
...Jun menyusuri jalanan ibu kota tanpa tahu mau kemana, dia memutuskan untuk berkeliling saja, mengenal daerah ini dan hanya melihat-lihat saja. Bagaimanapun juga Jun belum pernah sekalipun menginjakkan kakinya disini selama lebih dari 28 tahun hidupnya....
...Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore. Karena Jun merasa kelaparan, ia ingin mencari restaurant terkenal di daerah ini. Pilihannya jatuh kepada La brasserie restaurant, iapun langsung menuju kesana....
...Saat Jun akan mencari tempat untuk memarkir motornya, ada 3 mobil ferari yang melawan arus dan melaju dengan kencang dan tiba-tiba mobil yang berada di tengah hampir menyerempet Jun, padahal ia sudah berada di pinggir jalur....
...Jun mencoba menghindarinya, namun karena dia ada di sebelah kiri dan di kirinya ada mobil yang terparkir, ia dengan sigap menghentikan motornya, namun kaca spion ferari itu sempat mengenai bodi motor sebelah kanannya....
...Jun menautkan alisnya keheranan, bagaimana bisa motor dan dirinya yang sebesar ini bisa tidak terlihat, lagipula jalur menuju parkir lumayan lebar. Jun hanya menggelengkan kepalanya....
...Saat hendak melanjutkan laju motornya lagi untuk menuju ke tempat parkir yang berjarak kurang lebih 10 meter dari sana, Jun diteriaki oleh pengemudi ferari tersebut....
..."Wooyy.. bajin*an.. mau kabur kemana lo"...
...Jun menoleh sebentar lalu melanjutkan menuju parkiran motor, begitu motor Jun berhenti di parkiran, sebuah botol air mineral melayang menuju kepalanya, Jun kemudian menghindarinya....
...Namun ia tidak menoleh dan tidak memperdulikan mereka, ia menaruh helm, dan membuka jaketnya. Setelah selesai baru kemudian ia membalik badannya....
...Rombongan muda-mudi itu mendekati Jun dengan marah, terutama seorang pemuda dengan baju kuning cerah, dia merupakan pengemudi mobil yang menyerempetnya....
..."an*ing bangsat, apa lo ngga punya mata hah!! gue ngga mau tau.. lo ganti rugi mobil gue atau lo mau gue penjarain, lo pilih mana"...
..."kita selesaikan ini di pengadilan saja, silahkan ajukan tuntutan kamu di kantor polisi, sekarang saya mau makan dulu, tolong jangan halangi jalan saya"'Jun...
..."hohohoho... anjay.. lo punya nyali juga ya.. lo ngga tahu kita siapa??"...
...Salah satu teman pemuda berbaju kuning ikut mengintimasi Jun....
..."saya ngga perlu tahu.. yang saya ingin tahu rasa masakan restaurant ini, jika kalian memiliki keluhan, silahkan laporkan sesuai jalurnya, oh ya.. ini kartu nama saya"...
...Jun mengeluarkan selembar kartu yang diatasnya terdapat nama, nomor kontak dan alamat saja. Namun saat ia menyodorkan kartu itu kepada mereka, pemuda berbaju kuning langsung ingin menampar kartu itu, namun Jun dengan cepat menghindarinya....
...Pemuda itu sempat terkejut, semua teman-temannya menertawakannya, ia menjadi bertambah marah. Namun belum sempat ia melampiaskan amarahnya, Jun mendekat padanya, hingga badan mereka hampir berdempetan....
..."adik kecil.. jika kamu tidak ingin mendapat masalah, pergilah sekarang dan jangan halangi jalanku"...
...Jun mengeluarkan sedikit auranya, dan hal ini menyebabkan semua pemuda dan pemudi itu merasakan hawa dingin di sekitar mereka, mereka semua merinding....
...Namun mereka tidak menyadari apa yang terjadi, hanya pemuda berbaju kuning yang tahu apa yang terjadi, dia merasakan tekanan yang berat di dadanya saat Jun berada dekat dengannya....
...Dia belum pernah sekalipun merasakan tekanan semacam ini dalam hidupnya. Dari kecil ia selalu dimanja oleh keluarganya, jika keluar dari rumahnya maka ia akan selalu di hormati dalam komunitasnya....
...Baru kali ini ia merasa sangat terhina, apalagi di depan semua teman-temannya. Hal ini tidak bisa ia tanggung begitu saja, walaupun merasa tertekan, ia tidak mau mengendorkan egonya....
...Namun jika ia memaksakan dirinya untuk melawan Jun sekarang, ia tahu betul ia akan kalah dan semakin di permalukan. Maka dari itu ia pergi sambil memaki dan mengancam Jun....
..."lo tunggu saja *njing.. lo tunggu saja.. gue bakal membuat perhitungan sama lo. urusan kita belum kelar"...
...Selesai mengatakan itu, ia langsung meninggalkan Jun disusul oleh semua teman-temannya, sesampainya ia di mobil mereka, ia langsung mengeluarkan ponselnya untuk melakukan panggilan....
...Jun tidak menghiraukannya, ia memasuki restaurant, dan di sambut dengan sopan, lalu diantar menuju mejanya. Ia tidak terpengaruh dengan apa yang akan dilakukan muda mudi itu, bagaimanapun juga mereka hanyalah manusia biasa....
...Disisi lain pemuda berbaju kuning mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi anak buahnya. Sambil menunggu panggilannya tersambung, temannya bertanya kepadanya....
..."rik.. apa rencana lo??"...
__ADS_1
..."gue panggil Beny untuk membuat perhitungan dengannya"...
..."disini?? tapi ini kan tempatnya..."...
...salah seorang pemuda berkemeja merah maroon mencoba mengingatkannya, namun ia langsung disela....
..."gue ngga peduli.. ngga ada orang yang bisa merendahkan gue seenaknya"...
..."terserah lo sih.. yang penting udah gue ingetin"...
...Pemuda berbaju kuning itu memelototinya, sehingga membuatnya hanya mengangkat bahunya acuh tak acuh....
...Jun disisi lain sedang menikmati pasta dan saladnya, saat sudah selesai makan, ia keluar dari restaurant, ia cukup puas dengan rasa masakan dan pelayanan restauran ini....
...Begitu dia sampai di motornya, muncul beberapa orang mendekatinya sambil membawa tongkat baseball dan rantai. Jun tersenyum kecut sambil menggelengkan kepalanya....
...Jadi ia menaruh kembali helmnya, dan berbalik menghadap mereka. Jun menghitung ada 10 orang di hadapannya, dia hanya berdiri menyandar di motornya sambil menyilangkan tangannya di dada....
..."anak muda.. anda telah mencari masalah dengan orang yang salah, sekarang saatnya untuk menerima konsekuensinya"...
...Selesai ia mengatakan itu, ia melambaikan tangannya kepada anak buahnya untuk segera menyerang Jun. Dua preman maju dengan tongkat baseball ditangannya...
... Melihat Jun yang tersenyum sambil hanya diam saja tidak bergerak. Kedua preman itu merasa diri mereka diremehkan, tanpa banyak bicara mereka langsung mengayunkan tongkat baseball itu dengan seluruh tenaga mereka....
...Ketika tongkat itu satu senti lagi menyentuh dahi Jun, tanpa diduga, tiba-tiba saja Jun menghilang dari tempat itu. Dan yang lebih mengejutkan lagi bagi kedua preman itu, setelah mengayunkan tongkat baseball, tubuh mereka ikut terbawa ayunan tongkat tersebut, seakan-akan tubuh mereka tidak lagi memiliki tulang dan otot....
...Saat tubuh mereka jatuh ke aspal, barulah mereka merasakan sakit yang luar biasa di pinggang mereka, namun mereka tidak dapat menggerakkan lagi seluruh badan mereka, hanya sakit luar biasa yang tidak dapat mereka tahan sama sekali yang dapat mereka rasakan....
...Ketika mereka melihat teman-teman mereka untuk meminta tolong, ternyata semua teman-temannya juga tergeletak di aspal meraung-raung tidak bergerak, keadaan mereka juga sama dengannya....
...Beberapa detik yang lalu mereka sedang memandang Jun, kemudian tiba-tiba saja Jun menghilang dari pandangan mereka, dan bersamaan dengan itu punggung mereka terasa seperti tertembak peluru, dan seketika itu saja tubuh mereka ambruk ke aspal. ...
...Disisi lain Jun sedang duduk di dalam mobil ferari yang tadi menyerempetnya di parkiran, ini merupakan ferari F12 berlinetta. Dan pemiliknya yaitu pemuda berbaju kuning, ia sedang berada diluar mobil bersama teman-teman kayanya, mereka masih merasa kebingungan dengan peristiwa yang mereka semua amati....
...Jarak mereka sekitar 200 meter, mereka dapat melihat dengan jelas saat Jun menghilang. Mereka merasa sangat bingung, bagaimana mungkin ada manusia yang bisa menghilang begitu saja....
...Memang ada yang bisa melakukan trik semacam itu di dunia ini, mereka adalah para pesulap, namun tentu saja mereka hanya melakukan trik permainan yang dilatih dan dipelajari berulang ulang dengan bantuan properti juga....
...Tetapi ini adalah tempat parkir di pinggir jalan, tidak ada properti atau tim yang membantu dibelakang mereka, bukan sebuah panggung pertunjukan, ini adalah nyata. Tapi bagaimana? dimana dia?...
...Saat masih berkutat dengan kebingungannya, terdengar suara klakson dari mobilnya. Dia dan teman-temannya semua sangat terkejut. Mereka semua berada di luar mobil mereka, apakah kunci mobilnya tidak sengaja terpencet....
...Mereka semua akhirnya mengintip kedalam mobil, namun disaat bersamaan Jun keluar dari mobil itu. Ia tersenyum dan kemudian menyandarkan sikunya di kap mobil sambil membungkuk....
..."kalian semua kenapa terlihat bingung?? apa ada sesuatu??"...
...Mereka semua terlihat sangat-sangat ketakutan. Pemandangan barusan yang mereka lihat sudah sangat mengerikan dan membingungkan mereka....
...10 Preman bayaran mereka tersungkur hanya dalam waktu 1 detik saja, dan sekarang Jun ternyata ada di depan mereka. Senyuman menawan Jun membuat mereka bergidik ngeri, jika saja mereka tidak memiliki perselisihan tentu saja senyuman ini terasa sangat memikat dan bersahabat....
...Seketika saja nasib 10 preman yang mereka sewa menjadi terngiang-ngiang dibenak mereka, mereka dapat merasakan nasib buruk sedang menghantui, dan akan segera menimpa mereka juga. Hanya tersisa satu pilihan saja saat ini, yaitu mohon ampunan kepada Jun....
...Pemuda berbaju kunging membuang egonya dihadapan Jun, Iya dengan sopan, tersenyum kemudian mencakupkan kedua tangannya seperti memohon....
..."kak.. aku minta maaf padamu, aku yang salah, aku mengakuinya, aku mohon maaf, tolong lepaskan kami"...
__ADS_1
..."jadi begitu, bagaimana jika aku mematahkan kedua kakimu? nanti aku akan meminta maaf padamu, dan meminta kamu untuk melupakan semuanya, apakah itu ngga apa-apa?" Jun...
..."hah.. kak.. tolonglah, aku mohon jangan lakukan itu, ini hanya kesalah pahaman, aku hanya meminta mereka untuk mengancammu agar kamu mau memberiku gantirugi, tidak lebih, tolong kak, fikirkan baik-baik"...
..."sorry... mungkin kamu kurang jelas melihatnya, tapi mereka ingin memecahkan kepalaku di depan umum, aku tidak bisa menganggap ini sebagai kesalah pahaman"...
..."kak... jika kamu menyerang kami, kamu akan mendapatkan konsekuensinya, orang tua kami adalah pejabat publik dan petinggi kepolisian, jika kamu berani menyentuh kami, hidupmu akan berakhir"...
..."apa menurutmu aku perduli, jika mereka sedikit saja memperlihatkan kemarahan mereka dihadapanku, mereka semua akan kuhancurkan"...
..."kak aku tahu kamu hebat, tapi kamu tidak bisa menyombongkan dirimu seperti itu, kami sudah meminta maaf padamu"...
..."hahaha... baiklah, aku tidak akan menyakiti kalian, tapi kalian harus menelfon mereka semua untuk datang kesini dan meminta maaf padaku, jika tidak maka kaki kalian harus kupatahkan"...
...Mendengar kata-kata Jun, seorang pemuda dengan kemeja maroon tidak menghiraukannya, dia melenggang pergi sambil memaki....
..."ban*sat.. emang lo pikir lo siapa *njing!!.. rik.. sorry ya.. gue pulang, gue ngga punya waktu ngurusin kemauannya, dia pikir dia siapa"...
...Setelah mengucapkan itu dia berbalik dan pergi, namun baru melangkah tiga kali, dia langsung ambruk ditrotoar. Kedua kakinya patah dengan bentuk yang mengerikan, tulang keringnya menjulur keluar dari kulitnya....
...Pemuda itu berteriak kesakitan, banyak warga yang akhirnya menoleh, mereka semua merasa ngeri dan jijik. Para pemuda dan pemudi kaya itu merasakan ngilu yang sangat menusuk di kaki mereka, seolah-olah kaki mereka yang terpotong, namun Jun masih tetap berada di tempatnya semula....
..."issshhh... kasian sekali" ...
...Jun berbisik di sebelah pemuda berbaju kuning....
...Pemuda itu mematung dengan mata terbelalak. Semua ini terasa tidak masuk akal, jika ini adalah peristiwa yang diceritakan oleh orang lain, dia pasti akan menertawakannya, namun ini adalah peristiwa yang dia alami sendiri....
...Dia tidak pernah mengira setelah 19 tahun ia hidup bergelimang harta dengan rasa hormat dari semua orang, ia akan membuat masalah dengan dewa kematian hari ini. Ini adalah buah dari kesombongannya selama ini....
...Ia jatuh berlutut dengan suara gedebug yang keras, semua teman-temannya mengira ia juga mengalami nasib yang sama seperti temannya....
...Namun saat melihat Jun berada di depannya, mereka semua tahu apa yang sedang terjadi, mereka akhirnya melakukan hal yang sama, 3 pemuda dan 2 orang gadis muda berlutut di depan pemuda lainnya saat ada seorang pemuda lain yang tergeletak dengan kedua kaki patah....
...Mereka bahkan menagis, dan terus memohon ampunan, mereka meminta maaf dan meminta tolong untuk melepaskan diri mereka....
...Hal ini menyebabkan warga yang kebetulan berkerumun disana menjadi bingung, apalagi tidak jauh dari sana ada 10 orang yang tergeletak juga di parkiran....
...Mereka semua sangat penasaran, apalagi ada banyak warga yang sedari tadi juga sudah ada dilokasi, mereka tidak mendengar keributan atau perkelahian, yang mereka lihat hanyalah orang-orang ini tiba-tiba terjatuh dan berteriak kesakitan, bahkan pemuda terakhir kedua kakinya patah....
...Lalu apa semua peristiwa ini ada hubungannya dengan para pemuda ini, kenapa mereka berlutut di depan seseorang dan memohon ampunan?....
...Warga semakin berdatangan, tempat itu semakin penuh, jadi Jun tersenyum kepada para muda-mudi di depannya dan melanjutkan....
..."kalian datanglah jam 8 malam ke hotel ritz carlton bersama orang tua kalian, jika tidak datang makaaa.."...
...Jun tidak melanjutkan kalimatnya, ia hanya tersenyum jahat dan melirik pemuda yang sedang meraung kesakitan di trotoar, lalu ia berlalu pergi....
...Para muda-mudi itu mencoba bangkit, namun kaki mereka terasa lemas dan tidak mampu berjalan, mereka masih menangis, apalagi para gadisnya....
...Jun tidak lagi memperdulikan mereka, ia menerobos kerumunan dan permisi untuk meminta ijin agar di berikan jalan agar bisa mengeluarkan motornya....
...Ambulan dan polisi sudah memasuki lokasi, mobil mereka baru saja memasuki kawasan restaurant tersebut, ada total 1 ambulan, 2 mobil polisi masda 6, dan 2 baracuda....
...Seseorang yang menelfon polisi mengira mereka semua adalah korban bentrokan, jadi polisi yang menerima laporan tersebut bersiaga dengan 2 mobil baracuda ini....
__ADS_1
...ketika Jun akan keluar dari area parkir, 1 mobil toyota landcruiser dinas polisi datang memasuki area parkir, karena jalurnya sempit, jun menghentikan laju motornya....