
...Dari semua kitab yang ia baca, tidak ada yang menjelaskan asal muasal kitab-kitab tersebut, yang ia tahu, kitab-kitab tersebut telah diturunkan kebumi beribu-ribu tahun yang lalu....
...Dari mana dan oleh siapa, tidak ada yang tahu yang sebenarnya, ini diluar pemahaman Jun, apakah mungkin semua kitab ini berasal dari sang pencipta? misteri ini harus dicari tahu sendiri oleh Jun....
...Jun melupakan rencana awalnya untuk membuat senjata, ia mendeteksi lokasi keberadaan sang naga terlebih dahulu, setelah menemukannya, ia langsung berteleportasi ketempat sang naga bersemedi....
...Hanya butuh sepersekian detik setelah Jun sampai di tempat sang naga....
...Jun melihat makluk raksasa seperti sedang tertidur di dalam kubangan lava yang sangat luas, terlihat sosok raksasa itu masih belum menyadari kehadiran Jun di dekatnya....
...Ada dua cara untuk menyelesaikan permasalahan ini, yang pertama adalah dengan membunuh sang naga sebelum ia terbangun dan yang kedua mengajaknya berkomunikasi untuk mengetahui rahasianya sebelum bertindak lebih jauh....
...Akhirnya Jun memilih pilihan kedua, karena ia merasa sangat penasaran dengan asal usul naga ini....
..."hey, berapa lama lagi kamu ingin bersemedi?" Jun menatap lurus kepada sang naga....
...Naga itu akhirnya membuka matanya yang besar, namun begitu ia melihat Jun, bukannya merasa takut ataupun marah karena terusik, naga tersebut malah terlihat sangat bersemangat, seperti seorang anak yang melihat ayahnya baru pulang dari tempat kerja setelah menunggunya seharian....
..."tuan.. apakah tuanlah yang akan menjemputku dari tempat ini, tuan... aku telah menunggumu bermiliar-miliar tahun disini, aku sudah merasa sangat bosan disini, aku sudah tidak sabar, terimakasih karena akhirnya tuan hadir disini"...
..."apa apaan ini.!!. " pekik Jun dalam hati...
...Jun kembali dibuat tidak berdaya akan keseluruhan situasinya saat ini, saat selesai mempelajari kesembilan kitab, ia merasa kekuatan dan kesaktiannya telah meningkat secara signifikan, bahkan bukan hanya ribuan kali namun jutaan kali lebih kuat dari sebelumnya....
...Dan disaat ia merasa siap untuk berhadapan dengan sang naga, ia tidak pernah menduga dalam prosesnya akan menemukan informasi random yang membuatnya sadar bahwa pengetahuannya sebagai manusia sangatlah dangkal....
...Apalagi makluk-makluk yang ia temui, informasi-informasi yang ia terima, dan perilaku mereka semuanya sungguh tidak dapat di percaya, dan diluar dari perkiraannya....
...Memang ia tidak menginginkan pertempuran yang dahsyat yang mungkin berefek buruk terhadap Bumi, namun apa yang ia temukan saat ini sangat membingungkannya....
..."perkenalkan dirimu dan bagaimana kamu bisa berakhir disini?" tanya Jun setelah berhasil membuat dirinya tenang....
..."maaf tuan, bukankah kamu yang dikirim sang pencipta untuk menjemputku??"...
...Jun tertegun sebentar lalu menjawab sambil menahan keterkejutannya....
..."keberadaanku memang atas kehendak sang pencipta, pertemuan kita juga atas kehendaknya, namun aku tidak yakin bahwa kita saling mengenal satu sama lain"...
...Sang naga terperanjat mendengar pernyataan Jun....
..."ah... maafkan aku tuan, apakah tuan tidak mendapatkan perintah langsung dari sang pencipta?"...
...Jun masih mempertahankan raut wajah datar,...
..."yang aku tahu, beberapa tahun lagi kamu akan bangkit dan menyebabkan kekacauan di permukaan Bumi, kedatanganku kesini adalah untuk mencegahnya"...
...Naga menautkan kedua alisnya yang lebat tampak keheranan, bagaimana mungkin ia mengakui sesuatu yang belum pernah ia lakukan, bahkan ia tidak pernah sekalipun memiliki ide untuk keluar dari tempatnya sekarang....
...Namun ia tetap menjawab,...
..."aku sendiri tidak yakin atas penjelasanmu, yang aku tahu seseorang telah diciptakan oleh sang pencipta untuk mewakilinya mengawasi seluruh semesta, kemudian beliau menciptakan kami untuk membantunya menjaga ciptaannya saat beliau mencari jati dirinya yang sebenarnya"...
..."apa maksudmu??" Jun kembali merasa pusing dan tidak berdaya atas ketidak tahuannya....
..."apakah kamu laki-laki itu?" tanya sang naga...
..."aku rasa aku bukan dia" dengan perasaan campur aduk, Jun tidak tahu harus menjawab apa....
...Suasana menjadi canggung seketika, tidak ada yang berbicara selama beberapa menit kemudian....
__ADS_1
..."baiklah, sebaiknya kita fikirkan bagaimana caramu keluar dari sini tanpa menyebabkan bencana untuk penduduk di permukaan, apakah kamu punya ide"...
...Kata-kata Jun akhirnya memecah kesunyian mereka berdua....
..."aku bisa saja berubah wujud menjadi api, namun saat tubuhku bertransformasi kebentuk asliku, itu tetap saja akan menyebabkan bencana, kecuali aku bisa menguasai kelima unsur elemen pembentuk kehidupan"...
...Sang Naga menundukkan kepalanya atas ketidak berdayaannya....
...Sebelumnya Jun tahu betul kemampuan Sang Naga sesaat setelah melihatnya, dan ia dapat melihat dengan jelas permasalahan apa yang menghambat perkembangan kultivasinya, jadi ia menawarkan dirinya....
..."kalau begitu aku akan membantumu agar kamu bisa menguasai kelima elemen tersebut"...
...Sang Naga yang mendengarnya sontak terkejut, ia tahu betul urutan dan tingkatan kultivasi yang ada di semesta ini, ia tidak bisa merasakan atau mendeteksi jejak kultivasi Jun, jadi ia berasumsi bahwa Jun berada sangat jauh di atas kekuatannya....
...Namun ia tidak tahu diranah mana Jun berada, begitu mendengar Jun mengatakan ia dapat mentransfer pengetahuan dan kekuatannya, ia pasti berada di ranah guru ilahi atau guru kaisar suci....
...Maka dari itu ia bertanya untuk memastikannya,...
..."kalau memang kamu bisa melakukannya itu hanya berarti kamu berada diranah guru ilahi atau guru kaisar suci kan?, siapa sebenarnya kamu?"...
...Sang naga seharusnya sudah berada di ranah cahaya murni jika saja penguasaan kelima elemen ini sudah dikuasainya, namun karena kelima elemen ini tidak dapat ia kuasai, maka ia hanya bisa berada di ranah ilahi sejati selama bermiliar-miliar tahun tanpa bisa menembus ranah guru ilahi....
..."tidak usah kamu fikirkan, aku sudah merasa sangat lelah dengan begitu banyak hal saat ini, aku hanya ingin cepat pulang dan segera menemui keluargaku saat ini, jadi ayo kita selesaikan dengan cepat"...
...'apa-apaan ini, siapa sebenarnya manusia ini?' fikir sang naga, seolah semua hal tidak ada yang sepenting keluarga....
...Sang naga tidak dapat merasakan kedatangan Jun sebelumnya, hal ini membuktikan kekuatan Jun jauh berada di atas dirinya, jika Jun menginginkan nyawanya, maka ia sudah tewas sebelum ia sadari....
...Namun sikap Jun yang terkesan tidak tahu apa-apa dan tidak ingin tahu apa-apa membuat fikiran Sang naga dilema....
...Keberadaannyaa adalah untuk bersatu dengan saudara-saudaranyanya yang lain yang telah tersebar pada jutaan semesta dan membantu sang wakil pencipta....
...Disisi lain Jun yang awalnya ingin mencari penjelasan tentang asal usul Sang nagapun menjadi kebingungan, ia tidak tahu harus melakukan apa sekarang. Rahasia pencipta memang tidak mudah dipahami....
...Namun ia tidak ingin lagi mencampuri urusan sang pencipta, jadi ia memutuskan mengajari Sang naga tentang penguasaan kelima elemen dan segera menyudahi permasalahan ini....
...Bagaimanapun juga ia hanya ingin mencegah Sang naga membuat kekacauan di permukaan Bumi, sisanya biarlah kembali kepada sang pencipta....
...Dengan pemikiran tersebut Jun mengumpulkan energi murni dari dalam tubuhnya dan memusatkannya di telapak tangan kanannya, gumpalan cahaya lima warna dengan cepat menyatu membentuk bola cahaya kecil....
...Sang naga membelalakkan matanya saat menatap gumpalan cahaya tersebut, ia dapat merasakan betapa besarnya energi yang terkandung di dalam bola cahaya tersebut dengan sangat jelas....
...Setelah kepadatannya dirasa sudah cukup, Jun memperingatkan sang naga "Baiklah, bersiaplah untuk menerimanya" .....
...Kata-kata ini berhasil menyadarkan sang naga dari rasa terkejutnya, akan tetapi ia kehilangan kemapuannya untuk berbicara saat ini karena perasaannya sedang berkecambuk....
...Tanpa menunggu reaksi sang naga, Jun mengibaskan tangannya untuk mentransfer cahaya energi itu tepat kedahi sang naga....
...Karena kecepatan cahaya energi itu berkali-kali lipatnya dari kecepatan cahaya, sang naga tidak sempat bereaksi, ia hanya bisa menerima bola cahaya energi itu masuk kedalam kepalanya....
..."Aaahh...!!" sang naga berteriak ketika menyadari bola cahaya energi itu tepat menembus dahinya, namun dengan cepat ia dapat merasakan kelainan pada otaknya....
..."i..i..ini..." sang naga tergagap untuk sesaat sebelum merasakan rasa sejuk di dalam otaknya, kemudian beberapa saat setelahnya, rasa sejuk itu mulai mengalir keseluruh badannya....
...Tulang, otot, daging, meridian, saraf dan setiap sel di dalam tubuhnya mulai bereaksi ketika menerima berkali-kali lipat energi yang terserap....
...Beberapa saat kemudian tubuhnya mulai merasakan kehangatan yang sangat nyaman, namun hal tersebut tidak berlangsung lama, karena beberapa saat kemudian rasa hangat itu digantikan oleh rasa panas dan sakit yang begitu kuat....
...Sang naga mulai menggeliat, tapi hal itu di tahan oleh Jun menggunakan auranya yang membuat sang naga terdiam karena merasa di tekan oleh planet yang sangat besar....
__ADS_1
..."Tahanlah..!!" Jun berteriak mengingatkan sang naga, sehingga membuatnya hanya meredam raungannya dan meminimalkan gerakannya....
...Lima menit kemudian semua rasa sakit dan panas yang dirasakan sang naga mulai menghilang, itu merupakan lima menit terlama yang pernah ia rasakan seumur hidupnya....
...Namun diatas permukaan bumi guncangan gempa dengan kekuatan 8,5SR mengguncang pulau dan benua dalam radius 500km yang membuat kerusakan sedang....
...Jun mengetahui hal tersebut namun ia harus menekan sang naga sehingga tidak memiliki waktu untuk memikirkannya, lagi pula hal tersebut tidak menimbulkan bahaya pada kehidupan di tempat-tempat tersebut....
...Dengan nafas yang terengah-engah, sang naga mencoba merasakan tubuhnya. Iapun menyadari perubahan yang terjadi padanya....
...Tubuhnya jauh lebih bertenaga dan bercahaya, kemudian ia merasakan tingkat kultivasinya mulai meningkat sedikit demi sedikit bahkan tanpa perlu bersemedi....
..."i..ini.. Bagaimana mungkin..??" sang naga bergumam saat memandang tubuhnya yang besar itu....
...Melihat sang naga yang sedang terkejut, Jun hanya memperlihatkan ekspresi datar, ia telah mengetahui akan seperti apa hasilnya, bagaimanapun juga hal ini tercatat didalam kitab yang ia pelajari sebelumnya....
...Namun ia khawatir hal ini akan menyebabkan sang naga terlalu bersemangat, jadi ia kembali mengingatkannya, "tenanglah.. Atur kembali nafasmu, dan rasakan seluruh energi yang memenuhi tubuhmu, aku akan membantumu untuk menyalurkannya"...
..."baik!!.." Mendengar hal itu sang naga tidak berani lalai, iapun mengikuti instruksi Jun dengan patuh....
...Tanpa terasa 7hari berlalu dengan cepat, sang naga telah berlatih dan berkultivasi dengan bimbingan dari Jun....
...Seluruh energi telah terserap sepenuhnya, ia dapat merasakan bahwa kekuatannya telah bertambah berkali-kali lipat dari sebelumnya....
...Jun juga dapat merasakannya, namun ia masih tidak paham tentang tingkatan kemampuan dan kultivasi orang atau makluk lainnya, walaupun begitu ia dapat merasakan kekuatan sang naga masih berada jauh dibawahnya....
...Jun hanya bisa mengumpat dalam hatinya 'kenapa tidak ada buku atau kitab yang menjelaskan keseluruhan keadaan dan cerita, kenapa hanya ada keterampilan, cara dan penjelasan kegunaannya saja, apa mungkin ada satu atau dua kitab yang terlewat ku pelajari??'...
...Menyingkirkan pemikiran itu, Jun meminta sang naga untuk mencoba bertransformasi dan mengikutinya kepermukaan....
..."baiklah kurasa tidak ada masalah lagi untukmu untuk bertransformasi kan, berubahlah menjadi manusia dan ikuti aku kepermukaan" titah Jun...
..."baiklah" ucap sang naga bersemangat, segera setelah itu ia merubah bentuk tubuhnya menjadi manusia....
...Namun satu dua hal membuat Jun terkesiap mematung dengan mata terbelalak, bukan karena sesuatu yang membuatnya takjub atau luar biasa, namun perubahan tidak sempurna sang naga berhasil membuatnya merasa lucu sekaligus malu....
..."apa-apaan...??!! Kenapa kamu meniru wajahku?? Lagian tubuhmu tanpa dada beserta putingnya, dan tidak ada belalai gajahnya dibawah sana" umpat Jun sambil menunjuk bagian ************ sang naga....
..."lagian kenapa kamu telanjang, apa kamu tidak bisa membuat baju untuk dirimu sendiri?? Imbuh Jun kesal....
..."a..ahhhh.. I..ini aku tidak tahu, aku hanya pernah melihatmu, aku tidak pernah melihat manusia dalam hidupku, lagipula untuk membuat pakaian, di tempat ini tidak ada bahan yang bisa aku pakai.. Maaf" ucap sang naga malu-malu....
...Jun lupa kalau mereka sedang berada jauh dari permukaan bumi....
..."Baiklah ayo kita kepermukaan dulu, aku akan memperlihatkan sesuatu padamu" ucap Jun pasrah....
...Merekapun langsung berteleportasi kepermukaan, dan sepersekian detik berikutnya mereka berdua muncul di dalam gudang bawah tanah....
...Jun mengeluarkan HPnya, berniat untuk mencari bentuk tubuh pria telanjang di internet, namun jelas ia kesulitan untuk mendapatkannya, pengawasan sensor belakangan ini cukup ketat....
...Kemudian ia ingat dengan beberapa video yang Dodik kirimkan melalui pesan group whatsaap mereka, tanpa pikir panjang Jun langsung membuka galery dan menyerahkan HPnya kepada sang naga....
..."kotak apa ini, waaahhh....!!! Ada manusia kecil didalamnya, apa yang mereka lakukan??" sang naga bergumam sambil melihat HP tersebut tanpa menoleh.....
...Jun berpaling untuk berjalan kearah pintu ruangan tersebut sambil berkata "itu rekomendasi untukmu, kamu bisa melihatnya dengan jelas bentuk tubuh manusia yang sebenarnya seperti apa, ngga mungkin aku telanjang didepanmu kan?? Setelah itu... Waaaaahhhhh!!!!.. Woy... Ngga kaya gitu!!"...
...Jun sangat terkejut begitu ia menoleh pada posisi sang naga yang kini telah bertransformasi, sesuatu yang ia inginkan tidak terjadi, iapun tidak dapat melanjutkan perkataannya dan hanya bisa mengumpat sambil berteriak kepada sang naga karena kebodohannya....
...Mau tidak mau ia menyesal karena telah menunjukan video tersebut kepada sang naga, betapa bodohnya, Jun melupakan sesuatu yang sangat penting dalam kondisi sang naga....
__ADS_1
...Makluk ini semenjak kelahirannya, tidak pernah melihat makluk lain selain dirinya sendiri, walaupun ia dapat merasakan keberadaan makluk lain di sekitarnya, ia tidak pernah melihatnya secara langsung dengan matanya sendiri....