Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku

Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku
bab. 26 (tukang gosip yang sombong)


__ADS_3

...Sorakan demi sorakan mereka bergema di sungai itu, 20 menit berlalu mereka akhirnya sampai di pos terakhir yaitu di hilir sungai, sebenarnya ini adalah batas kawasan yang di beli oleh Jun....


...Jenny dan Chya sebenarnya sangat menyukainya, namun suara mereka sudah serak setelah keseruan tadi, tubuh mereka juga terasa sudah lelah, merekapun mampir di Bar and resto yang sudah selesai di bangun....


...Setelah istirahat sebentar, es kelapa serta french fries dan chicken nuget merekapun telah habis, jadi mereka memutuskan untuk kembali ke pos 1 di rumah singgah tempat mereka menaruh barang-barang bawaan mereka....


...Sesampainya disana mereka langsung mandi dan mengganti pakaian. karena mereka masih lapar jadi mereka memesan beberapa hidangan yang tersedia di bar and resto pos 1 tersebut....


...Siangpun menjelang, Jenny dan Chya mengajak Jun untuk pergi berbelanja keperluan memasak kue nanti sore, jadi merekapun akhirnya kembali ke kota....


...Di sebuah toko yang khusus menjual perlengkapan dan bahan-bahan pembuat kue, Jenny dan Chya asik berbelanja, Jun hanya mengikuti mereka dari belakang sambil mendorong troley....


..."Jun.. gede Juni.... itu kamu kan??...


...Jun kemudian membalikkan badannya menoleh ke asal suara tersebut. Ternyata dia adalah salah satu istri dari kerabatnya, seorang wanita berumur sekitar 37 tahun bernama Mulyati bersama anak gadinya yang berumur 23 tahunan bernama Tantri....


...Jun ingat betul bahwa pasangan ibu dan anak ini adalah pasangan nyinyir yang suka sekali bergosip. Satu berita biasa saja akan menjadi cerita yang sangat seru dan penuh drama jika mulut mereka yang menceritakannya....


...Ambil contoh ketika Jun menikah yang pertama dengan Ayu, muncul begitu banyak cerita, Ayu yang hamil di luar nikah lah, Ayu yang membiayai pernikahannya lah, Jun meminta uang dari keluarga Ayu lah, bahkan berita bahwa Ayu adalah wanita nakal pun ada. Walaupun pada akhirnya itu terbukti....


...Jun tidak memiliki kesan yang baik terhadap mereka, jadi dia tidak berniat akrab sama sekali. Jun tersenyum kecil lalu menjawabnya singkat....


..."iya bi.. kenapa?"...


..."laahh.. kok kenapa, sudah hampir 3 tahun loh kita tidak ketemu, bibi dengar kamu di China??"...


...Mulyati berjalan mendekat kepada Jun, disusul tantri di belakangnya yang membawa keranjang belanjaan....


..."bli Jun gimana kabarmu?? kenapa sudah balik dari China?? bukankah kontraknya belum habis??...


...Tantri menimpali ibunya.....


..."si curut berdua ini.... hobinya masih sama saja, mau gali informasi buat bahan gosip pasti"...


...Jun berfikir dalam hati, namun kemudian dia hanya menjawab....


..."aku mengundurkan diri dari sana"...


...Jenny dan Chya yang berada tidak jauh dari Jun melihat Jun yang sedang mengobrol dengan orang yang tidak di kenal, jadi setelah mengambil barang yang ingin di beli, mereka kembali kepada Jun....


..."honey.. siapa mereka??"...


...Mulyati dan Tantri yang melihat Jenny terpesona dengan kecantikannya, mereka merasa sangat iri, Jenny dimata mereka seperti seorang selebrity atau model terkenal, bahkan jauh lebih cantik dari pada beberapa artis ibukota....


...Mereka tertegun dengan mata yang terbuka lebar, mulut Mulyati sendiri terbuka dan meneteskan liur. Alis Jenny berkerut sedangkan Jun hanya tersenyum cekikikan sambil memperkenalkan mereka....


..."honey... ini adalah bi Atik istri dari salah satu kerabatku dan di sebelahnya adalah anaknya Tantri"...


...Perkenalan oleh Jun menyadarkan Mulyati dan Tantri kembali, mereka hanya mengangguk dan tersenyum canggung. Jenny membalasnya dengan senyum dan mengangguk juga.....


..."selamat siang Bi Atik dan adik Tantri, nama saya Jenny.. salam kenal"...


..."aah.. eee.. itu... apa namanya??... eeee.. kamu apanya bli Jun??"...


...Tantri bertanya dengan tergagap.....


..."saya tunangannya"...


...Jawab Jenny dengan tersenyum lucu sambil menatap Jun...


..."dia itu calon ibuku tante"...


...Chya yang berada di sebelah Jenny, sambil menggandeng tangannya pun menimpalinya dengan bangga.....


..."waaahhh... ini Chya?? kamu sudah besar sekarang yaaa...??"...


...Mulyati tertawa canggung sambil mengelap mulutnya yang tadi basah dengan tangannya, dia mendekati Chya sambil menunduk ingin menyentuh pipinya, namun Chya merasa Jijik, dan menghindarinya kebelakang Jenny....


...Jun menyadari perilaku anaknya, jadi dia menyela Mulyati....


..."bi... mungkin Chya merasa asing denganmu, bagaimanapun kalian sudah lama sekali tidak berjumpa"...


..."bukannya Chya begitu pa.. tangan bibi ini ada liurnya.. Chya merasa jijik"...


...Chya tidak mau papanya salah paham dengannya, jadi dia dengan polosnya menjelaskan maksud dari tindakannya ini....

__ADS_1


...Jun yang mendengar penjelasan Chya ingin menampar jidatnya sendiri, namun sebagai gantinya dia hanya mengangkat alis dan mendongakkan kepalanya sambil melihat langit-langit dan tersenyum....


..."haaahhh... anakku kenapa kamu mewarisi sifat papa sih"...


...Jun bergumam dalam hatinya...


...Disisi lain Jenny tersenyum canggung kepada Mulyati,.....


..."maaf bi.. Chya masih kecil.."...


..."aaahhh... tidak apa-apa.. bibi mengerti"...


...Mulyati juga tersenyum canggung lagi sambil menggosokkan tangannya di baju bagian belakangnya, namun dalam hatinya dia bergumam...


..."sialan.. ini bocil sombong amat.. bikin aku malu aja"...


...Jenny kemudian mencoba menghilangkan kecanggungan di antara mereka, jadi dia pun bertanya kepada Mulyati dan Tantri....


..."kalian mau membeli apa..??"...


..."owh.. ini kami mau membeli Kue ulang tahun dan beberapa piring kue, sendok kue dan lilin ulang tahun, nanti malam ulang tahunnya Dek Yoga adiknya Tantri yang ke 17, sekalian sama perayaan kelulusannya"...


...setelah jeda sebentar, dia memandang Jun...


..."Jun kamu masih ingat kan sama Yoga??"...


..."masih bi... masa aku lupa"...


...Jun memang masih ingat dengan Yoga, dia orang baik dan juga pintar, berbanding terbalik dengan sifat Ibu dan kakaknya, dia mewarisi sikap ayahnya. Ayah Yoga atau suami dari Mulyati adalah seorang petani, namun dia baik dan juga pekerja keras, namun sayang dia selalu di injak-injak oleh mulyati....


..."kalau begitu nanti malam kalian semua datang ya.. masih ingat tidak dengan rumah kami??, kami mengundang semua keluarga dan kerabat-kerabat dekat kita, nanti juga kita memasak babi guling dirumah, kamu pasti sudah lama tidak memakan babi guling kan"...


...Mulyati mengundang mereka sambil sedikit sombong.....


...Jun sebenarnya sore ini ingin mengunjugi sepupu ayahnya yaitu pak Nyoman Suarsa, dahulu dia sering membantu ayah dan ibunya, dia juga menjabat sebagai ketua Pura keluarga, jadi Jun bermaksud untuk memberikan sumbangan dana untuk upacara yang akan di selenggarakan dalam waktu dekat ini, sekaligus silaturahmi....


...Jadi dia segera menyetujui undangan Mulyati.....


..."kami pasti akan datang bi.. jam berapa acaranya?"...


..."maaf sebelumnya, tapi sorenya kami memiliki sedikit urusan bi.. apakah tidak apa-apa kalau kami sedikit terlambat??"...


...Jun menunjukkan ekspresi penyesalan...


..."aahh.. tidak apa-apa... kalian bisa datang saja kami sudah senang"...


..."baiklah kalau begitu.. oh ya bi.. apa ada yang Yoga inginkan di hari ulang tahunnya?? kami ingin membawakannya hadiah, agar sesuai dengan yang dia inginkan"...


..."aaahh... kamu tidak akan sanggup membelikannya.. dia ingin membeli sepeda motor sport kemarin.. tapi ayah tidak punya uang.. jadi tidak di belikannya, motor apa itu bu kemarin itu??...


...Tantri menanyai ibunya kembali.....


..."honda apa gitu.. BR BR 150 apa gitu.. ibu tidak mengerti... sudah lah Jun.. motor itu sangat mahal.. kamu tidak akan mampu membelinya.. lupakan saja.. beli hadiah yang lain saja untuknya... atau kamu bisa kasi uang.. titip kebibi saja.."...


..."ya elah si curut... di titip sama kamu ya kamu makan uangnya.. dikiranya aku ngga tahu tujuanmu,"...


...Jun mencibir dalam hatinya...


..."kami akan memberikan hadiahnya secara langsung saja bi.. agar lebih afdol"...


..."oke.. oke.. kalau begitu sampai Jumpa dirumah nanti malam ya.."...


...Mulyati dan Tantri pun pamit pada mereka.. Jun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.. Jenny menanyakannya kenapa, jadi Jun menceritakan sifat keduanya kepada Jenny, akhirnya Jenny tahu sedikit tentang mereka....


...Setelah mendapatkan semua bahan yang mereka perlukan, merekapun menuju kasir untuk membayar, di kasir mereka bertemu kembali dengan pasangan ibu dan anak itu. Disana mereka sedang meributkan sesuatu....


...Jun, Jenny dan Chya memperhatikan keributan mereka, dari sana di ketahui bahwa Mulyati dan Tantri meributkan Topping buah di atas kue yang mereka pesan, menurut mereka sesuai digambar harusnya ada buah kiwi dan strawbery, namun pada kue yang mereka dapat, buah-buah itu di ganti dengan Melon dan tomat cherry, jadi mereka meminta potongan harga....


...Manajer toko beralasan bahwa buah yang biasanya mereka pakai kosong, dan mereka sudah berusaha mencarinya namun tidak menemukannya, apa lagi kue ini baru di pesan tadi pagi dan harus selesai pada siang ini....


...Walaupun begitu mereka sudah menambahkan beberapa anggur hijau dan merah sebagai konpensasi. Sebenarnya nilai kompensasi yang toko berikan sudah melebihi nilai buah kiwi dan strawbery yang biasa mereka pakai. Ini juga sebagai bentuk rasa bersalah mereka....


...Namun Mulyati dan Tantri tidak perduli, mereka tetap meminta potongan harga sebanyak 50% karena tidak sesuai dengan pesanan. Sang Manajer jelas tidak bisa menerimanya dan ingin membatalkan pesanan mereka, menurutnya lebih baik rugi dari pada membiarkan orang seperti mereka kesempatan mencari untung dan ditiru oleh orang lain....


...Mulyati dan Tantri terus menerus tidak terima dengan keputusan sang manajer, mereka beralasan kue itu harus mereka dapatkan hari ini karena waktu sudah mepet dan tidak mungkin memesan di tempat lain. Jadi perdebatan mereka tidak mendapatkan titik temu....

__ADS_1


...Disisi lain Jun melihat antrean pengunjung yang akan membayar sudah berbaris panjang karena terhalang keributan mereka. Akhirnya dia berjalan kekasir mendekati kerabatnya itu.. dia menahan malunya......


..."bi.. aku akan membayar semua tagihanmu, di belakang sudah banyak orang yang menunggu untuk membayar"...


...Mulyati masih mengomel tidak terima, bahkan beberapa orang yang memandangnya jijik tidak lepas dari omelannya, Jun tidak menghiraukannya, dia tersenyum canggung kepada manajer toko dan memberikan kartunya....


...Manajer toko sempat terkejut dengan kartu yang di berikan oleh Jun, sebagai manajer toko yang dulunya pernah bekerja di ibukota, dia pernah melihat kartu ini, setelah beberapa tahun berlalu dia pindah ke kota kecil ini dan tidak pernah menyangka akan bertemu seorang milyarder lagi, setidaknya itu yang ada di fikirannya....


...Dia pun memberikan senyum hormat dan menggesek kartu Jun, transaksipun berhasil. Dia kemudian mengembalikan kartu Jun dengan kedua tangannya lalu memberikan belanjaan Mulyati yang telah di bungkus oleh kasir kepada Jun juga dengan hormat....


...Mulyati yang masih mengomel akhirnya terdiam setelah Jun menyentuh bahunya dan memberikannya belanjaannya....


..."bi.. semuanya sudah aku bayar, sekarang bibi pulang ya.."...


...Mulyati terdiam sebentar, lalu saat dia ingin berbicara sesuatu, Tantri menggandeng tangannya.....


..."bli Jun.. terima kasih ya... bu.. ayo pulang"...


...Mulyati pun di seret oleh Tantri.. dari ekspresinya Jun akhirnya bisa mengungkap alasan dibalik ributnya mereka hari ini.....


..."haaahh... kalau kurang ya bilang kurang uangmu.. kenapa pakai ribut segala"...


...Jun bergumam dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.....


...Dia pun ingin berbalik kembali kepada Jenny, namun sang manajer memanggilnya kembali.....


..."maaf pak.. anda adalah tamu VIP kami, jadi anda tidak perlu mengantri, silahkan bawa belanjaan bapak kesini"...


...Jun bingung dengan ucapan manajer itu.. mau tidak mau dia berfikir dalam hatinya.....


..."masa iya gara-gara aku mentraktir bi Ati aku langsung jadi member VIP??"...


...Para pengunjung yang sedang mengantre pun memperhatikan Jun.. kemudian manajer toko itu menghampirinya....


..."pak... silahkan.. mari saya bantu..."...


...Semua orang akhirnya memperhatikan Jenny, Jun dan Chya. Mereka semua mengira Jun dan Jenny adalah pasangan artis ibukota, namun tidak ada yang mengenalnya.....


...Jun dan Jenny yang risih melihat tatapan mereka akhirnya mengikuti manajer toko itu, mereka hanya ingin cepat pergi.. namun Chya menikmati pemandangan ini.. dia merasa sangat bangga pada ayah dan calon ibunya.....


...Setelah menyelesaikan peoses pembayaran manajer toko memberikan kartu namanya, dan memberitahu bahwa Jun hanya perlu menelfonnya mengenai pesanan belanja dan seseorang akan mendapatkannya lalu mengantarkannya langsung kerumah Jun....


...Jun menerimanya, namun karena masih penasaran Jun akhirnya menanyakan alasan kenapa dia tiba-tiba menjadi member VIP toko ini.....


..."pak... kenapa saya menjadi VIP toko ini??"...


..."oh maaf telah membuatmu bingung pak... saya jelaskan kenapa.. ini karena kartu Debet yang anda pegang, seperti yang bapak tahu.. kartu bapak memiliki beberapa keuntungan, salah satunya kebijakan di toko kami ini"...


..."jadi begitu.. baiklah saya mengerti.. terimakasih"...


..."merupakan kehormatan saya untuk melayanimu pak.."...


..."kehormatanlah ndasmu... dasar penjilat.."...


...Jun mengucapkannya dalam hati.. namun dia hanya tersenyum dan pergi sambil menenteng belanjaan mereka, sedangkan Jenny menggandeng Chya....


...Sang manajer mengantar mereka sampai pintu toko, saat Jun sudah masuk kedalam mobil dan meninggalkan parkiran manajer itu tersenyum sambil melambaikan tangannya.. Jun memencet klakson untuk membalasnya....


...Di dalam mobil, Jun, Jenny dan Chya saling pandang lalu kemudian mereka tertawa....


..."chya.. itu namanya penjilat, orang-orang seperti itu akan memperlakukan orang kaya dengan penuh hormat sedangkan mengacuhkan orang miskin, kamu jangan seperti itu nanti ya.. perlakukan semua orang dengan setara"...


...Jun menasehati Chya sambil mengendarai mobilnya, Chya yang di pangku oleh Jenny di kursi penumpang sebelah Jun mengangguk.....


..."iya pa.. Chya tau"...


...Jenny mencium ujung kepalanya lalu memeluknya erat sebentar.....


...Dalam perjalanan Jun tidak langsung menuju penginapannya, dia masuk ke salah satu dealer motor honda terbesar yang ada di kota itu.. kebetulan tadi mereka melewatinya dan Jun melihat ada CBR yang sedang di pajang, jadi dia sudah menentukannya sebagai hadiah ulang tahun untuk Yoga"...


..."kenapa kesini honey??"...


...Jenny bertanya karena penasaran....


..."hadiah untuk ulang tahun Yoga honey.. tadi ibunya bilang dia menginginkan honda CBR kan.. kamu ingat?"...

__ADS_1


__ADS_2