
...Jun tidak mau menunggu dalam waktu yang selama itu, jadi ia memerintahkan Toni untuk memindahkan jutaan hektar terumbu karang yang tersebar di beberapa tempat di seluruh dunia, tentu saja dengan cermat dan hati-hati agar tidak merusak ekosistem di tempat semula....
...Waktu terus berjalan, tanpa terasa hari kelahiran anak ketiga Jun dari Jeeny telah tiba....
...Salah satu kamar di mansion, telah di rubah dan di persiapkan Jun sebagai ruang persalinan yang sangat lengkap....
...Ada 2 orang dokter wanita spesialis kandungan, 1 orang spesialis bedah, 1 orang spesialis penyakit dalam, 1 orang spesialis kulit, 1 orang spesialis anak dan 4 orang perawat yang dimana kesemuanya merupakan para cyborg telah bersiap....
...Ruangan, para dokter dan perawat juga obat-obatan khusus yang Jun buat telah di persiapkan....
...Sambil menunggu detik-detik kelahiran bayinya Jun, Jenny, Indah dan kedua anaknya bersantai di gazebo....
...Sedangkan Toni standby di bandara untuk menunggu pesawat yang mengantar keluarga Jenny mendarat....
...Setelah menunggu selama 15 menit pesawat mereka pun akhirnya mendarat, saat turun dari pesawat, terlihat jelas Maria, Margareth dan Angelica memiliki ekspresi khawatir di wajah mereka....
...Berbeda halnya dengan David dan Daniel yang tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan mereka, wajah mereka berseri-seri dan terlihat bersemangat....
...Sangat berlawanan dengan para wanita, mereka tahu betul kemampuan Jun, pengetahuan kedokteran dan beberapa obat luar biasa yang Jun ciptakan sangat laris di pasaran....
...Bahkan mereka yang bekecimpung di dunia kesehatan tidak bisa tidak mengagumi Jun, kalau seandainya Jun tidak bisa menyelamatkan orang, maka tidak akan ada yang bisa....
...Segera setelah mereka turun, Maria berlari kecil dengan raut cemas menghampiri Toni....
..."Ton... bagaimana keadaan Jenny.. dimana dia?? apakah sudah melahirkan??"...
..."Nyonya tenanglah... Nyonya Jenny bersama Tuan Jun dan yang lainnya saat ini sedang berada di gazebo menikmati buah, persalinannya belum dimulai"...
..."hah.." Maria sedikit terkejut, namun ekspresinya sudah lebih rileks dari sebelumnya....
...Margareth dan Angel menyusul di belakangnya, mereka juga mendengar apa yang dikatakan Toni barusan, jadi mereka merasa agak tenang....
..."Ton.. ayo bawa kami menemui mereka, aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan mereka"...
...Selain alasan untuk menyaksikan persalinan Jenny Margareth juga merasa rindu kepada Chya dan Satria....
...Selama beberapa kali pertemuan hubungan mereka menjadi begitu akrab satu sama lain, bahkan Margareth sudah menganggap mereka sebagai cicit kesayangan....
...Begitu juga halnya dengan Chya dan Satria, mereka sangat menyayangi Margareth dan David....
...Setelah memastikan mereka dan barang-barang bawaan mereka memasuki mobil, Toni langsung mengarahkan mobilnya menuju mansion....
...Jun sudah menunggu mereka di depan pintu mansion, karena beberapa saat yang lalu ia dapat mendengar suara pesawat mereka saat mendarat....
...Saat mobil mereka memasuki mansion, Chya dan Satria sangat bersemangat berlari kearah Margareth dan David....
..."O-coooo...." mereka berteriak secara bersamaan sambil berlari kepelukan Margareth....
..."aaahhh.... cicit-cicit nenek.... apa kalian merindukanku"...
..."tentu saja O-co.." mereka kemudian beralih untuk menoleh pada Daniel "Kong-co..."...
"dimana mama Jenny??.. ayo antar O-co kalian melihatnya"
..."hmm.." Chya dan Satria menjawabnya dengan anggukan....
...Lalu mereka menoleh kepada Maria dan Angela yang sedang tersenyum ke arah mereka....
..."Amaahhh's..." mereka berdua kembali memeluk Maria dan ke Angel secara bergantian....
..."kalian iniii... seperti anak kembar saja, bicaranya selalu bersamaan.." Maria mencubit lembut hidung Chya dan Satria gemas....
..."Ayah, Ibu, Kakek, Nenek dan Bibi.. kalian sudah datang, ayo masuk dan lanjutkan mengobrol di dalam"...
...Jun menghampiri mereka, setelah saling memeluk sebentar, mereka semua akhirnya masuk kedalam mansion dan langsung menuju ke gazebo....
...Jenny dan Indah tersenyum dan bangkit untuk menyambut mereka, namun segera Maria menghentikan tindakan mereka....
..."Ibu, Nenek, Bibi kalian sudah datang..." Jenny dan Indah menyambut mereka secara bersamaan....
..."e.e.eeehh... sudah.. sudah.. kalian duduk saja.. tidak usah bangun.." Margareth...
..."aiihh... kalian berdua sangat mirip anak-anak kalian, kompak sekali" Angel...
..."ayo sini.. kalian duduk lagi... istirahatlah..." setelah jeda Maria melanjutkan "oh ya Jen, belum ada tanda-tanda melahirkan?"...
..."belum bu, baru bukaan ke tiga.. beberapa jam lagi mungkin"...
..."ibu sangat cemas tadi di perjalanan, ibu takut terlambat dan tidak bisa menemanimu" Maria...
..."kalian tidak perlu mencemaskan kami, kan sudah ada Jun bersama kami" Jenny mencoba menghibur keluarganya...
__ADS_1
..."sayaaang... bagaimanapun juga ini adalah persalinan pertamamu, tentu saja kami semua merasa cemas" Margareth menimpali...
..."kehadiran kalian tentu akan memberikan semangat tambahan kepada Jenny dalam menghadapi persalinannya"...
...Jun datang ke gazebo disusul Daniel dan David di belakangnya....
..."tentu saja... aku bahkan sudah menyiapkan tarian penyemangat agar kamu bisa melahirkan dengan ceria" David...
..."hey... pak tua... Jenny tidak akan aku ijinkan melihat tarianmu itu, tarianmu menjijikan" Margareth ...
..."siapa bilang tarianku menjijikan?? kalian belum melihatnya..." setelah jeda David melanjutkan "baiklah... aku akan mencontohkan sedikit gerakannya agar kalian nilai.. oke!!.."...
...Tanpa menunggu tanggapan dari yang lain, Daniel langsung menggerakkan tangan dan kepalanya serta menggoyang-goyang pinggulnya dengan gemulai....
..."dung pak!!.. dudung... dudung pak!!.. dudungng.... crett!!.... dung pak!!.. dudung.. dudung.. pak!!.. dung.. crooot..!!"...
..."Aarrgghh..!!"...
...Saat semua orang memutar bola mata mereka melihat tarian aneh David, dan Margareth bersiap membuka mulutnya untuk menghentikan David, Jenny merintih di tempat duduknya....
...Begitu semua orang menoleh kepada Jenny.. belum sempat ada yang bereaksi.. David berkata dengan bangga......
..."lihat disana... cicitku saja tidak sabar untuk keluar melihat tarianku..."...
..."siapa bilang dia ingin melihat tarianmu?? cicitku itu sekarang pasti sedang muntah-muntah di dalam perut Jenny mendengar tarianmu tadi.... awas saja ya kalau terjadi apa-apa pada cicitku" Margaret sedikit kesal kepada suaminya David....
..."ayo sayang kita sebaiknya masuk keruangan persalinan" Jun berkata sambil memapah Jenny memasuki ruang persalinan....
...Daniel, David, Indah, Chya dan Satria duduk di sofa ruang tamu kamar bersalin itu, sedangkan Maria, Margaret berada di sebelah kanan dan kiri Jenny....
...Jun dan Angel saling pandang, mau tidak mau mereka menggelengkan kepala mereka melihat tingkah laku keduanya yang terlalu posesive....
...Tidak bisa disalahkan juga, mereka menantikan kelahiran cucu dan cicit pertama mereka cukup lama....
...Dan hari ini tiba saatnya mereka menyaksikan momen bersejarah ini, jadi mereka sangat bersemangat dan tidak ingin melewatkan setiap momennya....
...Beberapa menit kemudian, perut Jenny berkontraksi lagi, dengan obat dan arahan para dokter dan perawat Jenny melewati setiap momentnya tanpa kesulitan....
...Suara tangisan bayi menggema di dalam ruangan, terdengar sorakan Maria, Margareth dan Angel juga, mereka langsung mengikuti perawat yang akan membersihkan bayi Jenny di sudut ruangan....
...Jun tersenyum bahagia melihatnya, Bayi ini merupakan Nenek dari dermawan keluarga mereka yaitu Eka....
...Dia langsung mendekati Jenny dan memeluknya dengan penuh kasih sayang, ada rasa terimakasih yang begitu besar yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata....
..."terimakasih sayang, kamu memberikan keluarga kita kebahagiaan yang begitu indah"...
...Sesaat kemudian Indah datang, ia juga langsung memeluk Jenny....
..."selamat kak... bayimu sangat cantik.. persis seperti dirimu"...
...Tak lama kemudian Maria datang sambil menggendong bayi Jun dan Jenny, ia langsung menyerahkannya pada Jun untuk di doakan....
...Jun menggendong bayinya dengan lembut dan penuh kasih sayang, ia memejamkan matanya lalu membisikkan sesuatu di telinga bayinya....
..."Semoga takdir selalu membawakan keberuntungan dan kebahagiaan dalam hidupmu" Jun tersenyum lalu menyerahkan bayinyà kepada Jenny....
...Jenny langsung memberikan asi kepada bayinya, ia memandang bayinya sambil meneteskan air mata bahagia....
...Jun mengusap-usap keningnya sambil berkata, "bayi kita sangat cantik, terimakasih sayang"....
...Jenny mengangguk sambil tersenyum, kemudian mengalihkan pandangannya kembali kepada bayinya....
..."akhirnya aku menjadi seorang istri dan ibu, hidupku sempurna, terimakasih tuhan atas karuniamu" gumamnya dalam hati....
..."apakah kalian sudah memiliki nama untuk anak kalian?" tiba-tiba David berkata....
...Semua orang menoleh padanya, mau tidak mau Daniel di sebelahnya bertanya....
..."kenapa yah??, memangnya ayah punya saran??"...
..."sepertinya Sun Jejun oke.." David berkata acuh tak acuh...
..."apa'an Sun Jejun?? nggak.. nggak... nggak..!!" Angel mengungkapkan ketidak setujuannya.....
..."heh... pak tua... sudah kubilang jangan suka berpanas-panasan di bawah terik matahari, Lihat kepala botakmu itu, kurasa otakmu sudah meleleh didalamnya karena kepanasan" Margaret juga menimpali Angel....
..."apa yang salah dengan usulanku, seorang anak lahir disiang hari itu jelas Sun yang berarti mentari, dan anak ini hasil dari persilangan Jenny dan Jun.. jadi Jejun itu sudah pasti keren" David mencoba menjelaskan arti dari nama yang dia usulkan.....
..."bagaimana jika alismu yang tebal itu ku silangkan hah??!! persilangan..." Margareth tambah kesal dengan kekonyolan suaminya.....
...Memang semakin tua seseorang akan semakin kekanak-kanakkan sifat mereka, begitu juga David dan Margareth....
__ADS_1
..."Jenny.. Jun apakah kalian sudah memiliki nama untuk anak ini?" Angela mencoba mengalihkan perhatian semua orang dati perdebatan tetua mereka....
..."Aku ingin menamainya Flora Calantha Orlin yang berarti Perempuan ceria, cerdas dan cantik yang ibarat kumpulan bunga mekar berkembang yang indah berkilau keemasan sangat mencolok dan nyaman untuk dipandang, namun aku tidak tahu apakah suamiku akan setuju atau tidak"...
...Begitu ia menjelaskan nama anaknya, mau tidak mau ia menoleh kepada Jun untuk meminta pendapatnya....
...Jun tersenyum bahagia, ia mengangguk lalu berkata.. "namanya sangat indah, tentu saja aku suka, jadi apa nama panggilannya??"...
..."panggilannya Lin-Lin.." David berceletuk....
...PLAK!!.. sebuah kipas tangan mendarat di kepala botak David, pelakunya tentu saja Margaret....
..."BABI TUA!!! kau ngeselin ya..."...
..."heh.. nenek ompong!! apa yang salah dari ucapanku??"...
..."sudahlah yah.. bu.. kalian mengganggu istirahat Orlin" Daniel menengahi orang tuanya....
..."baiklah.. baiklah.. maafkan O-co ya sayang Orlin" Margareth kembali ke mode lembutnya....
..."iya sayang.. maafkan Kong-co ya Lin..."...
...David menghentikan kata-katanya ketika ia merasakan aura predator di dekatnya, begitu ia menoleh kesamping, benar saja, sepasang mata bulat penuh seuukuran bola golf yang bercahaya kemerahan sedang memelototinya....
...Dia merasa bergidik, bulu kuduknya berdiri. Mau tidak mau ia membetulkan kalimatnya.....
..."ma.. maafkan Kong-co ya Orlin...." ia tersenyum lalu menoleh lagi kesampingnya....
...Kali ini Margareth berpaling sambil mendengus menghilangkan kesalnya....
...David menghela nafas lega setelahnya, "ternyata wanita yang kutiduri selama ini adalah monster" gumamnya dalam hati....
...Disisi lain Chya dan Satria naik ke atas kasur Jenny.. mereka menggoda adiknya dengan bahagia....
...Semuanya merasa sangat bahagia, beberapa menit kemudian para lelaki keluar dari ruangan itu, dan tinggalah para perempuan serta Chya dan Satria....
...Kamar bersalin ini memiliki 3 tempat tidur yang besar dan luas, terdapat 2 kamar mandi lengkap, 1 ruang tamu yang luas, serta ruangan untuk para dokter dan perawat yang berjaga, ada juga dapur, cofeemaker serta meja makan yang besar sehingga sanggup menampung 20 orang sekaligus....
...Sehingga membuat kamar bersalin ini sangat nyaman untuk di tinggali, bahkan untuk keluarga kaya tingkat 3 sekalipun....
...Dimana keluarga kaya tingkat ketiga biasanya memiliki kekayaan puluhan hingga ratusan Juta, sehingga bisa di sebut sebagai Jutawan....
...Jun, David dan Daniel pergi ke minibar ruang tamu bersama dengan Toni....
...Setelah mereka duduk Toni memberi kabar bahwa sebentar lagi akan ada tamu spesial yang akan tiba, sehingga ia mengajak Jun untuk pergi menemuinya di bandara....
...Jun merasa penasaran, namun ia menahan pertanyaannya, karena ia merasa Toni bermaksud untuk merahasiakannya dari semua orang....
...Karena ini untuk pertama kalinya Toni tidak berbicara langsung mengenai nama dan asal-usul tamu tersebut....
...Jun mempercayai Toni, jadi ia berpamitan kepada David dan Daniel dan meninggalkan mereka untuk pergi kebandara pribadinya....
...Di perjalanan, Toni tersenyum kemudian menoleh kepada Jun yang sedang duduk santai di kursi penumpang Mercedes Benz Brabus S500nya....
..."Tuan... beliau sudah datang"...
..."tidak biasanya kamu seperti ini Ton, siapa dia??"...
..."tuan akan menemuinya sesaat lagi, ini adalah kejutan yang beliau persiapkan"...
...Jun tidak bodoh, di fikirannya hanya ada satu sosok yang bisa mengatur para cyborg selain dirinya....
...Namun ia tetap diam, namun hatinya merasa sangat bersemangat....
...Setibanya di hangar pesawat, Jun tidak menemukan siapa-siapa, namun ia menemukan ada pesawat aneh yang baru pertama kalinya ia lihat....
..."tuan... ini merupakan salah satu dari ribuan pesawat yang telah kami bangun, ini adalah pesawat perang luar angkasa, kecepatan maksimalnya adalah 125 kali kecepatan suara....
...Pesawat ini terbang dengan menggunakan teknologi dark materi yang disempurnakan, jauh lebih maju dari pada fusi nuklir ataupun fusi antimateri....
...Ini merupakan teknologi muktahir di tahun 3500an, teknologi ini di adaptasi dari kapal perang patroli pasukan penjaga galaxy, dan pasukan perdamaian galaxy....
...Mereka merupakan prajurit-prajurit yang sangat tangguh dari berbagai peradaban di galaxy andromeda dan bima sakti"...
...Mendengar penjelasan Toni, ia semakin yakin akan sosok yang akan ia temui sekarang....
...Jun menganggukkan kepalanya sambil terus memperhatikan dan mengagumi pesawat ruang angkasa yang ada di depannya....
...Melihat Jun yang terus memperhatikan pesawat, Toni kembali menjelaskan beberapa kemampuan pesawat tempur ini....
..."pesawat ini melaju dengan bantuan sistem pemindaian 100rb kilometer tuan, dengan bantuan robot AI pemindai ini, pesawat akan secara otomatis menghindari objek di depannya meskipun kecepatannya 125rb kilometer per jam....
__ADS_1
...Dengan adanya teknologi kapsul hampa udara di kabin pesawat ini, bahkan orang biasa akan mampu menerbangkan pesawat ini tanpa masalah....
...Jika ada ingin membelokkan pesawat ini ke atas, bawah, kanan ataupun kiri, terdapat kemudi didalamnya, jadi anda masih tetap dapat mengendalikan pesawat ini sesuai keinginan anda"...