
...Kedekatan mereka juga di sebabkan oleh sikap Jun, Gede, Dody dan Iqbal yang ramah dan rame, khas dari orang Indonesia....
...Jun dan Gede sama-sama dari Bali, Jun dari kota Denpasar sedangkan Gede dari Ubud, Dody dari Lombok Barat, Iqbal dari Tasikmalaya, saat mereka pertama kali bertemu di asrama langsung saja mereka klop dan akrab....
...Jun dan Dody tinggal di kamar 818 sedangkan Gede dan Iqbal di kamar 817, karena mereka sering main ke kamar masing-masing jadi secara tidak langsung mereka bertemu dengan Raj dari mumbay, Lee dari busan yang tinggal bersama Gede dan Iqbal, serta Faizal dari malaysia dan Steve dari phillipine yang tinggal bersama Jun dan Dody....
..."aku sudah meminta Jenny untuk menghubungi mereka untuk memberitahu keberadaanku. Beberapa hari ini setelah kecelakaan aku di selamatkan oleh warga lokal disana, dan sekarang aku sudah sembuh jadi aku kembali pulang. Maaf aku sudah sudah membuat kalian semua khawatir.."jun...
..."tidak apa-apa Jun, aku sendiri baru kembali 2 hari yang lalu dari hutan xihuangbana untuk mencarimu. Bos memanggilku untuk kembali bekerja."...
...setelah jeda sebentar Raj melihat jam tangannya lalu melanjutkan....
..."baiklah kamu istirahat dulu, aku harus berangkat bekerja, aku sudah hampir telat, kita bicara lagi besok pagi"...
...saat ini Raj kerja shift malam, dan baru akan kembali ke esokan harinya....
..."okey.... yang semangat kerjanya, sampai jumpa besok..."...
...Raj pun mengangguk dan tersenyum menanggapinya, lalu berlari menuju lift. Jun akhirnya berjalan menuju kamarnya, dan setelah sampai Jun menggelengkan kepalanya, keadaan didalam kamar itu terlihat berantakan dan sepertinya di tinggal dengan tergesa-gesa....
...Jun membersihkan dan merapikan kamar itu sebentar lalu kemudian tidur. Entah berapa jam dia tertidur, dia bangun dan tersadar saat mendengar pintu kamarnya coba untuk dibuka dari luar, namun karena kunci Jun masih tercantol di lubang kunci dari dalam maka tidak dapat di buka dari luar....
...Jun akhirnya bangkit dari tempat tidurnya, dia samar-samar mendengar teman-temannya di luar kamar kebingungan dan menebak-nebak bahwa Jun pasti sudah datang....
...Jun pun membukakan pintu kamar, dan terlihat semua teman-temannya berkumpul di depan kamarnya. Mereka semua terlihat senang dan bahagia, segera mereka berhamburan untuk memeluk Jun, bahkan ada yang memukul dan menendang Jun karena kesal terhadapnya....
...Merekapun masuk kedalam kamar, menanyakan apa saja yang di alami Jun selama ini, namun yang paling banyak di tanyakan adalah kondisi fisik jun yang sedikit berubah, selain lebih tinggi dan berotot, kulitnyapun lebih bersih dari sebelumnya....
..."ayolah Jun... jangan merahasiakannya kepada kami, bagaimana bisa tubuhmu bertambah tinggi dan berotot seperti ini hanya dalam waktu 2 minggu" Dody...
..."sudah ku bilang aku di gantung di atas pohon oleh seorang kakek-kakek yang menyelamatkanku, dia bilang itu adalah terapi"...
...ungkap Jun berbohong, tetapi tidak ada satupun yang percaya.....
..."biarin aja Dod, yang penting dia kembali dengan selamat dan utuh" Gede...
..."heh... loe enak pada tinggi-tinggi semua.. lah gue!! bantet gini, gimana gue bisa dapat cewe"...
...keluh Dody yang tingginya hanya sekitar 157cm....
..."Dod syukuri aja pemberian tuhan... lagian cewe-cewe jaman sekarang ngga peduli loe tinggi apa engga, yang penting duit loe" Iqbal...
..."iya bener dod, aku aja nih ya... udah tinggi... ganteng pula... tapi tetep aja aku di tinggalin.. nyesek ngga tuh" Jun...
..."aku aja tinggi ngga dapet-dapet juga.. percuma tau ngga.. bener tuh yang di bilang Iqbal, kalo kamu kaya.. cewe datang dengan sendirinya, ngga perlu nyari.." Gede...
..."kalian ini asik ngobrol dengan bahasa indo, ngga mikirin kita??"...
...Steve menimpali dengan komplaint karena merasa di abaikan....
..."haha..ha..ha.. sorry sorry... Dody tuh"...
...Jawab Jun yang akhirnya menggunakan bahasa inggris....
...Mereka berdelapan masing-masing menguasai setidaknya 3 bahasa, bahasa ibu, bahasa inggris dan bahasa mandarin....
...merekapun akhirnya mengobrol sampai matahari pagi menembus masuk kekamar mereka, kemudian mereka memesan makanan antar untuk sarapan bersama, kebetulan disaat yang sama Raj juga sudah datang....
...Mereka melanjutkan obrolan mereka di sela-sela sarapan, kemudian bergiliran mandi dan beristirahat. Hari ini mereka semua masih dalam masa cuti, jadi mereka memutuskan untuk beristirahat, karena bagaimanapun juga mereka baru datang dari perjalanan jauh....
...Namun berbeda dengan Jun yang memutuskan untuk pergi ke rumah sakit, dia bermaksud untuk melaporkan keadaanya kepada atasannya....
__ADS_1
...Setelah mandi dia memakai seragam kerjanya, dan bergegas turun ke basement tempat motornya di parkir. Segera dia melajukan motornya, namun sebelum sampai di gerbang asrama HPnya berdering, Jun menghentikan motornya....
...Setelah dia melihat Id penelfonnya dia mengangkat 1 alisnya, ini dari Jenny....
..."ada apa Jen??" jun...
..."cepatlah datang kerumah sakit, kami menunggumu di ruang direksi" jenny...
..."apa ada masalah??" Jun...
..."sebaiknya kamu bergegas, kita bicarakan disini" jenny...
...Suara Jenny terdengar sedikit cemas dan khawatir Jun dapat merasakannya....
..."baiklah 15 menit lagi aku sampai" jun...
...Jun langsung menutup sambungan telfonnya, lalu memasukkan HPnya ke saku celana. Segera dia bergegas ke rumah sakit. Jun masih ragu tentang masalah yang akan di hadapinya, bisa jadi tentang absennya selama 2 minggu, bisa juga tentang masalahnya dengan James. Tapi Jun tidak mau terlalu larut dalam fikirannya, apapun itu dia akan hadapi....
...Tak berselang lama, akhirnya Jun sampai di ruangan direksi, dia langsung mengetuk pintu ruangan tersebut. Segera pintu itu terbuka, dan Jenny adalah orang yang membukakannya. Namun wajah Jenny terlihat sangat-sangat khawatir, bahkan terlihat hampir menangis....
...Didalam ruangan tersebut, terdapat beberapa orang, diantaranya direktur rumah sakit, manajernya, 3 lelaki paruh baya yang memakai setelan jas rapi yang tidak di kenalnya, dan 2 orang petugas kepolisian. Dari sini Jun dapat menebak masalah ini ada hubungannya dengan James....
..."Jun, apa kamu tahu kenapa aku memanggilmu kesini??"...
...Kata direktur rumah sakit...
..."Mungkin saja, tapi aku tidak mau menebak-nebak, silahkan katakan secara langsung" Jun...
..."kalau begitu perkenalkan, tuan ini adalah tuan Alex dari Taiwan, di sebelah beliau adalah tuan Gu pengacaranya dan tuan Long adalah asistennya, mereka membawa petugas polisi ini untuk menangkapmu karena tuduhan penyerangan dan uji coba pembunuhan terhadap dokter James, apa ada yang ingin kamu sampaikan??" direktur...
..."maafkan saya direktur, saya akan balik bertanya dulu kepada tuan alex, saya tidak tahu apakah tuan Alex mengijinkan saya atau tidak.." jun...
..."saya sangat sibuk dan tidak punya banyak waktu untuk mengobrol, namun kalau ada yang ingin kau tanyakan, sebaiknya cepat"...
..."maafkan saya tuan Alex, saya tidak tahu kalau anda sibuk, saya tidak akan mengganggu waktu anda, silahkan anda melanjutkan kesibukan anda, saya akan mengobrol dengan petugas polisi saja." jun...
...Mendengar ini Alex menggebrak meja dengan keras, matanya memerah, dia langsung berdiri dan menunjuk hidung Jun dengan marah berteriak....
..."***BAJINGAN....!! kamu orang luar berani mempermainkanku dan mengusirku, KURANG AJAR!! aku akan membuatmu menderita karena telah membuat anakku menderita hingga hampir mati.."...
..."ada apa denganmu tuan Alex,?? barusan kamu bilang kamu sangat sibuk, sekarang kamu menyalahkanku karena tidak ingin mengganggumu, apa kamu mencoba memainkan sebuah drama disini?? maafkan aku tuan Alex, aku tidak memiliki waktu untuk menontonmu***"...
...Jun memasang ekspresi yang sangat tenang, bahkan tidak terganggu dengan intimidasi Alex....
..."KAU ".._.."...
...Alex tidak dapat menyelesaikannya, dia hampir memuntahkan darah.....
..."tuan Jun, anda dapat kami jebloskan ke penjara paling tidak selama 15 tahun, karena anda telah menyerang tuan James hingga sekarat dan sampai hari ini masih koma di rumah sakit" pengacara Gu...
..."apakah kamu tahu persis bagaimana kejadiannya?? dan anda mengatakan akan menjebloskan saya kepenjara selama 15 tahun, darimana keyakinanmu berasal?? jun...
..."anda tidak mengenal saya, jadi saya memaklumi sikap anda, namun sekarang anda dapat mengikuti para petugas ini ke kantor polisi, silahkan lakukan pembelaan anda disana, mungkin nanti anda akan tahu, apa yang saya mampu" pengacara Gu...
..."hahaha... baiklah-baiklah, tetapi ijinkan saya menghubungi pengacara saya dulu, mungkin saja saya bisa membalikkan keadaan dan menghancurkan kalian sampai ke akar kalian.." Jun...
..."APAAA...!!! hahahahaaa... anak muda, mulutmu boleh juga.. kamu fikir kamu siapa?? HAHH!! apa menurutmu kamu yang hanya orang luar dapat menghancurkan taipan lokal sepertiku, kamu hanyalah seekor anjing yang mengemis makanan disini. Kamu harus tahu dengan beberapa kalimat saja dari mulutku... kamu dan anjing-anjing lain akan diusir dari sini. MENGERTI KAMU" Alex...
..."hey... kakek tua, kamu selalu saja ribut dari tadi, kamu memakai setelan mahal dan mengatakan bahwa kamu seorang taipan, tapi kamu lebih terlihat seperti anjing liar yang kekurangan makan,.. haaiiahhh... sayang sekali sisa tulang ayam tadi pagi sudah ku buang" Jun...
..."BAJINGAAANN...!!!...
__ADS_1
...Alex mencoba menerkam Jun, namun di hentikan oleh pengacara dan asistennya yang kebetulan berada di dekatnya.....
..."Haaiiisshhh...!!!. tolong jaga dia,... sudah kubilang aku tidak membawa sisa tulang ayamnya, kau memang anjing liar tua yang kelaparan.." Jun...
...Disisi lain Daniel sang direktur rumah sakit yang juga ayahnya Jenny sudah tidak tahan melihat Jun terus-terusan memancing kemarahan Alex.....
..."***JUN.., HENTIKAN...!!! apa yang kamu fikirkan?? apa kamu pernah memikirkan konsekuensi dari perbuatanmu ini. Sebaiknya kamu minta maaf!!...
..."maafkan aku direktur.. jika seseorang datang kepadamu membawa belasan preman bersenjata dan bermaksud untuk menghancurkan tubuhmu hingga mati, apa yang akan kamu lakukan?? dan jika anda memiliki kemampuan untuk membela diri anda dan melumpuhkan mereka, apakah anda akan memohon ampunan kepada mereka agar tidak memasukkanmu kedalam penjara???...
...Semua orang terdiam tidak menanggapi perkataan Jun, setelah jeda Jun kembali berkata....
..."kemarin anaknya ingin menghancurkanku, dan terbukti aku bisa membela diriku sendiri dan berbalik untuk menghancurkannya, sekarang ayahnya datang dan anda semua tahu apa maksudnya."...
..."yakinlah kepadaku direktur, aku bisa membela diriku sendiri, dan akan melakukan apa yang aku katakan tadi, jadi anda tidak perlu membantu siapapun disini***." ...
...Jun tetap konsisten dengan wajah tenangnya, bahkan sesekali menunjukan senyum bercanda yang meremehkan, hal ini membuat sang pengacara ragu, bahkan tanpa dia sadari keringat dingin mulai mengalir di kening dan punggungnya, dia merasakan ketakutan di bawah alam sadarnya....
...Selama hidupnya dia sudah melalui ratusan perdebatan dan hampir semua perdebatan itu dapat dia menangkan, ini juga yang membawa kariernya semakin cemerlang. Namun hari ini di depan Jun, dia merasakan tekanan yang sangat besar. Argumennya tidak di anggap sama sekali, bahkan Jun tidak hanya sangat tenang, namun berhasil memancing argumen lain sebagai pengalihan. Itu berarti ancamannya bukan hanya di anggap sangat sepele, dari ekspresi Jun pengacara Gu dapat melihat keyakinan yang sangat kuat....
...Sebagai pengacara profesional tentu saja pengacara Gu menguasai pengetahuan dan keterampilan psikologis yang dalam, di dalam persidangan atau perdebatan, keterampilan ini sangat di perlukan, selain mata tajam dan teliti dalam mengamati ekspresi tentu saja. Dalam hati pengacara Gu berfikir bahwa Jun bukanlah orang biasa yang dapat dia remehkan, bahkan mungkin kata-katanya Jun dapat di lakukan oleh Jun....
...Jun masih berkutat dengan handphonenya, mencari pengacara terdekat yang dapat dia panggil, ternyata pengacara terdekat berada di Dacheng yaitu firma hukum Dentons, Seketika pintu di ketuk sekretaris Daniel masuk keruangan, membungkuk ke arah Daniel....
..."maaf direktur, di luar ada beberapa orang yang mengaku pengacara tuan Jun, mereka berkata dari dari firma hukum Dentons di Dacheng"...
...Mendengar hal ini Alex, pengacara Gu, asisten Long dan Daniel tercengang, sedangkan Jenny terlihat bingung, dari tadi emosinya sudah di permaikan, namun dia tidak tahu harus mengatakan apa, dia belum menemukan waktu yang pas untuk menyela. Sedangkan kedua polisi yang datang bersama Alex hanya bisa saling tatap....
..."baik, suruh mereka masuk"...
...Akhirnya Jenny memberanikan diri memecah kesunyian karena melihat sang sekretaris yang masih menunggu jawaban....
..."baik dokter"...
...jawab sang sekretaris kemudian keluar ruangan....
...Alex, pengacara Gu dan asisten Long saling memandang satu sama lain tanpa mengucapkan kata-kata....
...Jun tersenyum sambil mendengus, berkata dalam hati....
..."siaalll...!!! aku tidak tahu harus senang atau menangis, ini berarti aku tidak bisa melakukan hal-hal nakal di ruangan terbuka, aku harus memastikan bahwa para robot ini tidak akan merekam dan menyimpan videoku nanti"...
...Jun menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya....
...Semua orang memandang Jun dengan tatapan aneh, Jun yang menyadarinya pun mengkerutkan kening....
..."ada apa dengan kalian?? kenapa melihatku seperti itu??"...
...semenit kemudian pintu kembali di buka, kali ini sekretaris Daniel mempersilahkan kelima tim pengacara dari firma hukum Dentons untuk masuk. Saat mereka melihat Jun mereka membungkuk sedikit lalu mencakupkan kedua tangan mereka didada.....
..."Om Swastiastu (semoga kita dikaruniai keadaan yang baik oleh tuhan) maaf tuan Jun kami terlambat, tolong hukum kami....
...Melihat ini Jun bergumam dalam hati.....
..."kampret si Eka.. kenapa dia menyetting mereka selebay ini"...
...Jun akhirnya membalas salam mereka, Om Swastiastu.....
..."tidak apa-apa, kalian belum terlambat, apakah kalian sudah mengetahui apa yang terjadi??...
..."kami sudah menyelidikinya tuan, kami juga sudah mengambil beberapa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, dengan bukti ini keyakinan kami untuk menang adalah 100%....
__ADS_1
...Salah satu dari tim pengacara, memperlihatkan beberapa video CCTV dari sebuah tablet. Jun menyadari video-video ini di ambil dari sudut dimana hanya komplotan James yang terlihat jelas, sedangkan di Video lain hanya di perlihatkan Jun yang menghindari tabrakan, dan setelah melihat-lihat video yang lain, Jun merasa puas dan menganggukan kepalanya berulang kali....