
...Semua orang menyalami Jun dengan sangat antusias, sambil memperkenalkan diri mereka, mereka melambaikan tangan kepada awak media yang berjejer mengabadikan moment tersebut....
...Setelah itu merekapun masuk kedalam ruangan yang sudah dipersiapkan, Surya membagikan proposal setebal 120 halaman kepada masing-masing orang yang hadir, lalu menjelaskan semua isi proposal tersebut....
...Para petinggi dan pejabat sangat senang mendengar dan membaca isi dari proposal tersebut, tanpa banyak pertanyaan dan keluhan mereka semua menyetujuinya. Proyek ini merupakan investasi sebesar 120 triliun rupiah, yang akan menyerap sekitar 20 ribu tenaga kerja....
...Proyek ini sendiri di targetkan akan selesai 1 tahun mendatang, dengan perkiraan penghasilan bersih tahunan dari kedua pabrik dan perkebunan sebesar 584 triliun rupiah. Sehingga dengan angka ini sendiri walaupun pihak Jun meminta kebijakan penurunan pajak penghasilan menjadi 25% maka negara dan daerah tetap akan mendapatkan pemasukan sebesar 146 triliun rupiah....
...Walaupun begitu, angka ini masih terbilang sangat besar, apalagi Jun menjanjikan 2% kepemilikan saham kepada negara, dan 2% untuk daerah. Jadi mereka semua menyetujuinya dengan cepat. Bagaimanapun juga, yang lebih penting saat ini adalah penyerapan tenaga kerja, dan prestasi mereka membangun daerah serta berkontribusi terhadap negara....
...Proyek ini adalah proyek pabrik mandiri pertama dan terbesar di dunia, dimana produk mentah, setengah jadi dan produk jadi akan di hasilkan pada 1 atap. Untuk bahan baku mentah pendukung juga akan di datangkan dari kalimantan, jawa dan sumatra....
...Pukul 2 siang pertemuan itupun berakhir, Jun pamit pergi karena akan menghadiri resepsi pernikahan Indah. Jun meminta salah satu Jendral yang hadir untuk memperhatikan Satrio, Jendral tersebut pun tidak menyia-nyiakan kesempatannya untuk membantu Jun....
...Di dalam perjalanan menuju rumah bibinya, Jun menerima telfon dari bi Soni. Jun mengira bahwa bi Soni menelfonnya karena sudah menunggunya. Jadi dia mengangkatnya dan langsung menyapa....
..."halo bi... aku masih di jalan, sekitar 20 menit lagi aku sampai"...
...Di sisi lain panggilan tersebut, Soni menjawabnya dengan nada yang panik....
..."Jun sebaiknya kamu langsung bergegas kerumah sakit, kami akan segera menuju kesana, Satria juga ada bersama kami, bibi akan mengirimkan lokasinya"...
...Jun tiba-tiba memikirkan Indah, entah kenapa Jun bisa merasakan ada sesuatu yang buruk terjadi padanya. Tanpa banyak tanya Jun segera menuju kerumah sakit, dia menyempatkan dirinya untuk mengirim pesan kepada Jenny....
..."honey, bi Soni menyuruhku datang kerumah sakit, aku merasa ada sesuatu yang salah terjadi pada Indah, aku akan pergi kesana"...
...Jun mengabari Jenny karena ia tidak ingin menyembunyikan apapun darinya. Tujuannya tidak lain adalah untuk menyiapkan mental mereka berdua, jika sesuatu akan menjadi rumit. Sesuai dengan instruksi Eka dulu, bahwa Jun tidak boleh menyakiti hati Jenny....
...Jenny yang membaca pesan Jun merasa hal ini akan menjadi rumit, dia sangat mencintai Jun dan tidak ingin kehilangan dirinya. Dia menggertakan giginya, memompa semangatnya, dan akan berusaha menyelesaikan pekerjaannya secepat mungkin....
..."honey.. hati-hati di jalan. aku akan segera menyelesaikan pekerjaanku disini dan akan menyusulmu kesana secepatnya"...
...Jun merasa terkejut dengan isi pesan Jenny, dia tidak menyangka reaksi Jenny akan seperti ini. Namun disisi lain di hatinya, dia merasa senang dengan balasan Jenny....
..."Honeyy... kamu tidak perlu seperti itu.. kamu selesaikan saja pekerjaanmu disana, semuanya masih bisa aku kendalikan"...
..."aku memaksa"...
..."baiklah kalau begitu hati-hati nanti, kabari aku jika pekerjaanmu sudah selesai. aku akan mengatur keberangkatanmu"...
..."baik honey... terimakasih ya.. i love you"...
__ADS_1
..."i love you to honey"...
...Setelah selesai bertukar pesan dengan Jenny, Jun meminta Suryo mempersiapkan keberangkatan Jenny dan memberikan 1 cyborg untuk menjaganya. Tak lama Jun akhirnya sampai di rumah sakit....
...Jun melihat Soni yang sedang mencoba menenangkan Satria di depan pintu masuk UGD. Dari sini Jun tahu bahwa dugaannya telah terbukti. Dia segera mendekati Soni dan Satria dengan raut wajah khawatir dan penuh pertanyaan....
...Tidak mungkin Indah jatuh sakit tiba-tiba, tidak mungkin juga obatnya gagal, hanya ada dua kemungkinan, yang pertama adalah kecelakaan dan yang kedua adalah sengaja mencelakai diri. Tidak mau berfikir negatif, jadi dia akan mencaritahunya sendiri....
...Setelah Jun sampai di depan pintu UGD, Jun langsung mengambil alih Satria, Satriapun langsung memeluk Jun tanpa penolakan....
..."paaa...mamaaa paaaaa.. huuuhuhuhhuu.. mamaaaa"...
..."shhh... sayang.. papa tahu.. papa ada disini.. kamu tenang ya.. papa akan menjenguk mama dulu, kamu berhenti nagisnya ya... kamu diam dulu disini bersama nenek.. sebentar lagi papa keluar sama mama"...
..."hkmm.... iya pa.. "...
..."yasudah.. kamu sama nenek dulu ya.."...
...Satria pun akhirnya berhenti menangis.. dia kembali beralih kepada gendongan Soni....
...Jun masuk kedalam ruangan UGD, disana berkumpul pak De, kedua orang tua Indah dan dua orang lagi yang Jun tidak kenal. Mereka semua fokus melihat ke dalam ruangan yang hanya di batasi dengan tirai hijau, di dalamnya terlihat beberapa orang yang memakai seragam perawat dan dokter serta 1 orang dengan pakaian pengantin....
...Jun berjalan mendekat, sehingga dia dapat melihat wajah Indah dengan Jelas. Wajahnya bersemu merah dan agak ke unguan, hidung, mulut dan matanya merah dan berair. Indah sudah tidak sadarkan diri....
...Jun sangat yakin ini adalah racun, apakah dari ular atau cairan yang diminum, dia belum dapat memastikannya, dia harus mendiagnosisnya lebih dekat. Namun tentu saja dia tidak perlu melakukan semua itu. Didalam tasnya dia masih membawa beberapa pil peremajaan....
...Jun segera mengeluarkan pil tersebut, namun kali ini ia bagi menjadi 4 bagian kecil, bagaimanapun Indah baru meminum 1 butir utuh pil ini, jadi seberapapun dia minum, tidak akan berpengaruh apapun terhadap tubuhnya....
...Setelah mencubit seperempat bagian pil tersebut, Jun memasukkan lagi sisanya ke dalam tas. Sebelum masuk Jun menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya dengan kasar. Dia ingin menenangkan dirinya....
...Jun meringankan tubuhnya, dan berjalan dengan cepat. Semua orang dapat melihat bayang Jun lewat begitu saja di hadapan mereka tanpa suara sedikitpun....
...Jun sampai pada Indah, dia langsung melepas selang pernafasan pada mulut Indah, lalu memasukkan pil kedalam mulutnya kemudian membalik tubuh Indah dan menekan beberapa titik akupuntur....
...Semua orang tergagap dan tidak sempat bereaksi, gerakan Jun sangat cepat, mulus dan hampir tanpa suara. Jun kemudian mengembalikan posisi Indah seperti semula. Satrio akhirnya kembali sadar dan langsung meraih kerah kemeja Jun dengan kasar....
...Jun yang tadinya membelakangi Satrio akhirnya menoleh, dan untuk pertama kalinya mata mereka saling bertemu satu sama lain. Berbeda dengan Jun yang baru pertama kali bertemu Satrio, Satrio sudah mengenal Jun....
...Indah beberapa kali pernah menyebut namanya, beberapa foto Jun juga terpajang di kamar Indah dan Satria. Jadi dia bisa mengenali Jun hanya dengan sekali pandang....
...Amarah Satriopun mencapai puncaknya dan bersiap akan meledak ketika melihat Jun. Tangannya terkepal sangat erat dan melayang dengan sangat cepat kearah Jun....
__ADS_1
...Semua orang bisa melihat dengan jelas apa yang coba di lakukan oleh Satrio, namun reaksi mereka untuk melerai sudah terlambat, dan mereka sudah bersiap akan mendengar suara pukulan tersebut....
...Namun hal berikutnya yang terjadi adalah Jun dengan enteng memegang tangan Satrio. Sedangkan Satrio terlihat meringis dan tidak bisa melepaskan pegangan tangan Jun. Satrio sendiri bertubuh tinggi sekitar 178cm, tegap dan juga berotot. Sangat jarang ada orang yang mampu menahan serangan Satrio, bagaimanapun juga Satrio adalah seorang prajurit terlatih yang di persiapkan negara untuk melawan para musuh....
...Semua orang terdiam dan terpana sampai sebuah erangan lirih terdengar, Indah telah sadar dan sedang mencoba untuk mengerakkan badannya. Dari situ Jun akhirnya melepaskan tangan Satrio....
...Begitu pandangannya sudah Jelas, Indah melihat sekelilingnya, dan pandangannya berhenti pada Jun yang sedang menatapnya. Seketika saja rasa kesal sekaligus malu berkecambuk di hatinya. Dia tahu dengan jelas bahwa dia diselamatkan lagi oleh Jun tentu hal ini membuatnya kesal, dan rasa malunya datang karena alasan dirinya bisa berada di rumah sakit....
...Pagi harinya dia sudah menguatkan hatinya untuk menerima Satrio, dia akhirnya membawa Satria kerumah bi Soni. Barulah bersiap untuk makeup dan berdandan di rumahnya karena pihak salon sudah menunggunya. Namun saat dia sudah berjarak 200 meter dia melihat rumahnya yang sudah di hiasi dengan banyak janur kuning....
...Diapun berhenti, dan kembali ragu-ragu. Dia mengerti akan 1 hal, kalau seandainya dia memasuki rumah itu sekarang maka tidak ada jalan lagi untuk menghindari pernikahannya. Dia tidak bisa menerima Satrio karena fikiran, hatinya dan tubuhnya hanya di peruntukan kepada Jun, bukan orang lain....
...Karena jika dia di sentuh oleh orang lain, dia merasa di perkosa dan dianiaya. Dan jika ia menikah dengan Satrio dia akan menyakiti dirinya atau Satrio. Maka jalan satu-satunya adalah pergi dari dunia ini....
...Indah memutar balik sepeda motornya dan pergi ke toko pertanian untuk membeli racun tikus, setelah itu dia pergi kesebuah kebun coklat untuk melakukan bunuh diri. Namun entah sial atau beruntung, ada beberapa warga yang melihat gerak-gerik mencurigakan Indah....
...Bagaimanapun juga Indah merupakan bunga dari kota tersebut, dan dahulu semasa SMU dia pernah menyebabkan kehebohan, banyak pemuda dan laki-laki yang sudah berkeluarga serta laki-laki dan pemuda dari kota tetangga juga sering datang, Mulai dari yang muda hingga duda semua berbondong-bondong untuk memperebutkan Indah. Jadi hampir semua orang di kota ini mengenali dirinya....
...Indah terus berjalan dan berjalan hingga melihat sungai di depannya, sambil memandangi arus sungai, dia merenungi semua nasibnya. Sekarang orang tuanya tidak lagi sakit seperti dulu lagi karena obat dari Jun. Jadi dia tidak lagi mengkhawatirkan mereka, juga Satria akan segera di jemput oleh Jun. Tidak ada lagi yang menghalangi keinginannya ini....
...Jika jalan yang sedang kamu tapaki adalah jalan menuju penderitaan dan tidak ada lagi yang bisa kamu lakukan untuk kembali, maka lebih baik mati di tengah jalan. Sama halnya jika kamu terjatuh ke dalam sungai yang luas dan di dalamnya dipenuhi dengan ratusan buaya kelaparan, dan di tanganmu ada pistol yang hanya berisikan 1 butir peluru, maka dari pada menembakkannya kepada buaya maka lebih baik mengarahkannya ke kepalamu....
...Setelah menguatkan hatinya, ia langsung meminum habis 1 botol racun di tangannya sampai habis seperti menenggak sebotol yakult2. Setelah meminum racun tersebut, Indah kembali menatap sungai di depannya, Tenggorokan dan perutnya sudah mulai terasa terbakar, matanya perih dan mengeluarkan air mata, lalu kemudian dia merasakan mual yang ekstrem, dan rasa sakit di dadanya begitu menusuk....
...Indah memuntahkan semua isi perutnya, usus dan semua saluran pencernaannya terasa di paksa terputus, jantung dan paru-parunya terasa di remas dengan keras dan tanpa ampun. Dia tidak menyangka ini akan sangat menderita seperti ini, diapun akhirnya tumbang, karena semua isi perutnya habis terbuang, mulutnya akhirnyapun mengeluarkan busa kemerahan yang bercampur dengan darah. Indah kehilangan kesadarannya....
...Warga yang kebetulan mengikutinya menemukan Indah yang sedang muntah-muntah, pada saat ingin menanyakan kenapa, Indah sudah tumbang. Melihat ini mereka segera menggotong Indah dan membawanya lari kerumah sakit....
...Disisi lain keluarga Indah menunggu kedatangannya, hanya ibunya yang merasakan perasaan aneh ketika itu. Dia tidak tahu kenapa, tapi perasaan ini menjadi lebih kuat ketika hari sudah menjelang siang....
...Dia menanyakan Indah kepada Soni, dan beberapa teman Indah damun nihil, sampai akhirnya seorang warga yang menemukan Indah telah kembali dari rumah sakit dan mengabari mereka bahwa Indah mencoba bunuh diri dengan meminum racun di kebun coklat miliknya....
...Hal itu sontak menghebohkan mereka, Orang tuanya segera menuju kerumah sakit, disana mereka menghubungi Soni dan mengatakan tentang kabar Indah, hal ini sebenarnya di dasarkan atas obat ajaib yang Jun berikan. Karena dokter yang menangani Indah mengatakan, kemungkinan selamat Indah hampir tidak ada, karena organ dalamnya telah rusak....
...Mengingat kesembuhannya, ayahnya Indah akhirnya meminta tolong kepada Soni. Dia tidak ingin kehilangan anak kesayangannya ini. Beberapa menit setelah itu, Satrio datang dengan kedua Walinya, yaitu komandan serta istrinya, karena orang tua Satrio di banyuangi berhalangan untuk hadir....
...Mereka mendapatkan kabar ini dari saudara laki-laki Indah, untuk itu mereka bertiga langsung bergegas kerumah sakit. Mereka semua terkejut dengan penuturan dokter yang menanganinya. Tentu saja Satrio sangat marah mendengarnya, kenapa Indah begitu bodohnya. Kalau tidak bisa seharusnya dia menolak lamaran pernikahannya. Dari pada mengorbankan hidupnya. Hal itu akhirnya merajuk pada peristiwa saat ini....
...Semua orang termasuk dokter dan perawat sangat terkejut dengan perubahan situasi ini. Mereka ternganga dan terbelalak, dalam ilmu kedokteran yang mereka pelajari selama bertahun-tahun, tidak pernah ada obat atau metode apapun di dunia ini yang bisa menyembuhkan orang yang mengalami kerusakan organ secara instant....
...Semua ini seperti ilusinasi, sihir atau mitos, dan mereka menyaksikannya secara langsung dengan mata kepala mereka sendiri....
__ADS_1