaat aku membutuhkannya?."


...Jenny tersenyum bahagia dan hampir meloncat kegirangan, dia langsung membalas tangan Jun dan menggenggamnya dengan erat....


...Disisi lain Daniel merasa di abaikan, jadi dia pura-pura terbatuk lalu berkata pada sendiri dengan suara rendah.....


"anak-anak jaman sekarang sangat menjengkelkan, mereka tidak akan sadar keberadaanku bahkan jika aku mati disini."


...Jun dapat mendengarnya dengan jelas, namun Jenny tidak, dia hanya samar-samar mendengar ayahnya berbicara, jadi dia bertanya......


..."***maaf ayah.. apa yang kamu katakan??"...


..."aku bilang kalian berdua sama-sama menyebalkan... kenapa tidak menikah saja sekalian, aku yakin anak-anak kalian 2 kali menyebalkannya kalian***"...


...Daniel menjawab setelah menghela nafasnya.....


...Kalau Daniel melihat adegan ini beberapa hari sebelumnya, dia mungkin akan menolaknya, bahkan akan marah dan memisahkan mereka, namun siapa yang yang akan memisahkan anaknya dengan bosnya sendiri yang kaya raya? ...

__ADS_1


...Jumlah uang yang tidak pernah akan mampu keluarganya keluarkan, namun Jun mengeluarkannya secara cash langsung, kenyataan ini memperlihatkan jumlah harta kekayaan yang dimiliki Jun paling sedikit 2 kali lipat dari jumlah yang dia keluarkan untuk membeli rumah sakit ini....


__ADS_2