Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku

Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku
bab. 25 (kampung halaman)


__ADS_3

..."honey aku sangat penasaran, berapa Jumlah kekayaanmu sebenarnya?? semua ini sangat menghantuiku"...


..."lumayan banyak honey.. kamu tidak perlu mengkhawatirkan uang selama kamu berada disisiku"...


..."aku tidak pernah mengkhawatirkan uang honey.. kalau kamu tidak ada uang juga tidak masalah buatku, tapi semua yang kamu punya ini.. aku sangat penasaran"...


..."baiklah... tunggu sebentar honey.."...


...Jun kemudian membuka ponselnya dan mengecek saldonya lalu memperlihatkan saldonya pada rekening yang biasa dia pakai kepada Jenny....


...Jenny yang melihatnya sangat terkejut, dia membuka matanya lebar-lebar, bukan ratusan Miliar atau puluhan Triliun akan tetapi puluhan Kuardriliun....


..."honey.. ini banyak sekali.."...


..."itu hanya satu rekening honey... aku punya dua kartu lagi, dan salah satunya ada di tanganmu, jadi seperti yang aku bilang.. kamu jangan mengkhawatirkan pengeluaran.. okey!!"...


...Jennypun akhirnya menyerah atas gagasan penghematannya, beberapa saat yang lalu dia berfikir Jun akan segera kehabisan uangnya karena pemborosan. Mengingat lagi penghasilan harian Jun pemikiran itu jelas keliru....


..."baiklah.. aku tidak akan lagi mencampuri urusan pengeluaranmu.. pemikiranku salah selama ini."...


..."honey.. tidak apa-apa.. kekayaanku adalah kekayaanmu, itu semua hanyalah angka. Yang penting bagiku adalah kebahagiaan kita. Aku hanya ingin kamu tidak memikirkan lagi masalah uang."...


..."baiklah honey... maaf kemarin aku berfikir kamu terlalu boros, jadi marah sama kamu"...


..."justru aku bangga memilikimu honey, kamu tidak perlu meminta maaf"...


...Jun akhirnya memeluk Jenny dan Chya yang melihatnyapun langsung ikut nimbrung. Merekapun tertawa bahagia.....


...Pukul 5 sore mereka menaiki helikopter untuk berangkat ke jembrana, Chya dan Jenny sangat senang, mereka terus saja mengagumi keindahan pesisir pantai di bawahnya. Mereka berdua sampai-sampai ingin turun untuk mengunjungi pantai-pantai tersebut....


...Jun meminta Waluyo untuk mengingat pantai-pantai itu. 45 menit kemudian mereka mendarat di sebuah perbukitan, disanalah Jun membangun landasan untuk pesawat-pesawatnya kelak. Di landasan sudah menunggu beberapa orang, mereka adalah para cyborg dan beberapa kontraktor proyeknya....


...Setelah disambut mereka kemudian di bawa ke bangunan semi permanen yang terletak di pinggir sungai, suasananya sangat sejuk dan rindang, merekapun meeting sebentar untuk melaporkan pekerjaan mereka masing-masing....


...Jun memerintahkan untuk menambah pekerja dan menambah kompensasi pembebasan lahan agar proyeknya dapat diselesaikan dengan cepat. Jun mentransfer sejumlah uang untuk kelancaran proyeknya ke rekening Alex, cyborg yang di tunjuk sebagai ketua tim oleh Jun. ...


...Alex terlihat ingin mengatakan sesuatu, tapi Jun langsung memerintahkan untuk mentransfernya lagi kepada para kontraktor Masing-masing proyek dengan segera, Alex pun urung mengatakan hal yang ingin dia sampaikan....


...Setelah selesai melakukan meeting, Jun, Jenny dan Chya pergi menuju penginapan mengendarai DBXnya mengikuti waluyo yang mengendarai Dodge Ram TRX Hellcat. Sesampainya mereka di penginapan, mereka langsung merapikan pakaian dan barang-barang yang mereka bawa....


...Selang berapa lama, Waluyo datang memberitahu bahwa makanan telah siap, karena para cyborg sebelumnya telah menyiapkan beberapa koki dan house keeper yang akan mengurus mereka selama menginap disini....


...Selesai makan, Jun pamit kepada Jenny dan Chya untuk menghadiri pertemuan dengan para pemilik lahan. Jenny dan Chya pun mengiyakan dan ijin untuk pergi berbelanja dengan Waluyo. Jun pun berangkat sendiri ke tempat pertemuan....


...Di tempat pertemuan Jun mengetahui alasan penolakan dari 2 orang pemilik lahan perkebunan, alasan mereka tidak lain dan tidak bukan adalah karena lahan ini merupakan tanah warisan dan terdapat pura keluarga mereka....


...Jun akhirnya menjelaskan tentang pembangunan jalur pacu pesawat di dekat tanah mereka serta menjelaskan rencana pemindahan pura dan lahan perkebunan mereka dengan luas yang sama persis serta tambahan 50% dari harga pembelian lahan mereka. Dan semuanya Jun yang akan menanggungnya....


...Para pemilik lahan yang sebelumnya telah menyetujui penjualan lahan merekapun mulai riuh berbincang satu sama lain.. akhirnya Jun memutuskan menambahkan 50% lagi dari harga jual mereka. Mereka semua pun akhirnya setuju dengan hati senang termasuk 2 orang yang tadinya tidak ingin menjual lahannya....


...Bagaimanapun lahan perkebunan mereka hanya menghasilkan 1 sampai 3 juta sebulan, namun dengan hasil penjualan yang di deposito mereka mendapatkan minimal 10 sampai dengan 12 juta dalam sebulan. Belum lagi uang mereka yang di deposito masih bisa mereka tarik setelah jatuh tempo....


...Kesepakatan ini jelas sangat menguntungkan mereka, apalagi mereka tidak perlu bekerja setiap hari, bersusah payah mengurus kebun tersebut. Sekarang hanya perlu duduk dirumah, membiarkan uang mereka yang bekerja....


...Jun tidak pernah mempermasalahkan pembelian lahan yang jauh di atas standar harga, bahkan 3 kali lipat dari harga sebenarnya. Yang penting baginya adalah proyek ini dapat diselesaikan secepat mungkin, karena tempat ini akan menjadi tempat pernikahannya berlangsung....


...Disisi lain Jenny dan Chya baru datang dari berbelanja, mereka membeli banyak sekali pakaian, tas, sandal dan sepatu untuk Chya, ada juga buku-buku dan alat tulis, rencananya Chya menjalani Home schooling untuk sementara waktu, karena mereka belum menetap di satu rumah apalagi Jun dan Jenny belum menikah dan mansion mereka belum jadi....


...Setelah merapikan kembali belanjaan mereka, Jenny dan Chya meminta snack dan jus untuk di bawa ke teras lantai 2. Disana mereka membaca buku dan berbincang satu sama lain. Chya memandang lampu yang terang benderang di kaki gunung, lalu dia bertanya kepada Jenny.....


..."bi.. itu lampu apa?? paling mencolok sendiri"...

__ADS_1


..."itu lampu proyek pembangunan rumah kita sayang.. papamu ada disana sekarang, nanti kalau rumah itu jadi.. kita akan tinggal disana"...


..."bi.. papa sangat kaya ya??"...


...Chya bertanya kepada Jenny dengan mata sendu...


...Jenny meraih Chya lalu mendudukannya di pangkuannya...


..."dulu papamu sangat miskin sayang.. itulah kenapa ibumu meninggalkan papamu dan menjauhkanmu darinya. karena hal itulah papamu bekerja keras siang malam untuk membawamu kembali, sekarang papamu sudah kaya, jadi dia tidak akan mau berpisah denganmu lagi"...


..."dulu mama membakar semua foto papa yang aku simpan, mama ingin aku menjauhi papa dan melupakannya, tapi aku selalu menolak, untung saja ada 1 foto yang masih tertinggal di tasku, jadi aku selalu menimpannya"...


..."mungkin mamamu tidak ingin kamu selalu sedih saat memikirkan papamu, atau mungkin saja dia cemburu karena kamu selalu memikirkan papamu..dia hanya ingin kamu menyayanginya"...


..."aku rasa tidak bi.. dari kecil aku selalu ditinggal pergi oleh mama, dan saat istrinya om Toto meninggal, om Toto sering menginap di kamar kami, jadi aku sering tidur diluar. aku fikir mama tidak pernah sayang atau menginginkan kasih sayangku, dia selalu bersama om Toto, kadang aku tidak makan seharian karena dia pergi dan tidak meninggalkan makanan atau uang sama sekali"...


...Jenny yang mendengar penuturan Chya memeluknya dengan penuh kasih sayang.....


..."mulai sekarang kamu tidak perlu lagi menderita seperti itu sayang.. aku dan papamu akan selalu menyayangimu sepenuh hati"...


...Jenny tanpa sadar menitihkan air matanya hingga jatuh di tangan Chya, Chya yang menyadari ini mendongak dan melonggarkan pelukannya....


..."bi... jangan menangis.. kenapa bibi menangis?? aku baik-baik saja kok sekarang, aku sudah tidak sedih lagi. dari dulu aku selalu berdoa, papa akan kembali dan menemukanku lalu mengajakku pergi dari sana. sekarang semua doaku sudah terpenuhi, jadi sekarang aku merasa sangat bahagia"...


..."bibi tahu sayang... maafkan bibi"...


...Jenny tersenyum dan memeluk Chya lagi.....


...Beberapa jam telah berlalu, karena sudah malam, Jenny dan Chya merasa mengantuk, akhirnya mereka menuju ke kamar untuk tidur....


...Disisi lain Jun juga telah berkeliling proyek, karena proyek ini sendiri menggunakan 4 Shift yang berbeda, jadi di lakukan selama 24 jam. Setelah memberikan beberapa masukan dan instruksi Jun akhirnya kembali ke penginapan....


...Di penginapan dia melihat Jenny dan Chya tidur saling berpelukan, Jun menyunggingkan senyum bahagianya. Dia merasa keputusannya tepat untuk menerima Jenny. Diapun akhirnya pergi mandi lalu tidur disamping mereka....


...Jenny dan Chya sangat bersemangat mendengarnya, mereka langsung menyiapkan pakaian mereka, lalu kemudian turun untuk sarapan....


..."waahh... kalian sudah siap?? papa saja belum ngapa-ngapain, maksud papa padahal nanti sore.."...


..."pa... nanti sore Chya sama tante Jenny mau belajar memasak Kue, sekarang saja yuk"...


..."itu benar honey... celana pendek dan baju gantinya sudah aku siapkan honey.. kamu tidak perlu khawatir.."...


..."iya pa.. handuk, sabun dan semuanya sudah siap, kita tinggal berangkat saja"...


..."baiklah-baiklah... papa telfon dulu ya.. ini masih pagi, takut kalau perahu karet dan perlengkapannya belum tersedia"...


...Jun sedikit menyesal memberi tahu mereka pagi-pagi, bukan apa-apa, dia baru memerintahkan Toni salah satu Cyborgnya tadi malam. Sambil mengunyah sandwichnya Jun menelfon Toni untuk menanyakan perahu karet sesuai dengan perintahnya kemarin malam. Toni pun mengiyakan, bahkan dia mengatakan semuanya sudah siap dipakai....


...Jun mau tidak mau merasa sedikit heran, kinerja para cyborg ini terlalu tidak masuk akal baginya. Bagaimana tidak.. Jun meminta 4 perahu karet, 1 cabin dengan tempat istirahat serta minibar dan restaurant kecil di hulu dan 1 cabin yang sama di hilir, jalur sungai yang di bersihkan, serta beberapa pos menyelamatan pada jalur rafting....


...Dia kemudian tersenyum lalu melirik Jenny dan Chya.....


..."sepertinya semua sudah di siapkan, jadi kita bisa pergi kesana sekarang"...


..."horeeeee...!!!...


...Chya langsung meloncat-loncat kegirangan, begitu juga Jenny yang mengangkat tangannya tinggi-tinggi dari tempat duduknya.....


...Mereka menghabiskan sarapan mereka dengan cepat, lalu berangkat ke lokasi proyek mansion. Sesampainya di lokasi Jun langsung mengarahkan DBXnya ke hulu sungai....


...Jalan menuju hulu sepertinya baru selesai diratakan tadi malam, terlihat masih banyak Dumptruck yang lalu-lalang membawa krikril dan tanah kapur, ada juga buldozer dan double drum roller yang masih memadatkan jalan....

__ADS_1


...Sesampainya di hullu terlihat 2 bangunan yang terbuat dari kayu, bangunan itu sendiri lumayan besar-besar, 1 bangunan seperti rumah di pedesaan dengan teras luas di depannya dan terdapat juga kursi ayunan. 1 bangunan lagi seperti sebuah rumah makan dengan meja-meja kayu gelondongan....


...Jun cukup puas dengan kinerja anak buahnya, bagaimanapun juga ini semua di bangun hanya dalam semalam. Ini lebih seperti sihir baginya....


...Jun memarkirkan mobilnya di depan rumah singgah itu, dia disambut oleh Toni yang membantu mengambil barang bawaan Chya dan Jenny. Mereka pun masuk kedalam rumah itu, memang masih bau cat, namun sudah kering. Perabotannya juga sudah lengkap, mulai dari kasur, lemari, tv meja bahkan toet juga shower pun tersedia....


...Jun mengangguk-nganggukkan kepalanya, dia masih sangat terkesan dengan kinerja anak buahnya, mau tidak mau dia menanyakan bagaimana cara mereka. Jun akhirnya mengajak Toni keluar kamar....


..."Ton, bagaimana kalian bisa mengerjakannya secepat ini?"...


..."Tuan, disini pohon besar sangat banyak, jadi stock kayu kita juga melimpah. Kami juga telah memodifikasi 5 truk menjadi pemotong kayu dan 2 truk untuk mengamplasan. Kita juga memiliki 500 pekerja dengan spesialisasi tukang kayu, kami juga telah menginstal mesin pencetak papan triplek, jadi pembangunan bangunan seperti ini bisa dilakukan hanya dalam beberapa jam saja"...


...Seketika Jun sadar bahwa dia hanya mengeluarkan uang untuk pembayaran lahan, pembayaran bahan-bahan bangunan dan pengeluaran gaji pekerja saja, dia berfikir bahwa semua alat berat, peralatan dan perlengkapan disediakan oleh para konstruktor, jadi Jun bertanya lagi.....


..."tapi aku belum memberikan kalian uang, dari mana sumber dana kalian?"...


..."masing-masing dari kami membawa 1 kartu tuan, namun tidak seperti kartu tuan, kartu kami memiliki limit maksimal transaksi"...


..."berapa limitnya??"...


..."500 miliar tuan"...


..."bagaimana kalau limit kalian habis??"...


..."kalau saldo kami ter'debet maka otomatis pada jam 12:01 malam akan di kreditkan kembali sesuai jumlah yang di debet tuan"...


..."berarti aku sebenarnya tidak perlu menggunakan uangku lagi untuk pembangunan ini"...


..."betul tuan, anda hanya perlu mengeluarkan perintah dan tidak perlu menggunakan uang. kami melihat banyak transaksi di system shop, sebenarnya anda dapat mengklik tombol opsi di pojok kanan atas, disana terdapat pilihan pembayaran otomatis, jadi anda dapat membeli apapun tanpa perlu melakukan pembayaran, dan proyek ini, jika anda tidak membayarnya kemarin, maka kamilah yang akan membayarnya secara langsung"...


...Dalam hati Jun bergumam...


..."owyih.... si kampret, kenapa baru bilang sekarang"...


..."baiklah kalau begitu.. aku mengerti.. kalian persiapkan perlengkapan rafting kami, kami akan menemui kalian di sungai"...


...Toni akhirnya pergi, sedangkan Jun kembali ke dalam kamar. Jenny dan Chya sudah berganti pakaian.. Jenny telah mempersiapkan semuanya dengan telaten termasuk Chya....


..."honey.. kamu selalu membuatku bangga.. aku tidak salah memilihmu"...


..."kenapa kamu merasa bangga?? jangan mencoba menggodaku ya.."...


..."kamu lihatlah Chya.. kamu mengurusnya dengan baik"...


...Chya yang mendengarnya pun berkomentar.....


..."iya pa.. bibi Jenny membelikanku baju-baju bagus, dia juga pintar mengepang rambut"...


..."sayang baju-baju itu di beli menggunakan uangnya papa, jadi secara tidak langsung papamulah yang membelikannya untukmu"...


..."karena bibi yang memilihkannya, maka bibilah yang membelikannya bukan papa"...


..."anak papa pintar.."...


...Jenny akhirnya menghela nafasnya panjang.....


..."haaaahhh... kalian ini memang sama.. sama-sama menyebalkan"...


...Marekapun menuju ke sungai dengan berjalan kaki, karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dan harus menuruni tangga yang masih belum di semen....


...Sampai di sungai mereka di sambut oleh 2 instruktur rafting dan Toni, mereka ber 6 pun akhirnya memulai Arung Jeram mereka, Arus aliran sungainya tidak terlalu deras, karena musim kemarau jadi aliran sungainya agak kecil, namun justru menjadi aman namun mengasikkan untuk Jenny dan Chya....

__ADS_1


...Jika musim hujan dan aliran sungainya besar, maka itu akan sangat berbahaya, bahkan untuk laki-laki dewasa sekalipun. Namun tentu saja tidak bagi 2 instruktur yang di rekrut Toni. Mereka sudah memiliki pengalaman dan skill diatas rata-rata. Apalagi Jun dan Toni, tidak ada yang berbahaya bagi mereka di sungai, bahkan Buaya atau kuda nil sekalipun....


__ADS_2