Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku

Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku
bab. 37 (Indah, maafkan aku)


__ADS_3

...Waktu dia mendapat telfon dari Soni, dia sebenarnya akan menyuruh adiknya, namun urung dia lakukan, entah karena dorongan apa, ia ingin melihat Jun secara langsung sebelum hari pernikahannya besok....


...Dia terkejut melihat ada 2 mobil mewah dan 2 orang ber jas rapi saat sampai di rumah Soni. Dia ragu-ragu untuk masuk, ia berfikir mungkin Soni atau pak De sedang kedatangan tamu orang besar....


...Tidak pernah di sangkanya, bahwa orang itu adalah Jun, mantan suaminya dulu yang tidak pernah menganggapnya ada. Melihat Jun di depan matanya, dia merasakan jantungnya berdebar tidak terkendali....


...Menikahi Jun saat sedang frustasi adalah kesalahan terbesarnya dulu. Waktu bi Soni memperlihatkan foto Jun, seketika itu dia suka dengannya, padahal ia sama sekali belum pernah bertemu dengan Jun....


...Bi Soni mengatakan padanya bahwa Jun adalah seorang duda yang di tinggalkan oleh istrinya yang kurang ajar dan tidak mau merawat mertuanya, yaitu kakaknya bi Soni. Maka dari itu ia tidak mempermasalahkan status Jun tersebut....


...Namun kehidupan setelah pernikahan membuatnya sangat menderita. Saat itu Jun selalu sibuk dengan urusannya sendiri dan tidak pernah memperhatikannya. Walaupun kehidupan mereka kekurangan dia masih bisa bersabar, namun jika di tambah dengan sikap cuek dari Jun, ia menjadi sakit hati....


...Kegalauannya itu bertambah ketika orang tua indah yaitu ayahnya menderita sakit keras. Dia meminta bantuan Jun untuk biaya berobat ayahnya tersebut, namun bukannya berusaha membantunya, Jun tetap cuek dan tidak mau tahu. Hingga akhirnya ia memutuskan pulang bersama Satria dengan meminjam uang dari salah satu temannya untuk merawat ayahnya....


...Kepulangan mendadak tanpa memberitahu Jun, membuat Jun marah, sehingga pertengkaran demi pertengkaran yang berujung perceraian pun terjadi. Sebenarnya Indah memiliki rasa sayang dan cinta yang besar terhadap Jun, namun sayang Jun tidak sebaliknya....


...Jun selalu cuek dan bahkan menyamakan dirinya dengan istri pertamanya, apalagi disaat dia meminta bantuan uang untuk biaya berobat ayahnya. Saat itu memang keluarganya juga dalam kondisi kesulitan ekonomi, apalagi adiknya yang lebih suka menganggur dari pada membantu keluarga mencari nafkah....


...Adiknya sendiri adalah laki-laki pemabuk, suka balapan liar dan juga berjudi. Bahkan adiknya ini di kenal sebagai preman di desanya. Bukan hanya ia tidak mau merawat ayah dan ibu mereka, bahkan saat ayahnya sakit dan butuh uang, dia masih marah kepada ibunya saat dia tidak di berikan uang untuk taruhan balap liar....


...Hal inilah yang membuatnya memaksakan diri untuk pulang ke sulawesi dan merawat kedua orang tuanya, namun Jun Tidak mengerti dah bahkan menambah beban hidupnya dengan amarah dan pertengkaran mereka....


...Saat ini melihat Jun yang sudah berubah, mau tidak mau dia merasa sedikit tertekan di dalam hatinya. Calon suaminya kini sudah sangat banyak membantunya dalam merawat orang tuanya, bahkan ayahnya kini sudah melewati masa-masa kritis dalam hidupnya karena bantuan dari calon suaminya ini....


...Pertemuannya dengan calon suaminya ini berawal ketika Indah sedang duduk di pinggiran trotoar berteduh di bawah pohon rindang sambil menggendong Satria di depan rumah sakit. Indah yang saat itu kebingungan untuk membayar tagihan rumah sakit, serta mendapat kepastian perceraian dengan Jun dari pengadilan merasa sangat hancur....


...Dia terus menerus menangis sehingga membuat matanya menjadi bengkak. Hal ini di perhatikan oleh calon suaminya yang sedang bertugas menjaga gereja di depan rumah sakit tersebut, karena kebetulan saat itu sedang natal....


...Calon suaminya ini bernama Satrio, saat ia melihat indah dia penasaran melihat seorang wanita muda yang menggendong anak sambil menangis. Seketika saja jiwa patriotnya terpicu, ia pun mendekati indah....


...Indah pun menceritakan bahwa dirinya telah di cerai suaminya dan sekarang sedang kesusahan membayar tagihan rumah sakit. Satrio yang terpincut dengan kecantikan Indahpun membuat jiwa penolongnya meronta-ronta. Tanpa ragu ia pun menawarkan dirinya untuk membantu. Terlebih lagi nama anaknya mirip dengan namanya....


...Sejak saat itulah mereka mulai dekat satu sama lain. Namun begitu, perasaan Indah terhadapnya hanya sebatas teman saja, karena dia masih sangat mencintai Jun. Selain menjadi cinta pertamanya, Jun juga lah yang pertama kali mendapatkan keperawanannya. Apalagi Satria sangat mirip dengan Jun, hal ini menyebabkan dirinya tidak dapat melupakan Jun....


...Namun beberapa hari yang lalu, Satrio mengutarakan niatnya untuk menikahinya, hal ini membuatnya dilema. Namun dia tidak memiliki pilihan lain selain menerimanya. Sangat mustahil baginya untuk tetap mengharapkan Jun kembali padanya....


...Sampai hari yang tidak pernah disangkanya tiba dimana Jun datang kesulawesi, namun bukan untuk kembali padanya, melainkan datang untuk menghadiri pernikahannya sendiri. Maka dari itu ia mengumpulkan segala keberaniannya untuk memastikan kebenaran berita tersebut....


...Namun semua keberaniannya itu sirna ketika tatapannya bertemu dengan tatapan Jun. Jantungnya terus berdebar dan nafasnya terasa berat, keringat di dahinya terus saja mengalir. Soni dan ibunya pak De menyapanya dan mengajaknya berbicara, namun fokus Indah hanya pada Jun dan tidak menghiraukan mereka....

__ADS_1


...Semua orangpun mengerti, mereka akhirnya meninggalkan Jun dan Indah berdua, memberikan mereka waktu untuk saling bicara....


...Jun akhirnya sadar akan hal itu, dia kemudian tersenyum kepada Indah dan mengajaknya kehalaman belakang rumah Soni. Disana terdapat gazebo kecil yang nyaman di pakai untuk mengobrol, merekapun akhirnya duduk berhadapan....


..."Indah... aku ingin mengucapkan selamat kepadamu atas pernikahanmu besok"...


...Mendengar kata-kata Jun, seketika membuat Indah meneteskan airmatanya, kalau saja di katakan oleh orang lain, dia akan membalasnya dengan tersenyum dan mengucapkan terimakasih, namun entah kenapa hatinya sangat sakit ketika mendengar kata-kata tersebut keluar dari mulut Jun secara langsung....


...Jun disisi lain merasa bingung, dahulu Indah meninggalkan dirinya, karena tidak tahan atas kemiskinannya, kenapa pernikahan yang seharusnya bisa dia sombongkan menjadi kesedihan baginya, maka dari itu dia bertanya....


..."Indah bukankah seharusnya ini menjadi hari bahagiamu, kenapa menangis?"...


..."air mata ini... apa air mata ini yang kamu tanyakan??"...


...Indah tersenyum kecut sambil mengusap lembut air matanya....


...Jun hanya terdiam ketika kata-kata itu jatuh dari mulut Indah, dia tahu pasti ada yang salah dengannya, namun dia tidak tahu apa itu, dan mulutnya terkunci....


...Disisi lain Indah yang melihat eksfresi kebingungan Jun, kembali tersenyum kecut dan kemudian melanjutkan....


..."kalau menurutmu aku yang pergi meninggalkan kamu sesuai dengan pemikiranmu dulu, munkin ini akan menjadi air mata bahagia.. namun yang perlu kamu tahu, ini bukanlah air mata bahagia, ini adalah perwujudan rasa pahit dan sakit hati yang begitu dalam karena telah di campakan oleh suami tercintaku dulu"...


...Mendengar ini, fikiran Jun mau tidak mau flashback ke 2 tahun yang lalu, saat itu dia sangat frustasi karena kehilangan Chya, dia selalu berusaha mencari informasi sekecil apapun. Dia juga tidak memiliki niat lain selain memasang mata dan telinganya di mana-mana, bahkan dia tidak berusaha mencari pekerjaan lain....


...Indah selalu mencoba menasehatinya dan selalu menekannya untuk mencari pekerjaan, hal ini membuatnya tidak nyaman dan mengira Indah ingin menghalangi jalannya untuk mencari Chya dan ingin menguasai dirinya....


...Bahkan Indah sering tidak memasakkannya lauk apapun dan hanya menyediakan kerupuk saja, jikapun memasak ia hanya akan menyediakannya sambal kecap dan tahu saja, Indah selalu beralasan menggunakan uang hasil rental PS nya untuk keperluan anak atau bayar listrik atau juga membayar hutang....


...Hal ini tentu membuatnya tidak menghargai Indah sama sekali, sikapnya menurut Jun mirip dengan Ayu. Namun bagaimana Indah bisa mengatakan dia sangat mencintai dirinya, mengingat hal ini, alis Jun semakin berkerut....


...Indah tahu bagaimana membaca ekspresi Jun, karena perasaan cintanya, ia mengamati sikap dan sifat Jun selama mereka tinggal berdua. Ia tahu Jun telah mendapatkan kesimpulan yang keliru, jadi dia melanjutkan lagi....


..."Jun.. aku tahu seperti apa pendapatmu terhadapku, aku juga sudah menjelaskannya berulang kali kepadamu, namun kamu tidak percaya. Aku akan mengatakannya sekali lagi, dan aku yakin sekarang kamu akan percaya, bagaimanapun juga sudah tidak ada gunanya bagiku atau bagimu jika aku berbohong. Penghasilan dari rental PSmu itu tidak lebih dari 30rb sehari dan paling banyak 50rb, apa kamu tahu berapa rupiah kita bayar listrik selama 1 bulan? apa kamu tahu berapa harga sayur, daging dan susu anakmu? setiap malam kamu pulang tanpa membawa sepeserpun, paginya kamu pergi setelah mengambil setidaknya 20rb, siangnya datang minta makan, kemudian pergi lagi setelah marah-marah dan kembali lagi pada malam hari, dan begitu terus setiap hari. Bahkan aku berusaha menasehatimu untuk mencari pekerjaan tambahan, namun apa? amarahmu lah yang ku dapatkan. Apa menurutmu aku ini?? istrikah?! apa pernah kamu memiliki inisiatif untuk membantuku menjaga Satria? jika aku memintanya, kamu baru akan membantu, namun selalu tidak sabar dan mengomel, apakah dia masih anakmu? walaupun begitu aku tidak membencimu, namun perlu kamu tahu.. aku pergi ke sini adalah untuk merawat ayah, bukan untuk meninggalkan kamu.."...


...Jun meresapi semua kata-kata Indah di dalam fikirannya, seketika dia menyadari semua kesalahannya, saat itu dia menyuruh Indah untuk kembali ke bali, namun Indah menolaknya karena alasan tidak ada uang, Jun yang tidak menerima alasan itu sangat marah sehingga dia mengancam Indah akan segera menceraikan dirinya....


...Indah mengatakan kepadanya bahwa terserah apa yang ia ingin lakukan, ia tetap tidak bisa pulang saat itu, kecuali Jun yang datang ke sulawesi. Mendengar itu Jun marah, keputusan Jun akhirnya bulat untuk bercerai, dengan pengalamannya ia menyelesaikannya dengan cepat dan memberikan indah hak asuh anaknya....


...Jun tidak menyangka, bahwa dia melewatkan begitu banyak detail penting yang seharusnya tidak pernah ia lewatkan. Hal ini menimbulkan amarah dan kebencian kepada dirinya sendiri. Bagaimana dia bisa terpengaruh begitu besar tentang permasalahannya dengan Ayu sehingga mengabaikan apa yang dia miliki saat itu....

__ADS_1


...Jika saja dulu ia melihat Indah dan menghargai setiap pengorbananya saat itu, mungkin saja pernikahan keduanya bisa terselamatkan. Namun tentu saja itu semua sudah terlambat untuknya sekarang. Satu-satunya cara adalah dengan menebus semua kesalahannya....


..."Indah, maafkan aku.. saat itu semua tenaga dan fikiranku masih tertuju pada Ayu dan Chya sehingga membuatku mengabaikanmu, aku mengakui bahwa perpisahan kita di sebabkan oleh diriku sendiri. Aku laki-laki yang paling berdosa di hidupmu, Indah.. hukumlah aku dengan cara apapun yang kamu inginkan, beri aku permintaan apapun yang kamu mau, aku akan berusaha mewujudkannya"...


..."Jun,.. aku sudah memaafkanmu dari dulu.. sebelumnya aku selalu berharap aku masih bisa bertemu denganmu lagi dan menceritakan segalanya dengan hati yang dingin sehingga kamu akan kembali lagi disisiku dan Satria, tapi aku tidak menyangka dulu itu bukan kamu yang datang, malah surat perceraian. Saat itu aku sudah tidak memiliki cita-cita dan harapan, jadi aku hanya hidup untuk mencari makan merawat orang tua dan merawat Satria. Bahkan sampai saat ini. Walaupun aku menerima Satrio sebagai suami, namun itu hanya pemikiran logisku saja, karena hutang budiku yang terlampau besar terhadapnya"...


...Mendengar ini, Jun merasa sakit di dalam hatinya, dia sadar telah melakukan kesalahan yang begitu besar terhadap Indah dan Satria....


..."Indah, setidaknya beritahu aku, apa yang bisa aku lakukan untukmu agar kamu kembali memiliki semangat dan harapan, tolong ijinkan aku mambayar semua hutang-hutangku padamu, aku mohon"...


..."Sekarang sudah terlambat Jun, tidak ada yang bisa kamu lakukan untukku. Tapi kamu bisa melakukannya untuk Satria, inilah kenapa aku sangat ingin menemuimu sekarang"...


..."apa itu katakan padaku"...


..."Satria sangat mirip denganmu sewaktu kecil dulu, aku tidak bisa melupakanmu juga karena dia, selama ini aku selalu menunjukakan foto-fotomu kepadanya, dengan harapan dia tidak akan melupakan ayahnya. Dia selalu menanyakan keberadaanmu. Namun sekarang aku tidak tahu harus menjelaskan apa padanya tentang pernikahanku. Aku sudah mencoba mengatakannya, namun tentu saja dia selalu menolak gagasan itu, disisi lain, aku tidak bisa mengecewakan harapan Satrio dan kedua orang tuaku, Awalnya aku berencana untuk memaksakan diriku membuatnya menerima pernikahanku apapun reaksinya. Bagaimanapun juga dia masih kecil dan akan semakin bijaksana, aku yakin lambat laun dia akan mengerti, namun sebagai ibunya aku tidak tega"...


..."Indah, kamu wanita yang bijaksana, aku merasa sangat menyesal karena telah menyia-nyiakanmu, ini pasti merupakan penyesalan terbesar dalam hidupku, untuk itu aku akan melakukan apapun untuk kebahagiaanmu kedepannya. Untuk Satria aku akan merawatnya mulai saat ini dan akan rutin datang untuk menemuimu dimasa depan. Tapi Indah, aku memiliki satu permintaan kepadamu, aku harap kamu tidak akan menolaknya"...


..."Jun, untuk satria aku berterimakasih padamu, tapi untuk permintaanmu, itu tergantung dengan apa yang ingin kamu minta padaku"...


..."aku hanya minta kamu untuk tidak akan pernah menolak apapun yang akan aku berikan padamu, ini semua aku lakukan untuk membayar semua hutangku padamu, aku tahu semua ini tidak akan pernah cukup untuk menebusnya, namun kamu harus tahu, aku tidak akan pernah bisa tenang dalam hidup ini jika kamu menolaknya"...


..."memangnya kamu mau ngasi apa??"...


...Jun membuka tas pinggang yang ia bawa, lalu memgeluarkan 4 kotak kayu berhiaskan emas, lalu menyerahkannya pada Indah....


..."pertama, kamu harus menerima ini"...


..."apa ini? perhiasan?"...


..."bukan, ini adalah obat, kamu bisa meminumnya sekarang, 1 untukmu, orang tuamu masing-masing 1, dan 1 lagi calon suamimu"...


..."obat apa ini?? kamu tidak akan membunuh kami kan??"...


..."hahaha... minumlah"...


..."baiklah"...


...Tanpa banyak berfikir Indah mengambil obat tersebut lalu kemudian meminumnya, dia mempercayai Jun sepenuh hati, bahkan jika Jun memberinya racun, itu tidak akan menjadi masalah baginya, justru dia akan merasa bahagia jika harus mati di tangan lelaki yang sangat dia cintai ini....

__ADS_1


...Segera setelah ia meminum obat dari Jun, dia merasakan rasa hangat yang begitu nyaman di dalam tubuhnya, namun kepalanya merasa sedikit perih beberapa detik, lalu kemudian digantikan dengan rasa nyaman yang sangat luar biasa. Setelah beberapa saat dia mencium bau aneh dan agak busuk di sekujur badannya, yang ternyata itu adalah keringatnya sendiri yang berwarna kehitaman....


...Di depannya Jun sangat terkejut dengan reaksi tubuh Indah setelah meminum obat tersebut. Dia tidak pernah menyangka ternyata sisa kehidupan Indah tidaklah begitu lama, mungkin 3 atau 1 tahun atau bahkan hanya hitungan bulan. Namun Indah menyembunyikannya di balik makeup....


__ADS_2