
..."selamat sore pak Jun, maaf kami sedikit terlambat untuk datang kesini, jalanan sedang penuh hari ini karena jam pulang kerja, tolong maafkan kami"...
..."tidak apa-apa pak.. kami mengerti"...
...Jun kemudian menunjuk Danies dan komplotannya, dan melanjutkan,...
..."mereka ini mengintai kami, dan bersiap untuk menembak kami, jadi terpaksa kami lumpuhkan, saya rasa mereka dendam terhadap saya karena ayahnya yang bernama Darko masuk penjara karena saya. Saya rasa penjelasan saya sudah jelas dan tidak perlu memberikan keterangan yang lainnya bukan? saya hanya tidak ingin kegiatan saya terganggu karena permasalahan ini"...
..."tentu pak Jun tentu, keterangan anda sudah sangat cukup bagi kami, lagi pula mereka ini adalah buronan kami dan juga interpol, justru anda membantu kami dalam hal ini, seharusnya kami memberi penghargaan bagi anda dan bukan gangguan"...
..."bukan masalah,. saya harus pergi. Anda dapat menghandlenya dari sini"...
..."baik pak Jun, hati-hati dijalan dan sekali lagi terimakasih banyak"...
...Jun mengangguk kemudian meninggalkan mereka. Didalam mobil Jenny dan Indah kembali menanyainya. Jun menceritakan garis besarnya, dia juga menceritakan kejahatan-kejahatan Danish, tentu saja tidak spesifik, bagaimanapun juga di dalam mobil ada anak-anaknya....
...Sore harinya mereka mengemas barang-barang mereka untuk keperluan ke jembrana. Setelah makan malam, seperti biasa Jun bekerja di ruang kerjanya sampai menjelang tengah malam sebelum akhirnya kembali kekamarnya....
...Tidak seperti malam sebelumnya, kali ini Jenny dan Indah sudah mulai mengobrol satu sama lain, mereka sedang asik membaca dan membicarakan tentang sebuah majalah yang mereka baca, dimana dimajalah tersebut memuat tentang pernikahan impian....
...Mereka sudah menerka-nerka, membayangkan dan merencanakan pernikahan mereka dengan inspirasi dari majalah tersebut....
...Saat Jun masuk, Jenny menyapanya dengan panggilan sayangnya, Indah disisi lain ragu-ragu, canggung dan malu, ia tidak tahu harus memanggil apa, dia sangat ingin memanggilnya sayang atau panggilan sayang lainnya. Sejak pernikahannya dulu ia dan Jun tidak memiliki panggilan sayang, bagaimana tidak.. Jun tidak pernah benar-benar ada untuknya, bahkan tidak pernah menyayanginya....
...Menyadari hal ini Jun tersenyum kepada mereka dan mendekati mereka, ia duduk di pinggiran tempat tidur....
..."honey.. sayang... rumah kita di jembrana belum jadi 100%, terutama halaman dan tamannya, apa tidak masalah bagi kalian?"...
...Jenny dan Indah tersenyum dan saling pandang....
..."tidak masalah honey.. selama kita bersama semuanya akan terasa sempurna" Jenny...
..."kamu mulai pintar menggombal" Jun...
..."itu benar sayang.. kamu tahu seperti apa kehidupanku selama ini, sekarang aku disini, mengetahui orang tuaku dalam keadaan sehat, hidup bersama kalian, bermain dengan anak-anak dan sebagainya, aku tidak pernah membayangkan hidupku akan sesempurna ini sebelumnya"...
...Indah terlihat masih malu-malu saat ia memanggil Jun dengan sebutan sayang....
..."tapi saat ini aku masih terlalu sibuk, sehingga tidak bisa selalu memperhatikan kalian dan anak-anak, mudah-mudahan dalam 1 sampai 3 tahun ini, semua proyek dan perencanaanku akan bisa rampung, sehingga setelah itu aku tidak akan terlalu sibuk lagi" Jun...
..."honey... kamu tidak perlu khawatir, kami mengerti akan hal itu, apalagi sekarang aku sudah ada Indah, Chya dan Satria, jadi tidak akan pernah bosan" Jenny...
..."mungkin kalau kami sendiri tanpa anak-anak dan teman, kami akan merasa bosan dan menuntut perhatianmu, sekarang kami berdua dan juga ada anak-anak jadi keseharian kami selalu ada kegiatan" Indah...
..."aku mengerti, untunglah kalau begitu.. baiklah aku mau mandi dulu ya.." Jun...
...Sepuluh menit kemudian Jun selesai mandi, ia merasa grogi dan bingung untuk melakukan apa, kedua wanitanya masih berkumpul dan berdekatan satu sama lain, akhirnya dia menyandarkan dirinya di sandaran tempat tidur....
...Indah dan Jenny akhirnya menolehnya, mereka terkekeh dan akhirnya menaruh majalahnya....
__ADS_1
..."sayang... kemarilah, kenapa kamu duduk di pinggir tempat tidur??" Indah...
..."aku membiarkan kalian menyelesaikannya, pembicaraan kalian sepertinya sangat penting" Jun...
..."kami sedang memilih rancangan dekorasi tamannya, semuanya sangat indah, kami jadi bingung" Jenny...
..."kalian hayalkan saja dulu berdua, lalu bicarakan dengan arsiteknya besok, dia akan membuat gambar dan video 3D yang sangat realistis, mereka memiliki milyaran gambar pohon, dan tanaman hias di komputernya, juga jutaan gambar kolam, jembatan, gazebo dan berbagai macam hal untuk dekorasi, mereka akan merealisasi khayalan kalian dalam bentuk video, dan yang perlu kalian tahu, semua gambar itu ada stoknya, dan jika kalian menyetujui gambar mereka, taman kalian akan jadi dalam waktu kurang dari 1 bulan, kalian harus mencobanya"...
..."jadi gambar yang mereka punya adalah stok tanaman dan bangunan dekorasi yang tersedia di dunia nyata?" Indah...
..."iya, gambar-gambar itu merupakan katalog benda yang tersedia, jadi mereka tinggal mempadu-padankannya lalu mengajukannya kepada kalian, sehingga ketika kalian setuju mereka tinggal menanam, membangun atau memasangnya saja, tidak perlu bingung mencarinya lagi" Jun...
..."kalau begitu besok kita bisa mengerjakannya Ndah" Jenny...
..."iya.. kita kerjakan mulai besok" Indah...
..."taman kita kan hampir rampung... kalian bisa melihatnya dulu baru kemudian merubah atau menambahkan sesuai keinginan kalian" Jun...
..."jadi tidak sabar untuk segera berangkat" Jenny...
..."tidurlah dulu, besok jam 10 kita berangkat ke jembrana" Jun...
...Jenny beralih ke sisi kanan Jun sedangkan Indah masih disisi kiri Jun, Jenny langsung memeluk Jun, sedangkan Indah masih malu-malu, Jun akhirnya memanggil namanya....
..."Indah..."...
...Indah menoleh, kemudian ia tersenyum girang dan ikut memeluk Jun. Jun mencium kening keduanya, merekapun akhirnya tertidur....
...Nantinya jika kedua sepupunya sudah lulus kuliah, mereka juga akan mendapatkan pelatihan dan pendidikan disini, sementara untuk saat ini Pak De lah yang akan diberikan pendidikan dan pelatihan sekembalinya dari jembrana....
...Lokasi lahan ini sendiri sangat dekat, yaitu 2 menit menggunakan motor, 4 menit dengan mobil karena harus sedikit memutar, dan 10menit berjalan kaki....
...Tempat ini dipilih Surya, jelas karena dekat dengan mansion dan alasan keduanya, karena luas dan topografinya sesuai dengan apa yang diinginkan Jun....
...Jun membuat beberapa arahan dan instruksi untuk pembangunan Gedung ini, Jun ingin membuat gedung ini setinggi 100 lantai, dan setiap lantainya akan mengurusi atau membawahi 1 hingga 4 perusahaan, serta di bagian atas gedung di buat sebagainlandasan helikopter yang mampu menampung 2 heli dengan ukuran besar....
...Surya dengan cekatan mencatat permintaan Jun pada tab yang ia bawa, sedangkan Niko terus menerus memperhatikan apa yang Surya lakukan, namun ia tidak bisa mengikutinya....
...Ia menjadi bingung dan pusing, ia sangat dikejutkan dengan apa yang diminta Jun, walaupun pendidikannya hanya sampai smu dia juga tidak bodoh-bodoh amat, di sekolahnya ia selalu berada di ranking 10 besar dari 30 siswa....
...Niko tahu benar jika apa yang diinginkan Jun akan menelan biaya setidaknya diatas 1 triliun rupiah bahkan mungkin lebih dari 10 triliun, lahan yang di beli Surya sendiri sudah bernilai 2,7 miliar, dengan luas 4 hektar....
...Apalagi bangunan 100 lantainya, jika 1 lantai setinggi 3 meter maka tinggi total bangunan ini adalah 300 meter, ini akan menjadi bangunan tertinggi di kota ini bahkan di indonesia, dan ini akan menjadi kantornya....
...Sebelum bertemu dengan Jun uang 200 juta saja sudah jumlah yang sangat-sangat mustahil bagi keluarganya, namun Jun memperlakukan uang ribuan miliar seperti bukan apa-apa....
...Belum lagi kecepatan dan ketepatan kerja Surya yang sangat mengagumkan, bahkan ketikannya pada layar iPad terlihat seperti sebuah mesin, tanpa salah dan tanpa perlu koreksi....
...Niko belajar mengetik 10 jari pada komputer selama 3 tahun di sekolahnya, ketikannya tidak bisa di bilang pelan, tapi jika disaingkan 10 jarinya dengan 2 jempol Surya maka ia tidak akan memiliki peluang untuk menang....
__ADS_1
...Di perjalanan pulang Jun juga menyempatkan diri untuk mengatur pelebaran jalan di sekitar gedung serta akses ke kota, bandara, terminal, pelabuhan dan ke pabrik mereka....
...Semua rencana-rencana Jun di sulawesi ini akan menyerap setidaknya 800 ribu karyawan, mereka semua akan di latih dan diberikan pembekalan serta budaya kerja di gedung ini nantinya, maka dari itu akan dibuatkan gedung untuk menampung tempat tidur mereka di sekitar gedung utama yang akan dibangun....
...Sesampainya di mansion Soni dan keluarganya sudah menunggu, mereka sedang mengobrol dengan Todya, Sari dan Jenny, sedangkan Indah masih mempersiapkan anak-anak di kamar mereka....
...Jun menyapa mereka sebentar lalu pamit untuk mandi, sedangkan Niko dan Surya tinggal untuk menemani mereka mengobrol....
...Beberapa saat kemudian Indah dan anak-anak turun dengan berlari sambil menggendong tas kecil mereka, Indah membawa 2 koper kecil sedangkan 2 pelayan di belakangnya membawa 2 koper besar....
...Jam 10 siang pesawat mereka bertolak dari bandara langsung menuju rumah Jun di Jembrana, semua orang sangat menikmati perjalanan mereka, terutama Indah dan kedua sepupu Jun, ini adalah pertama kalinya mereka menaiki pesawat pribadi yang super mewah....
...Sedangkan Jun dan anak-anaknya sedang asik bermain game simolator balap mobil yang ada di pesawat. Tanpa terasa 2 setengah jam perjalanan mereka lalui seakan-akan baru saja naik ke pesawat....
...Pesawat mendarat dengan sangat mulus, tanpa getaran sedikitpun, ini karena pengaspalan di area apron sudah selesai dilakukan, dan hasilnya sangat halus tanpa gelombang sedikitpun....
...Pesawat langsung menuju gudang pesawat di ujung landasan, disana telah terparkir ratusan pesawat yang Jun miliki, dari segi ukuran mulai dari pesawat super mini bamblebee 2 hingga pesawat besar seperti antonov AN-225 mriya, ada juga pesawat Jet mulai dari generasi pertama hingga generasi ke 6, ada yang berkecepatan mach 0,28 hingga mach 6,2. dari pesawat kuno hingga terbaru....
...Semua sudah tertata dan terparkir dengan rapi, sehingga terlihat seperti ruang pameran yang sangat luas. Disana juga terlihat puluhan orang yang sedang membersihkan dan merawat pesawat-pesawat itu....
...Setelah pesawat berhenti dan sudah di parkir, Toni dan Waluyo sudah menunggunya. Toni merupakan asistennya di bali, sedangkan Waluyo merupakan butlernya....
...Mereka langsung mengarahkan beberapa pelayan untuk mengurus bagasinya, sedangkan mereka menyambut rombongan Jun yang baru turun....
...Setelah memberikan salam mereka semua dibawa menuju mansion menggunakan mobil listrik, disepanjang perjalanan, mereka disuguhi pemandangan taman bunga yang indah disisi kiri dan kanan, tak jauh dari jalan yang mereka lalui juga terlihat hutan dan kebun, serta terlihat samudra yang membentang jauh di sebelah selatan....
...Sekitar 5 menit kemudian mereka sampai di depan rumah. Jun terperangah, walaupun dia sudah sempat melihat video tur dari rumahnya sekali serta ikut dalam mendesignnya, dia masih terkejut dengan hasil nyatanya....
...Terdapat 2 patung besar di kedua sisi gerbangnya, kemudian jalan menuju kerumahnya juga tertata dengan tapi, disayap kanan terdapat garasi mobil harian Jun dan juga oprasional para cyborg, ada sekitar 20an mobil dan kesemuanya merupakan mobil-mobil mewah yang tidak terlalu langka....
...Diantaranya ada Bentley bentayga, DBX, G63 AMG, Ram TRX, F150 Raptor, Lexus LX, dan masih banyak lagi yang ada di dalamnya....
...Sedangkan di sayap kiri ada puluhan motor, ATV dan Qiadbike dimana itu semua juga motor yang bisa di pakai harian dan bukan merupakan motor-motor langka....
...Dari luar terlihat ada beberapa harley davidson, BMW 1000RR, CBR, R1, H2, Panigale V4, Tmax, Vultus dan juga yang lainnya....
...Kendaraan-kendaraan ini merupakan kiriman dari produsen-produsen motor tersebut sebagai motor uji coba karena perintah Eka, dimana ia tahu bahwa Jun sangat menyukai motor. Sedangkan untuk mobil mereka membelinya karena tertarik saja saat di tawarkan, namun sebagian besar merupakan pemberian juga dari produsennya....
...Di bagian tengah dari rumah itu, terdapat 4 tiang yang menjulang tinggi, dengan ukiran naga yang melilit tiang tersebut, rumah ini sendiri bergaya bali dengan banyak ukiran, namun dengan ukuran yang besar....
...Sehingga kalau di lihat dari luar rumah ini terlihat hanya memiliki 2 lantai saja, namun sebenarnya ada 4 laintai. Saat mereka naik ke teras, mereka dapat melihat taman bunga, kolam ikan besar dengan gazebo di bagian tengah kolamikan tersebut, serta 2 jembatan disisi kiri dan kanannya....
...Ada juga halaman dengan rumput hijau rapi yang luas di depannya serta tentu saja pemandangan kota Jembrana yang membentang dan hamparan samudra luas di bagian selatan....
...Rumah ini tidak akan pernah membuat siapapun yang tinggal di dalamnya akan merasa bosan. Apalagi rumah ini berada di ketinggian 985mdpl sehingga membuat suhunya sangat sejuk....
...Toni dan Waluyo langsung mengantar mereka untuk masuk kedalam rumah. Sampai di dalam mereka semua kembali terheran-heran, terkecuali Jun, karena ia sendiri telah mengubah designnya dan berkali-kali melihat gambarnya untuk memastikan semuanya sesuai keinginannya, sehingga dia tahu betul bentuk ruangan-ruangan yang ada di dalam rumahnya ini....
...Dilantai 1 adalah bagian rumah terlapang, di bagian tengah terdapat kolam air mancur yang besar, di hiasi dengan puluhan bonsai kecil yang di tata sedemikian rupa diatas batu yang diukir serta rumah-rumahan mini yang juga tertata rapi, sehingga terlihat seperti pedesaan di pegunungan yang melingkari kolam air mancur tersebut....
__ADS_1
...Di bagian utara lantai 1 terdapat dapur bersih dan juga bar, ada juga lounge dan toilet, dibagian timur adalah ruang tamu terbuka, sofa-sofa besar, meja, dan tv dengan ukuran seperti papan reklame, sedangkan di sebelah barat adalah ruang baca mewah dengan ribuan koleksi buku, tangga dan 2 lift....