
...Melihat Jun, Jenny dan Chya berjalan menuju meja makanan, Mulyati yang tadinya berekspresi masam, berubah ceria lagi. Dia langsung turun dari teras menyambut mereka....
...Dia dengan cekatan menyiapkan dan menawari setiap masakan yang tersedia, dengan bantuan pak Sudi piring-piring mereka penuh dengan lauk pauk. Jun dan Jenny bersusah payah menolaknya, mereka hanya bisa tersenyum menggelengkan kepala dan pasrah ketika piring mereka di isi oleh Mulyati....
...Para kerabat yang melihatnya memiliki ekspresi beragam, ada yang mengejek, mencela atau menyindir, kebanyakan dari mereka mendecakkan bibir mereka jijik dengan perubahan sikap Mulyati....
..."de... jilat nih pantatnya.. enak de... nih.. tuuhh.. hmm"...
...Arka menunjukkan kulit babi guling kepada De Tolo sambil menjilatnya....
..."jilat teruuuusss..."...
...de Tolo juga menjilat kulit babi guling yang dia pegang...
...Yoga merasa sedikit malu melihatnya, namun dia hanya diam menyembunyikan keberadaannya. Dengan tempramen ibunya, dia tahu persis kalau dia menegurnya sekarang ibunya pasti akan membuat keributan, jadi pasti akan percuma. Dia hanya akan bertambah malu jika dia melakukan itu....
...Acara makan-makanpun berlanjut dengan riuh perbincangan semua orang, pukul 9 acara pembukaan kado pun berlangsung. Yoga membuka satu persatu kado yang di terimanya....
...Ada jam tangan, jaket, baju, sepatu dan topi harganya mungkin hanya puluhan atau ratusan ribu. Yoga sangat senang dan berterimakasih kepada semua orang.. tiba saatnya dia membuka kado dari Jenny dan Chya, waktu dia mengangkatnya, walaupun kotaknya besar kado ini terasa agak ringan....
...Dia sempat berfikir bahwa isi di dalam kotak ini adalah sebuah boneka atau sejenisnya. Namun ternyata saat di buka Yoga terkejut, bagaimanapun juga dia sangat terobsesi dengan dunia permotoran....
...Dia tahu semua Jenis-jenis motor dan asesoris untuk bermotor, jadi dia mengetahui helm ini....
..."ini adalah Arai Corsair V Race Carbon Fiber, paling tidak harga helm ini Rp 50 jutaan!!"...
...Setelah kata-kata Yoga ini keluar para kerabat dan keluarga melihat ke arah Yoga, mereka terkejut dengan apa yang Yoga katakan....
...Yoga disisi lain sangat terkejut, matanya terbuka lebar. Dia melirik Chya dan Jenny....
..."Chya.. kak Jenny helm ini kan mahal sekali.. kenapa kalian repot-repot begini.."...
..."tidak apa-apa.. biar kamu nyaman memakainya"...
...Jenny menjelaskan...
...Yoga mengucapkan terimakasih dan memeluk helm itu tanpa mau menaruhnya. Setelah itu dia pun beralih kepada kotak hadiah besar yang Jun berikan. Semua orang tahu itu adalah sebuah motor, tapi tidak tahu motor jenis apa....
...Namun hanya Citra yang tahu motor ini, semuanya pun berkumpul di sekitar kotak itu karena penasaran. Dibantu oleh para kerabat Yoga membukanya. Saat penutup kotak itu di angkat, semua orang tercengang....
...Beberapa hanya mengagumi bentuknya saja tanpa tahu spesifik dari motor ini, beberapa kerabat yang mengetahui nama CBR 1000RR-R pada body motor juga terkejut dengan fakta Jun membeli moge untuk Yoga, namun mereka tidak tahu persis berapa harga motor ini, di benak mereka menebak dua ratus atau tiga ratus jutaan....
...Citra yang tahu persis hanya diam tersenyum, Yoga juga terjongkok karena kakinya terasa lemas. Impiannya mungkin hanya sampai pada CBR 150R atau 250R saja mengingat kondiai keuangan keluarganya, motor ini terlalu jauh melampaui mimpinya itu....
...Dia jongkok tanpa bisa berkata-kata, Tantri ingat Citra, lalu membalik badannya untuk melihat Citra yang ada di belakangnya....
..."Cit, lu tahu motor ini kan?? lu kan kerja di dealer sana"...
..."iyaa.. ini motor Fireblade 1000RR-R, di Bali cuman ada 2 sekarang, harganya 1,12 milyar"...
...Citra menjelaskan garis besarnya....
...Mata semua orang terbelalak kaget, mulut mereka terbuka lebar, seketika suasana di halaman itu menjadi sunyi. Keheningan itu pecah di saat Arka mengatakan sesuatu"...
..."njing... bau banget.. kamu kentut De??...
...dia menoleh kepadade Tolo di sebelahnya sambil menutup hidungnya....
...Kemudian disusul oleh yang lainnya yang mencium bau kentut de Tolo. De Tolo menggelengkan kepalanya menyangkal....
..."bukan aku."...
__ADS_1
..."nah terus siapa, cuman kamu yang ada di sampingku"...
..."itu pantatku yang nakal, sudah berusaha kutahan tapi tetep aja keluar"...
..."njing bau banget"...
...Semua kerabat menjauhinya....
...Yoga kemudian berdiri, airmatanya mengalir, dia mendekati Jun lalu memeluknya. Mulutnya tidak mengatakan apa-apa dia hanya bisa menangis dan menangis....
...Jun menepuk-nepuk punggungnya, dia tahu ini adalah ungkapan rasa terimakasih Yoga....
...Mulyati dan Sudi juga mendekati Jun mengungkapkan terimakasihnya. Semua kerabat akhirnya sadar kenapa Mulyati menjilat pada Jun....
...Mau tidak mau mereka berfikir bahwa menjilat Jun akan memberikan mereka keuntungan. Merekapun juga akhirnya ikut menyanjung Jun dan Jenny....
...Jun dan Jenny mulai risih, jadi tak berselang lama merekapun akhirnya memutuskan untuk pulang, sebelum pulang Jun meninggalkan nomor kontak Waluyo....
..."aku tinggalkan nomor kontak asistenku disini, kalian semua simpan saja, kalau butuh sesuatu telfon saja, dia akan memberitahuku"...
...Semua orang bahagia mendengarnya, walaupun hanya di alihkan kepada asistennya, ini sudah cukup untuk menunjukkan niat baik Jun....
...Mereka selalu kesusahan mencari dana ketika akan mengadakan acara atau upacara, biasanya satu-satunya cara mereka adalah meminjam dari bank atau lembaga perkreditan lain dengan bunga yang lebih tinggi. Dengan nomor ini mereka memiliki harapan lain....
...Jun, Chya dan Jenny akhirnya pulang karena alasan sudah malam. Di dalam mobil Jun menghela nafasnya.. Jenny yang melihatnya mengerti maksudnya....
..."honey.. sifat manusia memang berbeda-beda, tidak perduli mereka kaya atau miskin, pasti ada saja yang seperti itu, kamu tidak bisa menyesalkannya, bagaimanapun juga mereka semua tetap saudara"...
..."terimakasih sayang, aku hanya merasa tidak enak padamu karna harus melihat semua itu"...
..."aku telah melihat banyak orang di berbagai negara honey.. kamu tidak perlu khawatir tentang itu"...
..."baiklah kalau begitu"...
...Ke esokan paginya Jun kembali melihat proyek rumahnya dan proyek yayasan yang dia rencanakan, menurut perkiraan rumahnya itu akan selesai dalam waktu 1 bulan sedangkan untuk yayasan akan jadi seminggu lagi. Jun puas dengan kinerja anak buahnya....
...Di waktu senggangnya dia duduk di sebuah batu besar di bawah pohon di pinggir sungai. Dia ingat tentang pak nyoman Suarsa, karena rasa prihatinnya dia mengecek ponselnya, dia merasa pernah melihat beberapa jenis obat langka....
...Namun sayangnya pada systemshop tidak ada obat-obatan tersebut, dia mengutak-atik ponselnya terus sampai menemukan beberapa kitab pengobatan tradisional tiongkok....
...Dia mengetahui dan mengakui kehebatan pengobatan tiongkok, jadi dia membelinya dari system, namum kali ini sudah pasti gratis. Kalau bisa gratis kenapa perlu bayar.. fikirnya. Kitab-kitab itu akan sampai di tangannya besok, jadi dia hanya bisa menjenguk pak nyoman nanti siang....
...Jun menelfon Jenny mengonfirmasi ikut atau tidaknya, dan Jenny mengiyakan, bahkan telah membuat puding dan brownies untuk di bawa. Jun merasa bahagia mendengarnya, ketulusan Jenny membuat hatinya nyaman....
...Jun menyuruh Jenny dan Chya bersiap-siap, karena sebentar lagi dia akan kembali ke penginapan. Setelah memberikan beberapa tambahan instruksi Jun kembali ke penginapan....
...Sesampainya di penginapan Jenny dan Chya telah menunggunya, namun Jun ijin sebentar untuk mandi membersihkan badannya. Selesai Jun mandi mereka langsung berangkat menuju kediaman pak Nyoman....
...Perjalanan mereka berjarak kurang lebih 20 menit dari penginapan, di tengah perjalanan Jun menyempatkan diri mampir ke ATM lalu membeli beberapa jenis buah dan kebutuhan pokok rumah tangga lainnya....
...Pada saat mereka berbelanja di supermarket secara kebetulan bertemu dengan Suarka dan istrinya, kebetulan mereka juga sedang membeli kebutuhan rumah tangga....
...Jun mentraktir semua belanjaan mereka, bahkan menambahkan begitu banyak item pada troley mereka, merasa belum semua, Jun mengambil 1 troley lagi dan mengisinya penuh lagi....
...Suarka dan istrinya menolak seadanya, siapa yang tidak senang mendapatkan traktiran. Jun mengantar Suarka dan Istrinya ke kasir, total semua belanjaan mereka 3,7jt rupiah. Baru kali ini mereka berbelanja sebanyak ini, bagaimana mereka bisa.., Total belanjaan mereka sekarang sedikit lagi setara dengan gaji Suarka selama sebulan....
...Namun bagi Jun yang memiliki pendapatan milyaran sehari, jelas ini hanya sekedar uang receh, seperti halnya Suarka membeli permen 4 biji....
...Jun melanjutkan belanjanya, dia mencari Jenny dan Chya di counter buah. Berbeda dengan belanjaan Suarka yang seperti mau membuka warung, kali ini belanjaan Jun hanya sekitar 1,5 jt rupiah. Mulai dari deterjen, pasta gigi, beras, mie instant, telur sampai Pampers dewasa....
...Karena banyaknya belanjaan mereka, Jun meminta tolong salah satu karyawan untuk membantu. Di parkiran mereka bertemu dengan pasangan Suarka dan istrinya, mereka terlihat kebingungan....
__ADS_1
..."paman.. bibi.. kalian masih disini??"...
...pasangan itu tersenyum canggung.....
..."aaahh.. itu... kami tidak bisa membawa belanjaan ini menggunakan motor. Bibimu tidak membawa ponselnya, sedangkan ponselku tidak ada pulsa dan paket datanya. Paman mau beli paket data tapi bibimu tidak mau di tinggal, jadi paman sedikit kesal"...
..."bukan begitu Jun, Pamanmu ini pasti pergi ke tempat mantan pacarnya yang jual pulsa, mangkannya bibi tidak mau dia yang pergi, bibi ingin menggantikannya tapi tidak di kasi"...
..."sudah kubilang sekarang kami hanya teman, lagian bagaimana kamu bisa kesana, kan lumayan jauh dari sini, kalo naik angkot berapa lama aku nungguin??"...
...Suarka protes kepada istrinya, karena istrinya hanya bisa menggunakan motor matic dan mereka membawa yamaha MX150, jadi istrinya berencana membeli paket data dengan naik angkot....
..."kan tidak masalah kalo cuman sekedar duduk-duduk aja disini"...
...Mereka kembali bertengkar masalah membeli paket data. Jun mengerti permasalahan mereka, Jun menjadi merasa bersalah karenanya, jadi dia menawarkan diri kepada mereka....
..."kami mau kerumah pak Nyoman Suarsa, kebetulan se arah kan??.. biar kami yang membantu membawanya"...
..."tapi apa tidak ngerepotin Jun.. padahal kami sudah di traktir olehmu"...
...Suarka merasa sedikit tidak enak kepada Jun....
..."tidak masalah paman, ayo masukkan barang-barang kalian kemobil"...
...Sesampainya di mobil Jun dan pegawai supermarket memasukan barang-barangnya di baris kedua, sedangkan Suarka di bagasi belakang....
..."Jun, apakah bibi bisa ikut di mobilmu.. bibi belum pernah naik mobil mahal"...
..."tapi baris keduanya agak penuh bi, tidak apa-apa??"...
..."aahh... tidak masalah Jun, tidak masalah buat bibi"...
..."ish kau ini, malu-maluin sekali"...
...Istrinya hanya membuang muka, dan Suarka mendecakkan bibirnya. Jun mempersilahkan kerabatnya itu untuk naik, di kursi baris kedua memang agak penuh dengan barang, Jun merapikannya agar kursi 1 nya bisa di duduki. Barulah kemudian ke kursi pengemudi....
...Orang lain mungkin akan merawat dengan baik mobil ini, namun Jun memperlakukannya seperti avanza lama atau kijang lawas, mungkin karena saldo rekeningnya....
...Bibinya itu pun naik ke mobil. Di dalam mobil Ani istrinya Suarka mengagumi interior mobil Jun, perpaduan kulit hitam putih dan alcantara serta panoramic sunroof interior mobil membuat kesan mewah dan elegan....
...Ani tidak berani menyentuhnya, dia memasukkan tangannya di antara pahanya, takut akan mengotori mobil Jun. Mobilnya pun melaju menuju kediaman Suarka....
...Sesampainya di rumahnya, Ani terlihat bingung, namun dia tetap turun. Jun dan Jenny serta Chya pun turun membantu mengeluarkan barang-barang. Jenny menyadari ada sesuatu yang salah dengan Ani. Saat akan mengatakan sesuatu Suarkapun datang....
...Dia turun dari motor menyerahkan sandal yang di tinggalkan Ani di parkiran supermarket. Ternyata saat menaiki mobil Jun, Ani yang melihat karpet mobil yang terlihat mahal tidak tega untuk menginjaknya dengan saldalnya. Jadi dia melepas sandal saat naik....
...Jenny dan Jun ingin tertawa namun mereka menahannya, tapi Chya tidak bisa menahannya. Dia tertawa dengan lucu namun tidak mengatakan apa-apa. Hanya Suarka yang mengejeknya....
...Setelah semua barang di turunkan. Jun, Jenny dan Chya berangkat menuju rumah pak Nyoman Suarsa. Saat mereka meninggalkan kediaman Suarka, ternyata Suarka yang sudah membeli paket data mengirim Chat di group whatsapp keluarga besar, mengatakan bahwa Jun sedang menuju rumah Suarsa....
...Keluarga besarpun heboh... kemarin malam setelah acara ulang tahun Yoga.. obrolan di group itu sangat ramai, paling ramai bahkan semenjak group ini di buat....
...Banyak di antara mereka meributkan dan membicarakan bantuan-bantuan yang pernah mereka berikan kepada keluarga Jun, waktu upacara kematian ibunya lah.. kematian ayahnya, bahkan menjenguk waktu sakit pun di perhitungkan mereka....
...Ada yang memuji namun ada juga yang mencibir, mereka mengenal Jun namun baru pertama melihat Jenny. Melihat dari sosok Jenny, mereka beranggapan semua harta yang dimiliki Jun adalah dari dia....
...Mereka beranggapan bahwa Jenny adalah orang kaya atau artis terkenal di negaranya, sehingga dengan pemikiran itu mereka berkesimpulan, Jun hidup dari kekayaan Jenny, walaupun ada juga yang menyangsikannya....
...Namun demikian banyak kerabat yang akhirnya memutuskan untuk ikut menjenguk Suarsa, bagaimanapun juga Jun dan Jenny adalah orang kaya. Dengan mendekatkan diri pada mereka jelas akan menguntungkan....
...Disisi lain Jun, Jenny dan Chya sampai di kediaman Suarsa, mereka tidak mengetahui apa yang terjadi di group whatsapp. Saat Jun ingin memarkir mobilnya, sudah banyak kerabat yang berkumpul di rumah Suarsa....
__ADS_1
...Mau tidak mau Jun berfikir hal buruk sedang terjadi, dia mengira Suarsa meninggal atau semacamnya. Jadi dia turun dengan perasaan cemas....
...Jun bergegas untuk menemui mereka, bermaksud untuk bertanya, namun saat hendak mencapai pintu gerbang, Jun melihat Suarsa yang duduk di kursi roda tersenyum padanya. Barulah dia merasa lega....