Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku

Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku
bab. 22 (bertemu mantan)


__ADS_3

..."Baiklah... kalau begitu kita bicarakan di dalam"...


...Pamannya mengajak mereka untuk masuk. Bibinya langsung mendekati Jenny dan menggandeng tangannya....


..."Kamu cantik sekali, aku bibinya Jun. selamat datang di rumah kami"...


..."terimakasih bibi, senang mengenalmu juga. Jun sudah menceritakan banyak hal tentang kalian, aku merasa terhormat bisa menemuimu sekarang"...


...Semua orang terkejut mendengar Jenny memakai bahasa indonesia, termasuk Jun. Selama ini mereka berbincang menggunakan bahasa mandarin atau inggris. Jadi dia tidak tahu Jenny bisa menggunakan bahasa indonesia....


...Apalagi terdengar sangat fasih dan tidak kaku, jadi dia mendekatinya dan bertanya.....


..."honey... sejak kapan kamu bisa bahasa indonesia??"...


..."Aku suka belajar bahasa, dan aku menguasai beberapa, jadi saat aku dekat dengan kamu, aku mendalaminya lagi, aku juga belajar dari youtube untuk menyesuaikan aksenku"...


..."terus kenapa kamu memakai bahasa mandarin atau inggris saat berbicara denganku??"...


..."karena dari awal kamu memakai bahasa itu saat mengobrol denganku"...


..."kau ini.."...


..."sudah-sudah.. kita lanjutkan didalam ya.."...


...Pamannya menyela percakapan mereka dan kembali mengajak mereka untuk masuk. Mereka langsung di ajak ke ruang makan oleh paman dan bibinya, karena kebetulan sudah jam makan siang, apalagi ikan bakar yang di beli pamannya 1 jam yang lalu sudah mulai dingin....


...Di dapur Jenny membantu bibi Jun dan seorang PRT (pembantu rumah tangga) untuk menyiapkan makan siang mereka, sebenarnya bibi Jun sudah melarangnya, namun Jenny memaksa, jadi bibinya hanya tersenyum mengiyakan....


...Sedangkan Jun mengatakan pada pamannya bahwa dia sekarang sudah lumayan sukses di China, dengan modal hasil penjualan tanah dan rumah, tabungan dari gaji dan bantuan dari Jenny dan keluarganya, dia menceritakan keberhasilan dari penanaman saham di beberapa perusahaan....


...Namun tentu saja semua itu hanyalah cerita yang di karang oleh Jun, sedangkan paman Jun yang mendengarkan ceritanya mau tidak mau berfikir, disatu sisi paman Jun gembira mendengarnya, namu dia juga merasakan sedikit keanehan, bagaimanapun menurutnya ini semua terlalu cepat untuk di percaya....


...Akhirnya bibi dan Jenny selesai menyiapkan makanannya. Mereka semua mengobrol dengan bahagia, sebagian besar obrolan mereka tentang pertemuan Jun dengan Jenny serta kehidupan Jun sebelum pergi ke China....


...Jun juga menyerahkan hadiah yang dia beli dengan Jenny, dan menyampaikan maksud untuk menikah lagi, namun setelah rumah yang akan di bangun Jun jadi. Paman dan Bibinya menyambut gembira berita tersebut....


...Tidak lupa mereka juga melakukan videocall dengan bibinya Jun di sulawesi. Bibinya juga terkejut dan sekaligus bahagia mendengarnya, dia sempat khawatir Jun akan trauma untuk memiliki pasangan, untung saja kekhawatirannya itu tidak terjadi. Jun berjanji untuk menjemputnya nanti sebelum pesta pertunangan mereka di langsungkan....


...Setelah itu mereka mengobrol sebentar, dan akhirnya Jun dan Jenny pamit untuk pergi jalan-jalan....


...Karena hari sudah sore yaitu jam 6, Jun memutuskan untuk mengajak Jenny ke Pantai Jimbaran, di sana terdapat banyak sekali rumah makan seafood berjejer di tepian pantai, dengan pemandangan matahari terbenam dan awan jingga, deburan pantai dan lilin juga menambah kesan romantis....


...Tempat ini dipilih Jun bukan asal-asalan, dari obrolannya tadi dengan pamannya, terdapat 1 tempat makan seafood favorit keluarga mereka, dan saat Jenny mendengarnya, dia sangat bersemangat untuk datang kesini....


...Tak berselang lama merekapun akhirnya sampai di tempat yang di tuju tersebut, setelah mendapatkan tempat duduk dan memesan makanan Jenny pamit sebentar untuk ke toilet, dengan petunjuk dari salah satu pelayan ia pun pergi....


...Beberapa saat setelah Jenny pergi, Jun yang sedang duduk sendirian menatap sunset, mendengar suara tawa yang familiar datang dari pintu masuk. Saat Jun menoleh untuk melihatnya, benar saja.. itu adalah mantan istri pertamanya Kadek Ayu dengan seorang laki-laki paruh baya sekitar 50 atau 60 dan seorang bayi berumur sekitar 3 tahunan, namun itu bukanlah anak perempuannya, Putu Cahaya....


...Jun terbengong memikirkan seperti bagaimana kabar anaknya kini, dia sangat merindukannya. Dahulu dengan status miskinnya dan terlilit banyak hutang, dia tidak bisa memperjuangkan atau bahkan mencarinya. Mantan istrinya ini selalu bisa menyembunyikan dirinya dan anaknya....


...Apalagi selama masa galaunya dia sempat menikah untuk yang kedua kalinya. Jadi semua rasa rindu terhadap anaknya itu hanya tertimbun di dalam hatinya....


...Saat dia sampai di Bali sebenarnya dia belum sempat memikirkan anak-anaknya lagi, apalagi setelah bertemu Eka dan Jenny, seolah-olah pemikiran tentang anak-anaknya telah memudar. Dan melihat mantan istrinya sekarang, ingatan rasa rindu itu kembali muncul....


...Jun yang tenggelam dalam fikirannya di bangunkan oleh suara mantan istrinya lagi....


..."sayang... kita pindah tempat saja ya... tempat ini tidak enak"...


...Ayu berkata dengan sangat manja kepada pasangannya itu....


..."loh... bukannya tempat ini favorit kamu ya.. kita kan biasanya makan disini.. kenapa??...

__ADS_1


...Pasangannya merasa bingung dengan perubahan sikap Ayu....


..."disini ada virus miskin soalnya.. kamu mau tertular??...


..."mana ada virus miskin.. kamu ini ada-ada saja.."...


..."disini itu ada orang miskin yang bahkan saking miskinnya untuk membeli kerupuk untuk lauk saja tidak mampu"...


..."aiihh.. dimana orangnya??...


..."tuh yang lagi ngeliatin kita"...


..."laahh.. kok pakai baju bagus, terus kenapa dia bisa duduk disini??"...


...Pasangannya bergumam lirih, namun masih bisa di dengar oleh Ayu yang berada dekat dengannya....


...Melihat kembali mantan suaminya, mau tidak mau Ayu juga berfikir sama dengan pasangannya itu....


...Jun kali ini memakai kemeja putih dan celana jeans biru, dia terlihat bersih dan mempesona. Pakaiannya terlihat simple namun bisa menambah aura ketampanan Jun. Kulitnya yang bersih dan postur tubuh Jun yang juga semakin gagah membuatnya merasa sedikit menyesal meninggalkan Jun....


...Namun uang adalah segalanya, walaupun hidup bersama pria tampan namun setiap hari kebingungan untuk makan dan membeli keperluan anak sama saja tidak bahagia....


... Sekarang walaupun suaminya tua dan sedikit gendut serta anak tirinya yang hampir seumuran dengannya, tidak masalah baginya, hidup tenang tanpa kesulitan keuangan sudah membuatnya bahagia, apalagi bisa pergi kesalon, pergi shoping dan berwisata kapanpun dia mau tanpa takut tidak ada uang. Inilah kehidupan yang dia inginkan....


...Lalu bagaimana kehidupan sexual mereka?, tentu saja pasangan Ayu merasa sangat bahagia memiliki Ayu sebagai istri, Ayu pun sangat bahagia, namun bukan dengan suaminya, melainkan dengan pria-pria lain yang dia suka....


... Saat pergi ke pantai atau makan ataupun jalan kemana saja dengan anaknya misalnya, dia bertemu pria kekar atau seorang yang membuatnya tertarik dia selalu bertukar kontak dan kemudian menghabiskan waktu bersama. Tak jarang dia mencari berondong juga. Dengan perawakan yang lumayan cantik, kulit putih dan perawatan di salon, tidak sulit baginya mencari pelampiasan....


...Hal ini memang karena ketidak puasannya terhadap suaminya yang tidak dapat memuaskan dirinya di ranjang, di tambah lagi awal-awal dirinya menikah dia digoda oleh adik dari suaminya yang merasa Ayu hanya mengincar harta dan juga adik suaminya itu tahu betul kakaknya tidak akan bisa memuaskan istrinya....


...Dan benar saja, Ayu tergoda saat itu. Setelah menghabiskan waktu beberapa kali merekapun menyudahinya karena Suaminya sudah mulai mencurigai mereka. Namun tetap saja, Ayu yang sudah terlena dengan kepuasan mencari pria lainnya dan begitu terus sampai sekarang....


..."Yu.. dimana Cahaya, kenapa dia tidak bersamamu?? dari dulu aku selalu mencarinya, namun kamu selalu menghindar. tidak kusangka kita akan bertemu lagi"...


..."aku menitipkannya di panti asuhan, kenapa?? ada masalah dengan itu??...


...saat Ayu ingin menjelaskan, suaminya itu menyela mereka.....


..."masalah?? yang bermasalah adalah dia.."...


...Jun menunjuk Ayu, ada kilatan amarah dan kebencian dalam matanya.....


..."kalau kau ingin mengambilnya.. ambil saja, aku tidak membutuhkannya"...


...suami ayu melipat tangan di dadanya sambil memelototi Jun mengintimidasi....


..."kalu begitu berikan aku alamat pantinya, aku akan menjemputnya"...


...Jun mencoba mengabaikan intimidasi dari suami mantannya itu, kalau saja Jun mau mengayunkan 1 pukulan saja, mungkin dia sudah tewas sekarang....


..."apa!!... mau kamu kasi makan apa anakku kalau kamu yang urus?? HAH!!... jangan berani-beraninya kamu mengambilnya dariku.. kamu bukan lagi ayahnya.. jadi kamu tidak berhak mengambilnya"...


...Mata Ayu melotot dan marah-marah.....


..."kamu bicarakan lagi dengan suamimu, jangan tidak kompak seperti ini, membuatku bingung saja, lagi pula aku mampu sekarang dan aku bisa membuktikannya, sebutkan saja alamat pantinya, aku akan menjemputnya"...


..."TIDAK AKAN!!.. kamu tidak berhak atas anakku!!"...


...Ayu masih melotot marah sambil menunjuk Jun...


..."sebaiknya jangan aneh seperti ini, kamu sendiri memberikannya pada panti, panti adalah rumah bagi yatim piatu atau anak dengan orang tua tanpa penghasilan atau difabel, sedangkan kamu dan aku masih sehat. Jadi kalau tidak bersamamu maka bersamaku, silahkan tentukan jawabannya dengan suamimu dan kemudian beritahu aku"...

__ADS_1


..."apa kamu tidak mengerti kata-kataku?? aku bilang tidak akan menyerahkannya padamu, apapun keputusan tentang anakku ada di tanganku, kamu tidak mempunyai hak untuk mengaturnya, apa kau mengerti"...


..."kalau begitu biarkan pengadilan yang menjelaskannya padamu, aku tidak akan berdebat lagi"...


...Jun merasa sangat malas untuk meladeni mereka, akhirnya dia menyerah untuk menanyai mereka lagi....


..."aku tidak perduli, dia adalah milikku, maka aku yang akan menentukannya"...


...Ayu masih bersikeras untuk memarahi Jun...


..."paman.. sebaiknya kau kendalikan istrimu.. dan tentukan sikapmu, apakah mau merawat anakku atau tidak, jika tidak maka aku akan mengambilnya"...


...Mendengar yang Jun katakan, suaminya Ayu ingin membalas hinaannya, namun Ayu merespon lebih cepat dengan mengambil sebuah papan nomor meja dan melemparnya ke arah Jun sekuat tenaga.....


...Walaupun jarak mereka hanya di pisahkan oleh meja dan kursi, jarak mereka hanya 2,5 meteran, jadi dengan kecepatan lemparan Ayu seharusnya susah bagi manusia biasa untuk menghindar....


...Namun Jun melihat gerakan Ayu seperti gerak lambat saja saat dia memfokuskan matanya pada tangan Ayu yang akan melempar papan nomor meja....


... Jun menangkap papan nomor meja itu dengan telunjuk dan jempolnya seperti sedang mencubit sesuatu dengan mudah. Bahkan Ayu dan suaminya tidak dapat melihat Jun menggerakkan tangannya....


...Saat Jun hendak meletakkan kembali papan nomor itu, Jenny kembali dari toilet.....


..."honey... ada apa?? siapa mereka??"...


..."owh... hun.. perkenalkan.. ini adalah mantan istri pertamaku Ayu, dan disebelahnya adalah suaminya. Sebaiknya kita tidak mengganggu mereka, ayo kembali kemeja kita"...


...Jenny menoleh dan tersenyum mengangguk kepada mereka, lalu mengikuti Jun kembali kemeja mereka. Jun sangat malas berada di dekat mereka, kalau terlalu lama mungkin dia tidak dapat menahan emosinya....


...Disekitarnya terlalu banyak orang yang memperhatikan keributannya tadi, jadi dia berfikir lebih baik menjauh saat ini dan akan menyerahkan semua permasalahan ini kepada para cyborg....


...Ayu dan suaminya hanya bengong melihat Jun dan Jenny, mereka terlihat sangat serasi, apalagi Jenny yang terlihat sangat cantik. Ayu yang melihatnya untuk pertama kali tanpa sadar merasa sangat iri dan cemburu disaat bersamaan. Namun bukan karena rasa cintanya, melainkan melihat penampilan Jun dan Jenny....


...Ayu pun akhirnya duduk dan suaminya pun mengikutinya, namun saat seorang pelayan datang membawakan buku menu, Ayu bangkit lagi dan mengatakan nafsu makannya sudah hilang dan ingin pulang....


...Merekapun akhirnya pulang, namun sesampainya dirumah, Ayu pamit pergi, dia mengatakan akan pergi menemui Cahaya. Namun bukannya pergi menemuinya, Ayu malah pergi ke sebuah hotel bintang 3, dia menghubungi seorang pria dan ingin menemuinya disana untuk menghabiskan malam....


...Disisi lain Jun dan Jenny di rumah makan berbincang-bincang dengan riang, Jenny sempat menanyakan tentang kejadian barusan, dan Jun pun menjelaskan tanpa menyembunyikan apapun....


...Jenny juga tidak mempermasalahkan Jun yang ingin bersama Cahaya, karena Jenny juga menyukai anak-anak, bahkan dulu dia ingin mengadopsi anak, namun keluarganya tidak setuju....


...Merekapun menikmati waktu mereka dengan melihat sunset dan makan-makan hingga malam menyelimuti hari. Setelah membayar tagihan, Jun dan Jenny akhirnya kembali ke Villa untuk membersihkan badan mereka....


...Seperti biasa Jun dan Jenny bergiliran mandi, saat Jenny mandi Jun turun untuk menemui Waluyo dan memerintahkannya untuk mengurus masalah Cahaya, dari mencari keberadaannya, hingga mencari cara untuk merebutnya kembali....


...Setelah menginstruksikan perintahnya, Jun kembali ke atas. Sesampainya di atas, Jun melihat Jenny sedang menyisir rambutnya, seperti kemarin Jenny hanya memakai gaun tidur tipis yang sangat menggoda....


...Jun mendekatinya mencium pucuk kepalanya dan menggosok-gosok bahunya lembut, sambil mengucapkan "I Love You Honey"...


...Jennypun berbalik memandang Jun dan meraih pipi Jun membalas "I Love You Yo Honey"...


...Jun mendekatkan wajahnya untuk mencium mulut Jenny, Jennypun tidak menolaknya sama sekali, merekapun berpangutan cukup lama hingga akhirnya Jun melepaskan ciumannya dan pamit untuk mandi....


...Setelah mendapatkan perlakuan itu, Jenny merasa hangat dan tersenyum malu, ini adalah ciuman pertamanya dan dilakukan dengan orang yang sangat di cintainya. Diapun melanjutkan menyisir rambutnya, setelah selesai dia naik kekasur dan membaca buku yang dia bawa dari china....


...Beberapa menit kemudian Jun selesai mandi, kali ini dia hanya mengenakan celana panjang saja dan bertelanjang dada. Diapun langsung naik kekasur dan ikut duduk di samping Jenny....


..."honey... apa kamu punya rencana untuk besok??"...


...Jun bertanya kepada Jenny yang sedang berpura-pura membaca, namun sepertinya memikirkan hal lain, karena Jun dapat mendengar dengan Jelas detak jantung Jenny berdetak sangat kencang seakan habis di kejar singa....


..."haahh... aa.. ti.. tidak kenapa??"...

__ADS_1


__ADS_2