
...Jenny dapat melihat keraguan dalam ekspresi Indah, hal ini membuat dia merasa semakin malu. Dia menghela nafasnya berkali-kali untuk menguatkan hatinya....
..."Ndah.. aku tidak mencoba untuk mempermainkan kamu. Aku tulus dengan semua yang aku katakan. yaaahh.. selama kamu tidak akan memonopolinya.."...
..."maaf kak... aku tidak tahu harus mengatakan apa"...
..."kamu tidak perlu mengatakan apa apa, cukup kamu bilang iya jika bersedia, dan tidak jika menolak, aku akan berusaha mencari jalan keluar lain untuk memuaskan kebutuhannya. Aku tidak ingin dia terus-terusan berkorban untukku"...
..."aku masih bingung dengan certitamu kak"...
..."maka kamu akan mengetahuinya jika bersedia menerima tawaranku"...
...Suasana kembali hening, Jenny merasa sedikit lega di dalam hatinya setelah selesai mengucapkan maksudnya, walaupun hatinya merasa sedikit tidak nyaman....
...Saat pertama kali ia melakukan persetubuhan dengan Jun, dia sudah merasa sedikit aneh, walaupun ini menjadi pengalaman pertamanya, Jenny telah mendapatkan pendidikan **** dari usia belia, dia juga pernah menonton video-video seperti itu sebelumnya....
...Apalagi saat pendidikannya di akademi kedokteran, pengetahuan tentang **** sudah berkembang dan di kuasainya. Dia sempat berfikir bahwa Jun tidak normal, namun kenapa bisa ada Chya dan Satria?? mau tidak mau dia menolak gagasan itu....
...Kemudian saat kedua kalinya ia melakukan persetubuhan, dia kembali di buat tidak berdaya, hingga akhirnya dia mengira kesalahan ada pada dirinya. Hingga akhirnya sewaktu dia pulang ke China, dia menyempatkan diri untuk memeriksakan kondisinya dan berkonsultasi dengan salah seorang gurunya yang merupakan seorang ahli....
...Akhirnya didapatkan kesimpulan bahwa, ketidak normalan berasal dari Jun, menurut analisa dari gurunya, Jun memiliki tenaga dan konsentrasi energi yang terlalu besar, sehingga pada saat Jun ingin mencapai klimaksnya, dia akan mengeluarkan energi yang tidak akan sanggup di terima oleh Jenny, itu kenapa Jenny tidak kuat menahan permainan Jun....
...Jenny mau tidak mau menyesali dirinya sendiri yang tidak mampu meladeni Jun, dia tahu betul saat Jun hampir memasuki Klimaksnya dia sudah merasa sangat kewalahan dan selalu menghentikan Jun. Walaupun sudah berkali-kali mencobanya, tetap saja dia yang merasa semakin lemah, sedangkan Jun tidak pernah memperlihatkan penurunan vitalitas....
...Inilah yang mendasari keputusannya saat ini, dia juga sudah membicarakan ini dengan seluruh keluarganya, mereka semua tidak bisa mengatakan apa-apa, sebenarnya mereka tidak percaya dengan apa yang di ceritakan Jenny. Namun Jenny bersikeras sehingga membuat semua anggota keluarganya menyerah....
...Selama Jenny bahagia dengan keputusannya, maka mereka tidak mempermasalahkan apa yang akan dia lakukan. Apalagi Jun juga sangat tulus mencintai Jenny, jadi mereka semua percaya Jun tidak akan menyakitinya....
...Semua ini terjadi sebenarnya disebabkan oleh Eka, pada saat ia merekonstruksi tubuh Jun, dia terlalu bersemangat Walaupun Jun hanya manusia biasa pada awalnya dia merubahnya menjadi seperti manusia setengah dewa yang telah berkultivasi selama berabad-abad....
...Bahkan jika Jun sedikit membaca dan mempraktekan isi dari beberapa kitab yang ada di Systemshop, jun bisa dengan mudah menghancurkan benda hanya dengan fikirannya. Bahkan Jun bisa berpindah tempat dari 1 titik ke titik yang lain dalam sekejap mata dengan terbang ataupun berteleportasi walaupun jaraknya puluhan atau ratusan kilometer....
...Ini disebabkan karena Eka merubah dan memperbaiki meredian dan struktur tulang dan daging Jun serta sistem saraf Jun, Eka juga memasukkan penemuan teknologi nano yang telah di muktahirkan dan disempurnakan lagi olehnya seperti yang dia gunakan untuk menciptakan para cyborg kedalam tubuh Jun....
...Hal ini dia maksudkan agar tubuh Jun dapat memperbaiki dirinya sendiri secara cepat dan mandiri. Sehingga nanti apabila Jun terkena ledakan dari Bom yang menghancurkan seluruh tubuhnya, tubuhnya akan kembali menyatu seperti semula dalam waktu singkat....
...Apalagi sistem nano yang diciptakan eka, dapat berubah bentuk sesuai keinginan pemiliknya, sehingga tidak akan terdeteksi oleh sensor logam atau sensor lain....
...Namun semua ini jelas tidak bisa dikatakan luar biasa, bagaimanapun juga segala hal yang bisa disebut sempurna memiliki 2 sisi yang berlawanan yaitu positif dan negatif....
...Jika ada yang bisa mengimbangi Jun dalam hal ranjang, hanyalah orang yang memiliki tubuh yang hampir sama seperti Jun, atau seorang wanita biasa yang telah berkultivasi minimal selama 80 atau 100 tahun lebih. Tapi mana mungkin Jun mau melakukan hubungan ranjang dengan nenek-nenek, tunggu kiamat dulu....
...Sehingga untuk wanita yang tidak memiliki kultivasi apa-apa sangat tidak mungkin untuk mengimbangi Jun, Jun harus menghabiskan setidaknya 5% sampai 10% dari vitalitasnya barulah dia bisa merasa puas....
...Untuk itu dibutuhkan 5 wanita kuat sampai 10 wanita biasa yang meladeninya. Mengingat kegiatan Jun dengan Jenny yang hanya menghabiskan 1% vitalitasnya dalam 3 ronde, berarti dibutuhkan 10 Jenny untuk membuat dedek alexnya Jun muntah-muntah....
...Entah ini bisa di katakan menuntungkan atau tidak, sebenarnya tergantung pada sifat masing-masing. Dengan sifat Jun, tentu ini bukan sebuah keuntungan. Dia akan rela menahan keinginannya itu agar orang yang dia cintai tidak sakit hati....
...Indah masih dalam keadaan yang linglung, dia sebenarnya juga sangat senang mendengar permintaan Jenny, namun dia juga berfikir, apakah semua yang Jenny ceritakan benar atau tidak, apakah Jenny tidak akan cemburu atau merasa sakit hati suatu saat nanti. Atau apakah dirinyalah yang akhirnya merasa cemburu atau sakit hati....
...Hal yang paling mengganggunya adalah Jun, apakah dia akan setuju dengan hal ini atau tidak, atau apakah dia tidak akan marah pada Jenny atau pada dirinya. Lalu bagaimana jika hal ini akan membuat Jun akan membencinya dan menjauhi dirinya....
...Indah dan Jenny masih terus berkutat dengan fikiran mereka masing-masing, tidak tahu apa yang harus mereka katakan lagi, sampai akhirnya Jun dan anak-anak kembali, suara canda dan tawa mereka menyadarkan Indah dan Jenny. Jenny yang melihat mereka mulai mendekat, bebisik pada Indah sambil tersenyum....
..."Ndah.. aku akan membicarakan hal ini dengannya nanti malam.. kamu tidak perlu mengkhawatirkan apa-apa"...
..."aahh... tapi kak.."...
...Jenny hanya menepuk paha Indah sambil menyunggingkan senyum....
__ADS_1
...Namun yang tidak mereka sadari, Jun dapat mendengar semua perbincangan mereka dari tadi. Jun menggunakan aura dan energinya dan fokus pada mereka sehingga dia dapat mendengar percakapan mereka walaupun berjarak puluhan meter....
...Jun memang merasa ada yang salah dengan perilaku Jenny saat dia berada dimobil dalam perjalanan mereka dari bandara, biasanya Jenny sangat aktif berbicara, namun beberapa hari terakhir dia mulai pasif....
...Itulah kenapa dia ingin tahu kebenarannya, dia tidak mungkin mendapat jawaban dari Jenny jika langsung menanyakannya begitu saja. Itulah kenapa Jun menyelidikinya secara sembunyi-sembunyi....
...Jun tidak menyangka hal ini akan menyebabkan Jenny merasa terganggu Juga, dia sudah berusaha menyembunyikan ekspresi ketidakpuasan sebisanya, agar tidak membuat Jenny tidak nyaman. Sebenarnya Jun sudah menyadari hal ini akan menjadi masalah suatu saat nanti, namun dia tidak menyangka hal ini terjadi secepat ini....
...Dia bisa mengendalikan kekuatannya, namun jika ingin berada di puncak kenikmatannya kekuatan terkecil yang di perlukan tubuhnya adalah 1% dimana saat dia mengeluarkan kekuatan tersebut, vitalitas yang akan terkuras kurang dari 2%. Hal ini sebenarnya membuat dirinya sedikit frustasi. Lebih nyaman baginya bila hanya menjadi manusia biasa sehingga bisa menikmati kehidupan seksualnya....
...Namun tentu saja di dalam hatinya, ia merasa semakin lebih dan lebih mencintai Jenny, kebijaksanaannya, ketulusan serta kebaikan hatinya membuat Jun tidak bisa berpaling untuk melirik wanita lain....
...Namun untung saja Jenny meminta Indah untuk melakukan itu, bagaimanapun juga, Jun sangat merasa bersalah karena telah mengabaikan dan menyia-nyiakannya dulu, seandainya saja dia lebih dewasa pada saat itu. Dengan begini dia tidak perlu lagi membuang waktu dalam perjalanan untuk membagi perhatian kepada mereka berdua, karena dia bisa mengumpulkan mereka di satu atap....
...Jun menyembunyikan apa yang dia tahu, dan menyerahkan mangga yang dia petik kepada Indah....
..."naaahh... ini mangganya.. ternyata banyak sekali yang sudah matang.. kasian kalau terbuang, oh ya ndah... bagaimana kalau kita bawa kerumah orang tuamu besok. Sudah 2 hari kamu disini, mereka pasti bertanya-tanya"...
...Indah yang mendengarnya merasa sangat senang, sebenarnya dia hampir tidak memikirkan mereka dalam 2 hari ini, dia sangat senang bersama dengan Jun setelah 2 tahun lebih berpisah....
...Malam pun tiba, mereka akhirnya kembali kekamar mereka, Jun seperti biasa menyibukkan dirinya diruang kerjanya sampai anak-anaknya tidur bersama ibu mereka. Dia tidak ingin mendengar ada permintaan yang menyudutkannya dari anak-anaknya....
...Jenny masuk kedalam ruang kerja Jun ketika Jun sedang memeriksa potensi yang ada di asia tenggara terutama malaysia, singapure, Thailand, Filiphine dan brunei serta Australia, sedangkan 5 negara yang tergolong miskin dalam hal sumber saya seperti Myanmar, Kamboja, Timor-Leste, Vietnam, dan Laos, Jun akan memikirkan kemungkinannya nanti, namun saat ini dia belum tertarik....
..."honey.. ada apa?? kenapa belum istirahat??"...
..."honey.. ada hal yang ingin aku sampaikan, apa kamu ada waktu"...
..."tentu saja ada honey.. tentang apa?? duduklah"...
...Jun menghampiri Jenny kemudian mengajaknya duduk di sofa, ia kemudian bertanya....
..."iya... aku sudah memutuskan sesuatu"...
..."aku sudah tahu honey... kamu tidak perlu menjelaskannya. kalau begitu kita panggil Indah dulu yaa..."...
..."Haaahh!!??"...
...Jun tersenyum kemudian bangkit dan memanggil Surya memalui Intercom menyuruhnya memanggil Indah untuk datang ke ruang kerjanya, sekalian meminta Jonta membuatkan mereka bertiga minum....
...Jenny yang penasaran akhirnya bertanya....
..."honey.. apa kamu tahu hal apa yang akan aku sampaikan?"...
..."dengan sifat dan kebaikan hatimu... tentu saja aku tahu"...
..."maksudku persisnya hon.."...
..."karena ini menyangkut hubungan kita dengan Indah, kita harus membicarakannya bersama.. okey"...
..."baiklah.."...
...Tak lama Indah muncul sambil membawa 3 minuman yang diminta Jun....
...Setelah mengetuk pintu dan di persilahkan masuk, Indah melihat Jenny, diapun dapat menebak apa yang akan mereka diskusikan....
..."loh... koq kamu yang bawa minumannya, Jonta mana??" Jun...
..."aku bertemu dengannya di koridor, jadi aku menggantikannya sekalian masuk kesini" Ayu...
__ADS_1
..."baik sekali kamu... ayo.. duduklah di sebelah Jenny" Jun...
...Jenny meraih tangan Indah, dan Indahpun membalasnya, mereka saling melemparkan senyum terlihat saling menguatkan, hal inipun tidak luput dari pandangan Jun. Dia akhirnya memulai pembahasannya....
..."baiklah, apakah kalian berdua sudah memutuskannya?? dan apakah kalian sudah memikirkannya dengan sungguh-sungguh??"...
..."honey... apa kamu sudah tahu tentang keputusanku??"...
..."aku sudah tahu honey.. apa kamu bersungguh-sungguh dengan keputusanmu itu?"...
...Jenny melirik Indah yang masih menundukkan kepalanya seperti takut untuk melihat Jun, ia dapat merasakan cengkraman tangan Indah menjadi semakin menguat....
...Sedangkan disisi Jun, karena kata-katanya belum di respon Jenny, dan melihat mereka berdua seperti sedang mengalami dilema di dalam hati mereka. Jun merasa sangat prihatin, jadi mau tidak mau dia harus menceritakan kondisinya kepada mereka. ...
...Lagi pula Jenny merupakan calon istrinya kelak yang akan hidup bersamanya untuk menghabiskan sisa umurnya. Jadi dia berhak tahu yang sebenarnya, sedangkan Indah, jika Jenny bersungguh-sungguh menginginkan dari dalam hatinya untuk berbagi, maka Jun akan menerimanya dan juga memperlakukannya selayaknya istri, dan akan selalu membahagiakannya juga, sehingga dia juga berhak tahu....
..."baiklah kalau kalian mengalami kesulitan untuk mengungkapkannya, biarkan aku yang akan menjelaskannya"...
...Jun tersenyum, kemudian melanjutkan....
..."kondisi fisik, vitalitas dan kekuatanku yang sekarang jauh melampaui orang biasa, bisa dikatakan sangat-sangat kuat, sehingga aku bisa mengangkat dan melempar mobil seberat 2 ton dengan mudah dan tanpa berkeringat sedikitpun, bahkan vitalitasku hanya akan berkurang 2% saja, dan aku bisa mengembalikan vitalitas itu hanya dengan mengatur pernafasan saja, apa kalian percaya ini?"...
...Jenny dan Indah akhirnya menatap Jun sambil mengangkat alis mereka lalu kemudian saling tatap dan tertawa meremehkan....
...Jun yang melihat mereka hanya tersenyum, dia tahu akan sulit membuat mereka percaya hanya dengan kata-katanya, jadi dia mengambil bola kristal yang ada di meja kerjanya, dan menyodorkannya kepada Indah dan Jenny....
..."ini.. kalian periksa dulu dan coba hancurkan dengan menggunakan tangan kalian"...
...Jenny kemudian mengambil bola kristal itu. Bola itu sendiri sebesar kepalan orang dewasa, dan didalamnya terlihat ada pola seperti ukiran yang terlihat sangat indah....
..."honey.. tapi bola ini terlihat mahal, apa tidak apa-apa jika dihancurkan??"...
..."itu hanya kristal, tidak terlalu mahal. kamu bisa meremas sekuat tenagamu agar bola itu hancur"...
..."mana mungkin bisa hancur kalau cuma di remas?"...
...Indah kemudian memeriksa bola kristal itu dan dia setuju dengan Jenny....
..."iya.. tapi kalau dibanting ke lantai atau dipukul dengan palu mungkin saja"...
..."menurut kalian seberapa kuat orang yang bisa menghancurkannya hanya dengan meremasnya??"...
..."harusnya jauh lebih kuat dari gajah.. iya kan kak?"...
..."iya.. gajah yang memakai sepatu besi"...
...Jun hanya tertawa dan meminta kembali bola kristal itu....
..."kalian perhatikan ini ya.. aku tidak perlu meremasnya untuk membuat bola ini hancur"...
...Jun mengangkat bola itu, ia mencubitnya hanya dengan menggunakan jempol dan kelingkingnya. Jenny dan Indah mengkerutkan kening mereka dan memperhatikannya dengan serius....
...Jun kemudian memindahkan bola itu kesisi kanannya agar mereka tidak terkena serpihan kristal. Beberapa saat berikutnya Jun menyalurkan sedikit kekuatannya, dan seketika saja terdengar suara ledakan seperti suara petasan....
...Serpihan-serpihan kristal berhamburan dari tangan Jun. Mereka berdua sangat terkejut, bagaimana bola kristal utuh bisa pecah hanya dengan sebuah cubitan saja. Mereka menutup mulut mereka dan mata mereka terbuka lebar, namun tidak bisa mengatakan apa-apa....
...Setelah itu Jun kembali melanjutkan.....
..."nah bagaimana sekarang, apa kalian sudah percaya padaku??...
__ADS_1