
..."jadi keyakinan kalian 100% ya..??...
...hmm... baiklah.."...
...setelah berfikir sebentar Jun melanjutkan.....
..."aku juga ingin kamu menyelesaikan kasus yang lain.. hari ini di tempat ini aku di maki-maki, di hina, di ancam bahkan hampir di serang. Mereka juga mengintimidasi saya dengan membawa 2 petugas polisi ini. Mereka dengan sengaja melakukan semua ini, bahkan jauh-jauh datang dari asal mereka untuk melakukan semua niat jahat tersebut. ***Mereka semua adalah orang-orang besar, sedangkan saya hanya seorang kurir yang berpenghasilan rendah....
...Saya merasa sangat tertekan dan stress, saya merasa rendah, kepercayaan diri saya hilang, mental saya telah hancur. Saya tidak tahu lagi bagaimana menghadapi kenyataan yang akan terjadi esok hari***....
...Mata semua orang di dalam ruangan itu tertuju pada Jun, tatapan mereka seakan-akan ingin melahap Jun hidup-hidup. Bagaimana dia bisa mengatakan dia tertekan dan kepercayaan dirinya hilang??... ...
...kalau seandainya Jun mengatakan dirinya sakit jiwa ini akan lebih masuk akal. Sedari tadi yang dia lakukan hanya memancing emosi Alex, bahkan dia melakukan semua itu dengan sangat tenang....
...Apa yang dilihat mereka saat ini adalah Jun yang terlihat sangat sedih dan semakin menyedihkan ketika dia mengungkapkan satu persatu keadaan yang dia ciptakan, bahkan sempat melakukan mimik menagis sedih, namun semua itu hanya palsu belaka, karena sedetik kemudian dia kembali ke mode tenang dan serius, seperti seseorang yang tidak melakukan semua adegan-adegan tadi....
..."aku menuntut mereka 5 milyar dollar amerika, apa kalian bisa mewujudkannya??"...
..."APA!!!.... kupingku rusak... Jun, itu dollar AS apa dollar Somalia??"...
...Daniel yang mendengar Jun mengatakan 5 milyar dollar AS langsung memastikan bahwa dia tidak salah dengar....
...Mendengar perintah tuannya, para pengacara Robot tersebut mengangguk....
..."tuan.. kami akan memerintahkan seseorang untuk mengambil rekaman kamera sebelah sana dan sana (sambil menunjuk kamera CCTV di sudut ruangan) dan kami akan meminta rekaman suara yang ada di Handphone tuan sebagai bukti tambahan. serta mereka (menunjuk kedua polisi, Daniel, Jenny, asisten Long dan sekretaris daniel) ***sebagai saksi-saksi, dengan begitu kemungkinan memenangkan tuntutan sesuai dengan apa yang tuan inginkan akan lebih dari 80%....
..."hey... aku sudah membantumu dengan rekaman suara ini, yang ku inginkan kemenangan mutak 100%', kamu harus usahakan itu***...
...Jun sebenarnya tidak tahu kenapa Unit itu mengatakan dia mempunyai rekaman suara, tapi karena proses berfikirnya cepat dia iya-iya'in saja, mungkin cuman menggertak saja fikirnya....
...salah satu Unit pengacara melanjutkan.....
..."ini karena tuntutan kita terlalu tinggi tuan, kalau beberapa juta dollar mungkin akan sangat mudah, namun tentu tuan bisa serahkan semuanya kepada kami....
...untuk sekarang, anda perlu menandatangani surat tahanan kota, dan surat jaminan untuk kasus penyerangan yang mereka tuntutkan, dokumennya ada disini....
...(sambil menyerahkan sebuah map)...
...setelah proses peradilan selesai, maka anda akan terbebas kembali. ***untuk saat ini anda tidak perlu di penjara....
..."baiklah.. kerja kalian cukup memuaskan. aku terkesan***"...
...Lalu dia melirik ke arah Alex yang sedang terduduk di sofa sambil menatap kosong ke arah lantai dengan lemas....
..."tuan Alex.. anda kenapa?? jangan meninggal dulu.. ini belum selesai... ini tidak akan seru jika anda tidak ada.."...
...Kata-kata Jun sangat menyakitinya, namun dia tidak dapat menemukan kata-kata untuk membalas, dia hanya melamun memikirkan langkah selanjutnya, tapi tidak ada sesuatu yang bisa di lakukan kecuali mencabut tuntutan dan memohon ampunan Jun....
...Awalnya dia mengira akan dengan mudah menghancurkan Jun, dia sudah menyuap petugas kepolisian dan akan membawa Jun untuk membalaskan dendam putranya. Rencananya sepele karena dia meremehkan Jun yang hanya seorang kurir. Bahkan dia membawa pengacara keluarganya bersama agar terlihat lebih meyakinkan. Karena bagaimanapun juga Jun adalah orang luar....
...Namun yang tidak dia sangka, dia dihadapkan dengan firma hukum terbesar dan peringkat pertama di china sejak bertahun-tahun, bahkan peringkat keduanya saja terpaut sangat jauh, yaitu hanya seperempatnya saja jika di hitung dari prestasi dan pendapatannya....
__ADS_1
...Banyak elit berkuasa, pengusaha-pengusaha kaya raya, perusahaan dan instansi besar bahkan pemerintahan bergantung pada firma hukum Dentons, Alex tahu betul seberapa kuatnya Dentons, yang lebih membuatnya tertekan adalah karena dia tahu betul seperti apa sifat anaknya. Dia juga sudah tahu seperti apa kejadian malam itu, jadi ini adalah kekalahan mutlak....
...Terlebih lagi, sekarang dia menghadapi tuntutan dari Jun, walaupun dia tahu tuntutan ini terdengar tidak masuk akal karena jumlah yang di minta, namun dengan Dantons dan bukti-bukti yang memberatkan, itu menjadi sangat mungkin....
...Memikirkan hal ini seluruh badannya bergidik ngeri, suhu diruangan tiba-tiba dirasakannya turun ke titik beku dan seluruh badannya merinding. 5 Milyar dollar AS atau 71,8 trilyun, jumlah ini adalah 3/4 dari total kekayaannya yang berupa aset kepemilikan sahan di beberapa perusahaan, simpanan di bank, kendaraan, rumah sakit, pabrik obat-obatan dan beberapa villa dan apartemen serta manor yang dia tinggali sekarang....
...Jika dia harus membayar jumlah tersebut, maka sudah jelas dia akan mengalami kebangkrutan. Jadi dia membuat keputusan untuk segera meminta maaf dan memohon kepada Jun agar terhindar dari bencana ini. Setelah memikirkan ini dengan matang, dia segera berdiri.. berjalan ke arah Jun. Begitu dia berjarak 1 meteran, dia langsung berlutut dengan bunyi gedebuk yang keras karena benturan lutut Alex dengan lantai....
...Daniel, Jenny dan sekretaris Daniel yang melihat ini, tidak bisa tidak tercengang. Mereka bertiga hanya tahu bahwa Jun hanyalah karyawan biasa di rumah sakit mereka, bahkan bisa di bilang pekerja tingkat menengah dan rendah. Namun peristiwa yang terjadi hanya dalam beberapa puluh menit saja di depan mata mereka ini, membuat mereka kehabisan kata, namun kepala mereka penuh dengan pertanyaan....
...Semua orang di dalam ruangan itu tahu Firma Hukum Dentons, bagaimanapun juga firma ini sangat terkenal, dan lagi, rumah sakit Daniel bekerja sama dengan firma hukum Dentons untuk menangani urusan legalitas dan bantuan hukum semenjak berdirinya rumah sakit ini....
...Sementara Alex sebenarnya sangat pelit dalam urusan pengeluaran, dia tahu biaya pendampingan dan bimbingan hukum dari Dentons sangat mahal, maka dari itu dia menyewa pengacara Gu sebagai pengacara keluarganya karena biayanya empat kali lebih murah dari Dentons, asisten Long pun tahu tentang hal ini, apalagi sebagai seorang asisten atau sekretaris pribadi, dia di tuntut untuk memiliki koneksi, kepintaran dan pengetahuan yang luas....
...Disisi lain, waktu baru memegang lisensi sebagai pengacara, pengacara Gu sempat beberapa kali melamar ke Dentons namun semuanya di tolak, untuk itu dia mendirikan firma hukumnya sendiri, dan berkembang dengan sangat baik. Namun jika di bandingkan dengan Dentons, jelas dapat di katakan firma hukumnya adalah semut kecil yang tidak perlu di perhatikan....
...Berlututnya Alex di depan Jun pada akhirnya dapat di mengerti oleh semua orang, meskipun tuntutan 5 milyar dollar AS dari Jun hanya karena ancaman yang merusak mental adalah jumlah yang di luar nalar. ...
...Disini terlihat Jun sedang merampok seseorang dengan cara yang sah dimata hukum. Dan lagi dengan dukungan Dentons dan beberapa bukti, perampokan SAH ini bisa saja di lakukan....
...Namun terlihat berbeda dengan Jun, dia yang melihat Alex berlutut dengan keras malah berakting bingung dan khawatir, dari sini dapat dilihat bahwa Jun hanya mempermainkan emosi Alex....
..."Auw..!! tuan Alex apa yang anda lakukan?? memang ini adalah rumah sakit, namun anda tidak perlu sakit untuk berada disini. Ayolah.. bangun.. banguunn.. kita periksa lututmu"...
...Jenny yang melihat ini, sangat kesal dengan Jun, dia langsung mengambil beberapa kertas di atas meja ayahnya, meremasnya menjadi bola kemudian melemparnya ke arah Jun dan berteriak.....
..."Woy..!! curut... tidak bisakah kau serius sedikit, kenapa selalu menyebalkan jadi orang"...
...Mendapatkan lemparan kertas dari Jenny Jun reflek menghindarinya lalu kemudian memijat hidungnya sambil tersenyum....
...Namun Daniel yang melihat Jenny melempar tumpukan kertas-kertas itu langsung terlihat panik. Dia tahu kedekatan Jenny dan Jun dari informasi yang dia peroleh, selama ini memang dia tidak mempermasalahkannya karena kedekatan itu hanya sebatas pertemanan....
...Akan tetapi bukan hal itu yang membuatnya sedikit panik, tetapi dokumen-dokumen yang Jenny remas adalah dokumen investasi dan pengalihan saham yang dikirim oleh divisi legalitas firma hukum Dentons pagi ini yang belum sempat dia baca sama sekali....
...Dengan cepat dia berlari ke arah Jun kemudian tersenyum canggung kepadanya dan langsung mengambil bola kertas yang di lempar Jenny....
..."haiyooo... ini adalah dokumen asli dan softcopy investasi dan pengalihan saham dari pemegang saham terbesar rumah sakit kita yang baru, kemungkinan besar dia akan mengambil alih kursi direksi ini di masa depan, dan kamu meremasnya begitu saja, aku bahkan belum membacanya sama sekali. Kau ini....!!...
...Daniel mengomel sambil merapikan kertas tersebut...
..."waduuhh.!!!.. maaf ayah, aku......"..-.."...
...Saat perhatian semua orang teralihkan ke Daniel dan Jenny, kembali terdengar suara kletok yang keras, itu adalah Alex yang membenturkan keningnya dilantai dengan sangat keras, tujuannya adalah mendapatkan rasa simpati dari Jun....
..."Tuan Jun, maafkanlah aku, aku sadar aku telah melakukan kesalahan terhadapmu, tolong ampuni hidupku. Berikan aku kesempatan untuk bertobat, aku berjanji tidak akan melakukannya lagi"...
...Setelah selesai berbicara, kemudian Alex kembali membenturkan keningnya kelantai 3 kali sampai-sampai keningnya berdarah. Dia sangat takut Jun tidak akan melepaskannya....
...Jun yang melihat ini, mendekatinya kemudian berjongkok dan memegang kedua bahu Alex....
..." tuan Alex berdirilah.. jangan seperti ini, anda menyiksa diri anda sendiri"...
__ADS_1
...Setelah itu Jun membantu Alex berdiri lalu membawanya ke sofa dan mempersilahkannya untuk duduk....
...Mendapat perlakuan ini, Alex merasakan secercah harapan di hatinya. Diapun dengan patuh duduk disofa....
...Jun kemudian duduk di sofa berlawanan, berhadap-hadapan dengan Alex, namun sebelum duduk Jun mengambil hanphone di sakunya, melihat kelayar, dia langsung mengkerutkan keningnya sambil mengutak-atik thouchscreen handphonnya....
...Semua orang menunggu apa yang akan di katakan oleh Jun dengan tatapan yang sangat serius, terlebih lagi Jun terlihat sangat serius saat melihat layar hanphonnya, semua orang bisa menebak bahwa apa yang dilihat Jun adalah informasi yang sangat-sangat penting. maka dari itu tidak ada yang berani bersuara....
...Setelah beberapa saat, senyuman mengembang di wajah Jun, semua orangpun akhirnya mengkerutkan kening mereka, menebak-nebak apa yang sedang terjadi. Namun hal yang tidak pernah mereka sangka adalah... Jun bangkit dari tempat duduknya, kemudian mendekati Alex sambil menunjukan layar handphonnya.....
..."Tuan Alex lihat ini.. wajahmu seperti siluman badak bercula satu.. lucu sekali.. wkwkwkwkahahakkwkwk?"...
...Jun tertawa ngakak duduk disofa sambil memegang perutnya.. lalu beberapa saat kemudian dia terjungkir balik kebelakang dengan kepalanya di bawah dan kaki di atas, dia lupa bahwasanya dia duduk di Puff tanpa sandaran karena saking asiknya tertawa dan mengejek Alex....
...Hal ini menyebabkan semua orang yang ada di ruangan itu ingin menangis.. tentu saja kecuali para tim pengacara robot yang tanpa ekspresi dan Alex yang menatap Jun penuh kebencian....
...Jun langsung bangkit dari jatuhnya, namun bukannya kesakitan atau malu, dia malah memarahi orang-orang......
..."***dasar babi... siapa yang melepas sandarannya ini?? katakan!!!"...
..."woy curut... dari dulu juga Puff itu tanpa sandaran, dasar menyebalkan***"...
...Jenny balik memarahi Jun dengan ekspresi marah.....
..."kenapa ngga ngasi tahu dari tadi??"...
...kata Jun sambil mengangkat kepalanya...
..."issshhh..."...
...Jenny langsung membuang muka sambil menyilangkan tangannya didada....
...Jun berbalik untuk melihat Alex yang memandangnya dengan tatapan tajam seolah-olah dia siap untuk mengulitinya hidup-hidup. Jun tersenyum, menyilangkan kakinya dan menaruh kedua tangannya di atas lutut, ekspresinya kembali tenang dan serius....
..."maafkan aku tuan Alex, aku membuatmu marah dan menyakiti hatimu, namun kamu benar-benar seperti badak bercula satu... sumpah.."...
...Jun mengacungkan telunjuk dan jari tengahnya sebagai tanda, setelah jeda sebentar Jun melanjutkan...
..."Anda obati luka anda dulu disini, atau kalau anda ingin sedikit berhemat, anda dapat membeli es batu dan mengompres luka anda di rumah.. kita mungkin akan bertemu di pengadilan, jadi persiapkanlah dirimu"...
..."tuan Jun, saya sudah meminta maaf dengan tulus kepada anda, tetapi anda masih mempermainkan saya. apakah tidak ada sesuatu yang bisa saya lakukan agar anda mencabut gugatan anda?? Alex...
..."tuan Alex, anda harus tahu.... saya adalah orang yang sangat memegang teguh apa yang saya katakan, saat saya mengatakan keluarga anda harus hancur, itu berarti keluarga anda akan hancur.. tidak akan berubah lagi, apapun yang ada lakukan tidak akan merubah apapun." Jun...
..."tuan Jun, saya hanya memiliki 1 putra, saat putra saya di pukuli hingga koma, tidak perduli orang tua seperti apa, saya sebagai seorang ayah terus terang sangat marah, itulah kenapa saya bersikap seperti ini hari ini"...
...Alex menghela nafas dengan berat.....
..."selain putra, saya juga memiliki putri yang masih di perguruan tinggi, dia gadis yang sangat berbakat, pintar dan juga baik hati, saya juga masih memiliki seorang ibu yang sudah sangat tua,"...
...sampai di titik ini Alex menitihkan air matanya, dia langsung merosotkan dirinya kembali berlutut kepada Jun...
__ADS_1
..."tuan Jun, karena emosi dan dendam atas anak saya, saya melakukan kesalahan ini.. silahkan hukum saya, tapi jangan hancurkan keluarga saya, apapun bisa saya lakukan untukmu tuan Jun, namun selamatkanlah mereka"...
...Alex menangis lirih, tubuhnya bergetar.. ini adalah pertama kali dalam hidupnya, dia lahir di keluarga kaya, sebagai ahli waris dia sebenarnya cukup cakap dalam bisnis....