
...Keesokan paginya Jun mengajak Satria kehalaman belakang mansion, mereka berdua bermain bola dengan gembira, Indah datang membawa segelas susu untuk Satria dan secangkir kopi hitam untuk Jun dan beberapa potong sandwich yang di buat oleh pelayan. Bagaimanapun mansion ini sendiri cukup luas, jadi Jonta membawa 2 koki, 4 pelayan, 2 penata halaman, 4 penjaga dan 1 mekanik....
...Indah memanggil Jun dan Satria untuk istirahat, namun mereka menundanya sebentar lagi. Indah akhirnya memutuskan untuk mengamati mereka berdua sambil menghayal. "seandainya pemandangan seperti ini bisa ia nikmati setiap hari"....
...Siang harinya Jun meninggalkan Satria dan Indah di mansion, dia menuju ke lokasi proyek bersama dengan Surya. Seorang cyborg menghubunginya, mengatakan bahwa ada 10 orang dari DPR, gubernur dan 2 orang mentri datang berkunjung ke lokasi proyeknya....
...Sesampainya disana ternyata ada begitu banyak mobil berjejer, selain sekitar 13an orang yang di katakan anak buahnya ada juga ratusan awak media yang mencari berita. Melihat ini Jun hanya berdehem dan menghela nafasnya....
...Jun juga tidak bisa menyalahkan mereka untuk hal ini, di jaman demokrasi seperti sekarang, kerja memang penting untuk mereka, selain untuk menorehkan prestasi pribadinya, ini juga menjadi salah satu tujuan mereka untuk mengajukan diri sebagai wakil rakyat, namun yang paling penting di atas segalanya adalah terlihat oleh masyarakat, maka dari itu peran media sangat dibutuhkan....
...Mereka semua, Jun dan 4 orang tim yang Jun perintahkan membangun proyek pun berjalan menuju sebuah bangunan yang terbuat dari kayu, disana seorang cyborg menjelaskan dan mepresentasikan gambar-gambar design bangunan dan akses jalan....
...Proyek ini sendiri baru di mulai 2 hari yang lalu, dan sedang menyelesaikan proses perataan tanah. Perataan tanah yang di atasnya akan di bangun sudah mencapai 90%, dan mulai besok pembuatan akses jalan, penginstalan kerangka besi dan pengecoran akan dimulai, barulah kemudian pembuatan 10 gudang besar yang akan di pakai untuk menyimpan bahan, alat dan inventaris proyek dimulai....
...Sehingga menurut perkiraan, peletakan batu pertama akan di lakukan dalam waktu 1 minggu lagi. Salah seorang menteri juga mengatakan bahwa presiden akan hadir dalam acara tersebut dan menjadi orang pertama yang meletakkan batu tersebut, hal ini tentu saja tidak menjadi masalah....
...Kebetulan juga Jun memiliki beberapa hal yang ingin disampaikannya kepada presiden mengenai investasi yang ingin dia lakukan. Tentu saja pertemuannya kelak dengan presiden akan menjadi titik final dari petualangannya dalam menanam benih-benih bisnisnya di Indonesia sebelum berekspansi kenegara lain. ...
...Jun berencana membangun 4 sekolah teknik besar, 60 pabrik, 20 pertambangan, 8 kilang, 1 perusahaan ekspedisi darat, udara dan kapal kargo dengan ribuan kapal, truck dan pesawat segala ukuran, serta ratusan investasi di bidang pelabuhan dan bandara....
...Dia berharap jika semua benih bisnisnya di Indonesia telah tertanam, maka dalam beberapa bulan atau tahun dia sudah bisa memanen semua hasilnya. Dengan begitu kemungkinan besar dalam 2 atau 3 tahun mendatang, jika Jun membuatkan 1 rekening bank baru, maka hanya dengan rekening tersebut ia bisa menjadi orang terkaya di asia....
...Menjelang sore acaranyapun selesai, karena masih punya sedikit waktu, Jun kembali ke mansion. Setelah makan, mandi dan bermain sebentar dengan Satria, ia pun berangkat menuju bandara....
...Setelah menunggu kurang lebih 40 menit, pesawat Jenny pun akhirnya mendarat, kali ini Jenny datang bersama Chya. Chya yang baru turun dari jet pribadi, langsung turun dan berlari ke arah Jun dengan semangat....
..."paaaa... papa..."...
...Chya langsung melompat kedalam pelukan Jun....
..."Chya kangen sama papa ya....??"...
..."iya pa... Chya kangen, adik Chya mana pa??"...
..."Satria masih di rumah.. sebentar lagi kita temui ya.. Chya lapar ngga??"...
..."tadi chya makan spaghetti carbonara di pesawat, pake Ham dan banyak keju parmesannya.. enak banget pa"...
..."sudah punya makanan favorit nih sekarang??"...
...Mereka berduapun tertawa, tak lama Jenny turun membawa koper kecil berwarna pink dan tas gendongnya Chya disusul oleh Chrystie seorang pengawal cyborg wanita yang membawa koper Jenny....
..."hay... honey... lama nunggunya??"...
...Jenny dan Jun berpelukan...
..."demi kamu tidak masalah jika aku harus menunggu selamanya"...
..."semakin hari semakin gombal kamu ya.."...
..."bukan gombal... memang begitu honey..."...
..."iya lah...."...
..."baiklah ayo kita pulang"...
...Sesampainya di mansion, Indah, Satria, Surya, Jonta dan beberapa pelayan sudah menunggu mereka di depan mansion, Begitu mobil berhenti, Surya dan Jonta dengan sigap membukakan pintu mobil mereka....
...Karena mobil menghadap ke kiri, jadi sisi penumpang mobil berhadapan dengan Indah dan Satria. Saat pintu mobil dibuka oleh Jonta, Chya turun dan tersenyum kepadanya, Chya langsung memandang Satria dan memanggil namanya....
..."adik Satria..."...
...Chya mendekatinya untuk menyentuh pipi Satria, Satria tersipu dan melirik ibunya, Indah kemudian memperkenalkan Chya kepadanya....
..."sayang ini adalah kak Chya, dia adalah kakakmu"...
..."hay... adek.. aku Chya, kamu Satria kan??"...
...Satria hanya mengangguk malu kemudian memeluk paha Indah dan menyembunyikan wajahnya....
...Sesaat kemudian Jenny turun dari mobil, pandangannya dengan Indah bertemu satu sama lain. Indah merasa sedkit malu dan muncul perasaan rendah diri ketika melihat Jenny. Dia merasa jauh kalah cantik dari Jenny, pantas saja Jun sangat ingin menjaganya fikir Indah....
...Mereka kemudian saling melempar senyum. Jenny mendekati Indah kemudian meraih tangannya seperti sedang memberi semangat dan ketenangan. Bagaimanapun juga Jenny yang telah mendengar perjalanan hidup Indah merasa sangat tersentuh sekaligus kasihan, namun begitu dia tidak akan iklas jika Jun direbut darinya....
...Jenny kemudian setengah berjongkok dan Menyapa satria.....
__ADS_1
..."halo sayaaaanng... hey... kenapa malu?.. sini kenalan dulu sama tante."...
...Indah sedikit terkejut melihat Jenny, dia tahu Jenny berasal dari luar negeri, namun dia begitu fasih berbahasa indonesia....
..."Jenny... apa kalian sudah berkenalan"...
...Mendengar suara Jun, Jenny kembali berdiri, ia menoleh kepada Jun dan kemudian berbalik lagi untuk berhadapan dengan Indah....
..."hay Indah,.. perkenalkan namaku Jenny, Jun sudah menceritakan banyak hal tentang kamu, senang bisa bertemu denganmu"...
...Jenny mengulurkan tangannya untuk bersalaman....
..."oh.. hay kak Jenny, senang bertemu juga... eee.anu... maaf aku merepotkan Jun"...
..."tidak apa-apa sudah kewajibannya, yang penting sekarang kamu baik-baik saja"...
..."aku baik-baik saja kak... ayo masuk"...
...Jenny tersenyum dan mengangguk lalu dia mengikuti Indah masuk kedalam mansion....
...Disisi lain Jun melihat ke atas sambil berdoa.....
..."ya tuhaaann... mudah-mudahan tidak ada masalah lagi"...
...Di dalam Indah menawari Jenny dan Chya untuk beristirahat di kamar, namun mereka menolaknya karena merasa tidak lelah sama sekali, bagaimanapun juga jet pribadi Jun sudah seperti hotel terbang, sangat mewah, sehingga berapa lamapun perjalanan tidak akan terasa, bahkan membuat orang ketagihan....
...Mereka kemudian beralih kehalaman belakang, terdapat kolam renang yang sangat luas dengan 3 level kedalaman, ada juga gazebo dan minibar, serta taman dan kebun di sekitar area belakang....
...Jonta membawakan mereka jus, kentang goreng, nugget dan sosis sebagai cemilan. Indah kemudian menyuruhnya memetik beberapa mangga lalijiwo dan mangga manalagi, kebetulan sedang musim mangga dan banyak mangga yang sudah matang dan siap di panen disana....
...Karena Jenny dan Indah baru kenal, tidak banyak yang bisa mereka ceritakan satu sama lain, mereka hanya mempertahtikan Chya dan Satria, Chya terlihat sangat perhatian dan menyayangi Satria....
...Dahulu ketika di panti asuhan, Chya juga sering ikut membantu mengurus adik-adik pantinya yang masih bayi, Dia tidak terlalu senang bermain dan tertawa bersama yang lain, sehingga dia memiliki sedikit pengetahuan bagaimana mengurus seorang adik. Apalagi Satria merupakan adiknya sendiri, jadi chemystri mereka dengan cepat terjalin....
...Beberapa saat kemudian Jun datang dan ikut nimbrung di sana. Dia selalu mengambil setiap mangga yang baru di potong oleh Indah sehingga membuat Indah kesal. Diapun memukul tangan Jun....
..."Jun.. hentikan.. aku mengupasnya untuk kak Jenny dan anak-anak, kenapa kamu habiskan... iisshhh"...
..."iya.. maaf.. maaf... nanti kupas lagi ya..."...
..."ya sudah... aku petik lagi.."...
..."ayo anak-anak... mau ikut papa metik mangga ngga??"...
..."mauuu... mau...mauuu"...
...Chya dan Satria yang sedang mermain puzle hurup dan angka dengan semangat bangkit dan menyudahi permainannya dan mengikuti Jun....
..."papaaa.. gendong..."...
...Satria berlari mengejar Jun, sambil merentangkan tangannya, Chya pun tidak mau kalah....
..."paaa... aku juga"...
...Jun kemudian berjongkok dan menggendong mereka di punggungnya, Chya di sebelah kanan dan Satria di sebelah kirinya....
...Jenny dan Indah sedang duduk menonton hal tersebut, mereka berdua tersenyum dan mengelengkan kepala mereka melihat tingkah anak-anak Jun....
...Terjadi keheningan beberapa menit setelahnya. Jenny akhirnya mencoba menguatkan hatinya dan mencoba berbicara dengan Indah....
..."Ndah.. kamu sangat mencintai Jun ya"...
...Indah yang sedang mengupas mangga, akhirnya berhenti. Namun dia masih menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap Jenny....
..."maaf kak, tapi kita tidak perlu membicarakan hal itu lagi, aku sudah sangat bersyukur bahwa Jun tidak membenci dan menjauhiku, apalagi dia membiarkanku untuk tinggal disini bersama Satria"...
..."Ndah.. jujurlah padaku, aku telah mendengar semua apa yang telah terjadi padamu, sebagai perempuan aku bisa merasakan rasa sakitmu, akan tetapi kamu juga harus terus mengutamakan kebahagiaanmu juga, kamu tidak perlu melukai diri sendiri"...
..."kak... sudahlah, aku tidak mau membahasnya lagi"...
..."Indaaahh... tolonglah"...
...Jenny bangkit dari tempat duduknya, mendekati Indah lalu kemudian memegang tangannya....
...Hal ini menyebabkan Indah meneteskan air matanya, rasa sakitnya masih sangat terasa ketika seseorang menyentuhnya....
__ADS_1
..."kak.. kebahagiaanku tidak mungkin bisa aku dapatkan di kehidupan ini, fokusku sekarang adalah membahagiakan Satria, yang lainnya tidak penting"...
..."Ndah... kamu harus mendapatkan kebahagiaanmu sendiri, kita hidup untuk.."...
..."kak... bagaimana aku bisa bahagia, jika kebahagiaanku sudah memiliki orang lain dan tidak menginginkan aku lagi, apa menurutmu jika aku masih mau merebut dan mengejarnya dia tidak akan membenciku??...
...Indah akhirnya memandang Jenny setelah menyela perkataannya, air matanya sudah berlinang membasahi pipinya. Indah kemudian melanjutkan....
..."kak, sudahlah tidak usah membahas ini lagi ya... aku mohon"...
..."aku belum menyelesaikan kata-kataku"...
..."kaaakk.. tapiii.."...
...Jenny meraih pipi Indah untuk menghapus airmatanya dan menghentikan perkataannya....
..."ndah.. aku ingin mengatakan sebuah rahasia, yang hanya aku dan Jun yang tahu tentang ini. Terus terang saja aku merasa sangat malu jika mengingat hal ini, tapi karena kamu sebelumnya sudah pernah bersama dengan Jun, aku akan memberitahumu"...
...Indah mengusap air matanya, dia merasa sangat penasaran kenapa Jenny menyebut kebersamaannya dengan Jun, apa rahasia ini ada hubungan dengan dirinya....
...Jenny tersenyum lalu menghela nafas kemudian tertunduk....
..."sebenarnya aku sangat merasa bersalah kepada Jun, bahkan aku sendiri tidak pernah menyangka bisa seperti ini, bagaimanapun juga Jun adalah pengalaman pertamaku dalam hal ini"...
..."kak..apaa.. apa kamu membicarakan tentang masalaaahh..??"...
..."kamu benar Ndah"...
...Jenny tersenyum malu sambil menjawab pertanyaan Indah....
..."aku.. eee.. itu.. aku dulu.. ee.. Jun juga pengalaman pertamaku, tapi eeee.. dia hanya menyentuhku sekali saja, sampai sekarang aku tidak pernah melakukannya lagi"...
...Indah juga tersenyum dan menunduk malu setelah mengatakan itu....
..."apa kamu kuat meladeninya?"...
..."HAAHH..!! eee.. aku... aku... aaaahh... kak ke.kenapa kamu menanyakan ii..ini??...
..."Ndaaahh.."...
..."aku. aku... eee... aku lemas... ii.iitu sih setelahnya, tapiii.. eee... aku..."...
..."sebenarnyaaa... keberadaan Satria bisa menjelaskan padaku kalau kamu lebih mampu dari pada aku.."...
..."maa..maksud kakak??"...
..."Jun tidak pernah bisa memuaskan dirinya bersamaku, walaupun aku baru pertama kali melakukannya, tetapi aku adalah seorang dokter, jadi aku tahu bagaimana seorang laki-laki baru akan puas jika spermanya keluar"...
...Setelah jeda beberapa detik Jenny melanjutkan....
..."malam pertama kami, aku memaksakan diriku meladeninya beberapa kali namun tidak berhasil sampai aku kehabisan tenaga, bahkan aku merasa kesakitan selama beberapa hari setelahnya. Kemudian yang kedua kalinya pun hampir sama, aku selalu bisa ia puaskan, tapi aku tidak pernah bisa memuaskannya seberapapun kerasnya aku berusaha"...
...Mendengar semua cerita Jenny, Indah mendapat garis besarnya, namun ia masih ingin memastikannya....
..."kak.. kenapa kamu memberitahuku semua ini"...
..."seperti yang aku katakan, aku sudah mendengar semua kisahmu, sebagai seorang perempuan, aku bisa mengerti, aku juga bisa merasakannya, akupun akan melakukan hal yang sama sepertimu, untuk itu aku sudah memutuskannya, aku juga sudah membicarakan ini dengan keluargaku"...
..."kaakk.. katakan langsung"...
...Indah dapat menebak samar apa yang akan dikatakan Jenny, namun ia ingin mendengarnya langsung, hal ini membuat jantungnya berdebar-debar kencang....
..."Ndah.. aku tidak akan sanggup jika kehilangan Jun, tapi aku juga tidak sanggup untuk selalu membuatnya kecewa dan menderita.. bagaimanapun juga, kalau kami menikah, kami tidak akan bisa memiliki keturunan. Aku ingin berbagi denganmu"...
..."HAAHH!!!.... kak.... apa yang kamu bicarakan?? bagaimana bisa kamu berbagi cinta dengan orang lain??"...
..."apa kamu tidak bisa berbagi??"...
..."aku... kak.. tapi kamu ba.bagai..bagai mana kamu bisa..."...
..."Ndah... fikirkanlah.. kamu masih sangat muda, bahkan saat aku seumuran kamu, aku tidak pernah memikirkan untuk memiliki pacar"...
...Indah tidak menyangka Jenny akan mampu berbagi pasangan dengannya, bagaimanapun juga ini pertama kalinya mereka bertemu, walaupun tebakannya benar, namun dia masih sangat terkejut dan tidak tahu harus menjawab apa....
...Menurut apa yang dia alami dulu saat malam pertamanya, dia tahu Jun memang pintar dalam hal bercinta, namun dia tidak mengalami kesulitan seperti apa yang di ceritakan Jenny, apakah ini sebuah jebakan??...
__ADS_1