Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku

Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku
bab. 28 (ulang tahun Yoga 1)


__ADS_3

...Liong memberikan kartu Jun kepada si manajer, lalu meminta untuk di ambilkan semua surat-surat motor di ruangannya, dia juga meminta untuk menyiapkan motornya agar langsung siap di pakai....


..."Lu bawa helm ngga Jun??"...


..."emangnya ngga dapet helm gratis ya??"...


..."ya elah.. udah kaya masih aja minta gratisan.."...


..."ngga sempet beli helm gue... lagian gue beli motor buat sepupu gue.. dia ulang tahun sekarang.. eh ya.. apa gue minta lu kirim aja langsung kerumahnya yak??"...


..."bisa... tapi ada ongkosnya.."...


..."iye gue tau... tpi lo bungkus ya... kasi pita gede gitu... biar kelihatan kaya kado beneran"...


..."iyaa... itu juga ada ongkosnya"...


..."gue jitak juga pala lu... duit mulu bacot lu"...


..."hey.. bisnis is bisnis my friend.. gue bisnis buat ngasilin duit, bukan buat ngabisin duit,.. gimana sih lu"...


..."gue juga tau monyet.. tinggal lu gesek aja kartu gue"...


...Karena waktu sudah menunjukkan pukul setengah 3 sore, Jun dan Liyong menyelesaikan proses transaksi mereka. setelah memberikan alamat dan memberi tahu waktu acaranya, mereka bertukar nomor kontak....


...Jun juga meminta agar motor Chya dikirimkan ke alamat penginapannya. Saat akan pamit, barulah Jun memperkenalkan Jenny....


...Liong kembali di buat terkejut, namun dengan perawakan Jun dan kekayaannya, dia berfikir itu normal-normal saja memiliki pasangan yang luar biasa, mereka juga terlihat sangat serasi....


...Jun, Chya dan Jenny akhirnya menuju ke penginapan mereka, sesampainya di penginapan Jun tidak ada kegiatan, jadi dia menemani Jenny dan Chya yang sedang asik membuat kue, namun setelah beberapa saat, Jun menerima panggilan dari cyborg....


..."halo.."...


..."selamat sore Tuan, kami sudah mengajukan gugatan ke pengadilan, waktu sidang akan di adakan 2 hari lagi, anda dan Cahaya di harapkan hadir, apakah tuan ada waktu??"...


..."bisa... kami akan hadir disana"...


..."baiklah tuan kalau begitu saya kirimkan alamat dan waktunya"...


..."oke.. terimakasih"...


...1 Jam kemudian kue-kue yang di buat Jenny dan Chya pun jadi, mereka makan sambil berbincang di teras lantai 2. Jenny ternyata memiliki bakat membuat kue. Walaupun dia sebenarnya tidak perlu menghabiskan tenaganya di dapur karena sudah memiliki pelayan dan koki, namun Maria dan Margaret mendidiknya untuk menjadi seorang istri yang serba bisa....


...Beberapa menit kemudian motor Chya pun datang, di bawah Waluyo sudah menemui pihak dealer tersebut, mereka pun turun untuk melihatnya. Chya tidak sabar untuk mencoba berlatih....


...Setelah mencobanya beberapa putaran Jun dan Chya memutuskan untuk menyudahinya, karena hari sudah sore. Merekapun mandi dan bersiap untuk menghadiri ulang tahunnya Yoga....


...Disisi lain di kediaman Mulyati, sudah ramai dengan sanak saudara serta kerabat yang berkumpul. Sejak 5 hari yang lalu Mulyati dan Tantri sibuk berkeliling untuk mengundang mereka, sebenarnya beberapa dari mereka enggan untuk datang mengingat Mulyati yang pelit dan perhitungan....


...Namun karena mengingat wajah dari saudaranya yaitu Nengah Sudi, mereka terpaksa untuk hadir. Benar saja, sedari jam 5 memulai mendekorasi, menyembelih babi dan membuat beberapa jenis makanan, sampai jam 7 ini mereka belum disuguhi minum teh ataupun kopi sedikitpun....


...Sudi yang menyadarinya sudah mencoba meminta kepada istrinya, namun malah mendapatkan omelan, dia yang malas ribut akhirnya mengalah. Banyak saudara yang mencibir namun Sudi tidak berbuat apa-apa....


...Mereka semua akhirnya mengalah.. bagaimanapun juga mereka masih kerabat, namun dalam hati mereka mau tidak mau tetap mengeluh....


...Beberapa saat kemudian mereka di hebohkan oleh kedatangan mobil Pickup berlogo honda yang membawa kotak besar yang terbuat dari kayu dan terdapat pita besar berwarna merah....


...Seseorang keluar dari mobil menyampaikan maksud mereka,...


..."maaf bapak dan ibu mengganggu waktunya sebentar... apakah benar ini rumahnya Kadek Yoga??"...


...Yoga keluar untuk menemui mereka setelah di panggil oleh salah satu kerabatnya.. Mulyati, Tantri dan Sudi juga akhirnya keluar....


...Yoga pun mendekati pihak dari honda.....


..."saya Yoga pak.. ada apa ya..??"...


..."bli Yoga.. kami dari honda datang untuk mengirimkan hadiah yang di berikan oleh bapak Gede Juni, kami turunkan dimana ya bli??"...


..."bli Jun??"...


...Yoga sedikit bingung.. dia hanya mengenal 1 Gede Juni, namun sudah lama sekali tidak bertemu dan menurut berita yang dia dengar Gede Juni yang dia kenal itu sedang bekerja di China sebagai TKI saat ini....


...Berbeda dengan apa yang di fikirkan Yoga, Mulyati dan Tantri sudah menebak-nebak dalam hati mereka....

__ADS_1


..."bu.. menurutmu bli Jun juga ngga??"...


..."iya... ibu juga mikir kaya gitu.. mana mungkin kerabat kita yang lain.. mereka kan pada kere-kere semua"...


..."uang China ini bu"...


..."iya.. kayaknya pacarnya si Jun itu orang kaya deh.. liat aja kulitnya mulus gitu."...


..."iya bu.. kayaknya 2 kali sehari masuk salon itu.."...


..."ini pasti dari pacarnya Jun.. ibu yakin"...


...Sudi dan kerabat lainpun juga merasa sedikit bingung, mereka juga tidak bertemu dengan Jun sudah lama apalagi yang mereka tahu Jun ada di China. Bagaimana Jun bisa tahu perayaan ini....


...Mereka kemudian di kejutkan oleh salah satu teman Tantri yang kebetulan di undang oleh Tantri, dia adalah Citra yang baru saja datang....


..."loh.. pak Yan ada disini?? ini motor yang tadi siang kan??"...


...Citra menyapa Wayan yang kebetulan masih berdiri di depan gerbang....


..."loh Cit kamu disini??"...


..."iya pak ini rumah temen aku, kebetulan aku di undang kesini untuk merayakan ulang tahun adiknya, kok motor ini disini??"...


..."alamatnya disini, penerimanya juga disini.. ini dia orangnya."...


...Wayan menunjuk Yoga yang masih terlihat linglung....


...Citra kemudian di dekati oleh Tantri....


..."Cit.. kamu tahu motor ini??"...


..."iya.. tadi siang ada artis datang ke dealer kami membeli motor ini.. orangnya ganteng bangeeett.. ini fotonya"...


...Citra mengeluarkan ponselnya, kemudian menunjukan foto Jun, Jenny dan Chya yang dia ambil secara diam-diam....


...Tantri pun menoleh ibunya setelah dia melihat foto itu.....


..."bu.. benar.. ini bli Jun"...


...Sebagai kerabat, jelas mereka tahu apa yang terjadi pada Jun, walaupun tidak secara detail, namun semua garis besarnya mereka mengetahuinya. Jadi saat melihat Chya dan Jenny kepala mereka di penuhi oleh banyak sekali pertanyaan....


...Setelah mengkonfirmasi hadiah itu dari Jun, Sudi dan Yoga membantu Wayan dan satu lagi rekan Wayan menurunkan kotak kayu itu. Kotak kayu itu pun di letakkan di halaman. Barulah Wayan pergi setelah tanda terima di tanda tangani oleh Yoga....


...Semua kerabat memuji Jun dan memberi selamat pada Yoga, lalu mereka kembali mengerjakan hal yang tadi mereka tinggalkan, namun Sudi, Yoga dan beberapa orang masih berdiri mengobrol di sekitar kotak kayu....


..."wah Jun hebat ya sekarang.. kayaknya dia sukses di China"...


...ini adalah Suarka, salah satu sepupu ayah Jun...


..."iya.. pacarnya juga cantik sekali"...


...Arka juga menimpali, dia Juga merupakan sepupu ayahnya Jun, kakeknya Jun memiliki 9 orang saudara, 6 laki-laki dan 3 perempuan....


...Mereka semua masih tinggal di desa yang sama atau menikah dengan seseorang dari desa yang sama, dan rata-rata anak-anak mereka juga tinggal di desa ini. Hanya beberapa yang pergi merantau. Mayoritas dari sepupu-sepupu ayah Jun adalah PNS, Polisi dan Tukang Bangunan, hanya ayah Jun dan 2 sepupunya yang lain bekerja di sektor pariwisata....


...Ayah Jun memiliki 37 sepupu dan 1 orang adik kandung, ada 16 laki-laki dan 21 perempuan. Belum lagi kerabat dari sepupu kakeknya juga kakek buyutnya Jun. Jumlah mereka ratusan, inilah keluarga dan kerabat Jun....


...Namun yang hadir sekarang adalah saudara kandung dan beberapa saja saudara sepupu dari Sudi dan Mulyati, beberapa yang rumahnya dekat saja, jumlah mereka tidak lebih dari 40 orang....


...Merekapun asik mengobrol di sekitar kotak kayu tersebut, mereka semua penasaran dengan isinya, namun mereka hanya bisa menunggu sampai acara pembukaan kado mulai....


...Jam 7:30 akhirnya Jun sampai di rumah Sudi dan Mulyati, beberapa orang yang kebetulan berada di sekitar kotak kayu dekat gerbang tertegun, mereka tidak mengenal jenis-jenis mobil. Mereka hanya mengenal mobil-mobil konpensional yang biasa berlalu lalang di jalanan umum....


...Namun mereka dapat menilai bahwa mobil ini sangat mahal, dilihat dari tampilan mobilnya saja sudah kelihatan....


...Karena mobil Jun parkir di sisi kanan Jalan dan rumah mereka yang berada di sisi kiri jalan, jadi pada saat turun dari mobil Jenny dan Chya lah yang mereka lihat pertama kali....



Chya


__ADS_1


Jenny


...Mata semua orang tertuju pada mereka, seketika suasana yang tadinya riuh dengan obrolan tiba-tiba sepi. Orang-orang yang kebetulan berada di dalam rumah merasakan keanehan ini, Tantri dan Citra yang duduk di teras bangkit menuju ke arah gerbang....


...Mulyati dan beberapa kerabat yang ada di ruang tamu pun keluar karena penasaran. Rumahnya tidak terlalu besar halamannya pun hanya berkisar antara 6 atau 7 meter persegi. Di halaman itu di bangun sebuah tenda dan terdapat beberapa meja dan 1 meja bundar tempat makanan dan juga kursi untuk duduk, jadi halaman itu terlihat penuh sesak....


...Sekitar 40an orang segera memenuhi halaman itu untuk melihat Jenny dan Chya, mereka terlihat sangat cantik walaupun dengan pencahayaan remang di pinggir jalan. Jun akhirnya mengitari mobilnya untuk masuk bersama mereka....


...Tantri yang pertama kali sadar memecah keheningan.....


..."kak Jenny.., Chya.., bli Jun.. ayo sini masuk"...


...Sambil menghampiri mereka bertiga, Tantri mempersilahkan mereka masuk, Jun dan Jenny menganggukan kepalanya sambil tersenyum....


...Semua kerabat dan Keluarga yang berada di situ menyambut mereka sambil memperkenalkan diri masing-masing kepada Jenny. Jun juga memperkenalkan Jenny sebagai Tunangannya....


...Mereka semua mengobrol satu sama lain, tapi fokus dari pembicaraan itu tentu saja Jun, Jenny dan Chya. Jun juga menanyakan pak nyoman Suarsa salah satu kerabatnya, dari sana Jun tahu bahwa 1 setengah tahun yang beliau kecelakaan dan mengalami patah tulang belakang....


...Dari penuturan salah satu kerabatnya De Tolo, pak nyoman menderita paraplegia, kemungkinan sembuhnya nol persen, karena jaringan saraf di punggung belakangnya rusak total....


...Jun dan Jenny merasa prihatin kepadanya, dan berencana mengunjunginya besok sebelum kembali ke denpasar....


...Beberapa saat kemudian acaranya pun di mulai, di mulai dengan ungkapan terimakasih Sudi kemudian seperti biasa kalimat-kalimat sombong Mulyati dan disusul ucapan terimakasih dari Yoga, mereka menyanyikan lagu *selamat ulang tahun* barulah kemudian acara pemotongan Kue....


...Setelah pemotongan kue, kue itupun di bagikan kepada sebagian kerabat kandung dan inti, juga kepada Jenny, Chya dan Jun. Barulah kemudian penyerahan hadiah, namun hanya sedikit kerabat yang membawa kado, bagaimanapun kehidupan mereka sebenarnya sudah pas-pasan....


...Sudi dan Yoga mengerti akan hal itu, jadi mereka maklum, kehadiran saja sudah cukup bagi mereka, namun tentu saja berbeda dengan Mulyati dan Tantri, walaupun mulut mereka tidak mengatakan apa-apa, namun ekspresi wajah mereka sudah mengatakan segalanya....


...Chya juga menyerahkan Kotak hadiah yang dia bawa kepada Yoga. Sambil di temani Jenny, Chya dengan malu-malu menyerahkannya. Yoga memeluk Chya sebentar sambil mengucapkan terimakasih....


...Mereka semuapun mulai acara makan-makan mereka, hampir semua kerabat, sudah merasa kelaparan jadi mereka bergegas ke meja bundar, seperti biasa Mulyati kembali menyindir mereka, namun karena semua kerabat sudah mengenal Mulyati dengan baik, tidak ada yang menghiraukannya....


..."yaa... ayo makan.. ayo cepat-cepat bangun.. walaupun tidak membawa kado tidak usah malu.. ayo semuanya makan"...


...Mulyati menawari dari teras, karena pisisi teras yang tingginya kurang lebih 30cm jadi semua dapat melihatnya....


...Beberapa kerabat yang tidak membawa kado mulai berbisik....


..."ribut amat itu doggy, Pak Sudi belum ngasi makan kayaknya"...


..."bodo amat, kita yang masak... ya kita yang makan.. dia ngapain?? dari tadi ngegosip aja ngerecokin orang"...


..."ini nangka sama pepaya di sayur lodeh dari kebun Saya, tadi pagi pak Sudi yang minta ke saya... makan aja"...


...salah satu kerabat menambahkan.....


^^^"ni daging ayam gue yang kasi.. Yoga minta ke gue juga tadi"^^^


...kerabat lain juga menimpali...


..."Laaaahh... makan ajalah kalo gitu.. bodo amat sama ocehannya mak lampir"...


..."iya makan ayo.."...


..."eh.. ngomong-ngomong babi gulingnya mana?? di sembunyiin??...


..."tau..."...


..."by the way itu babi saya, si Atik belom bayar lagi"...


..."bah.. ngga bakalan di bayar itu.. seumur hidup bakalan di utangin terus kamu"...


..."ya saya kejar terus lah.. ngga takut jambak-jambakan saya"...


..."iya kejar terus itu biar di bayar sama dia"...


...Mereka berbisik namun lumayan kencang agar di dengar oleh Mulyati, Sudi yang mendengar mereka bergegas kedapur, sambil mengajak salah satu kerabat untuk membantu, dia mengeluarkan babi gulingnya....


...Sedangkan Mulyati terlihat kesal dan berdecih menghina, namun dia tidak mengatakan apa-apa, dia masih berdiri di teras sambil menyilangkan tangannya....


...Sudi dan seorang kerabat datang dari dapur membawa babi gulingnya. Sambil tersenyum canggung dengan malu-malu, Sudi menawarkan semua orang untuk memakannya. Dia kemudian memotong-motong babi guling itu, menjadi bagian-bagian kecil....


...Jun hanya menggeleng tidak berdaya, dia tersenyum kepada Jenny dan Chya lalu mengajaknya bangkit....

__ADS_1


..."ayo sayang kita ambil makan, ngga enak kalau terus-terusan di tawari"...


...Jenny pun bangkit mengikuti Jun di belakangnya bersama Chya....


__ADS_2