
...Keraguan dan ketakutan yang dirasakan Niko ternyata tidak menjadi kenyataan, Darko yang mendengar apa yang Niko butuhkan darinya tentu saja membuatnya merasa sangat senang. Darko telah mengincar Indah untuk dijadikan istri kelimanya, namun sayangnya waktu itu Indah pergi kebali....
...Saat itu Niko mencoba meminjam 50jt kepadanya, tentu saja dia menyetujuinya namun dengan syarat Niko harus mengambil tugas penagih hutang serta pengirim dan mengambil barang ilegal....
...Darko juga memberikannya ekstra 50jt sebagai tambahan jika Niko dan kedua orang tuanya menyetujui perjanjian dimana Indah akan menjadi jaminan dari hutang-hutang tersebut....
...Tanpa fikir panjang Niko menyetujui perjanjian tersebut, namun sayangnya dalam pekerjaannya mengirim barang ilegal, dia tertangkap oleh polisi, dan dijebloskan kepenjara. Akan tetapi keesokan paginya Darko membebaskannya dengan jaminan, dan mengatakan bahwa ia menghabiskan 100jt untuk jaminan tersebut....
...Niko sangat berterimakasih padanya dan meminta maaf padanya. Tentu saja Darko memasukkan nominal itu kedalam tambahan hutang Niko, sehingga total hutang Niko menjadi 200jt. Tetapi karena hal ini Niko tidak lagi bisa melakukan pekerjaan mengirim atau mengambil barang lagi, sehingga tentu saja ia tidak mendapat penghasilan apa-apa....
...Tentu saja semua ini adalah setingan Darko dari awal hingga akhir, dia sengaja memperbesar jumlah hutang, dia juga telah mengatur penangkapan Niko dengan polisi korup yang dia suap, serta tentu saja uang jaminan yang ia katakan adalah bualan saja....
...Mengingat jumlah hutang Niko tersebut tidak mampu di kembalikan oleh keluarga Indah, maka sudah dapat dipastikan Indah akan jatuh kepelukannya, hal ini membuatnya merasa sangat bahagia....
..."indaaaahhh.. indah indah... sesuai dengan namamu... kamu sangat indah dan sedap dipandang, mulai hari ini dan seterusnya kamu harus tunduk padaku dan melakukan semua perintahku, karena kamu sudah menjadi milikku sesuai dengan perjanjian ini"...
...Darko mengibar-kibarkan surat yang ada ditangannya kemudian melanjutkan....
..."jika tidak mau.. silahkan lunasi hutangnya sebesar 280jt sekarang"...
...Indah sedikit terkejut dengan jumlah itu, tentu saja ia dan keluarganya tidak mampu untuk membayarnya, namun yang dia tahu hutang Niko adalah 200jt bukan 280jt, jadi diapun mengeluh pada Darko....
..."tuan Darko,.. yang saya dengar tadi, hutang adik saya kepada anda adalah 200jt kenapa menjadi 280jt, jikapun ada bunga, tidak mungkin jadi sebesar itu"...
..."hahahahaha.... tentu saja jumlah itu benar, kamu hitung sendiri.. bunga yang aku berikan adalah 10%, dan adikmu menunggak selama 4 bulan. ayo... hitunglah"...
...Indah merasa dirinya akan pingsan, namun akhirnya dia mengingat Jun yang dari tadi ia lupakan, saat ini sepertinya hanya Jun yang bisa membantunya, ia menoleh kebelakang untuk mencari sosok Jun diantara kerumunan....
...Setelah menoleh kekiri dan kanan, dia menemukan Jun yang sedang duduk di sebuah batu besar menikmati ice cone dengan santai sambil memainkan ponsel. Ia terlihat tidak memperdulikan sekitarnya dan asik dengan dunianya sendiri....
...Jun yang mengikuti Indah saat turun dari mobil, memasang dan mengunci auranya pada Indah, sehingga dia dapat memindai dan mengamati pergerakan daerah sekitar Indah pada jarak 20 meter....
...Sesudah memasang dan mengunci auranya itu, ia menemukan penjual Ice cone, iapun membeli 2 buah, 1 untuknya dan rencananya 1 untuk Indah. Jun menganggap permasalahan ini terlalu sepele untuk ia tangani, jadi dia sudah menghubungi Surya untuk membuat pengaturan....
...Surya meminta waktu 8 menit untuk sampai dilokasi kepada Jun. Sehingga Jun berniat untuk mengulur sedikit waktu sampai Surya datang, dia malas untuk berurusan dengan preman kampung....
...Indah mendekatinya untuk meminta pertolongannya, namun sebelum Indah mengucapkan apa-apa Jun menyodorkan Es yang dia beli untuk Indah....
..."ini... makanlah.. rasanya tidak buruk"...
...Indah merasa canggung dan agak aneh, semua mata tertuju pada mereka, setidaknya ada 200 orang lebih. Namun melihat tingkah Jun, dia tahu Jun tidak memiliki ketertarikan pada masalahnya, namun dia juga tahu Jun pasti akan menolongnya, dengan uang yang dimiliki Jun saat ini hal ini jelas merupakan setetes air yang masuk ke kolam renang....
...Indah kemudian mengambil es tersebut, namun tidak meminumnya, ia hanya memandang Jun dengan fikiran kosong. Sesaat kemudian dia tersadar karena suara Jun....
..."kenapa?? ayo duduk disini dan cobalah.."...
..."tapi Jun ayah dan ibu??"...
..."oh iya... ini.. belikan untuk mereka juga"...
...Jun merogoh saku celananya, terdapat segepok uang warna pink, dia mengambil 2 lembar dan menyodorkannya kepada Indah. Indah menjadi sedikit kesal, ia menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya untuk menenangkan dirinya, ia menggertakkan giginya dan memandang Jun dengan tatapan serius....
__ADS_1
...Jun menyadarinya, Jadi dia tersenyum dan meraih tangan Indah lalu menyuruhnya untuk duduk di sebelahnya. Indah pun menurutinya tanpa keluhan....
..."Indah... aku sudah menyuruh orang untuk menyelesaikan permasalahan ini dan sekaraaaaaanng"...
...Jun menoleh pada jam tangannya kemudian melanjutkan,...
..."2 menit lagi mereka sampai"...
..."hah.. siapa??"...
..."si Surya... udah sekarang tunggu mereka dan nikmati esnya.. nih.. jadi mau membelikan ayah dan ibu?"...
...Jun masih menyodorkan uang 200rb yang ada di tangannya....
...""isshh.... kau ini menjengkelkan sekali, apa kamu menganggap ini sebagai lelucon dan tontonan??"...
..."iya.. memang betul ini adalah sebuah tontonan, tapi bukan sebuah lelucon. Tidak akan ada yang bisa mencelakai kalian jika aku ada disini, tetapi untuk menyelesaikan permasalahannya Surya saja sudah cukup. Jadi sekarang kamu harus tenang dan tunggu"...
...Mendengar ini akhirnya Indah mengerti satu hal, orang besar tidak akan mau mengotori tangan mereka untuk berurusan dengan hal-hal sepele atau orang yang bukan standar mereka, bukan karena tidak mampu, tetapi tenaganya akan sia-sia dan menurunkan harga diri mereka....
...Darko yang melihat pemandangan ini menjadi marah, terlebih lagi, Indah begitu dekat dengan Jun, dan Jun juga terlihat tampan dan kaya....
...Lantas kenapa?? daerah ini adalah daerah kekuasaannya, tidak ada yang mampu melawannya bahkan orang-orang dari kepolisian sekalipun. Darko tidak takut untuk merebut Indah dari Satrio, jika Satrio menolak menyerahkan Indah, maka Satrio akan menghilang dari dunia ini....
...Dan pemuda yang bersama Indah saat ini juga akan mengalami nasib yang buruk jika berniat untuk menghalangi niatnya. Dengan rasa marah di dalam hatinya, ia kemudian mendekati Jun dan Indah bersama 2 anak buahnya....
..."Indah... sebaiknya kamu menyerahkan dirimu, tidak akan ada orang yang bisa menolongmu"...
...Indah melirik Jun di sebelahnya seperti sedang meminta pertolongan. Dan Jun juga mengerti apa maksud Indah, jadi ia menyesap es yang dia genggam lalu menoleh pada Darko....
...Darko sedikit tersentak mendengar perkataan Jun, bagaimanapun juga dia telah banyak mendengar tentang surga dan neraka, namun dia selalu mengabaikannya. Sesuatu yang belum pernah ia lihat atau alami, kebenarannya tentu bisa di perdebatkan, dan hal ini tentu tidak akan dapat di pastikan, dan hanya dapat diyakini....
...Meyakini hal yang tidak tentu bukanlah sifat Darko, walaupun begitu dia tetap merasa takut jika ternyata surga dan neraka memang benar adanya. Sama halnya dengan seseorang yang tidak percaya terhadap hantu yang telah mendengar banyak cerita seram tentang hantu dan film-film horor di tv, ketika ia melewati tempat yang dikatakan sangat angker, ia pasti merasa waspada dan takut di dalam hatinya, walaupun di permukaan terlihat biasa saja....
...Tentu saja di depan Indah dan Jun ia tidak dapat menunjukan ketakutannya itu. Jadi ia menggertakan giginya dan berkata dengan sombong....
..."anak muda..tentu saja aku percaya surga dan neraka.. itu kenapa sekarang aku mengejar surgaku, karena surgaku adalah menidurinya"...
...Darko menunjuk Indah....
...Mendengar itu Jun tersenyum masam, dan menggeleng-geleng kepala....
..."itu masuk akal.. namun sayangnya, ketika kamu mengejarnya, kamu tidak menyadari bahwa sebenarnya yang kamu kejar adalah neraka... kasihan sekali"...
...Darko menjadi sangat marah dan marah, ia mengepalkan tangannya sangat erat sehingga terdengar suara retakan. Ia memandang Jun dengan tatapan kebencian yang mengintimidasi, seakan siap untuk menghancurkan Jun....
...Jun melihat Darko sudah tidak dapat menahan amarahnya, namun karena malas meladeninya Jun memfokuskan auranya kepada Darko dan anak buahnya, aura Jun ini menyebabkan Darko dan anak buahnya merasa kedinginan, mereka merinding dan menggigil....
...Jun bangkit dari tempat duduknya, lalu melepaskan lebih banyak aura, hal ini menyebabkan Darko dan anak buahnya tidak bisa menggerakkan tubuh mereka, mereka merasa sangat ketakutan, perasaan di ambang kematian ini baru pertama kali mereka rasakan....
...Jun mendekati Darko, melepaskan topinya dan menyapsapnya seperti sedang membersihkan topi itu, lalu memasangnya kembali di kepala Darko dan membetulkannya. Jun tersenyum dan menepuk pipi Darko....
__ADS_1
..."pak tua.. kamu tunggu saja kehancuranmu"...
...Setelah mengatakan itu, Jun menoleh kepada Indah yang masih duduk tercengang serta mulut terbuka....
..."Ndah!!.. kamu kenapa kesurupan??"...
..."haahh... a..a.. ng.. nggak.."...
..."ayo ke ibu dan bapak"...
..."i..i..iyaa.."...
...Indah kemudian bangkit dan mengikuti Jun, Jun tidak memperhatikan tatapan semua orang yang menatapnya dengan tatapan tercengang, mereka semua shock, Darko adalah seorang mafia, dia adalah preman yang paling di takuti di daerah ini....
...Tidak ada yang berani menatapnya secara langsung, bahkan jika berpapasan dengannya orang-orang ini akan menundukkan kepala mereka dengan hormat, karena jika tidak, mereka tidak akan selamat, kalau tidak patah, tertusuk maka sudah pasti akan mati....
...Darko dan kedua anak buahnya masih terpaku, badan mereka mengigil ketakutan, bahkan Darko dan salah satu anak buahnya kencing di celana, hal ini dapat di lihat semua orang, namun mereka tidak berani menertawainya....
...Jun membantu orang tua Indah untuk berdiri, dari sana ia menyadari bahwa 2 tulang rusuk dan tulang kering kaki kanan Todya mengalami keretakan, dan hampir patah....
...Melihat ini Jun kembali mendudukkannya, dan segera mengambil obat di sakunya. Jun sengaja mengambil 1 kotak obat pada saat ingin turun dari mobilnya, karena ia melihat sekilas kondisi Todya, Sari dan Niko tidak baik....
...Jun membuka kotak tersebut, lalu ia membaginya menjadi 4 bagian dan memberikannya kepada Todya, Sari dan Indah, lalu kemudian menyimpan sisanya....
..."Ndah berikan kepada Niko"...
...Mereka semua pun meminum obat itu tanpa pertanyaan. beberapa detik kemudian terdengar suara gaduh mesin helikopter yang semakin mendekat, kemudian munculah 4 buah helikopter diatas mereka....
...Keempat helikopter itu membentuk formasi dan beberapa detik kemudian tali terlempar keluar dari 3 heli, segera setelah itu banyak prajurit yang terjun dari sana, mereka adalah 1 tim kopasus, 1 tim dari korps brimob dan 1 pasukan cyborg pengawal Jun....
...Sedangkan 1 heli mendarat di dekat lokasi, beberapa orang keluar dari sana, mereka adalah kapolda, kapolri, panglima besar TNI, kepala kodam XIII, Surya, dan 2 orang dari DPR. Mereka semua langsung mengamankan lokasi, sedangkan para petinggi langsung mendekat kepada Jun dan memberi salam dengan hormat....
...Pemandangan ini menyebabkan lokasi tersebut gempar, tidak ada yang mengira bahwa kejadian ini akan menyebabkan mobilisasi besar seperti ini, bahkan melibatkan pasukan khusus....
...Semua orang mau tidak mau bertanya-tanya, siapa sebenarnya pemuda yang bersama dengan Indah itu, apakah dia seorang putra mahkota atau sejenisnya....
...Keterkejutan juga di alami oleh Indah dan keluarganya, pantas saja Jun terlihat sangat santai dan tidak mau terlibat secara langsung. Namun masa iya anak buahnya adalah orang-orang ini, apakah Jun seorang presiden?...
...Jun juga merasa sedikit terkejut, menurutnya ini terlalu berlebihan, yang ada di dalam fikirannya tentu saja Surya akan mencari bukti dan informasi kejahatan Darko dan menyerahkannya kepada kapolda lalu mengirim 1 tim dari polda untuk menangkapnya....
...Jun menghela nafas dan mencoba untuk biasa saja. Dia sadar bahwa dia sudah dinobatkan menjadi harta bangsa oleh presiden karena rencana-rencana pembangunannya. Namun tetap saja, hal seperti ini terlalu berlebihan jika hanya dipakai untuk berurusan dengan preman lokal....
...Para pasukan yang di terjunkan dalam peristiwa ini, langsung menagkap Darko dan para anak buahnya termasuk beberapa polisi korup yang bersama mereka, mereka semua di angkut kedalam 2 heli untuk selanjutnya dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan beberapa personil lain membubarkan kerumunan....
...Jun berterimakasih kepada para petinggi karena sudah bersedia membantunya, sebenarnya mereka sudah akan kembali kemarkas besar hari ini setelah pertemuan kemarin bersama dengan Jun, namun begitu mendapat berita dari Surya mereka semua bergegas untuk memberikan bantuan....
...Mereka akhirnya pergi setelah mengucapkan beberapa kata lagi. Beberapa menit setelah kedua heli yang tersisa berangkat, muncullah iring-iringan mobil polisi dan pengawal Jun, mereka bermaksud untuk memberikan perlindungan lanjutan setelah peristiwa itu, takut-takut kalau warga menjadi heboh dan berkerumun di kediaman keluarga Indah....
...Beberapa saat setelah itu mereka sudah berada di kediaman keluarga Indah, para polisi dan pengawal Jun sudah membuat parameter di sekeliling rumah tersebut....
...Di dalam rumah diruang keluarga, Jun, Jenny, Indah, Chya dan Satria duduk berdampingan, di depannya Todya, Sari, Niko dan beberapa kerabat Todya yang kebetulan datang duduk berjejer. Sedangkan Surya berdiri di dekat pintu....
__ADS_1
...Disana Jun meminta Niko untuk mengikuti Surya dan belajar tentang segala hal, dia melarangnya untuk bergaul di lingkungannya dahulu. Jun juga meminta Todya, Sari dan Niko untuk tinggal di mansionnya, serta menyerahkan ladang serta tempat tinggal mereka sekarang kepada kerabat mereka yang lain....
...Dalam pertemuan itu juga Jun menyatakan niatnya untuk kembali menikahi Indah, tentu saja semua keluarganya merestui permintaan tersebut, bagaimanapun juga mereka semua tahu Indah sangat mencintai Jun dan tidak mau bersama dengan orang lain....