Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku

Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku
bab. 81 (kangen, sangat kangen)


__ADS_3

...Jun berusaha memadamkan apinya menggunakan kekuatannya namun segala usahanya sia-sia belaka. Ia memceburkan dirinya kedalam air, merubah airnya menjadi es dan sebagainya. Namun apinya bukannya padam tapi malah menjadi semakin besar dan semakin panas....


..."baiklah...baiklah...!!! Tolong hentikan.... Aku menyerah!!!"...


...Jun berteriak memohon ampunan kepada Katak....


...Setelah mendengar permohonan Jun, barulah kemudian api yang melahap Jun di tarik kembali oleh Katak. Ia tersenyum remeh sambil menatap Jun....


..."dikehidupanmu ini, tidak ada satupun makluk yang bisa menandingimu kecuali aku... Mungkin kemampuanmu setara denganku, namun apapun yang kau lakukan kepadaku atau kekuatan sihirku kepadamu, itu hanya akan membuatnya dua kali lipat lebih besar kembali padamu, jadiii..... Akulah yang menjadi penaklukmu, apa kau mengerti??"...


..."aarrggghhh!!!.... Itu tadi panas sekali... Kau jahat sekali" erang Jun yang terlihat masih kesakitan sambil terengah-engah....


...Sang Katak menaikkan tangannya untuk menunjuk Jun lagi, sama seperti tadi sebelum pantat Jun terbakar, dengan pengalaman pertamanya tadi, Jun tahu betul.. Sepersekian detik lagi pantatnya itu akan kembali terbakar....


...Jadi ia cepat-cepat berlutut untuk meminta maaf....


..."oke..okeee.. Tak.. Tak.. Tak... Aku salah, aku salah... aku minta maaf lagi oke.. Aku tidak akan tidak menghormatimu lagi... Oke.."...


..."Bajingan... Kau minta maaf dan berjanji untuk menghormatiku, tapi kau memanggilku TAK??!.. Apa kamu serius..??!!"...


..."maaf tuan Katak... Aku salah.."...


...Begitu Jun selesai mengatakan itu pantat Jun kembali terbakar....


..."AAAAAHHHHHH.....!!!!... Kampreeeeettt... Kau kan katak... Kau berharap aku memanggilmu apa???!!!... Aaaahhh...!!.. PANAAASSS..."...


..."panggil aku AYAH..!!"...


..."oke... Ayah... Ayah Hentikan... Aku tidak tahan lagi.. Aku akan mati..."...


..."kau tidak bisa mati...."...


..."inii....aahh.. Sebentar lagi aku akan mati..."...


..."berhentilah bersikap cengeng..."...


..."Ayaaahh... Maafkanlah putramu yang kurang ajar ini... Ini panas sekali... Tolong matiin apinya... Tolonglah"...


..."cengeng.."...


...Setelah mengatakan itu Katak langsung menarik kembali apinya....


...Jun terengah-engah kembali....


..."haarrrgggghhh.... Harrggghh.... Arrraarrrgghhh...!!! Tadi itu rasanya anj....."...


..."mau lagi?"...


...Potong Katak menghentikan kata Jun yang akan keluar dari mulutnya....


..."tidak..tidak..tidak.. Cukup.. haarrrggghh...!!"...


...Jun menaikkan alisnya sambil menggeleng lalu kemudian ia tiduran diatas batu dengan nafas tersenggal....


..."aku ini sang pencipta, kau sama sekali tidak menunjukan sikap hormatmu padaku, kekanak-kanakan sekali"...


..."maaf ayah... Kau muncul dengan wujud Katak seperti itu.. Bagaimana aku bisa.."...


...Jun menggantung kalimatnya sebentar....


..."sudahlah.. Kau muncul disini, pasti ada sesuatu yang lain kan... Selain membakar pantat seseorang?"...


..."aku memberikanmu panduan pelatihan dengan sangat rinci sebelumnya, dan kau telah menguasai semuanya, aku juga telah menunjukan berbagai tingkatan peradaban melalui pengelihatan batin. Ada beberapa informasi tambahan yang ingin ku berikan padamu sebelum aku pergi, informasi ini akan sangat berguna sebagai bekalmu kedepannya"...


...Setelah jeda sesaat Katak kembali berucap....


..."pesanku hanya satu... Kamu harus membuktikan dirimu sendiri kepada seluruh peradaban tersebut, biarkan mereka mengetahui keberadaanmu, aku adalah kamu dan kamu adalah aku, kamulah sang pencipta yang akan mengendalikan mereka, apa kau mengerti??"...


..."haaahhh... Merepotkan sekali.. Aku hanya ingin tinggal disekitar keluargaku, bercengkrama dan berkembang biak"...


...Jun menghela nafasnya tertunduk memperlihatkan kesedihan....


...Tanpa basa basi lagi, Katak menjentikan jarinya, dan seketika saja kepala Jun terasa sakit, Jun mengendalikan dirinya sesaat dan berhasil meredakan rasa sakit dikepalanya....


...Rangkaian demi rangkaian pengetahuan, berbagai informasi meresap kedalam otaknya tiada henti, entah berapa lama berlalu hingga akhirnya ketidak nyamanan itu berakhir. Jun akhirnya merasakan kepalanya kembali sejuk. Ia dapat mengetahui segalanya, bahkan melihat segalanya, tidak ada yang terlewat sama sekali....


..."kau sudah memiliki semuanya, dan sekarang kau sudah siap untuk melakukan tugasmu, aku pergi dulu... Aku terlalu malas untuk mengobrol denganmu"...


..."tu..tunggu... Eh." tiba-tiba saja waktu berjalan kembali dengan normal, semesta berjalan sebagaimana biasanya....

__ADS_1


...Jun bisa mendengar semuanya dengan jernih, mencium segalanya dengan jelas, seakan-akan memiliki panca indra yang tak terbatas....


..."Iih..!!" Jun tertegun tanpa kata....


...Jun tidak dapat merasakan tubuhnya, kemudian ia melihat kebawah, kakinya menginjak batu besar, tiba-tiba ia merasakan kembali kakinya yang menginjak batu....


...Jun tersenyum, kemudian ia mengubah batu berdiameter 12 meteran itu menjadi berlian merah muda yang langka, batu tersebut langsung berubah menjadi berlian yang berkilauan....


..."wiiiihhhhh.... Ternyata begini rasanya menjadi tuhan... Hahahahaha..." Jun tertawa senang dengan kemampuan barunya....


...Jun memandang air terjun di depannya, mengubahnya menjadi aliran pasir emas yang mengalir deras....


..."woooooaaahhh... Kereeenn..."...


...Tiba-tiba terdengar suara dari lagit yang hanya bisa ia dengar sendiri. "berhenti main-main jika tidak ingin pantatmu kembali terbakar.. KEMBALIKAN SEPERTI SEMULA!!"...


..."UH!! Oke..oke"...


...Segera semuanya kembali seperti semula....


...'apa aku tidak bisa mencoba kemampuan baruku?? dasar pemarah' protes Jun dalam hati....


..."jangan kira aku tidak mendengarnya.. Dewasalah sedikit"...


...Suara tersebut kembali mengingatkan Jun....


..."iya...iya..." setelah Jun mengatakan itu, akhirnya para dewa, iblis, monster dan makluk lainnya datang satu persatu, begitu sampai mereka langsung memberi hormat kepada Jun....


..."hormat yang Mulia"...


...Jun tidak menghiraukan mereka ia melihat keatas, kelangit yang sangat jauh disana, sang pencipta menatapnya. Mereka berdua tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, ini mungkin sebuah perpisahan atau mungkin juga tidak....


...Setelah Jun diberikan pandangan dan semua ingatan sang pencipta, ia tahu kehidupan yang ada di depannya adalah apa yang akan ia inginkan, ini mungkin akan sangat mengasyikkan, namun mungkin juga akan sangat membosankan....


...Mulai hari ini dialah inti dari semua kehidupan, hitam-putih, baik-buruk, kosong ataupun berisi. Semua orang menginginkan posisi ini dan mungkin juga tidak sama sekali....


..."hhhhh....!!" Jun menghela nafasnya sesaat....


...Ia melihat sekelilingnya, memasang wajah datarnya yang terlihat berwibawa, aura yang terpendar dari tubuhnya membuat semua makluk disekitarnya merasakan ketenangan dan ketegangan secara bersamaan....


..."ribuan tahun yang lalu kalian semua sudah ditarik dari peradaban dan tidak di ijinkan lagi untuk mencampuri urusan duniawi, Aku yakin kalian semua tahu alasannya.."...


..."Yang Mulia menugaskanku untuk mewakilinya, sebagian besar dari kalian mungkin sudah tahu tentang ini, aku memanggil kalian semua selain untuk menunjukan diri ada satu hal lain yang aku ingin sampaikan"...


..."selama ini kalian ditugaskan untuk menjadi pelindung keseimbangan di tata surya kalian masing-masing dan menjaga tata surya kalian dari intervensi atau penjajahan peradaban yang lebih maju dan mencegah tabrakan antar bintang dengan cara memasang mantra pelindung tanpa menampakan diri, mulai hari ini dan seterusnya tugas kalian masih sama hanya satu perbedaannya..."...


...Semua makluk disekitar Jun saling memandang dengan penasaran....


...Melihat mereka yang celingukan Jun menambahkan....


..."jika ada makluk lain yang berniat jahat keluar atau memasuki galaxy yang kalian jaga, kalian dapat memunculkan diri kalian untuk melarang mereka tanpa membunuh mereka"...


...Miliaran makluk yang mengelilingi Jun tiba-tiba berbisik satu sama lain, mereka tidak menyembunyikan apapun, hanya saja di depan orang terkuat seperti Jun mereka tidak berani berkata yang tidak sopan....


...Bagaimanapun juga seseorang dengan tahap kultivasi ranah dewata saja mampu mendengar isi hati orang lain dihadapannya, ranah ilahi mampu mendengar isi hati dan bisikan makluk lain dengan radius 100 meter, apalagi Jun, seorang wakil dari yang mulia yang memiliki kemampuan sama dengan sang pencipta....


..."maaf yang mulia... Atas perintah tuan yang mulia sebelumnya beliau menetapkan aturan ini sudah baku dan tidak akan pernah dirubah kembali.. Apakah..."...


..."aturan tersebut dibuat dan ditetapkan oleh kami, dirubah, diganti dan ditetapkan kembali juga oleh kami" ucap Jun memotong kalimat salah satu dewa....


..."jangan lupa, kami menciptakan kalian untuk menjadi tangan kanan kami, jadi apapun yang kami katakan adalah jalan hidup kalian, menentang atau menghianatinya hukumannya adalah terhapuskan"...


...Kata-kata tersebut sangat sederhana, namun artinya sangat menakutkan, terhapuskan berarti hukuman yang sangat menyakitkan hingga membuat diri mereka meninggal dan akhirnya hancur menghilang menjadi debu....


...Tidak ada satupun dari mereka yang akan mampu menanggungnya, bagaimanapun juga, diawal kehidupan mereka telah diberi pengelihatan sebelumnya tentang pengetahuan, kemampuan, serta aturan, apresiasi dan hukuman-hukuman pelanggaran....


...Mereka telah menjalani pelatihan, test dan simulasi dari semua itu, termasuk simulasi hukuman penghapusan yang disebutkan Jun. Walaupun mereka disebut sebagai dewa yang memiliki kekuasaan dan disembah oleh penggemarnya, tetap saja yang berkuasa adalah sosok yang mulia dihadapan mereka sekarang....


..."apa kalian sudah mengerti??" tanya Jun....


..."mengerti yang mulia!!!" jawab mereka semua secara serempak....


..."baik.. Kalian bisa kembali"...


..."kami undur diri yang mulia!!.." jawab mereka serempak kembali, setelah itu mereka menghilang dengan cepat....


...Jun juga langsung menghilang dari sana dan muncul kembali di hanggar pesawat di bandara pribadinya, ia kemudian memunculkan ducati v4s superlegera untuk dikendarai pulang ke rumahnya....


...Hal itu ia lakukan agar keluarganya tidak terlalu terkejut melihatnya, ia ingin menunjukan bahwa dirinya masih Jun yang keluarganya kenal agar tidak terlalu menimbulkan pertanyaan....

__ADS_1


...Walaupun ia bisa membuat semua keluarganya berfikir atau bertindak sesuai dengan yang ia inginkan, namun Jun tidak ingin melakukannya....


...Ia mencintai dan juga menyayangi mereka semua, sehingga ia tidak akan pernah tega melakukan itu pada mereka....


...Jun mengendarai motor menuju rumahnya ketika tiba-tiba ia tersenyum kecut sambil menggelengkan kepalanya. 'anak iniii.. tidak bisakah bermain mainan anak-anak normal'...


...Jun mematikan motornya, kemudian memanggil dengan telepati ke ponsel Satria, saat ini Satria sedang berada di bengkel pribadinya bersiap untuk meluncurkan roket, ia sangat serius memperhatikan semua data yang ada di laptopnya ketika ponselnya berdering....


...Satria melirik layar ponselnya, mengetahui sang penelfon ternyata ayahnya, ia tertawa bahagia, ia segera menghentikan aktivitasnya dan mengangkat ponsel dan menekan tombol jawab....


..."ayah!!... Kamu dimana??"...


..."ayah baru sampai dirumah... Kamu cepatlah pulang, ayah merindukanmu"...


..."oke ayah.... Aku datang..."...


...Satria mematikan semua panel, dan memastikan semuanya telah aman untuk di tinggal, barulah dia keluar dari bengkel....


...Satria langsung menuju pesawat terbang mini listrik yang diciptakannya dan menerbangkannya kerumah, Jarak dari bengkel kerumahnya hanya 1 kilometer, pesawat mininya membutuhkan landasan pacu setidaknya 150 meter....


...Untuk dapat terbang pesawat mini itu membutuhkan kecepatan 85kpj dan saat terbang pesawat mini itu kecepatannya mampu menembus angka 350kpj, Satria sampai dirumahnya hanya dalam waktu 4 menit dari landasan pacu, terbang kemudian mendarat di halaman rumahnya....


...Begitu Satria keluar dari pesawat mininya, ia melihat Jun di gerbang rumah....


..."Ayaaaahhhh....."...


...Satria berlari dengan riang, Jun meninggalkan rumah selama 1 minggu lebih, biasanya mereka berdua melakukan banyak hal bersama, sehingga Satria sangat merindukan Jun....


...Disisi lain Jun mengetahui roket buatan Satria akan meledak jika di terbangkan, walaupun Satria tidak mengalami luka serius, tetapi Jun tidak mengijinkan itu terjadi, jadi dia berencana untuk menerbangkannya bersama, dan akan sedikit berakting untuk memberitahukan satria penyebab roketnya akan meledak....


...Disatu sisi untuk mengingatkan Satria agar selalu berhati-hati dan bekerja lebih mendetail alias bekerja lebih teliti, dan juga agar Satria mengetahui dimana letak kesalahannya....


..."woooo.... Anak ayah.." Satria melompat dari jarak 4 meter kearah Jun dan mendarat dipelukannya....


...Jun langsung melemparnya keatas sehingga Satria terbang setinggi 50 meter keudara dan mendarat lagi ditangan Jun....


..."wooooohaaaa......" Satria berteriak kegirangan....


...Semua ART cyborg yang sedang bekerja di luar ruangan sudah terbiasa dengan pemandangan seperti ini, jadi mereka tampak acuh tak acuh....


...Chya mendengar teriakan Satria dari dalam kamarnya, jadi ia menajamkan kembali indra pendengarannya, begitu mendengar samar suara ayahnya, iapun berlari dengan tergesa-gesa turun untuk menemuinya....


...Hal ini dilihat oleh Jenny, Indah, Maria dan Angel yang sedang bercengkrama dengan baby Flo dan Ryu....


..."Chya hati-hatiii... kamu mau kemana lari-lari gitu??!!"...


...teriak Jenny dari ruang tamu....


..."ayah pulang!!.." teriak Chya membalas Jenny sambil berlari....


...Semua orang saling pandang satu sama lain, lalu bangkit dari sofa dan menyusul Chya keluar....


...Saat ia Chya keluar dari rumah, ia melihat Jun sedang bercanda dengan Satria. "Ayaaahh..." Chya langsung berlari dan memeluk Jun untuk melepaskan rasa rindunya....


..."woo... anak ayah... apa kamu merindukan ayah??"...


...Jun bertanya sambil memeluk Chya....


..."kangen... Sangat kangen..." ucap Chya sambil mempererat pelukannya....


..."ooohh.." Jun mengusap-usap punggung Chya....


...Beberapa saat kemudian Indah dan Jenny keluar dari rumah, mereka berdua berlari kecil sambil tersenyum mendekati Jun....


..."sayang, kamu pulang..." mereka bertiga pun berpelukan setelah Jun menurunkan Chya....


..."ooh.. Aku sangat merindukan kalian.." ucap Jun sambil memandang kedua istrinya....


..."kami juga merindukanmu... Apa urusanmu sudah selesai?" tanya Jenny....


..."masih ada satu dan beberapa hal, namun itu akan membutuhkan waktu yang agak lama, jadi aku memutuskan untuk menemui kalian dulu sebelum melakukannya, aku tidak akan tahan jika terlalu lama berpisah dengan kalian"...


..."kamu akan pergi lagi??" tanya Indah agak tidak rela....


..."yah begitulah, aku akan ke markas besar untuk melihat test pesawat luar angkasa, setelah semua terjamin aku akan menjelajah sebentar, mungkin selama 2 atau 3 bulan" ungkap Jun dengan sedikit kebohongan....


..."haah... Kenapa lama sekali??" Indah kembali bertanya....


..."kami sedang membangun peradaban baru di mars, proyeknya sedang berjalan, pembangunannya sudah sampai 90% dan aku berencana untuk mengunjunginya, nanti saat pembukaan dan peresmiannya aku akan membawa kalian semua kesana"...

__ADS_1


...Jika Jun mengatakan hal ini setahun yang lalu, mungkin ini hanya akan menjadi bualannya saja. Namun dirinya yang sekarang adalah sang wakil pencipta, apapun yang ia inginkan terjadi maka pasti akan terjadi....


__ADS_2