Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku

Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku
bab. 14 (makan malam keluarga)


__ADS_3

...Orang tua itu pun terkejut dan matanya terbuka lebar...


...*jadi benar, kamu adalah pacar dari Jenny??? aaaahhh... sungguh kebetulan sekali, sebenarnya aku tidak ingin menghadiri undangan ini, tapi saat Jenny menelfonku, aku ingin memberikanmu hadiah perkenalan, jadi aku datang kesini*...


...Orang tua itu tersenyum kepada Jun, sambil menepuk pundaknya ramah.....


...Jadi sebenarnya, Daniel telah memberitahu seluruh keluarganya tentang situasinya, dan menyuruh ayahnya untuk memberikan sebuah hadiah kepada Jun. Dengan status Jun saat ini, jelas seluruh keluarga sangat bahagia untuk Jenny. Jika perkawinan terjadi, ini akan mengangkat derajat keluarga....


...Tapi Jun tidak memperhatikan ini juga tidak terlalu khawatir, dia hanya fokus kepada sifat Jenny, yang lainnya tidak perlu di fikirkan. Dengan harta yang di berikan Eka, segalanya akan lebih mudah....


...Jun pun membalas senyuman Kakek.....


...*maafkan aku kek, aku berkata tidak sopan terhadapmu barusan*...


...*tidak apa-apa... aku hanya membenci anak muda yang menghambur-hamburkan uang orang tuanya, jadi itulah kenapa saat aku melihatmu jadi ingin menasehati*...


...setelah jeda sebentar ia melanjutkan...


...*oh ya, perkenalkan namaku David, aku ayahnya Daniel tentu kamu sudah tahu.. mari kita lanjutkan mengobrolnya di rumah, tadi Jenny sudah menelfon menyuruhku cepat pulang*...


...*baiklah kek.. ngomong-ngomong kakek pulang sendiri atau ada yang menjemput??*...


...*aku ada supir, dia sedang mengambil mobil di basement, jadi aku menunggu disini.. itu dia*...


...saat kalimat selesai di ucapkan, datang sebuah Land Rover Range Rover 3.0LWB berhenti di depan mereka...


...*eee.. maaf tadi di pelelangan namamu di sebut sebagai Tuan Gede Juni kan??*...


...*panggil saja Juni atau Jun kek, semua orang memanggilku Jun, aku lebih suka yang simpel, biar tidak canggung*...


...*hahaha... kamu pemuda yang rendah hati, baiklah Jun apa aku boleh menumpang di mobilmu? sebenarnya aku masih ingin mengobrol*...


...Di masa muda David sangat menyukai mobil sport, namun karena keadaan ekonomi keluarganya saat itu masih kelas menengah atas, jadi dia hanya sanggup membeli BMW Z4, selama bertahun-tahun bekerja keras akhirnya dia bisa membeli sebuah ferari F355 itu adalah pencapaian terbesarnya, namun saat usianya menginjak paruhbaya, dia mengubur keinginannya. Fokus dengan bisnis saja....


...Saat ini melihat mobil sport Jun jelas dia ingin merasakan sensasinya lagi, ingin merasakan gejolak muda yang dulu belum terpuaskan....


...*sebenarnya ada oleh-oleh untuk kalian di kursi penumpangku, apa boleh di titipkan di mobil kakek??*...


...*tentu saja boleh, ayo... mari pindahkan*...


...mendengar ijin dari David Jun menoleh cyborg yang masih setia berdiri di belakangnya,...


...*Jono.. tolong pindahkan semua barang ke mobil kakek..*...


...Sebenarnya para unit robot humanoid (cyborg) ciptaan Eka belum di beri nama, dia mempercayakan Jun untuk itu. Tapi Jun belum memutuskan untuk memakai mereka untuk berada disisinya. jadi dia memanggil asal saja....


...*baik tuan*...


...Jun dan David mengawasi cyborg dan supir David memindahkan semua barang, setelah semua barang di pindahkan, Jun menyuruh cyborg itu kembali ketempatnya....


...*kakek, mari kita berangkat*...


...Jun mempersilahkan David untuk naik, namun David hanya berdiri saja, terlihat dari sorot matanya kalau dia sangat mengagumi mobil Jun, Jun yang menyadari ini kemudian berkata.....


...*kakek... apakah anda mau mengemudi??*...


...David tersentak, dia kembali tersadar, sebenarnya walau dia tidak lagi mengejar keinginannya untuk membeli supercar dikarenakan umurnya yang sudah tidak lagi muda, namun jauh di dalam lubuk hatinya dia masih ingin memilikinya....


...mungkin nanti saat masa pensiunnya.....


...*aahh... apakah boleh?? saat muda dulu aku pernah memiliki ferari, namun aku sudah menjualnya untuk tambahan modal bisnis, aku sebenarnya sangat ingin memiliki supercar, namun karena umurku sudah tua, jadi aku menahan keinginan itu*...


...*siapa bilang anda sudah tua?? anda masih bisa mengendarainya*...


...*Jun, mulut bisa berbohong, tapi tenaga dan reflekku tidak akan berbohong, sedikit kesalahan dalam mengemudikan supercar, anda tidak akan tahu kapan anda masuk kesungai, tiba-tiba anda sudah ada didalamnya dalam keadaan basah kuyup*...


...*berarti anda harus berhati-hati, aku tidak membawa baju ganti hahaha..*...


...Mereka mengobrol sebentar lalu memutuskan untuk berangkat, sebelum berangkat Jun berpamitan dengan Tang, Jun sempat menanyakan kepada Tang tentang keahlian mengemudinya, ternyata Tang sudah memiliki surat ijin mengemudi, jadi Jun tidak khawatir....


...Keduanya masuk ke mobil dan bergegas menuju ke kediaman David, di ikuti oleh mobil David yang di kendarai supirnya. Di perjalanan mereka berdua mengobrol tentang masa muda David dan tertawa bersama....


...Dari obrolan mereka akhirnya Jun tahu, walaupun David tidak kekurangan uang, namun dia kekurangan kasih sayang, ayah dan ibunya beda kewarga negaraan, jadi David sering berpisah lama dengan ayahnya, setelah usia 15 tahun david menemukan bahwa dirinya adalah anak haram, dan ayahnya di negara asalnya sebenarnya juga memiliki keluarga lengkap....


...Jadi dia berusaha sendiri menghasilkan uang, bekerja keras sepanjang waktu, dan semenjak ayahnya meninggal akhirnya dia mendapat kiriman warisan berupa uang tunai sebesar 1jt dolar, dari uang itulah akhirnya David bisa sebesar sekarang, dan hal ini yang mendasari sifatnya yang membenci generasi yang menghamburkan uang orang tuanya....


...Namud David mengemas semua cerita itu dengan lelucon, sehingga waktu tak terasa berlalu dan mereka sampai di kediaman David. Dan kebetulan sekali, begitu gerbang di buka dan saat mobil Jun memasuki area rumah, Jenny berada di teras dan berniat menelfon Jun....


...Jenny sempat bingung melihat mobil lamborghini veneno yang masuk kedalam rumahnya, namun begitu melihat kakeknya dan Jun di dalamnya, kebingungannya berubah menjadi keterkejutan, Daniel yang mendengar suara mobil Jun datang pun bergegas keluar, diapun akhirnya ketularan Jenny....


...*Kakek!!! honey!!! bagaimana kalian bisa datang bersama??*...

__ADS_1


...Daniel kemudian mengikuti.....


...*ayah..!! Jun..!!*...


...*Paman, Jenny... maaf aku terlambat* Jun...


...*kalian jangan memarahinya, aku yang membuatnya terlambat*...


...* baiklah mari kita masuk Jun* David...


...*eee.. kek oleh-olehku* Jun...


...*oh iya... aku lupa*...


...David kemudian menyuruh Daniel memanggil beberapa pelayan lagi untuk keluar membantu supirnya.....


...Disisi lain Jun mendekati Jenny yang masih berdiri mematung.....


...*Honey kamu cantik sekali malam ini, seperti peri*...


...Jun memuji Jenny sambil menyelipkan helai-helai Jenny rambut ke kupingnya....


...*terimakasih, kamu juga jauh lebih tampan dengan setelan formal*...


...Jenny membalas pujian dari Jun sambil menundukan wajahnya yang memerah sambil memegang lengan Jun....


...*Hey... disini masih ada kami.. lanjutkan romansa kalian nanti saja*...


...David menyela keromantisan Jenny dan Jun...


...saat akan memasuki mansion, Ibunya Jenny keluar.....


...*eee... tamunya sudah datang?? aku melihat banyak bungkusan di bawa pelayan masuk rumah, jadi aku penasaran*...


...*itu calon mantumu sayang... bukan aku* david...


...*ayah.... siapa juga yang menunjukmu, percaya diri sekali...*...


...Maria berkata ketus kepada David. kemudian dia menoleh kepada Jun.....


...*perkenalkan Aku Maria, ibunya Jenny, kamu pasti Jun kan??...


...Jun menghampiri Maria untuk berjabat tangan...


...*kamu gagah sekali.. Jenny beruntung memilikimu*...


...*bibi, keberuntungan adalah milikku, sekarang aku jadi tahu kenapa Jenny sangat cantik dan pintar* Jun...


...*kamu ini... bagaimana mulutmu bisa semanis ini??* Maria...


...*yakinlah bi, kata-kataku ini baru sekali ku ucapkan* Jun...


...*sudah-sudah.. kamu jangan merayuku lagi, jantungku tidak akan kuat menahan debaran kencang* Maria...


...*Jun... jangan pernah berfikir untuk mencuri istriku.. oke!!* Daniel...


...*paman.. mau bagaimana lagi, keadaannya seperti itu* Jun...


...*pria tampan akan memiliki wanita yang cantik juga* Daniel...


...*woy... kapan kita bisa makan kalau kalian saling membual di depan pintu??, aku sudah lapar.. Jun ayo masuk* David...


...Lalu David meninggalkan mereka, sambil memberikan tanda masuk dengan kepala....


...*baik kakek... mari* Jun...


...Saat hendak masuk Maria berkata pada Jun.....


...*Jun.. kenapa kamu membawa banyak sekali oleh-oleh, kamu seharusnya tidak perlu repot-repot seperti ini*...


...*bibi, ini adalah hadiah perkenalanku.. tolong jangan di tolak* Jun...


...*honey... ibu benar.. kamu seharusnya tidak usah repot, bagaimanapun juga ayah lah yang mengundangmu untuk datang*...


...Jenny ikut menimpali ibunya...


...*ini tidak merepotkan honey, aku kebetulan sedang berbelanja, jadi aku sekalian membelikan kalian* Jun...


...*baiklah-baiklah ibu dan adik sesang menunggu kita, ayo kita masuk* Daniel...


...Merekapun masuk kedalam mansion, Jun kagum dengan nuansa mansion keluarga David, aula ruang tengah sangat luas dan megah, terlihat minimalis dan sederhana namun elegan dan mewah disaat bersamaan, jelas ini membutuhkan tangan yang sangat terampil....

__ADS_1


...Mereka langsung menuju ruang makan, disitu terlihat Nenek dan Bibi Jenny sedang menyiapkan meja makan bersama para pelayan. Saat mereka melihat David, Daniel disusul Maria, lalu Jenny yang menggandeng tangan Jun, mereka menghentikan kegiatan mereka dan menyapa.....


...*Kalian sudah datang.. mari-mari silahkan duduk.. ini pasti Jun kan?? kamu tampan dan gagah sekali.. ayu duduk*...


...Neneknya Jenny menghampiri Jun dan mengajaknya untuk duduk....


...Meja makan ini sendiri terbuat dari kayu utuh dan berbentuk oval, terlihat sangat halus dan mewah. Seperti pengaturan makan keluarga besar lainnya, David berada di ujung meja, Daniel, Maria dan Bibi Jenny di kanan, Nenek, Jun dan Jenny di kiri.....


...Saat mereka swmua sudah duduk, Nenek Jenny berkata pada Jun.....


...*Setelah 2 tahun kami menyuruh Jenny untuk segera menikah, akhirnya hari ini dia membawa seseorang untuk di kenalkan. Aku bahagia mendengarnya, aku sangat ingin melihat dan menggendong cicitku sebelum meninggal*...


...*Nenek... jangan berkata seperti itu terus.. aku yakin kamu akan selalu sehat dan sehat, jadi kamu akan bisa melihat anakku* Jenny berkata dengan ekspreai dilema...


...*itu benar Nek, kamu masih akan sehat sebelum dan setelah melihat cicitmu kelak, kalian akan menghabiskan banyak waktu bersama dan bermain bersama*...


...Jun menunjukkan keyakinan dalam ekspresinya, dia ingin membuat Nenek Jenny sesikit melupakan kesedihannya....


...*ibu jangan membicarakan itu dulu, ini adalah perkenalan keluarga kita dengan Jun, seharusnya kita membicarakan hal-hal menyenangkan..*...


...Daniel mencoba membujuk ibunya....


...*sudahlah sayang, jangan berfikir tentang kematian terus, kamu masih sehat dan cantik seperti saat kita baru bertemu pertama kali*...


...setelah mengatakan itu dia menoleh ke arah Jun.....


...*Jun, sebelum makan, aku akan memperkenalkan seluruh anggota keluargaku, di sebelah kanan tentu kamu mengenal Daniel dan Maria, ada juga bibinya Jenny, namanya Angelica*...


...*hallo Jun namaku Angelica, salam kenal*...


...Angel mengangguk dan tersenyum kepada Jun...


...*salam kenal bibi, tolong jaga aku*...


...Jun membalas senyuman Angel...


...Lalu kemudian David melanjutkan perkenalannya.....


...*Dan bidadari di sebelah kananku ini adalah Margareth istriku*...


...*salam kenal Nenek*...


...Jun mengagguk sambil tersenyum pada Margareth...


...*Jun selamat datang ke rumah keluarga kecil kami, semoga cepat dapat menyesuaikan diri* Margareth...


...*Tentu Nek, aku sekarang hidup sebatang kara, tanpa orang tua dan saudara kandung namun aku masih memiliki keluarga besar di Bali* Jun...


...*itu berarti kamu masih memiliki kakek dan paman??* Margareth...


...*mereka dari sepupu kakekku, kakekku adalah anak satu-satunya, kakek dan nenekku meninggal karena kecelakaan, sedangkan ayahku memiliki seorang adik perempuan yang sekarang sudah menikah dan tinggal di kota lain di indonesia, dulu ibuku meninggal karena sakit saat aku masih berumur 10 tahun, dan ayahku juga meninggal 6 tahun yang lalu juga karena sakit, jadi inilah aku yang sekarang* Jun...


...*Maafkan nenek Jun, nenek tidak bermaksud membangkitkan kesedihanmu* Margareth...


...Semua orang di meja makan juga menunjukkan keprihatinan mereka....


...*Tidak apa-apa Nek, itu sudah berlalu bertahun-tahun yang lalu, jadi aku sudah terbiasa* Jun...


...*Baiklah... sesi perkenalannya kita sudahi dulu, mari kita mulai makan-makannya*...


...David memecah kecanggungan....


...Selama makan malam Jenny selalu di buat malu oleh seluruh keluarganya, sebagian besar pembicaraan mereka adalah tingkah laku dan masa-masa kecil Jenny....


...Jenny kecil adalah orang yang ceria dan sangat pintar, apapun yang dia inginkan harus dia dapatkan, pernah dia inginkan permen coklat, dia akan merengek pada semua orang, gagal dengan kakeknya, dia akan ke neneknya, begitu terus keseluruh keluarganya sampai dia dapat, tak jarang jika gagal dengan seluruh keluarganya, pengasuh dan para pelayanpun tidak luput....


...Jun selalu dapat menenangkan Jenny dari rasa malunya dengan membelai tangannya Jenny dengan senyum pengertian. Selama makan Jenny selalu membela dirinya, protes dan menunduk, wajahnya merah dan sangat merah....


...Setelah selesai makan, mereka semua beralih ke aula keluarga, mereka melanjutkan perbincangan mereka disana. Jenny yang tidak ingin menjadi bulan-bulanan keluarganya lagi berusaha mencari topik pembicaraan....


...Akhirnya matanya tertuju pada kotak-kotak kado yang Jun bawa, di bagian atas masing-masing kotak sudah terdapat kartu yang terikat pada pita dan bertuliskan kepada siapa pemilik hadiah ini....


...Mereka sempat terkejut mengetahui fakta bahwa Jun membelikan hadiah kepada masing-masing dari seluruh anggota keluarga, namun saat mengingat perkataan Daniel tentang status Jun, mereka semua dapat memahaminya....


...Mereka juga sangat terkejut dengan semua hadiah yang Jun berikan, ini adalah barang-barang terbaik dan limited edition semua, harganya tentu saja sangat mahal. Mereka semua sangat senang dengan hadiahnya....


...Melihat ini Daniel dan David yang berencanya menyenangkan Jun menjadi tidak percaya diri memberikan hadiahnya, namun David memantapkan tekad untuk menyerahkannya pada Jun, dan untunglah Jun menerimanya dengan bahagia....


...*waahh... kakek, kenapa repot-repot, ini kalung yang sangat indah. aku akan selalu memakainya dari sekarang*...


...Kalung ini sendiri di beli David di pelelangan yang di hadirinya tadi sore 18,04 karat "Rockefeller Emerald" seharga 5,5 juta dolar (75 miliar rupiah)....

__ADS_1


__ADS_2