
...Begitu mereka sampai di depan ruangan sang manajer, Alex bertanya kepada asisten manajer yang kebetulan terlihat mengetik sebuah surat di depan ruangan manajer itu....
..."apa Syahril ada??"...
...Asisten Syahril tentu saja mengenal siapa Alex Portuois, jadi ia dengan sopan menjawabnya....
..."ada tuan, manajer Syahril ada didalam ruangannya, mari saya antar"...
..."sebentar.."...
...Alex melirik layar komputer yang menunjukan surat pengunduran diri atas nama Violet, ia mengerutkan kening lalu melanjutkan....
..."siapa Violet ini??"...
..."dia salah satu Waitres magang di restaurant tuan, hari ini ia di berhentikan oleh manajer Syahril, dan sekarang ia juga masih ada didalam"...
...Alex sedikit tidaknya mengerti dengan apa yang sedang terjadi, jadi ia kembali melanjutkan....
..."hapus file ini, dan bukakan pintu ruangan Syahril untuk kami, namun jangan beritahu bahwa saya yang datang, bilang saja ada orang yang ingin menemuinya dan violet"...
..."baik Tuan"...
...Jun menyerjitkan dahinya, menurutnya tindakan Alex sangat aneh, dia adalah General Manajer, lalu buat apa menyuruh asisten manajer untuk membukakan pintu....
...Dia bisa saja melangkahinya dan langsung membuka pintu, ia yakin tidak akan ada seorangpun yang menghalanginya....
...Tindakan kehati-hatian ini mungkin sudah biasa ia lakukan dan berlaku untuk dirinya juga....
...Namun Jun percaya pada penilaian cyborg yang ada untuk melayaninya dan melakukan semua pemeriksaan yang di perlukan, jadi hal ini tidak terlalu menggangunya....
...Namun hal ini tetap saja membuatnya sedikit merasa curiga....
...Pintu akhirnya terbuka, Jun tidak terlalu bersemangat, namun ia tetap ingin memastikan kalau Darent melakukannya dengan benar....
...Namun beberapa detik setelah pintu terbuka semua orang masih terdiam sampai akhirnya Jun merasa tidak sabar....
...Ia pun berpura-pura terbatuk untuk mendorong Darent mengatakan tujuannya....
...Darent akhirnya mengatakan sesuatu, namun ia tidak mengatakannya dengan lengkap....
...Semua orang menunggu tanggapan Violet, namun sepertinya ia masih dalam keadaan linglung....
...Jun meliriknya sebentar, namun beberapa saat kemudian ada beberapa waitres yang membawakan mereka minum melewati kaca koridor....
...Jun yang melihat ini langsung menerobos masuk, dan tanpa memperhatikan ekspresi semua orang ia duduk pada sofa diruangan manajer tersebut....
...Sesaat kemudian munculah waitres yang membawa minuman itu....
...Mereka muncul di pintu, mengangguk dengan sopan lalu meminta ijin untuk masuk....
...Nun melambaikan tangannya untuk menyuruh mereka masuk....
..."naaaahhh... akhirnya datang... mari mari mari.. taruh di meja ini..."...
...Syahril dan Violet tercengang... mereka bahkan belum sempat bereaksi dari awal ketika melihat mereka datang....
...Walaupun akhirnya mereka sempat untuk sadar, namun kata-kata Darent barusan kembali membuat mereka kehilangan kesadaran mereka....
...Dan saat ini seorang pemuda yang tidak mereka kenal masuk keruangan, duduk dengan acuh tak acuh dan bahkan memesan minuman kesini....
...Peristiwa ini menjadi peristiwa yang sangat membingungkan mereka, mereka hanya bisa melongo tanpa bisa berkata-kata....
...Andrea dan Alex pun sedikit terkejut dengan tingkah bos mereka itu, mereka tidak menyangka bahwa bos mereka sangat tidak mementingkan formalitas....
...Bosnya ini adalah pria yang langsung dan to the point, tidak memperhitungkan gaya atau adab seorang atasan....
...Para waitres itu tersenyum dan menata minuman di atas meja dengan sopan....
...Mereka mempersilahkan Jun, lalu meninggalkan ruangan itu....
...Jun disisi lain mengambil segelas Jus Orange, lalu menatap semua orang yang ada di ruangan itu....
...Lalu Ia beralih untuk memperhatikan seluruh ruangan itu, dia akhirnya menyadari sesuatu....
...Dengan sigap ia bangkit dan mengatur posisi semua orang....
..."Hmmmm... baiklah.. aku duduk disana.. kamu duduk disini aja dan kamu disini, Alex.. Darent.. kalian duduk disini, Andrea disini....
...Alex, Darent dan Andrea menurut apa yang dikatakan pemuda itu, melihat hal ini Syahril dan Violet saling pandang dan mengikuti semua pengaturan Jun tanpa sepatah katapun....
...Mereka semua disuruh duduk, suasana kembali beku....
...Jun menyedot kembali Jus di gelasnya, lalu kemudian duduk di kursi manajer, dan menyilangkan kedua tangannya di atas meja....
...Ia memperhatikan ekspresi semua orang, ia mencibir dalam hatinya....
..."jadi ini rasanya memiliki kekuasaan" ia terkekeh dalam hatinya....
...Jun tersenyum sebentar lalu menghela nafasnya....
..."kenapa kalian tegang sekali, aku bukan orang yang suka mekan daging manusia, jangan mengeluarkan ekspresi seperti sedang menghadapi kematian seperti itu....
...aku lapar, jadi aku turun kerestaurant untuk makan siang, namun suatu kejadian mengganggu makan siangku. itulah kenapa aku ingin menyelesaikannya sambil makan siang....
...siapa namamu?"...
...Jun menunjuk Violet yang sedang meremas kedua tangannya gugup....
...Violet akhirnya menoleh kepada Jun, kemudian ia menjawab dengan sedikit terbata karena agak terkejut....
..." aah... a.aku.. Eh.. saya.. nama saya Violet"...
__ADS_1
...Violet tidak mengenal siapa sebenarnya Jun, ia baru 10 hari magang di tempat ini, dan belum mengenal dan memperhatikan dengan jelas manajemen hotel ini....
...Namun pemuda di depannya sangat tampan dan berkarisma, bahkan terlihat sangat berwibawa dan berkuasa....
...Seorang Alex dan Andrea saja yang merupakan atasan tertinggi di hotel ini saja tunduk pada pengaturannya, yang membuktikan betapa berkuasanya pemuda ini....
...Jadi dia merasa sangat gugup, apalagi sebelumnya emosinya dibuat naik turun seperti rollercoaster....
..."coba ambilkan saya puding itu"...
...Kata-kata Jun berikutnya menyadarkadirinya segera ia mengangguk dan bangkit untuk mengambilkan Jun Puding yang tertata di atas meja....
...Namun Vio sedikit bingung, tidak ada nampan untuk menaruh puding itu, agar lebih sopan saat membawanya kehadapan Jun....
..."bawa saja kesini, tidak usah terlalu sopan"...
...Jun menyadari kebingungan Violet....
...Violet yang mendengarnya kembali mengangguk dan langsung menyerahkan puding itu dengan kedua tangannya....
...Jun tersenyum dan mengucapkan terimakasih....
..."terimakasih, namun lain kali kamu harus tersenyum saat memberikan sesuatu kepada seseorang agar terlihat lebih iklas, dan membuat hati penerimanya menjadi hangat"...
..."hah... ba..baik"...
...Violet kembali dibuat tidak berdaya saat mendengar apa yang dikatakan Jun, bagaimana ia bsa tersenyum saat menghadapi situasi seperti ini....
...Violet masih berdiri dengan canggung, ia tidak tahu harus duduk atau tidak, semua orang yang ada dihadapannya adalah orang-orang besar....
..."kenapa kamu masih berdiri, duduklah kembali ketempat semula"...
...Jun yang melihat kembali kebingungan Violet menginstruksinya, setelah itu ia melanjutkan....
..."Saat ini, di ruangan ini, mari kita lepaskan semua status dan jabatan kita, aku menganggap kita semua sama, kita adalah makhluk sejajar di hadapan tuhan, yang menentukan derajat kita adalah besar kecilnya dosa dan kebaikan yang pernah kita lakukan....
...Untuk itu saya meminta kalian untuk bersikap biasa saja, apa kalian mengerti"...
...Tentu saja semua orang mengerti dengan apa yang disampaikan Jun, namun ada hal yang sangat mudah untuk dikatakan, namun sangat sulit untuk dilakukan....
...Mereka semua hanya tersenyum kaku dan masih sangat canggung....
..."aku minta kalian semua membuka Jas kalian dan menanggalkannya, kumpulkan di rak sebelah sana"...
...Mendengar apa yang dikatakan Jun mereka semua mengikutinya, walaupun masih bingung dengan tujuan Jun....
...Begitu mereka semua sampai di rak tempat menaruh kemeja mereka, Jun kembali memberi perintah....
..."sekalian asesoris mahal kalian, letakan semuanya disitu"...
...Setelah itu mereka semua kembali duduk di tempatnya masing-masing....
...Jun melirik Syahril dan bertanya....
..."apakah ini milikmu?"...
..."be.. benar tuan"...
...Syahril juga sedikit gugup, kedua atasannya sangat tunduk kepada Jun, ini membuktikan bahwa kekuatan Jun berada jauh di atas mereka berdua....
..."kamu memainkannya atau hanya sekedar memajangnya sebagai hiasan"...
...Syahril ragu-ragu untuk menjawabnya, namun akhirnya ia menjawabnya dengan jujur....
..."kadang-kadang saat merasa suntuk dan lelah saya memainkan beberapa bait untuk menyemangati diri sendiri tuan"...
..."apa kamu tahu lagu the last mohican??"...
..."aah... ta.tahu tuan, itu salah satu- lagu favorit saya"...
...""ayo sini... kita mainkan, kamu mahirnya di seruling atau gitarnya??"...
...Syahril tidak mengerti dengan apa yang terjadi, ia melirik kedua atasannya lalu berbalik untuk melihat Jun....
..."tapi tuan, ini masih jam kerja, apa sebaiknya kita menundanya"...
..."tidak perlu, ini jam istirahat makan siang kalian, jadi masih ada banyak waktu untuk kalian kembali bekerja, ayo sini"...
..."ba.. baik tuan.."...
...Syahril mengambik seruling bambu panjang lalu berdiri di samping Jun....
...Tak lama mereka memainkan cover lagu the last mohican dengan sangat merdu dan indah....
...Semua orang takjub dengan permainan keduanya, mereka semua tidak menyangka bahwa permainan gitar dari bos mereka sangat merdu dan berkelas seperti seorang maestro gitar profesional....
...Saat sedang asik mendengar permainan musik dari Jun dan Syahril, pintu ruangan itu di ketuk....
...Darent bangun dan membukanya, segera 10 orang pelayan membawa 10 jenis makanan, dan masing-masingnya cukup untuk porsi 6 orang....
...Semua pelayan itu sedikit terkejut dengan suasana di dalam ruangan itu....
...Peristiwa adalah bensin, mulut adalah api dan orang-orang adalah lahan rumput kering....
...Ketika ada kejadian atau peristiwa yang di ceritakan satu atau dua orang, peristiwa itu akan menyebar dengan cepat....
...Itulah yang terjadi, semua orang telah mendengar permasalahan Darent dengan Violet dan Manajer Syahril....
...Mereka juga mendengar bahwa CEO dari group Four Seasons Hotel dan Resort datang berkunjung dan mengumpulkan GM dan Direktur Operational serta Darent sang anak GM di ruangan Syahril....
...Itulah kenapa mereka membawa semua masakan spesial ini untuk dibawa kesini....
__ADS_1
...Selain itu masakan-masakan ini telah dibuat oleh chef utama mereka....
...Mereka hanya tidak menyangka bahwa sesampainya di ruangan ini mereka melihat sang CEO dan Manajer Syahril sedang asik bermain musik....
..."Apakah ini CEO mereka atau hanya sekedar musisi yang di undang GM untuk menghibur Direktur Operasional?" mereka bergumam dalam hati....
...Melihat semua makanan sudah tertata di meja, Jun menghentikan permainan gitarnya....
..."ayo makan... aku sudah lapar.. hmmm kelihatannya enak.."...
...Jun mengambil semua jenis makanan dan menaruhnya di dua piring, lalu ia membawanya kemeja kebesaran Syahril....
...Ia melirik semua orang dan menawari mereka....
..."kenapa masih bengong, ayo semuanya makan, jangan malu-malu"...
...Semua orang akhirnya mulai mengambil makanan, Jun mencoba mengobrol untuk mencairkan suasana....
..."Violet.. berapa usiamu?"...
..."haahh... uh.. maaf tuan. umurku 23 tahun"...
...Jun tersenyum hangat lalu melanjutkan....
..."kamu tinggal dengan siapa?"...
..."aku tinggal sendirian tuan"...
..."kamu merantau kesini atau bagaimana"...
..."aku memang lahir di kota ini dan juga besar di kota ini tuan"...
..."lalu orang tuamu dimana??"...
..."aku tidak pernah mengenal ayahku semenjak dilahirkan, dan aku sudah tidak mengakui ibuku saat ini"...
..."kenapa?" Jun mengerutkan keningnya...
..."ia tidak pernah benar-benar mengharapkan keberadaanku"...
..."bagaimana bisa"...
..."tuan i..ini apakah perlu anda ketahui??"...
..."tentu saja, ceritakanlah"...
...Violet tidak tahu apakah ia harus menceritakannya atau tidak, namun ia sudah terlanjur, jadi mau tidak mau ia jujur....
..."ibuku seorang PSK"...
...Semua orang yang mendengar ini akhirnya prihatin dengan kehidupan Violet, tidak ada yang tahu sebelumnya....
..."apa yang kamu lakukan selain bekerja disini, aku dengar kamu hanya magang"...
..."aku mahasiswa semester akhir, aku memang selalu bekerja untuk memenuhi kebutuhanku, aku cukup beruntung hingga akhirnya aku diterima disini"...
..."cukup baik"...
...Jun kemudian menoleh kepada Darent yang sedari tadi hanya menundukan kepalanya mencoba mengumpulkan kembali kepercayaan dirinya....
...30 tahun ia hidup dan hari ini adalah pertama kalinya ia merasa rendah bahkan di hadapan pelayan yang coba ia jadikan korban....
..."Darent kamu sudah dengar semuanya?? hidupmu tidak lebih hancur darinya, namun ia berhasil menjaga dirinya dengan baik, harusnya ini menjadi contoh buatmu untuk bertindak dimasa depan"...
...Jun bertindak seolah-olah sebagai kakak yang sedang menasehati adiknya....
...Disisi lain Darent kembali menunduk, selain karena rasa malu di hatinya ia juga merasakan kehangatan yang tidak dapat ia rasakan selama 30 tahun....
...Bahkan ayahnya sendiri tidak pernah memberinya nasehat, hanya hinaan dan perintah. Ibunya juga sudah tidak perduli lagi dengan hidupnya....
...Baru kali ini ia merasa diperhatikan, namun kenapa datang dari orang luar yang bahkan baru pertama kali bertemu, apalagi mereka berdua seumuran....
...Hal inilah yang membuatnya sangat malu dan tanpa sadar airmatanya sudah menetes....
..."mungkin ada yang ingin kamu sampaikan Darent!!"...
...Pada saat itu makanan sudah hampir habis, yang tersisa hanyalah 1 kepiting utuh dengan bumbu spesial berwarna merah, jadi Jun berfikir bahwa sekatanglah saat yang tepat bagi mereka membicarakan tujuan utama mereka....
...Sambil bangkit dan akan mengambil kepiting, ia kemudian melanjutkan....
..."sebaiknya kamu ungkapkan sekarang"...
...Jun kemudian krmbali ketempat duduknya semula....
..."Vio, aku bersungguh sungguh meminta maaf padamu, aku sadar aku telah melakukan kesalahan dengan melecehkanmu. ...
...Maka dari itu aku akan memberimu 100rb ringgit setiap bulan selama lima tahun sebagai ungkapan rasa bersalahku....
...Aku harap dengan ini kamu bisa melanjutkan hidupmu dengan baik dan dapat segera menyelesaikan pendidikanmu tanpa rasa khawatir....
...Aku mohon padamu Vio, terimalah ini sebagai permintaan maafku yang tulus"...
...Darent bangkit dari dari tempat duduknya, mendekati Violet dan kemudian bersujud di depannya....
...Alex yang melihatnya merasa sedikit tertekan, namun harapan yang besar terpancar dari ekspresinya....
...Dengan mengikuti pelatihan dari Jun ia yakin anaknya akan memiliki masa depan yang cerah di depannya....
...Syahril kebingungan saat ini, kekuatan dari pemuda yang duduk di mejanya sangat luar biasa, ia memandangnya penuh kekaguman....
...Pada saat yang sama ia merasa wajah pemuda ini sedikit familiar, butuh beberapa saat baginya untuk menyadari identitas sebenarnya dari pemuda tersebut....
__ADS_1