Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku

Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku
bab. 75 (Ryusheefa)


__ADS_3

...Jun melepaskan pelukannya dengan Niko, dan langsung mendekati Todya dan Sari....


..."ayah.. Ibu... bagaimana penerbangan kalian??"...


..."cukup menyenangkan, pesawat ini sangat nyaman, senyap dan tanpa getaran, kami bahkan tidak sadar kalau kami sudah sampai dibali secepat ini"...


...Sari menjawab sambil tersenyum mendekati Jun, lalu mereka saling berpelukan dan cepaka-cepiki sebentar....


...Pernyataan mereka memang tidak dilebih-lebihkan, karena memang hampir semua pesawat yang digunakan untuk keluarga Jun memiliki sensor canggih yang dapat membaca arah, kecepatan dan kepadatan udara di depannya....


...Sehingga mesin dan sayap serta ekor pesawat dapat menyesuaikan kecepatan putaran dan arah yang tepat saat melintas, bahkan bahan untuk body serta frame pesawat telah diganti dengan teknologi terbaru yang jauh lebih kuat dan ringan....


..."syukurlah kalau begitu, ayu kita ke rumah saja, Jenny pasti sudah merindukan kalian" Jun menunjuk cullinan di sebelahnya....


..."kalau begitu ayo.. ayah juga sudah kangen dengan Satria" Todya mengangguk....


...Merekapun akhirnya naik kemobil, Niko menawarkan dirinya untuk menyupir, dan Jun mengijinkannya....


...Saat ini di mansion, semua orang sedang asik mengobrol di ruang tamu lantai satu, terlihat Margaret yang sedang menggendong Orlin dan Maria serta Angel sedang menggodanya....


...Daniel di dukung oleh Chya dan Satria yang di dukung oleh David sedang bermain catur, mereka terlalu heboh dalam pertandingan, ejekan demi ejekan terus terlempar dari mulut mereka....


...Sedangkan Jenny dan Indah menyiapkan makanan di meja makan bersama para pelayan....


...Disini terlihat semua orang tidak mengetahui kedatangan Todya dan keluarganya ke mansion....


...Semenjak 4 hari terakhir ada banyak kerabat yang datang untuk menjenguk baby Orlin di mansion, jadi mereka sudah terbiasa menerima tamu....


...Saat sedang asik dengan kegiatan mereka Jun, Todya, Sari dan Niko masuk....


...Chya yang pertama kali melihat mereka berteriak kegirangan....


..."Kakek... Nenek... Paman..." Chya berlari kearah mereka.. melihat ini Satria langsung menghentikan permainannya dan langsung ikut berlari menuju mereka juga....


..."kakeeek.. Neneeekk..." teriak Satria kegirangan, "aku merindukan kalian" lanjutnya saat mereka berpelukan....


..."kakek juga sangat merindukan kalian.." Todya...


..."iya.. sayang.. Nenek juga sangat merindukan kalian berdua.." Sari mencium kening Chya dan Satria bergiliran....


..."apa tidak ada diantara kalian yang merindukanku??" keluh Niko....


..."tentu paman.. aku juga merindukanmu" jawab Chya...


...Satria tersenyum kepada Niko sambil mengangguk, walaupun sebelumnya Satria tidak menyukai Niko, namun sekarang Niko telah berubah, dan perlahan Satria mulai menerima Niko dengan baik....


..."terus ngga di peluk juga gitu??" Niko kembali mengeluh manja....


...Akhirnya Chya dan Satriapun memeluknya Juga, beberapa saat kemudian Indah juga datang setelah Daniel dan David menyapa mereka....


..."tuan Todya.. nyonya Sari dan Niko kalian datang juga.. kalian terlihat jauh lebih muda setelah pertemuan terakhir kita" David memuji...


..."tuan david anda juga sama, kondisi saya saat ini berkat Jun, terimakasih kepada Jun" Todya mengucapkan syukurnya....


..."ayah.. dan kalian semua.. jangan terlalu sering berterimakasih padaku, itu semua sudah kewajibanku" Jun merasa kewalahan dengan ungkapan tersebut, semua keluarganya selalu mengucapkannya setelah diberikan obat peremajaan sampai sekarang pun masih....


..."ayah.. ibu.. Niko.. kenapa tidak ngasi tahu kalau mau datang??" Indah datang dengan perut besarnya.....


..."kami ingin memberimu kejutan, kebetulan Niko sakarang sudah lulus dari pendidikan dan pelatihannya bersama Surya jadi kami datang kesini sebelum nanti niko mengambil alih perusahaan" Sari tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan rasa syukur dan rasa bangga di sorot matanya....


..."semua ini berkat nak Jun, kalau tidak aku tidak tahu bagaimana hidupnya akan berakhir" Todya menimpali, ia tidak bisa tidak mengingat peristiwa setahun yang lalu saat ia dipukuli anak buah Darko....


..."sudahlah ayah... jangan mengingat hal itu lagi.. yang penting sekarang atas bantuan Jun Niko telah berubah" Sari mengelus punggung suaminya....


..."ibu benar yah.. jangan sungkan, Niko adalah adikku, tentu saja sudah seharusnya aku membantunya bangkit....


...Akan tetapi kebangkitannya ini murni karena keinginannya sendiri untuk berubah, jika tidak semuanya tidak akan mungkin terjadi" Jun menyela mereka....


..."kak Jun... aku bersumpah tidak akan pernah mengecewakanmu kedepannya, aku akan membuat ayah, ibu dan juga kak Indah bangga mengakuiku sebagai keluarga kandung mereka" mata Niko memerah dan Jun dapat melihat tekad yang terkandung di dalamnya....


...Jun tersenyum dan menepuk pundaknya, lalu melanjutkan.. "sudahlah.. tidak perlu kita bahas lagi.. Ayo duduk dulu sebentar lagi waktunya makan siang"...

__ADS_1


...Semua orang setuju, lalu merekapun duduk di meja makan, segala jenis hidangan mewah telah tertata rapi di meja, mulai dari kepiting dan lobster jumbo australia, kaviar, jamon iberico, tuna otoro, wagyu, fugu hingga sambal terasi dan kerupuk sudah tersaji dan terlihat sangat menggoda....


...Makan siangpun berlanjut dengan canda tawa semua orang, apalagi ditambah dengan kehadiran Orlin di mansion yang menjadi mainan baru para nenek....


...Dimalam harinya setelah pukul 10, semua orang beristirahat di kamarnya masing-masing, namun berbeda halnya dengan Jun, ia berada di ruang kerjanya untuk membaca petunjuk dan pengetahuan pada kedua kitab yang telah ia beli sebelumnya....


...Dengan keterampilan pemindaian yang ia kuasai sebelumnya, ia hanya membutuhkan waktu selama 30 menit untuk menghafal dan menyerap semua pengetahuan yang ada pada kedua kitab....


...Kitab pertama adalah pengetahuan medis, ada tiga buku kitab didalamnya, pendeteksi penyakit, meramu obat dan pengetahuan tentang bahan pembuat obat....


...Buku pertama Jun hanya membaca bagian bab pertamanya saja yaitu ilmu mendeteksi penyakit dengan melihat ciri pada tubuh dan dengan pengecekan langsung seperti denyut nadi, pernafasan, warna dan ciri-ciri fisik lainnya....


...Namun dalam bab kedua Jun menemukan bahwa ada teknik lain yaitu dengan melihat aura pada pasien, sehingga ia bisa menentukan penyakit yang mungkin akan timbul dikemudian hari pada pasien tersebut....


...Dan yang terakhir yaitu pada bab ketiga, terdapat cara mempelajari dan memperdalam mata ilahi, yaitu ilmu yang memungkinkan seseorang dapat melihat semua hal pada tubuh pasien, mulai dari daging, lemak, tulang, sel-sel, aliran meridian dan sebagainya menembus badan pasien....


...Dengan kemampuan ini Jun mampu melihat titik terlemah, titik penyembuhan dan titik mematikan pada tubuh pasien. Bahkan dengan mata telanjang Jun dapat menentukan kecocokan DNA seseorang....


...Setelah membaca ketiga buku ini dengan lengkap, Jun merasakan sesuatu yang hangat dan akrab di kepala dan matanya, bahkan semua otot-ototnya mengalami sedikit kesemutan, dimana ini berarti semua pengetahuan tentang ketiga buku tersebut telah terserap sepenuhnya....


...Setelah mempelajari Kitab medis Jun berlanjut mempelajari kitab pengetahuan, keterampilan dan seni beladiri....


...Dalam kitab tersebut terdapat tiga buku, satu buku teknik olah badan, satu teknik jurus dan satu teknik penggunaan senjata....


...Jun pernah membaca teknik olah badan sebelumnya, namun iya hanya pernah membaca teknik kecepatan gerak, karena menurutnya ia tidak perlu menjadi sangat kuat, bahkan dengan kekuatannya saat ini Jun mampu mengangkat sebuah mobil citycar dan menggesernya dengan sedikit usaha....


...Apalagi ia kemarin-kemarin ini masih fokus dalam menngumpulkan harta, jadi mempelajari kitab-kitab ini tidak terlalu di butuhkan, setidaknya itu yang ia fikirkan....


...Namun sekarang dengan adanya ancaman bahaya dan bencana di masa depan, ia baru melihat pentingnya mempelajari kesemua kitab ini....


...Apalagi di belahan planet lain seperti yang digambarkan Eka, terdapat jutaan peradaban yang sangat-sangat maju dengan berbagai teknologinya....


...Peradaban-peradaban itu bahkan berumur lebih dari 4 kali-lipatnya umur bumi, peradaban manusia di bumi tertinggal setidaknya ratusan juta tahun....


...Namun mereka tidak menggunakan senjata penghancur atau senjata kimia masal di peradaban mereka....


...Mereka mengembangkan kemampuan olah tubuh dan teknik sihir dalam membela diri atau membela bangsanya, senjata penghancur canggih hanya mereka gunakan untuk melindungi planetnya saja....


...Dimana ini berarti di masa depan, kehidupan manusia bergantung pada kemampuan tubuh mereka sendiri, perkelahian atau peperangan yang mungkin terjadi, akan mengandalkan senjata-senjata primitif yang lebih ramah lingkungan....


...Setelah selesai membaca dan mempelajari semuanya, Jun bangkit untuk kembali ke kamarnya, namun di saat dia keluar bersamaan dengan datangnya Jenny ke ruang kerjanya....


...Dengan wajah khawatir dan sedikit panik ia menghampiri Jun....



..."honeyy... Indah... indah mau melahirkan"...


..."aku tahu sayang, kenapa kamu panik??"...


..."Indah kesakitan sampai menangis, dan air ketubannya bercampur dengan darah, ini memiliki potensi berbahaya honey..."...


...Jenny menjelaskannya sambil mereka berjalan menuju ke kamar mereka....


..."kejadian ini normal sayang, tidak bisa kita cegah.. kamu yakinlah dengan kemampuan para dokter kita ya, mereka yang terbaik"...


...setelah jeda sebentar Jun melanjutkan....


..."ayo bawa Indah keruang bersalin dulu ya"...


...Merekapun mempercepat langkah mereka, begitu mereka sampai di kamar, para dokter cyborg telah menidurkan Indah di hospital bed elektrik 5 crank yang mewah dan bersiap untuk membawanya ke ruang bersalin....


...Ada juga Sari, Todya, Niko, Maria, Angel dan Daniel disana, walaupun sekarang sudah hampir jam 12 malam beberapa saat yang lalu mereka masih mengobrol di ruang tamu lantai dua, dan melihat Jenny yang panik....


...Sedangkan Margareth, Daniel, Chya dan Satria sudah tertidur bersama, mereka memang sangat dekat satu sama lain dan sering melakukan panggilan video....


...Bagaimanapun Daniel dan Margaret tidak memiliki kegiatan, sedangkan semua anak dan cucunya sibuk dan berada jauh dari mereka, sehingga perhatian mereka jatuh kepada Chya dan Satria....


...Jun mendekati Indah, ia menggunakan kekuatan ilahi yang baru ia pelajari beberapa saat yang lalu, dan menemukan bahwa anaknya sudah bersiap dan tidak sabar untuk keluar....


...Namun ada beberapa sobekan dan luka yang di akibatkan oleh pergerakan bayinya saat proses kontraksi, namun tentu saja ini tidak perlu di khawatirkan....

__ADS_1


..."sayang.. minumlah ini dulu ya.." Jun memberikan Indah sebuah pil suplemen penambah tenaga dan penyembuh yang kasiatnya bertahan hingga 8 jam....


...Dan ini sudah cukup untuk Indah, menggunakan mata ilahinya Jun sudah tahu bahwa anaknya akan lahir dalam waktu 4 jam dan kelahiran normal....


..."teriiimakasih sayang..." Indah memegang tangan Jun dengan erat karena kandungannya terus-menerus berkontraksi....


...Beberapa saat kemudian sampailah mereka di ruang bersalin, ditemani Jun, Jenny, Sari, Angel dan Maria, Indah menjalani proses kelahiran anaknya....


...Proses tersebut berjalan dengan lancar, dan lahirlah seorang putra yang sangat imut dan lucu....


...Semua orang sangat bahagia terutama Indah, saat ini kondisinya kembali sehat dan stabil, semua luka-lukanya juga sudah hilang dan tubuhnya kembali ke keadaannya saat masih gadis, sama halnya dengan Jenny beberapa waktu lalu....


..."sayaang.. kamu hebat.. bagaimana perasaanmu??" Jun bertanya sambil membelai rambutnya lembut....


..."aku baik-baik saja sayang terimakasih.."...


..."Indah.. adikku.. selamat ya... putramu sangat lucu.." Jenny memeluk Indah....


..."terimakasih kak..."...


...Beberapa saat kemudian Sari datang menggendong putra Indah bersama dengan Maria dan Angel, Todya, Daniel dan Niko juga sudah di perbolehkan masuk....


...Semua sangat bahagia atas kelahiran putra kedua, bayi tersebut di beri nama Ryusheefa yang berasal dari kata Ray-Shiva yang artinya pelindung yang beruntung....


...Keesokan paginya barulah David, Margaret, Chya dan Satria terkejut, mereka sempat kesal karena tidak di bangunkan saat proses persalinan....


..."kalian jahat sekali.. apa kami sudah tidak di anggap keluarga lagi.." rungut David...


..."ayah.. kami hanya tidak ingin mengganggu istirahat kalian.." Daniel menjelaskan...


..."apa yang mengganggu, keluarga kita kehadiran anggota baru, ini adalah peristiwa penting.. kalian iniii..." Margareth juga tidak bisa menyembunyikan kekesalannya....


...Berbeda dengan mereka Chya dan Satria malah bersemangat dan langsung mengelilingi ingkubator dimana Ryu di tempatkan....


...Mereka berdua memanggil-manggil namanya dan menghiburnya dengan candaan dan godaan....


..."sudahlah kek... nek.. yang terpenting sekarang Indah dan Ray dalam keadaan yang sehat, kami minta maaf yaa..." Jun berusaha menghibur mereka....


..."pokoknya nenek tidak mau hal seperti ini terulang kembali, kamu harus mengingatnya.."...


..."tentu saja nek.." Jun tersenyum lalu mendekatinya dan memeluk margareth untuk menenangkannya....


...Menerima perlakuan itu Margareth pun luluh dan sudah tidak kesal lagi, dengan begitu barulah ia menyapa Indah dan kemudian mendatangi Ryu....


...Sore harinya Soni, Pak De dan kedua anaknya datang, sebenarnya mereka ingin datang saat kelahiran Orlin, namun Jun dan Jenny melarang mereka, bagaimanapun juga mereka saat ini baru melakukan peralihan bisnis setelah menyelesaikan pendidikan dan pelatihannya....


...Jadi kesibukan mereka belum bisa di ganggu untuk waktu yang lama. Sebenarnya Jun bisa saja mengirim cyborg untuk mengambil alih perusahaan mereka, namun Jun tidak melakukannya....


...Bagaimanapun juga, kelahiran anak-anak merupakan hal yang biasa, dan pembangunan perusahaan sebesar pabrik karet, pabrik ban dan perkebunan membutuhkan perhatian yang ekstra....


...Begitu Soni turun dari mobil ia dengan bersemangat langsung bergegas masuk ke mansion, di depan pintu ada David, Daniel, dan Niko....


..."paman.. Kak Daniel.. Niko.. kalian disini, aku masuk dulu ya.. nanti kita mengibrol lagi.." Soni menyapa mereka sambil mengangguk dan berjalan kedalam mansion....


...Mereka bertiga saling pandang, kemudian terkekeh sambil menggelengkan kepala, ini adalah kelahiran cucu Soni dari keponakan kandungnya, jelas dia sangat bersemangat....


..."paman.. kak Daniel.. Niko.. bagaimana keadaan Jenny, Indah dan kedua bayi" pak De juga terlihat bersemangat....


..."De... selamat datang.. makin hari makin gagah saja kamu" Daniel menyapanya....


..."aahh.. kakak juga sama, bahkan kakak 14 tahun lebih tua dariku, tapi kita terlihat sebaya" Gede membalas Daniel...


..."aku juga terlihat sebaya dengan kalian.." David tidak mau kalah...


..."hahaha.. kamu benar paman" pak De menjawabnya dengan candaan....


..."akong David, paman, kak Niko selamat sore" kedua anak Soni dan pak De menyapa....


..."weee... para eksekutif muda telah datang..." Niko menghampiri mereka sambil memeluk mereka satu persatu....


...Selama menjalani pendidikan dan pelatihan mereka sering bertemu dan sudah akrab satu sama lain....

__ADS_1


__ADS_2