
...Maria dan Angel juga keluar dari rumah sambil menggendong baby Flo dan Ryu....
..."kalian disini?? Kapan datang??"...
...Tanya Jun kepada mereka....
..."kami disini sudah dari 4 hari yang lalu, mertua , nenek dan kakek mertuamu juga ada disini, mereka sedang di kebun belakang memanen manggis dan durian"...
...Maria menjawab sambil menghampiri Jun....
...Setelah cepaka-cepiki dengan Maria dan Angel Jun menyapa kedua anak bayinya kemudian mencium kening mereka bergantian....
..."Ayah, kakek dan nenek sepertinya sudah ketagihan durian dan manggis ya??" lanjut Jun....
..."4 hari yang lalu Jenny menelfon Ayah, dia bilang manggis dan durian sudah berbuah dan sudah bisa dipanen jadi Ayah buru-buru menyeret kami semua kesini, dia sangat bersemangat, kami takutnya dia terlalu memaksakan dirinya untuk melahap semua durian, jadi kamu harus menasehatinya nanti, dia hanya mau mendengarkanmu sekarang" Angel kawatir dengan tubuh tua Ayahnya....
..."kalian tidak usah khawatir, tidak akan terjadi apa-apa dengan mereka, aku bisa menjaminnya, ayo kita susul mereka kehalaman belakang" jawab Jun meyakinkan....
..."Ayah.. Aku mau di gendong..." ujar Chya manja...
..."hey... kamu sudah gadis... Masih saja manja sama ayah" ucap Jun tapi masih tetap mengangkat Chya ke gendongannya....
...Mereka pun menuju kehalaman belakang dimana David, Daniel dan Margareth sedang menikmati suasana gunung di gazebo sambil menikmati manggis....
..."woaaahh... Ini manis sekali.. Buah ini adalah buah terlezat yang pernah aku nikmati" Daniel memuji buah manggis yang sedang ia kunyah....
..."Dan... Kamu sudah menghabiskan 4 kilo lebih, sedangkan aku belum sampai 2,5 kilo, jangan curang..." keluh David....
..."masih ada 6 pohon lagi yang belum kita panen yah.., tidak usah perhitungan begitu.."...
...Daniel memanggil Waluyo yang ada di sebelahnya,...
..."pak Waluyo bisa tolong panenkan 2 pohon lagi untuk kami"...
..."hey... Sudah cukup, ini saja sudah banyak sekali, kalian mau mati tersedak manggis??"...
...Margareth yang baru makan sekitar 1kiloan manggis mengancam mereka....
..."sayang... Tidak akan ada yang mati karena tersedak manggis, jangan mendoakan yang tidak-tidak"...
...Gerutu David...
..."apapun yang dikonsumsi berlebihan tidaklah baik, lihatlah.. kalian telah makan begitu banyak manggis, apa tidak takut sakit??"...
...Protes Margareth lagi....
..."kita masih memiliki toko pharmasi Jun yang menjual berbagai obat ajaib, jadi tidak perlu takut makan apapun secara berlebihan" balas David bangga....
..."hmm.. Ayah benar Bu, jangankan hanya manggis, bahkan jika kita minum racun sekalipun kita masih bisa mengandalkan obat-obatan dari toko itu, apalagi dirumah ini ada 4 dokter hebat yang selalu standby melayani keluarga kita" Daniel membela ayahnya....
..."kalian ini, apalagi yang bisa kalian lakukan selain mengandalkan cucu menantuku, kalian selalu membuatnya repot, seharusnya kalian memberikan sumbangsih tenaga dan fikiran kalian, jangan memanfaatkannya terus" protes Margareth....
..."itu semua bukan masalah nek, kebahagiaan kalian semua merupakan tanggung jawabku, aku ingin kalian semua bisa menikmati hidup dengan canda dan tawa tanpa beban apapun" Jun yang melihat mereka yang sedang mengobrol langsung mendekati mereka dan menyalaminya....
..."kamu sudah pulang Jun, bagaimana bisnismu" tanya Margareth basa-basi....
..."semua baik-baik saja Nek, Nenek juga tahu aku memiliki bawahan yang cukup bisa di handalkan, jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan"...
__ADS_1
...Jun tersenyum, kemudian melanjutkan,...
..."Aku lihat nenek semakin energik dan bersemangat, bagaimana kesehatanmu nek?"...
..."Tentu saja aku baik-baik saja, bahkan diumurku yang sekarang di kepala delapan, aku masih mampu bermain tenis, golf dan sebagainya seperti wanita umut empat puluhan" ujar Margareth dengan bangga....
..."benarkah? Wow.. Itu bagus.. Itu bagus, namun nenek harus selalu berhati-hati saat bermain, oke..." Jun mengingatkan, walaupun sebenarnya bukan masalah besar jika Margareth mengalami cidera....
..."jangan remehkan nenekmu itu, dia bahkan bisa mengalahkan mantan pelatih tenis timnas yang berusia lima puluhan tahun" David membusungkan dadanya seolah-olah dialah yang mengalahkan pelatih tenis itu....
..."Aku tahu nenekku luar biasa, aku tidak meragukannya" ucap Jun sambil tersenyum....
...Mau tidak mau Jun mengingat kembali cucu buyutnya 'Eka' yang di karuniai kecerdasan luar biasa oleh sang pencipta, walaupun Jun mengerti garis hidup yang di jalaninya yang telah menuntun mereka untuk bertemu adalah pengaturan sang pencipta, tetap saja Eka telah menjalani kehidupan yang berat....
...Walaupun segala sesuatunya telah di permudah di akhir akan tetapi sebelum itu Eka telah menghadapi berbagai kesulitan dan bencana....
...Semua hal itu diketahui oleh Jun setelah mendapatkan kewangsiatan dari sang pencipta, ia dapat melihat dan mengetahui segalanya....
...Jun hanya seorang, namun dia ada di setiap makluk hidup di seluruh semesta dalam bentuk percikan kecil kehidupan yang disebut "Ruabinedha" yaitu 'dua hal yang bertolak belakang' seperti hidup-mati, baik-buruk, anugrah-bencana dan sebagainya....
...Ia dapat melihat dan mendengar, dapat mencium dan merasakan segala sesuatu yang dialami semua makluk hidup tanpa terlewat selayaknya ia adalah makluk tersebut....
...Saat ini Jun juga dapat merasakan dan melihat Eka yang sedang menerima kehidupan, dimana ada kehidupan pasti ada kematian, Eka sudah bersiap untuk menunggu akhir hidupnya....
...Untuk itu Jun berniat untuk mengunjunginya setelah menghabiskan beberapa waktu bersama dengan keluarganya di bumi....
..."waaahh... Apa kalian yang memakan ini semua?!" Angel berseru saat melihat kulit manggis dan durian yang menumpuk di sebuah keranjang sampah besar disebelah meja mereka....
..."itu Ayah dan Kakakmu..." tuduh Margareth....
..."hey... Kamu juga ikut makan ya..." sanggah David....
..."ish.. Kalian ini tidak tahu malu.. Kamu Daniel.. Kamu menghabiskan 7 buah durian dan beberapa kilo manggis sendirian, apa perutmu belum penuh?" Margareth jengkel....
...Semua orang hanya bisa geleng-geleng tidak berdaya yang membuat Daniel sedikit malu, ia melirik David disebelahnya berharap untuk mendapatkan bantuan, namun David berpura-pura tidak melihatnya....
..."sudahlah.. Tidak apa-apa, lagi pula tubuh kalian sekarang dalam keadaan yang sangat sehat dan kuat, jadi memakan buah-buahan itu secara berlebih tidak akan terlalu berpengaruh pada kalian" Jun dapat melihat efek dari pil peremajaan yang telah mereka konsumsi masih kuat, walaupun mereka meminum racun sekalipun tubuh mereka pasti akan dapat mengatasinya, walaupun mereka masih akan merasakan mual akibat efek racun tersebut....
..."Ayah, beberapa hari yang lalu Dian dan orang tuanya berkemah dihutan, mereka berburu babi hutan, kelelawar dan kelinci liar, aku melihat postingannya di instagram, aku jadi pengen berkemah dihutan juga..." rengek Chya tiba-tiba....
..."iya Ayah, aku dan kak Chya udah menentukan lokasinya, bahkan sudah menentukan rute yang akan kita lalui, kami juga sudah menentukan apa saja yang harus kita bawa kesana, kalau Ayah setuju kita bisa berangkat besok" tambah Satria dengan semangat....
...Satria memang sangat suka berpetualang, jadi saat kakaknya memperlihatkan story temannya dan menyatakan keinginannya untuk kemah dihutan, ia langsung gerecep mempersiapkan segalanya....
..."hey... Kalian ini... Kemah dihutan itu tidak semudah yang kalian bayangkan, banyak hewan liar yang buas, ular, serangga dan parasit beracun, belum lagi pohon atau semak beracun juga, bahkan kalian akan melewati banyak medan terjal yang berat dan berbahaya juga, apa kalian siap menghadapi itu semua?" Jenny mengingatkan kedua anaknya....
..."kalau itu, kami juga sudah mendiskusikannya dengan om Toni, dia sudah berjanji kalau Ayah mengijinkan, maka dia akan membuka jalan bersama anak buahnya dan memastikan semua rute yang akan kita lalui akan aman dan bisa dilewati menggunakan mobil ataupun ATV" sanggah Satria lagi....
..."iya Ma, pokoknya semua sudah kami fikirkan matang-matang, aku bahkan sudah belajar menembak, aku selalu mengalahkan Satria, aku yakin aku akan bisa mendapatkan banyak rusa atau babi hutan disana" Chya terlihat bersemangat dan sedikit melirik Satria dengan ekspresi sombong....
..."kakak menang karena aku membiarkannya, aku tidak terlalu menyukai senjata, kalau aku ketemu dengan babi hutan aku akan langsung mengejarnya dan mengajaknya berkelahi, aku kuat, aku pasti akan bisa mengalahkannya, hrrmmm.." Satria memperlihatkan gaya seorang bodybuilder....
..."halaaahhhh... Kamu itu masih terlalu kecil, malah yang ada kamu akan dilempar tinggi-tinggi sama babi hutan sebelum dimakan" Chya meremehkan Satria....
..."mana ada babi makan orang, kakak ini mengada-ada, lagi pula tidak akan ada babi yang bisa memakanku..."...
..."oh iyaaa... Badanmu kan bau... Pasti babi hutan bakalan ngira dagingmu itu pahit..... Ya ya ya... Aku ngerti" ledek Chya memotong kalimat Satria....
__ADS_1
..."kakaaaakk....!!!. Badanmu yang bau... itu kenapa kamu menghabiskan berjam-jam dikamar mandi saat mandi kan?"...
..."kakak cuman menikmati waktu mandi kakak, ngga kaya kamu, baru masuk kamar mandi 3 menit sudah selesai mandi, mandi apa kaya gitu, mandi capung??"...
^^^"preeettt... Menikmatiii... Emang makanan dinikmati?!"^^^
..."heyyy sudah-sudaahh... Malah jadi bertengkar gitu.." Maria menengahi kedua cucunya....
...Jun, Jenny, Indah dan yang lainnya hanya tertawa sambil geleng-geleng, keduanya memang memiliki sifat yang agak berlawanan dan akan selalu berdebat, namun saat berjauhan dan tidak bertemu satu-sama lain, mereka akan saling menanyakan satu sama lain, tipikal saudara kandung pada umumnya....
..."Baiklah Ayah setuju, kalian atur saja ya.. Ayah ingin melihat bagaimana kalian bisa menangani sebuah proyek, anggap ini sebagai latihan kalian, bagaimanapun juga Ayah memiliki begitu banyak perusahaan yang akan kalian warisi nanti, ingat!! Cepat, tepat dan mendetail, jangan sampai ada yang kalian lewatkan"...
...Jun bertindak seolah-olah CEO yang memberi perintah kepada bawahannya....
..."siap Yah..!! Jangan kawatir" seru Chya dan Satria bersemangat....
..."sayaang... Mereka masih kecil, apa kamu tidak keterlaluan?" protes Indah pada Jun....
..."aku percaya dengan kemampuan mereka, anak-anak kita sangat pintar, jadi kalian tidak usah mengkawatirkan mereka, apalagi mereka dibantu oleh Tony dan Waluyo serta bawahan mereka, Chya dan Satria hanya memanajemen mereka saja"...
...Setelah mendengar ini barulah semua orang merasa lega, sedangkan Chya dan Satria telah berlari pergi untuk melakukan persiapan mereka....
...Mereka sekeluarga kembali berbincang dengan bahagia sambil menikmati buah-buahan yang telah dipetik para pengurus perkebunan mereka....
...Saat sedang menikmati waktunya Jun sedikit menyerjit, namun kembali bertindak normal....
................
...Dibelahan semesta lain diperadaban tingkat kedelapan, terdapat sebuah planet yang sangat besar, ukurannya 6 kali lebih besar daripada jupiter....
...Planet tersebut dikelilingi oleh ratusan ribu planet-planet yang lebih kecil dan mereka saling terhubung satu sama lain, terdapat juga puluhan pesawat ruang angkasa yang super besar yang mungkin mampu menampung hingga puluhan juta manusia didalamnya....
...Pesawat-pesawat super masive itu merupakan pangkalan atau markas prajurit pertahanan mereka, sedangkan Planet-planet kecil yang mengelilingi planet utama merupakan tempat tinggal dari para petinggi pemerintahan dan keluarganya maupun individu atau keluarga yang sangat kuat dan super kaya yang sangat dihormati....
...Planet utama merupakan peradaban aslinya, tempat dimana berbagai pekerjaan dilakukan, mulai dari pabrik industri, pertambangan, pertanian, peternakan, perikanan dan sebagainya dilakukan....
...Tempat tinggal untuk masyarakat miskin, menengah, kaya, kaya raya namun yang belum cukup kaya atau kuat untuk dihormati, mereka yang belum layak dan mampu membuat planet untuk tempat tinggalnya....
...Diperadaban ini individu yang dihormati harus memiliki kekuatan dan kekuasaan yang sangat luar biasa, mampu menguasai atau membangun sebuah planet, sama halnya seperti Jun yang menjadi penguasa bumi saat ini jika ia menginginkan pengakuan....
...Bedanya Jun menguasai Bumi atas pemberian sang pencipta, bukan membangun atau menciptakannya sendiri, walaupun Jun mampu menciptakan triliunan galaxy, namun bumi tempat tinggalnya telah tercipta sebelum ia lahir....
...Diperadaban ini seseorang yang ingin memiliki planet harus mengumpulkan kekuatan yang sangat besar untuk menciptakan inti planet, kemudian membangun dari nol sedikit demi sedikit hingga menjadi planet utuh yang layak untuk ditinggali....
...Kekuatan individu atau keluarga menjadi yang utama selain kekayaan material, umur mereka rata-rata ratusan tahun untuk yang termiskin, karena tersedia obat yang sangat terjangkau untuk regenerasi sel atau memperpanjang umur walaupun efeknya tidak terlalu bagus yang di jual di toko-toko obat....
...Ditambah lagi tingkatan kultivasi di peradaban tingkat 8 relatif lebih maju, banyak penduduk yang berada diranah dewata yang masih tergolong keluarga menengah kebawah....
...Sedangkan keluarga kaya raya atau individu-individu yang meninggali planet kecil, rata-rata berada diranah tyrant atau illahi, itulah kenapa mereka mampu membangun sebuah planet serta mampu menciptakan organisme dan rantai makanan lengkap yang menyeimbangkan kehidupan diplanet tersebut sehingga layak untuk ditinggali....
...Walaupun planet ini terbilang kecil, namun sebenarnya tidak jauh lebih kecil dari bumi, beberapa bahkan ada yang lebih besar dari bumi....
......................
...Disebuah pulau di planet utama, dimana pulau itu kurang lebih seukuran dengan benua Australia, terdapat gedung besar setinggi 700 lantai dan luas hampir 800 meter persegi dengan bentuk yang menyerupai istana....
...Bangunan tersebut menjulang tinggi kelangit hingga menembus atmosfer, gedung tersebut merupakan pusat pemerintahan peradaban ini. Dimana ribuan perwakilan masyarakat ataupun keluarga kaya bekerja untuk menentukan arah perkembangan peradaban....
__ADS_1
...Segala aturan atau perintah resmi datang dari gedung tersebut setelah menyelenggarakan rapat atau jajak pendapat yang dibuat menjadi keputusan yang disetujui oleh raja....
...Setelah aturan atau perintah dikeluarkan, hal tersebut menjadi acuan hidup oleh seluruh masyarakat peradaban ini tanpa kecuali, jika ada yang melawan atau melanggar aturan atau perintah tersebut, maka hukumannya adalah pemusnahan seluruh keluarga tanpa tersisa....