
...Jam 1 malam akhirnya mereka sampai di mansion David, Jun mengira semua orang telah tertidur, namun ternyata dugaan mereka salah. David, Daniel, Maria dan angel sedang menunggu mereka, sementara Margareth sudah tidur karena kondisi fisiknya sedang lemah. Sebenarnya Davidpun sama, tapi dia memaksa untuk menunggu Jun....
..."Kakek, paman dan bibi.. kenapa kalian belum tidur? ini sudah larut malam" Jun...
..."selamat datang Jun,.. kami sedang menikmai bulan dan bintang disini, kebetulan kami tidak bisa tidur" David...
...Jun hanya tertawa kecil dan melirik Jenny sebagai tanggapan, dan Jenny pun membalas dengan senyuman tidak berdaya.....
...Siapapun yang melihat mereka, terutama Maria dan Angel dapat menebak dengan mudah kalau mereka baru saja bangun dari tidurnya, rambut mereka sedikit berantakan dengan mata yang merah....
...Jun sedikit berfikir.. kenapa mereka begitu memaksakan diri, walaupun ini adalah kota metropolis, kota ini akan tetap hiruk pikuk selama 24 jam penuh, dimana cafe, restauran, club malam bahkan pedagang kaki lima akan buka sampai jam 6 pagi....
...Akan tetapi bagi mereka yang kegiatannya dimulai pagi hari sudah akan teridur di bawah jam 1 malam seperti halnya Daniel, Maria dan Angel, kecuali ada hal lain yang mengharuskan mereka bergadang....
..."udara malam tidak baik untukmu kek.. paman dan bibi-bibi ayo.. jangan biarkan kakek di luar terlalu lama" Jun...
..."kamu jangan meremehkan kekuatan orang tua ini Jun.. aku masih kuat" David...
..."kuat apanya.. nanti juga minta tolong Jenny ngolesin minyak urut" Jenny...
..."hey... aku hanya memberimu kesempatan untuk berbakti padaku selama masih hidup.. harusnya kamu berterimakasih" David...
..."konsep berbakti ya ngga kayak gitu juga kek.. itu namanya nyusahin." Jenny...
..."haiyaaa... cucu kurang ajar... apa kamu ingin kakekmu ini mati dulu baru kamu berbakti" David...
..."issshhhh... terserah kakek aja lah, males ngomong" Jenny...
..."hush!!.. sudah-sudah.. kalian ini seperti anjing dan kucing saja" Maria...
..."aku kucingnya.." Jenny...
..."kau ini"...
...David mengatakannya sambil menjitak jidat Jenny pelan.....
..."sudah-sudah.. kalau begitu ayo kita masuk.." Daniel...
..."iya benar... ayo Jun kita masuk" Angel...
..."sebenarnya ada yang ingin kami bicarakan denganmu" Maria...
..."baiklah kalau begitu, mari kita masuk" Jun...
...Jun tidak ingin menunda apapun, bagaimanapun juga ini sudah sangat larut malam, tidak apa-apa baginya, Jenny dan Angel yang masih tergolong muda, namun untuk David, Daniel dan Maria mungkin akan menjadi masalah....
...Merekapun memasuki mansion, setelah duduk mereka berbasa-basi sebentar dan kemudian Daniel mengutarakan niat awal pertemuan ini....
..."Jun kami ingin membicarakan hal yang penting denganmu, aku harap kamu tidak keberatan" Daniel...
..."paman... katakan saja, jangan terlalu sopan terhadapku, kalian sudah ku anggap sebagai keluarga" Jun...
..."sebenarnya maksud kami membicarakannya dengan terburu-buru seperti ini adalah untuk kebaikan Jenny. kami ingin kalian bertunangan dulu sebelum berangkat ke Bali, bagaimanapun juga kami sebagai orang tua menginginkan yang terbaik bagi putrinya, aku harap kamu mengerti" Daniel...
..."paman, kakek dan kedua bibi.. jangan terlalu khawatir tentang hal ini, aku ikut dalam apapun itu rencana dalam membahagiakan Jenny, termasuk yang satu ini. aku tidak punya alasan untuk menolaknya" Jun...
..."kalau begitu sangat baik.. aku tahu kamu tidak akan menolak lamaran kami, kami sangat khawatir saat Jenny merengek minta ikut ke bali.. jadii..."...
..."ibuuu..." Jenny langsung menyela Maria...
...Jenny merasa sangat malu pada Jun, namun dia juga tidak dapat menyangkal bahwa dia juga merasa senang dengan usaha keluarganya....
...Disisi lain, Jun juga mengerti akan hal ini, dia juga berasal dari timur, dan juga memiliki seorang anak peremempuan walaupun tidak pernah bersamanya. Jadi siap tidak siap dia akan menyetujuinya. Karena saat ini dan menurut cerita dari Eka semuanya relevan. Apalagi dia tahu cinta Jenny selalu tulus padanya. Hanya orang bodoh yang akan menolaknya....
..."tapi ini sangat mendadak bagi kami, apa kalian sudah memiliki ide??"...
...Jun penasaran, karena ini permintaan mereka, jadi dia fikir mereka pasti sudah memiliki rencana....
..."kami berencana melakukannya besok pagi, sederhana saja. kita lakukan sambil sarapan, kamu undanglah beberapa kenalanmu sebagai saksi, bagaimana menurutmu??" David...
..."ide itu boleh juga, aku akan sedikit lama di bali, karena sudah lama sekali aku tidak menginjakkan kaki di tanah leluhurku. Kalau memungkinkan bagi kalian, kita bisa melakukan pesta pertunangan kami disana" Jun...
..."baik... maka baik saja seperti itu, kami akan mencari hari baiknya dan akan mengabarimu secepatnya" Daniel...
..."hari baik apaan, apa kamu fikir mereka akan menikah??" Maria...
..."pesta itu tidak perlu hari baik kak" Angel...
__ADS_1
..."ish.. apa yang kalian tahu.. semua kegiatan harus selalu ada hari baik, apalagi ini adalah hal yang spesial" Daniel...
..."jangan sampai karena hari baikmu itu pesta pertunangan mereka tertunda lama" David...
..."kalian ini kenapa tidak ada yang mendukungku sih.." Daniel...
..."aku ada upacara besar 2 minggu dari sekarang, kalau bisa sebelum itu kita sudah melangsungkannya" Jun...
..."kalau begitu sudah di putuskan.. tunggu kabar dari kami Jun" David...
..."Jun kami sudah menyiapkan kamar untukmu menginap, Jenny bilang rumahmu jauh dari sini, dan ini sudah sangat larut, malam ini kamu menginap disini ya.." Maria...
..."Iya honey.. kamu menginap disini ya.. aku khawatir jika kamu pulang sekarang" Jenny...
...Wajahnya masih merah menahan kegembiraan di hatinya, ada banyak pencapaian yang dia raih dalam hidupnya, namun tidak pernah lebih membahagiakan dari pada ini. Kalau saja tidak ada orang sekarang, dia pasti sudah meloncat-loncat kegirangan....
..."baiklah kalau begitu, sebenarnya tadi juga aku berencana menginap di hotel, namun ini lebih baik" Jun...
..."baiklah... Jen, antar Jun ke kamar di sebelahmu ya.. sudah disiapkan tadi" Maria...
..."okey bu,.. ayo hun" Jenny...
..."kalau begitu aku istirahat dulu, kalian juga ya.." Jun...
...Saat Jun dan Jenny sudah naik ke lantai dua, mereka masih sedikit mengobrol.....
..."aku harap hubungan mereka berjalan baik dan selalu bahagia, Jun juga sopan dan baik hati" Angel...
..."aku juga berharap begitu, mudah-mudahan Jenny selalu bahagia" Maria...
..."kita berdoa saja kepada tuhan, sekarang kita tidur dulu, besok kita bangun pagi-pagi mempersiapkan sarapan spesial" David...
...Merekapun kembali ke kamar masing-masing setelah mengucapkan selamat tidur. Maria juga mengingatkan pelayannya untuk menyiapkan segalanya.....
...Disisi lain, Jun membeli sepasang cincin dari system shop, dan menginstruksikan untuk membawakan beberapa, karena dia tidak tahu ukuran jari dirinya dan Jenny, tidak spesial dan langka memang.. namun mau bagaimana lagi. Tidak ada waktu untuk memesannya. Setelah membayar DP, Jun memutuskan untuk mencoba tidur....
...Jenny malah tidak bisa tidur, dia terlalu bahagia, di tempat tidur dia hanya senyum-senyum sendiri dan tertawa cekikikan. Didalam fikirannya dia sudah membayangkan pesta pernikahan mereka, membayangkan anak-anak mereka yang berlarian kesana kemari dan sudah membayangkan akan seperti apa rumah mereka....
...Jun tidak tahu kenapa, dia dapat mendengar dengan jelas tawa Jenny di kamar sebelahnya, entah apa yang Eka lakukan kepada tubuhnya, mungkin ada hubungannya dengan meridian, namun kemampuan ini sudah mengganggunya sejak hari pertana, namun mendengar tawa Jenny, Jun juga merasakan kebahagiaan yang sama....
...Tidak tahu jam berapa, merekapun akhirnya tertidur. Keesokan paginya Jun bangun dan bergegas mandi, Jun keluar dari kamar mandinya hanya menggunakan handuk. Namun saat ingin memakai celananya, pintunya di ketuk seseorang. Jun fikir itu adalah Jenny atau pelayan, namun saat Jun membuka pintu, ternyata itu adalah Maria....
...Mulutnya sedikit terbuka, matanya melebar dan bahkan tidak bisa mengendalikan badannya, pakaian yang dia bawakan untuk Junpun terjatuh kelantai....
..."eee.. bi..! bajunya jatuh"...
...Kata-kata Jun menyadarkannya kembali, dia menelan liurnya yang tidak dia sadari telah menetes, dia sangat malu dan malu, wajahnya yang putih memerah....
..."Bagaimana ada tubuh yang begitu sexy dan sempurna seperti itu.. anakku.. kamu sungguh beruntung"...
...Gumam Maria dalam hati...
..."maaf Jun, bibi tidak tahu kalau kamu sudah mandi, aku fikir kamu belum bangun, aku membawakanmu pakaian pengganti, mudah-mudahan muat"...
..."terimakasih bi. kebetulan aku tidak membawa baju ganti"...
..."pakailah"...
...Setelah mengatakan itu Maria masih terus menunduk menyembunyikan wajahnya yang merah....
...Jun yang melihatnya menggelengkan kepalanya, dia tahu apa yang difikirkan calon mertuanya itu, dia juga sebenarnya mengagumi tubuhnya yang sekarang, dulu dia lebih pendek dan kurus, sekarang lebih tinggi dan sangat berotot namun tidak akan terlihat jika dia memakai pakaian. Siapapun yang melihatnya pasti akan terkejut....
...Maria langsung menuju ke kamar mandi kamarnya, dia sempat berpapasan dengan Daniel.....
..."ma kamu kenapa..??"...
..."aku kebelet buang air"...
...Maria menjawab tanpa melihat Daniel, dia baru keluar sekitar 20 menit kemudian, tidak ada yang tahu apa yang dia lakukan....
...Jun yang sudah selesai berganti pakaian langsung turun, di aula mansion dia bertemu dengan David dan Daniel yang sedang asik mengobrol, sedangkan Margaret dan Angel berada di ruang makan menyiapkan meja....
..."Paman.. Kakek.. selamat pagi"...
..."pagi Jun, kamu terlihat tampan hari ini.." Daniel...
__ADS_1
..."aahh... ini bibi Maria yang memberikanku"...
..."kemarin dia pergi ke butik Angel, mereka berdua yang menyiapkannya, ternyata sangat pas buatmu" David...
..."mata mereka dapat mengetahui ukuranmu hanya dengan melihat.. mengerikan sekali.." Daniel...
..."Untung saja mata istriku sudah buram.." David...
..."hey ayah.. lagian apa untungnya bagimu" Daniel...
..."Dasar Babi tua.... apa yang kamu bicarakan....?? Margareth...
..."aku hanya perihatin dengan matamu yang sudah mulai kabur.. apa yang salah" David...
..."mataku memang buram, tapi kupingku masih jelas, apa kamu mengerti" Margareth...
..."kau ini semakin tua semakin emosian" Daniel...
..."ayah... ibu... sudahlah.. kalian ini selalu berdebat hal-hal yang tidak penting" daniel...
..."ayahmu yang mulai, bukan aku.." Margaret...
..."yang emosi kan kamu, bukan aku.. aku biasa saja" David...
..."yang buat emosi kan kamu.. kamu minta di jewer rupanya" Margaret...
..."hey... kalian lupa ya dirumah lagi ada tamu?? semakin tua semakin kekanak-kanakan saja.." Daniel...
..."kalian meributkan apa??" Jenny...
...Jenny turun dari lantai 2, saat ini dia memakai gaun panjang warna putih, rambutnya ditata dengan rapi dan sangat indah dengan hiasan emas putih (campuran emas kuning, rodium, perak, atau platinum) bertaburkan berlian....
...Dia menuruni tangga dengan sangat anggun mirip bidadari
...
...Jun sangat terpesona dengan kecantikan sederhana Jenny, wajahnya yang campuran china eropa rusia asia tenggara timur tengah ini memang tidak bisa dipastikan dari ras mana, bidadari.. itulah dia....
...Tidak pernah terfikir dalam hidupnya akan di kejar-kejar wanita seperti ini, baginya ini seperti khayalan. Dan dia belum siap untuk tersadar....
..."aahh.. tidak sayang, kami sedang membicarakan pakaian yang dikenakan Jun" Daniel...
..."itu terlihat pas di badanmu Honey.. apakah kamu nyaman memakainya?? Jenny mendekati Jun ingin meraih tangannya....
...Jun pun membalasnya dengan sigap....
..."aku harus berterimakasih pada ibumu dan bibi Angel, mereka sangat pintar memilihnya"...
...setelah jeda sebentar, Jun kembali menambahkan.....
..."kamu terlihat sangat cantik, aku jadi merasa minder"...
..."untuk apa minder.. justru aku ingin terlihat cantik agar bisa bersanding dengan kamu"...
..."apa aku seTampan itu bagimu??"...
..."tentu saja honey, kalau tidak kenapa aku mau bersamamu"...
..."hey.. dunia bukan cuman milik kalian, masih ada kami" David...
..."kalian terlihat sangat serasi.. Jenny beruntung bisa memilikimu Jun" Maria yang baru turun mendekati Jun dan Jenny dan mengelus lembut pipi Jenny...
...Dia merasa iri dengan anaknya, seandainya Daniel memiliki tubuh seperti Jun, mungkin dia memiliki puluhan anak sekarang, namun sayang Daniel tidak sesexy itu, walaupun Daniel memiliki hati yang baik dan lembut serta pintar, namun dalam urusan ranjang dia tidak terlalu bergairah....
...Tiba-tiba terdengar pelayan yang mengantar beberapa orang, mereka adalah Gede, Lee, Steve, Iqbal dan Dody. sedangkan Faizal dan Raju tidak bisa hadir karena sedang bekerja. Memang mereka tidak tahu kalau Jun adalah Presiden direktur mereka, dan para atasan mereka juga tidak tahu bahwa mereka sangat dekat satu sama lain, jadi ijin mendadak sulit mendapatkan kebijakan. Kalau saja mereka tahu, kejadiannya mungkin berbeda....
..."Kalian semua sudah datang?? Raj sama Fa'iz mana??" Jun...
..."mereka tidak bisa ijin karena tidak dapat pengganti shiftnya, lu ngabarinnya nadak.." Iqbal...
..."iye sorry... acaranya juga nadak, mau gimana lagi"...
...Daniel yang mendengar percakapan mereka berkeringat dingin di punggungnya, dia fikir Jun akan marah. Dia tidak memikirkan hal ini sebelumnya....
...beberapa menit kemudian muncul lagi pelayan yang mengantar 2 orang tamu lagi, mereka adalah para cyborg di bawah naungan system shop. Kehadiran mereka jelas untuk membawa beberapa cincin untuk dicoba....
__ADS_1
...Setelah menemukan yang pas, acara sarapan dengan pertunanganpun di mulai. Walaupun sederhana, namun karena kehebohan teman-teman Jun, Daniel dan David, acaranya pun terasa cukup ramai dan hangat....
...Mereka berbincang sebentar, karena Jun akan kembali ke manornya untuk persiapan keberangkatannya, semua orang ingin pergi mengantarnya, selain ingin tahu rumah Jun, mereka juga ingin mengantar Jun dan Jenny kebandara....