Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku

Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku
bab. 33 (membuat obat)


__ADS_3

...Malam itu Jenny menginap di hotel Ayana, dan Chya bersikeras untuk ikut dengannya. Semenjak mengenal Jenny Chya selalu lengket padanya, apalagi kepribadian Jenny yang lembut dan selalu ceria terhadapnya, semakin membuat Chya tidak bisa jauh....


...Jenny juga sangat senang dengan adanya Chya, dari dulu dia selalu menginginkan seorang anak, apalagi keputusannya cuti dan ikut ke bali bersama Jun membuatnya tidak memiliki kegiatan apa-apa....


...Dengan adanya Chya membuat dia senang dan tidak terlalu mengganggu kesibukan Jun. Apalagi Chya anak yang pintar, baik, periang dan juga lucu. Membuat dia lebih menyayangi Chya di dalam hatinya....


...Jun saat ini berada di halaman belakang villanya, tungku dan bahan-bahan obat yang dia minta sudah datang, dan itu dalam jumlah yang sangat banyak....


...Jun berniat untuk menjual obat-obatan yang akan dia buat ini kepada orang-orang kaya yang berpengaruh di seluruh dunia, hal ini ia lakukan dengan tujuan memajukan negaranya serta daerah tempat tinggalnya pada khususnya....


...Jun merasa sangat yakin akan kasiat dari obatnya ini, bagaimanapun juga, dia telah mendengar banyak tentang keajaiban dari ilmu pengobatan kuno tiongkok pada saat dia berada China....


...Dengan penjualan obat-obatan ini akan membuat daerahnya di kenal ke seluruh dunia, semakin banyak orang yang datang ke daerahnya, semakin banyak juga penghasilan daerahnya, dan peluang mereka melakukan investasi di daerahnya juga semakin terbuka....


...Ini semua akan berdampak pada pengembangan, pembangunan, dan peluang kerja. Walaupun dia memiliki harta yang melimpah, serta penghasilan di atas 300 miliar perhari, tentu saja tidak mungkin jika ia membangun atau mengembangkan sebuah daerah atau negara hanya seorang diri. Kalaupun dia memaksakan diri maka uangnya juga akan habis....


...Investasi yang ia berikan untuk negaranya yang berjumlah 500 triliun saja sudah menguras lebih dari 111 tahun penghasilannya. Memang tidak akan berpengaruh pada kekayaan totalnya, apalagi kemungkinan dalam beberapa tahun kedepan investasi tersebut akan mulai menghasilkan keuntungan....


...Walaupun memang tidak akan sebanding dengan kekayaan yang sudah Eka kumpulkan dari tahun 800san. Namun ia yakin akan semua rencananya ini. Jun ingin keturunannya kelak, semuanya bisa selamat dari kiamat, dan uang bukan lagi menjadi masalahnya....


...Harapannya, dengan adanya obat ini, uang yang ia investasikan itu akan dapat kembali secepatnya. Jadi Jun meminta Waluyo mempersiapkan kotak kayu kecil berukuran 6x4x2 cm yang terbuat dari kayu mahoni dan di hiasi ukiran yang terbuat dari emas murni....


...Jun ingin menjual obat-obatan ini dengan harga 1jt US$ atau sekitar 14,25 miliar rupiah, harga ini sudah cukup murah bagi Jun....


...Mengingat apa yang dia baca dalam kitab, obat ini akan menyembuhkan segala macam penyakit, dan mengembalikan semua organ dan sel tubuh menjadi seperti baru lagi, sehingga bagi siapapun yang meminumnya akan terlihat jauh lebih muda....


...Tentu saja ini tidak akan menjadi masalah bagi semua konglomerat di seluruh dunia, kebanyakan dari mereka bahkan rela menghabiskan jutaan dolar untuk perawatan tubuh mereka agar tetap terlihat awet muda, bahkan perawatan itu tidak dapat menyembuhkan apapun....


...Jun mulai memanaskan tungku, memotong dan menghaluskan beberapa bahan-bahan obat lalu memasaknya. Membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam untuk memasaknya, Jun secara konsisten menggunakan energinya untuk memurnikan obat tersebut....


...Di dalam tungku, obat-obatan tersebut secara perlahan membentuk butiran-butiran kecil sebesar kuku telunjuk orang dewasa. Jun terus berkonsentrasi dalam proses tersebut, saat ini dia tidak bisa di ganggu oleh siapapun....


...Jika saja dia menghentikan atau tidak konsentrasi pada proses pemurnian ini, maka obat-obatan tersebut tidak akan memiliki efek yang maksimal, mungkin akan rusak dan hanya menjadi jamu sehat biasa....


...Jun mengolah dan membuatnya lagi hingga 3 kali, walaupun bahan-bahan yang ia beli masih banyak, dan mungkin butuh 4 sampai 5 kali pengolahan lagi, namun waktu sudah menunjukkan hampir siang, tanpa terasa hampir 16 jam lamanya waktu yang ia habiskan....


...Setelah Jun hitung bersama Waluyo, total ia berhasil membuat 360 butir pil obat. Itu berarti Jun bisa menghasilkan 360jt US$ atau sekitar 5,13 triliun rupiah hanya dalam semalam. Kalau di hitung Jun membutuhkan waktu hampir 98 hari untuk membuat 500 triliunnya kembali....


...Setelah mengkalkulasinya Jun tersenyum-senyum sendiri, hanya satu hal yang mengganggunya, dia perlu membuat 35.088 butir obat, jadi dia membutuhkan bahan-bahan obat untuk 90 kali pembuatan lagi....


...Bagaimanapun juga bahan-bahan yang ia perlukan merupakan bahan-bahan yang lumayan langka, sebut saja 1 bahan pokonya yaitu gingseng, setidaknya harus berumur minimal 100 tahun, dan untuk sekali pengolahan Jun membutuhkan tidak kurang dari 500 gram....


...Jadi Jun memerintahkan para cyborg yang tersebar di seluruh dunia untuk mencarinya, setidaknya terkumpul 45 kilogram atau kalau bisa lebih, karena dia juga berencana untuk memberikan obat ini kepada keluarga atau teman yang membutuhkan....


...Setelah selesai makan dan mandi Barulah Jun memeriksa ponselnya, dan ternyata ada 2 panggilan tak terjawab dari Jenny dan 1 pesan masuk juga darinya. Tetapi disitu Jenny hanya mengingatkannya untuk sarapan, jadi dia membalasnya dengan ucapan terimakasih....


...Sore harinya Jun ingin pergi ke hotel untuk menemuinya, namun Jenny melarangnya, karena Jenny sedang mempersiapkan kejutan untuk pestanya, Jun juga mengiyakan tanpa protes....


...Namun pada malam harinya, teman-teman Jun ingin berkunjung ke villa , jadi Jun sangat senang mendengarnya. Dia pun menyuruh Waluyo untuk membeli beberapa kilo ikan segar, champagne dan bir sedangkan untuk Iqbal dan Faizal ada banyak buah segar di vila yang bisa dibuat sebagai jus untuk mereka, untuk Dody terserahlah dia mau minum apa....


...Pertemanan mereka sebenarnya majemuk, atau beraneka ragam, Jun dan Gede merupakan penganut Hindu Bali, Raju Hindu India, Steven Katolik, Lee Budha, Iqbal, Faizal dan Dody Islam. Walaupun Dody tidak terlalu taat namun dia memiliki sifat yang baik, murah hati dan setia kawan, walaupun mulutnya tidak memiliki rem....


...Merekapun mengadakan pesta kecil-kecilan dengan memasak bersama, memanggang ikan, bermain gitar dan minum-minum, suasananya begitu ceria dan ramai hingga tengah malam sebelum akhirnya mereka mengantuk. Mereka semua menginap di vila....


...Ke esokan paginya Gede mengajak semua orang untuk berkunjung kerumahnya, Daniel dan David yang tidak memiliki kerjaan juga ingin ikut bersama mereka....

__ADS_1


...Gede yang tidak mengabari keluarganya dari awal sukses membuat kejutan kepada keluarganya itu, Orang tuanya terkejut dengan kedatangannya yang secara tiba-tiba, apalagi ia datang bersama dengan 9 orang yang rupa-rupa warnanya....


...Raju yang berkulit agak hitam khas india, Steven yang lebih condong ke barat-baratan alias bule, Lee yang khas korea, apalagi David yang sudah tua. Hanya Jun, Dody, Iqbal dan Faizal yang terlihat lokal, sisanya Daniel terlihat seperti campuran....


...Mereka pun berbincang-bincang cukup lama, di suguhi teh celup kemasan biru dan kopi hitam sasetan serta singkong rebus, mereka membicarakan banyak hal....


...Dari perbincangan tersebut secara kebetulan Ibunya Gede mengatakan keluhannya tentang sakit migrain yang sudah lama dia derita yang akhir-akhir ini kambuh lebih intens sehingga mengganggu kegiatannya....


...Daniel yang notabene seorang dokter di mintai saran oleh Gede, ia pun menyarankan beberapa jenis obat yang dapat membantu meringankan atau menghilangkan rasa sakitnya. Namun dia tidak bisa menjanjikan kesembuhannya....


...Jun kemudian mengeluarkan obat yang kebetulan dia siapkan di tas pinggangnya. Obat itu adalah obat sakit perut dan sakit kepala yang dia murnikan waktu melatih energinya....


...Walaupun obat-obatan ini terbuat dari bahan-bahan sederhana dan murah, namun dengan energi chi dari Jun obat tersebut mampu memperbaiki meridian, aliran darah, dan cairan tubuh, serta menghancurkan sel-sel penyakit, virus, bakteri, cacing dan kuman. Sehingga kasiat utamanya adalah menghilangkan penyakit, bukan hanya sekedar meringankan efek penyakitnya saja....


..."Jun.." ...


...Steven yang berada di sebelahnya merasa penasaran....


..."hmmm" Jun...


..."lu ngapain?? sibuk amat" Steve...


..."gue punya obat mujarab, mau gue kasi ke ibunya Gede"...


..."woy.. obat apaan??... gue mau liat" Dody...


...Saat Dody ingin melihat dia menaruh tangannya di paha Steve sebagai tumpuan....


..."adadadadadadaaaahh.... ngapain lu teken paha gue si kampret." Steve...


...Keributan mereka berhasil memancing perhatian semua orang, mereka bertiga hanya tersenyum malu dan meminta maaf, kemudian Jun menjelaskan sambil memberikan obatnya kepada ibunya Gede....


..."kotaknya bagus Jun.." Gede...


..."ini bukan kotak aslinya, gue hanya menyimpannya disini, tpi lu bisa menyimpan kotaknya kalau lu mau, ini kayu mahoni, dan emasnya ini asli, 24 karat seberat 10gram" Jun...


..."nak Jun, bibi hanya perlu obatnya saja, kotaknya nak Jun ambil lagi ya.. itu terlalu mahal buat bibi"...


..."sudah bi.. bibi ambil aja.. uang segitu cuman membeli permen buat dia.. cuman uang receh" Dody...


..."apa tidak apa-apa Jun??" Gede...


..."kapan gue bercanda de?? lu ambil aja kasi ke bibi" Jun...


..."jun, tadi kamu bilang china, apa obat ini kamu dapat dari china??" Daniel...


..."bisa di bilang begitu paman" Jun...


..."jadi begitu" Daniel...


..."ini sebenarnya ramuan tradisional, silahkan bibi minum, aku yakin sakitnya akan sembuh" Jun...


...Ibu Gede ragu-ragu sebentar, namun dia dan semua orang tahu bahwa Jun tidak akan mencoba menyakitinya, jadi tidak ada salahnya mencoba, dia kemudian menarik nafas dan memasukkan obat tersebut kedalam mulutnya....


...Saat dia akan mengambil air untuk menelannya, obat itu langsung mencair dan menguap, langsung masuk kedalam tenggorokannya. Segera rasa dingin dan segar merasuk ke atas menuju kepalanya, bulu kuduknya seketika berdiri. Sesaat kemudian rasa hangat dan nyaman ia rasakan di kepala, leher, dada kemudian perutnya....

__ADS_1


...Setelah merasakan sensasi itu, seketika saja kepalanya terasa ringan, entah bagaimana dia merasa pengelihatannya menjadi jauh lebih jernih dari sebelumnya dan dia menjadi bersemangat. Air matanya menetes, dia memegang tangan Jun sembari mengucapkan terimakasihnya....


...Pemandangan ini mengagetkan semua orang, terutama Daniel dan David, mereka berdua penduduk asli China, namun mereka tidak pernah mendengar obat ini....


...Tadinya mereka mengira obat ini cuma sekedar obat biasa, namun mereka dapat melihat dengan mata mereka sendiri bagaimana perubahan yang terjadi pada wajah ibunya Gede....


...Sebelumnya dia terlihat pucat dan lesu, kulitnya keriput dan memang terlihat sangat tersiksa oleh penyakitnya itu, namun sekarang kulitnya menjadi jauh lebih cerah dari sebelumnya, keriputnya juga sedikit memudar....


...Dari sudut pandang mereka, ini adalah sebuah ke ajaiban, terutama Daniel yang berkecimpung dalam ilmu kedokteran spesialisasi penyakit dalam dan kulit, dia belum pernah melihat kasiat obat yang begitu instant seperti ini....


...Karena rasa penasarannya yang terasa akan memenuhi kepalanya, dia kemudian bertanya kepada calon menantunya itu.....


..."Jun.. ini obat yang sangat mujarab, dimana kamu membelinya?? pasti mahal kan??"...


..."tidak paman, aku hanya membeli buku panduan meramu obat china, terus aku mencoba membuatnya di rumah dan ternyata berhasil" Jun...


..."apaa...!!? apa kamu berbohong padaku Jun??" Daniel...


"mana mungkin aku membohongi calon ayahku sendiri" Jun


..."ish... apa aku boleh melihatnya??" Daniel...


..."boleh.. tapi nanti setelah aku selesai menghafalnya" Jun...


..."kau bilang aku calon ayahmu.. kenapa masih pelit" Daniel...


..."ini buku tua paman, nanti paman rusak sebelum aku hafal kan ribet urusannya" Jun...


..."kau fikir aku rayap bisa merusak buku??" Daniel...


..."pokoknya nanti.." Jun...


..."kau ini.." Daniel...


..."lagian kalau paman hafal semua isi bukunya, tetap akan percuma, paman juga perlu mempelajari ilmu tenaga dalam, dan butuh bertahun-tahun kultivasi, barulah paman bisa membuat obat-obatan itu" Jun...


..."maksudmu apa dengan itu, bilang saja kalau ngga mau memberiku" Daniel...


..."bukan begitu paman, kalau paman tidak memurnikannya, obat itu hanya akan menjadi jamu biasa, dan butuh beberapa bulan bahkan bertahun-tahun terapi sambil meminum ramuan tersebut, barulah mencapai kasiat yang sama seperti obat yang aku buat" Jun...


..."paman ngga usah ribet lah, suruh saja Jun yang buat, nanti kita bisa minta padanya" Dody...


..."itu kurang ajar dan tidak tahu malu, tapi aku setuju dengannya" David...


..."iya ngga apa-apa, kalau kalian membutuhkannya, bilang saja padaku, aku akan membuatkan kalian" Jun...


..."kalo gitu aku butuh sekarang Jun" Dody...


...Semua teman-temannya memukul kepala Dody sambil bercanda, merekapun kembali tertawa dan berbincang-bincang....


...Sebelum kembali ke hotel, mereka semua menyempatkan diri berkunjung ketempat-tempat wisata di daerah ubud, setelah lelah berkeliling dan menyantap masakan khas lokal bali yaitu Ayam Betutu, merekapun ke hotel....


...Namun Jun dan Gede menuju vilanya, Jun masih di larang datang oleh Jenny dan Maria, sedangkan Gede berniat akan tinggal di rumahnya bersama orang tuanya, namun dia ingin meminjam salah satu mobil Jun, karena dia belum memiliki mobil, jadi Jun mengantarnya ke villa untuk mengambil Lexus yang di beli Waluyo seminggu yang lalu....


...Malam harinya Jun kembali membuat obat, dia ingin mengejar targetnya, dia berencana membuka, apotik khusus di Jembrana, karena pelanggannya nanti merupakan orang-orang elit kaya, jadi tentu saja dia akan membuat yang mewah dan berkelas....

__ADS_1


...Semua perijinan dia serahkan pada para cyborg, dengan obat sakit kepala dan sakit perut yang dia buat sebagai sampel, dia merasa yakin para cyborg tidak akan mengalami kesulitan dengan perintahnya itu....


...Pagi harinya dia menyempatkan diri menelfon Jenny dan Chya, sebelum dia melanjutkan lagi membuat obat dan menghabiskan semua bahan obat yang masih ada, selama 2 hari lebih Jun belum tidur namun dia hanya merasa sedikit kelelahan. Selama proses pembuatan obat ini kekuatannya berkurang hampir 50%....


__ADS_2