Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku

Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku
bab. 51 (ruang rapat direksi)


__ADS_3

...Didalam mobil seorang petinggi polisi mengenali wajah Jun, bagaimanapun juga semua jajaran kepolisian, TNI dan Dishub mendapatkan berita tentang kedatangan Jun di jakarta. Apalagi tadi siang dia sempat melihat Jun di istana kepresidenan....


...Dia bahkan menyimpan foto Jun di ponselnya, menggunakannya sebagai walpaper agar ia tidak melupakan wajah Jun, tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk pelayanan kepada Jun, ia tidak ingin saat ia bertemu dengan orang sebesar Jun, dia malah tidak mengenali dan tidak memberikan pelayanan terbaiknya....


...Dia membuka kaca jendelanya kemudian ia memanggil Jun, lalu ia turun dengan cepat tanpa menunggu ajudannya membukakan pintu....


...Petinggi polisi ini adalah kasat Brimob Polda Metro jaya. Ia turun lalu kemudian memberi hormat kepada Jun. Mereka kemudian berjabat tangan dan mengobrol....


..."pak Jun selamat siang"...


..."maaf bapak mengenali saya??"...


..."tentu saja pak Jun, perkenalkan nama saya adalah Gatot"...


..."salam kenal pak Gatot"...


..."kehormatan saya bisa bertemu dengan anda disini, ajudan anda dimana? apakah anda sendiri?"...


..."oh... saya hanya ingin berkeliling sendirian, asisten saya memiliki beberapa pekerjaan yang harus ia tangani, saat berkeliling kebetulan saya merasa lapar, jadi saya mampir kesini untuk mencicipi masakan disini"...


..."saya tidak menyangka bisa bertemu dengan anda sisini, padahal baru tadi siang saya melakukan pengamanan di istana dan melihat anda disana"...


..."oh itu, saya di undang pak presiden, ngomong-ngomong kenapa bapak datang kesini?"...


..."Saya sebenarnya dalam perjalanan pulang, dan kebetulan lewat daerah sini, dan kebetulan juga saya mendapat kabar bahwa terjadi tawuran di daerah sini. Jadi saya terpanggil untuk melihatnya secara pribadi"...


..."anda sosok yang bertanggung jawab dan berdedikasi tinggi pada posisi anda, saya salut pak"...


..."sudah menjadi kewajiban kami sebagai perwira pak, tidak perlu menyanjung seperti itu"...


..."tidak.. saya sungguh-sungguh. Namun sepertinya laporan yang didapatkan polisi sedikit keliru pak. Saya ada disini dari awal, tidak ada keributan apa-apa, namun mereka semua tiba-tiba terkapar begitu saja"...


..."hah.. bagaimana mungkin pak Jun??"...


..."itu yang saya lihat, anda bisa menanyakannya nanti ke pihak penyidik, saya yakin mereka telah mendapatkan banyak pernyataan warga"...


..."saya akan menanyakannya nanti pak Jun, terimakasih karena telah memberitahu saya"...


...Gatot tidak percaya dengan pernyataan Jun, namun iya tidak ingin berdebat dengan sosok sebesar Jun. Jika ia menyinggungnya, kemungkinan besok dia akan dimutasi ke daerah perbatasan tanpa penjelasan....


...Jun dapat membaca ekspresi Gatot, namun ia tidak membahasnya lebih lanjut, Jun kemudian pamit kepada Gatot untuk melanjutkan perjalanannya....


...Malam harinya pukul 8, Jun dan Toni bertemu dengan Dirut, Direksi, direktur masing-masing divisi sampai jajaran manajerial ritzcarlton Jakarta, mereka membicarakan keadaan bisnis akhir-akhir ini, bagaimanapun juga Jun memiliki saham terbesar dihotel Ini....


...Bisnis perhotelan memang sedang sepi akhir-akhir ini dikarenakan beberapa faktor, memang bisnis pariwisata merupakan bisnis yang paling sensitif....


...Namun Jun memamfaatkan kesensitifan ini sebagai senjata. Jun mengelompokan faktor penyebab penurunan dan kenaikan tingkat hunian, lalu memilih dan memilah beberapa faktor yang unggul yang kemungkinan dapat mempengaruhi peningkatan tingkat hunian sekaligus akan mendapatkan profit dalam prosesnya itu sendiri....


...Jun menyuntikan dana 200 miliar, dimana dana tersebut akan digunakan untuk memperluas ballroom, merubah 1 lantai menjadi lantai serba guna, mendekorasi ulang rooftop, dan membentuk 1 lagi divisi, yaitu divisi EO....


...Tidak lama sekretaris Dirut membisikan sesuatu kepada Dirut, lalu kemudian menyampaikannya kepada Jun. Ternyata para muda-mudi ini mendengar dan mengikuti perintah Jun, mereka sedang menunggu di loby....


...Jun menyuruh sekretaris itu untuk membawa mereka keruang pribadi Dirut karena disana ada ruang rapat untuk para direksi. Ia menyerahkan detail rencananya pada Toni untuk di tangani, dan dia sendiri pergi menemui tamunya....


...Jun kemudian di antar oleh sekretaris Dirut menuju keruangan tersebut, sang sekretaris membukakan pintu ruangan tersebut, di dalamnya ada sekitar 16 orang, duduk dengan cemas, kebingungan, terkejut dan ketakutan....


...Identitas Jun dan kemampuannya sangat menakutkan, apalagi dia sudah sangat dikenal luas dikalangan petinggi pemerintahan. Saat wajah Jun muncul di pintu, semua orang menahan nafas mereka....


...Tiba-tiba saja setiap kata yang telah mereka susun saat berangkat kesini menjadi hilang entah kemana. Seseorang yang sudah bisa mengendalikan dirinya, akhirnya bangkit berdiri dan menyapa Jun....


..."pak Jun, anda.. anda disini??.. senang bertemu denganmu"...


...Dia adalah salah satu anggota DPR RI, dan juga merupakan orang tua dari salah satu pemuda yang berlutut pada Jun tadi sore. Beberapa orang masih bingung, terutama anak-anak muda yang membuat masalah dengan Jun....


...Namun beberapa orang yang akhirnya sadarkan diri kemudian bangkit berdiri juga menyapa Jun, hal ini membuat beberapa yang masih kebingungan merasa ragu-ragu, mereka harus berdiri atau tidak....

__ADS_1


...Jun masuk, tersenyum dan mengangguk lalu kemudian duduk di kursi utama. Dia melihat semua orang lalu kemudian berbicara....


..."baiklah bapak-bapak, ibu-ibu dan adik-adik silahkan duduk kembali, selamat datang di hotel saya. Terimakasih sudah datang, apa kalian sudah tahu kenapa kalian saya undang kesini?"...


...Mereka semua saling pandang, mereka merasa malu pada diri mereka, saat anak-anak mereka menyampaikan kabar bahwa mereka membuat masalah dengan pemuda sakti, para orang tua tidak mempercayainya....


...Pada akhirnya mereka semua datang kerumah sakit dimana pemuda yang kakinya patah dan para preman yang berakhir lumpuh dirawat. Mereka mendengar cerita dari semuanya, dan pada akhirnya mereka setuju untuk menemui Jun....


...Mereka sebenarnya merasa takut dan ingin menghindari pertemuan ini dan ingin menyerahkan kasus ini kepada kepolisian. Namun tentu saja mereka tahu betul bahwa hal semacam ini tidak akan berhasil. Bagaimanapun juga 2 orang dari mereka merupakan petinggi polri, dan mereka sudah memeriksa hasil penyelidikan dari peristiwa ini....


...Melihat anak-anak mereka tidak mengalami cidera sama sekali dan hanya mempengaruhi psikis, mereka tahu bahwa ini bukan ancaman. Jadi mereka semua setuju untuk datang bersama-sama....


...Dan disini saat mereka melihat Jun, setengah dari mereka langsung mengenalinya. Dan yang membuat mereka malu adalah anak-anak mereka telah melakukan kesalahan dengan orang yang tidak dapat mereka singgung....


...Salah satu dari mereka akhirnya memberanikan diri untuk bicara kepada Jun....


..."pak Jun, kami datang untuk menyelesaikan perselisihan anak-anak kami, kami penasaran jika masalah ini ada hubungannya dengan anda"...


..."tentu saja ada pak, saya tidak suka bertele-tele, mari kita langsung membahasnya"...


...Jun membetulkan posisi duduknya, lalu melanjutkan lagi....


..."saya rasa anak-anak kalian sudah memberitahu kalian tentang masalah ini, dan saya mengakui bahwa betul kami berselisih sebelumnya....


..."saya sangat tersinggung dengan perbuatan mereka dan ingin menghukum dengan mengirim mereka ke kilang minyak cilacap selama 1 tahun, apa ada yang keberatan??"...


...Setelah kata-kata ini keluar dari Jun, mereka semua terkejut, terutama anak-anak mereka. Mereka memandang orang tua mereka dengan tatapan memohon....


...Hari ini mereka sadar betul bahwa mereka telah menyinggung orang yang berada jauh diatas mereka. Ini terbukti karena kehati-hatian orang tua mereka sejak awal. Bahkan orang tua mereka tidak menunjukkan ekspresi marah dan dendam sama sekali, melainkan ragu dan takut....


...Apalagi saat mereka semua bertemu dengan Jun, bukannya menunjukkan kekuasaan mereka, namun rasa hormat yang membumi, seperti bertemu dengan atasannya....


...Maka dari itu mereka tidak dapat melakukan tindakan atau mengatakan sesuatu yang berpotensi menambah kemarahan Jun. Jadi satu-satunya yang bisa mereka lakukan adalah memohon kepada orang tua mereka masing-masing....


...Mereka yang sudah berada di tingkat perguruan tinggi tahu betul seberapa berat dan beresikonya pekerjaan di kilang minyak....


..."pak Jun, apa boleh kami meminta kemurahan hati pak Jun. Kami berjanji akan mengajari mereka dengan baik setelah ini, kami jamin mereka tidak akan sombong dan arogan lagi"...


..."itu benar pak Jun, kami semua berjanji padamu. Kami akan merubah sifat arogan mereka, berikanlah kami kesempatan untuk mendidik mereka lagi"...


..."maaf bapak-bapak, saya memiliki cerita, dulu teman saya membelikan anaknya sepeda motor pada saat anaknya ulang tahun yang ke 17. Tentu saja atas dasar rasa sayang dan cintanya kepada anaknya itu. Dua hari kemudian anak teman saya itu kecelakaan dan meninggal dunia, saat itu dia melajukan motornya dengan sangat kencang dan berakhir dengan menabrak pohon. Sampai saat ini, setiap hari teman saya sembahyang dan meminta kepada tuhan agar waktu bisa diputar kembali"...


...Para orang tua menundukkan kepalanya, mereka ingin tetap berjuang untuk meringankan hukuman Jun. Akan tetapi setiap kata yang ada di otak mereka tidak dapat mereka keluarkan, walaupun sudah diujung lidah....


...Kata-kata, Aura dan karisma Jun membuat mulut mereka membeku, bulir butir keringat di dahi mereka mulai bermunculan, padahal di dalam ruangan rapat suhu ac sudah dingin maksimal....


...Karena tidak mendapat tanggapan, Jun melanjutkan....


..."sebenarnya tadi siang saya sudah akan melupakan kejadian itu, namun saat mereka menggunakan jabatan kalian untuk mengancam saya, saya tidak bisa membiarkannya"...


...Jun menghela nafasnya, ia memandang para muda-mudi itu, lalu ia melanjutkan....


..."Baiklah... kali ini saya masih memandang wajah orang tua kalian. Maka dari itu hukumannya saya ringankan. Saya mau kalian setiap hari minggu selama 1 tahun, kalian diwajibkan untuk kepasar membeli 200kg beras, 50 krat telur, 100 liter minyak goreng, 10 dus mie instant, dan 50kg gula....


...Kalian harus membaginya kedalam 100 paket sembako, lalu kemudian membaginya kepada rakyat miskin di daerah kumuh di jakarta. Saya akan mengatur beberapa anak buah saya untuk mengawasi dan mengatur kalian....


...Dan yang terpenting dari itu semua, kalian tidak boleh meminta uang tambahan lagi dari orang tua kalian. Kalian harus menghemat uang jajan kalian agar bisa membeli semua itu. Saya tahu uang jajan yang paling sedikit di antara kalian lebih dari 2jt setiap minggu, jadi ini tidak akan masalah bukan??"...


...Semua orang kembali terkejut. Karena ini akan menghabiskan setengah dari uang jajannya, salah satu pemuda memberanikan diri untuk bicara, karena jika uang jajannya hilang 50%, maka ia tidak akan bisa membawa ferarinya lagi setiap hari, 1 kali isi bahan bakar saja sudah habis 900an rb, itupun hanya dipakai untuk 3 hari saja kalau hanya untuk ke kampus atau mejeng di cafe....


...Jika harus tour setidaknya bisa melakukan 4 kali pengisian, belum lagi harus membayar iuran Klub, karena setiap tour, ada jasa pengawalan, akomodasi dan sumbangan di tempat yang di tuju. bagaimana ia bisa hidup tanpa melakukan itu semua. Tanpa fikir panjang ia berkata.....


..."pak Jun.. kamu tidak bisa melakukan ini, bagaimana kami bisa hidup dengan uang 1jt dalam 1 minggu, untuk 2 kali makan saja uang itu sudah habis, terus kami makan apa?"...


...Semua orang kecuali Jun setuju dengan pendapat pemuda ini, mereka semua diam dan masih menunduk, menunggu jawaban dari Jun....

__ADS_1


..."40% lebih penduduk Indonesia memiliki pendapatan bersih dibawah 1jt, bahkan 5%nya dibawah 500rb perbulan, dan kalian mau memperdebatkan uang saku 1jt perminggu?"...


...Salah satu orang tua yang bekerja di DPR menyahuti kata-kata Jun....


..."pak Jun, tolong jangan tersinggung, tapi sepertinya data anda kurang tepat"...


...Jun yang mendengar kata-katanya di koreksi, melihat petugas kebersihan yang kebetulan sedang mengepel di luar ruangan rapat tersebut melalui kaca jendela....


..."tolong panggil petugas kebersihan itu"...


...Jun meminta seorang gadis yang kebetulan duduk paling dekat dengan pintu untuk keluar memanggil petugas kebersihan itu....


...Segera setelah petugas itu masuk ruangan ia bertanya dengan gugup....


..."bapak memanggil saya??"...


..."iya... orang-orang ini penasaran dengan gajimu, bisa kamu katakan kepada mereka dengan jujur?" Jun...


..."ba.. baik pak.. gaji saya 3,5jt perbulan pak"...


..."kamu ngekost atau tinggal dirumah sendiri?"...


..."saya ngekost pak.."...


..."berapa perbulan?"...


..."750rb pak"...


..."ada cicilan atau biaya lain-lain?"...


..."ada pak.. cicilan di bank 850rb, biaya sekolah anak pertama, beli susu dan pampers anak kedua saya keduanya sekitar 2jt an perbulan pak"...


..."loh... untuk makan kamu gimana?"...


..."istri saya bantu saya dengan berjualan es dan kopi di depan kost pak"...


..."berapa penghasilan istri kamu??"...


..."yaa.. cukup lah buat nambah-nambah uang makan pak"...


..."saya tanya berapa??"...


..."hah.. ee.. maaf pak, itu.. ee.. itu tidak tentu pak"...


..."sekali lagi.. saya tanya berapa!??"...


..."eee.. sekitar 700rb sampai 1jt pak"...


..."baiklah.. terima kasih.. kesini sebentar"...


...Jun memberi tanda agar ia mendekat dengan tangannya. Ia membuka tasnya, dan mengambil beberapa lipatan uang di dalamnya....


..."ini 2jt untuk tambahan kamu beli makan, ajak keluargamu makan enak sekali-kali"...


..."haaaahh.. pak i..i..iini.."...


..."masukan kekantongmu, dan lanjutkan kerjaanmu. kamu boleh pergi sekarang"...


..."te.. terimakasih pak.. ini sangat membantu saya.. semoga bapak sehat selalu dan rejekinya selalu di lancarkan pak.."...


..."amiiiinn.. sudah sana kembali kerja"...


..."baik pak, sekali lagi terimakasih pak"...


...Jun hanya mengangguk dan tersenyum, lalu ia menoleh kepada orang yang mengatakan bahwa datanya keliru....

__ADS_1


..."pak.. orang ini, di data yang saya paparkan tadi merupakan bagian dari 40%nya. di datanya bapak karyawan barusan masuk mana??"...


__ADS_2