
..."Indah.. sebenarnya kamu sakit apa?? kenapa kamu menyembunyikannya dariku??"...
...Indah yang masih bingung dengan apa yang dia rasakan pada tubuhnya di buat terkejut oleh pertanyaan mendadak Jun. Dia tergagap dan tidak tahu harus menjawab apa, selama ini dia tidak pernah memberitahu siapapun tentang penyakitnya ini....
...Setahun yang lalu dia sempat pingsan di rumah sakit. Entah karena tekanan atau kesedihan yang dia rasakan, tiba-tiba saja dia merasakan sakit yang luar biasa pada kepalanya sehingga membuatnya kehilangan kesadaran....
...Begitu dia sadar, Satria ada di sebelahnya sudah lemas karena menangis terlalu lama. Dia di gendong oleh seorang perawat yang menjaganya. Sejak saat itu dia tahu bahwa dia menderita kanker otak stadium akhir....
...Pantas saja dari waktu dia muda, dan bahkan sebelum dia menikah dengan Jun Indah sering mengalami pingsan dan mimisan, namun dia selalu mengabaikan rasa sakitnya itu dan tidak pernah memeriksakan kondisinya ke dokter....
...Saat dia mengetahui penyakitnya, dia berusaha menyembunyikannya dari siapapun, bahkan karena rambutnya yang sudah mulai rontok parah dia selalu memakai kerudung di kepalanya dengan alasan tidak tahan dengan panas walaupun ini dianggap aneh oleh keluarganya. Bagaimana tidak, Indah yang notabene beragama hindu selalu memakai kerudung seperti seorang yang beragama muslim....
...Sewaktu Satrio menyatakan niatnya untuk memperistri dirinya, Indah sudah mengatakan tentang kondisinya, namun Satrio yang sudah kadung terpincut dengan Indah, tidak memperdulikannya, dia hanya ingin menikahi Indah, dan mencintainya dengan tulus tidak perduli berapa lama....
...Ketulusan Satrio inilah yang akhirnya meluluhkan hatinya dan bersedia menikah dengannya walaupun dia tidak mencintainya. Sekarang di hadapkan dengan pertanyaan Jun, dia bingung menjawabnya, darimana Jun bisa tahu....
..."Ini Jun, aku... aku.. aku tidak tahu harus menjawab apa, tapi bagaimana kamu bisa tahu?"...
..."baiklah, tidak apa-apa.. aku hanya terkejut melihatmu tadi, tapi sekarang kamu sudah baik-baik saja, kamu tidak perlu khawatir lagi"...
..."Jun apa maksudmu?? apa menurutmu aku sudah tidak sakit lagi?"...
..."iya.. kamu sudah tidak sakit lagi sekarang"...
...Mendengar apa yang di katakan Jun, dia memeriksa seluruh badannya, dia menyadari semua ototnya sekarang menjadi lebih kenyal dan berisi, tidak seperti sebelumnya yang layu, kulitnya juga kembali kencang dan halus kembali lagi seperti saat dia pertama kali bertemu dengan Jun. Rambutnya juga terasa lebih tebal dari sebelumnya, namun karena tidak ada cermin di sekitar mereka, dia hanya bisa percaya saja dengan apa yang dikatakan Jun....
..."Jun apa benar seperti apa yang kamu katakan??"...
..."aku tidak akan membodohimu dengan masalah seperti ini"...
..."kenapa kamu menyembuhkanku??"...
..."aku ingin menebus semua kesalahanku padamu, aku tidak bisa memberikanmu rasa sayang dan cinta sebagai suami dari dulu sampai hari ini, untuk itu ijinkan aku memberikan sedikit perhatianku padamu walaupun hanya sebagai sahabat"...
...Indah kembali menitihkan air matanya, jika ada sesuatu yang bisa membuatnya bahagia, tentu saja itu adalah kembali bersama dengan Jun dan hidup bahagia bersamanya, namun apa boleh buat, semua telah terjadi, tidak ada yang bisa ia lakukan....
...Perasaan kecewa tentu saja ada, lalu bagaimana, apa yang harus dia lakukan sekarang, semuanya menjadi buntu, harapan tinggalah harapan. Hal berikutnya yang ada di fikirannya adalah menyesal telah meminum obat pemberian Jun, jika ia tahu dari awal bahwa penyakitnya akan sembuh, maka lebih baik ia segera mati....
..."Jun,.. jika saja aku tahu obat ini akan memperpanjang umurku, aku pasti sudah menolaknya"...
...Mendengar kata-kata Indah, sontak saja membuat Jun merasa terkejut. Dia menyadari bahwa Indah memiliki perasaan yang sangat tulus padanya. Namun ia tidak menyangka bahwa kesalahannya dulu bisa Indah lupakan begitu saja dan masih ingin bersama dengannya....
...Namun begitu sedari awal Jun memang tidak memiliki perasaan cinta terhadap Indah, sekarang setelah mengetahui semuanya, dia hanya merasa sangat bersalah padanya, dan tetap tidak bisa mencintainya....
...Lagipula sudah ada Jenny di kehidupannya, Jun sendiri sudah mulai mencintainya. Tapi Jun bingung bagaimana dia bisa menolak Indah tanpa menyakiti perasaannya....
..."Indah,.. kita berdua tahu bahwa kita sudah terlambat untuk kembali satu sama lain. Aku tahu semua ini karena salahku, kamu juga tahu bahwa aku tidak pernah benar-benar mencintai kamu kan?? aku menghargai ketulusan serta rasa cintamu padaku, dan aku ingin menebus penderitaan yang selama ini kamu rasakan, tapi tolong jangan menyiksa dirimu sendiri"...
...Jun menjeda perkataannya, dia menarik nafasnya dalam-dalam sebelum melanjutkan....
..."Indah, saat ini ada calon suamimu yang sangat mencintai kamu, sama halnya seperti kamu dulu terhadapku. Indah.. aku merasa sangat menyesal menyia-nyiakan kamu, jangan sampai kamu merasa menyesal sepertiku"...
__ADS_1
...Indah tersenyum, namun dari ekspresi wajahnya siapapun dapat melihat rasa sakit dan kecewa yang mendalam tersirat dari senyumannya itu....
..."kamu benar Jun.. dulu kamu memiliki alasan untuk mengabaikanku, tapi aku sekarang tidak memiliki alasan untuk mengabaikannya. Tetapi kebahagiaanku adalah bersamamu, apa aku salah mengharapkan semua itu??"...
..."Indah seandainya sekarang kamu tidak akan menikah dengannya dan aku tidak memiliki seseorang yang ku cintai sekarang, mungkin aku akan bisa menerimamu dan belajar membuka hatiku kepadamu, aku merasa yakin kalau seandainya aku juga bisa mencintai kamu, kita akan bahagia bersama kedepannya. Tapi Indah, ini tidak semudah perumpamaan itu, aku ingin kamu belajar untuk menerimanya"...
..."jadi seperti itu??"...
..."sekarang kembalilah pulang, fikirkanlah semua perkataanku, aku yakin kamu akan bahagia bersamanya"...
..."Jun.. dulu kenapa kamu mau meniduriku??"...
..."aahh.. mmm... itu.. aaa... ke.. kenapa kamu menanyakan itu??...
..."malam itu aku serahkan mahkotaku kepadamu dengan segenap hati, setiap sentuhanmu itu tidak pernah aku lupakan sampai saat ini, namun setelah malam pertama kita, kamu tidak pernah menyentuhku sama sekali, kenapa?"...
..."eee... itu.. aa.. apah.. itu.. saat itu aku.. aku tergoda dengan tubuhmu.. jadi.. eee.. ja.. jadi aku itu.. aku.."...
..."aku mengerti Jun.. tidak apa-apa.."...
..."siaaaalll" Jun bergumam dalam hatinya....
...Saat itu memang dia hanya tergoda dengan lekukan tubuh Indah. Setelah pernikahan, indah tidur hanya menggunakan tangtop serta Celana pendek yang tipis tanpa menggunakan bra, memang sesuai dengan namanya, betul-betul sangat indah dengan kulit mulus pinggang ramping, payu dara besar dan bokong bulat yang juga besar siapapun tidak dapat menolaknya, apalagi usia Indah saat itu baru menginjak 19 tahun....
...Jun bisa saja berbohong padanya saat ini, namun otaknya tidak dapat bekerja sama. Jadi dia tergagap saat menjawab pertanyaan Indah. Bagaimanapun pertanyaan seperti ini tidak pernah ia duga sama sekali akan keluar dari Indah....
..."maaf indah.. saat itu aku khilaf, aku tidak tahu harus menjelaskannya seperti apa, tapi sungguh.. aku tidak merencanakan apapun terhadapmu"...
...Indah lebih menerima keadaan daripada Jun, karena dia telah merasakan sakit dan pedih selama hampir 4 tahun lamanya, sedangkan Jun baru tersadarkan sekarang setelah membahasnya lagi....
...Bagaimanapun juga dulu Jun berfikir bahwa wanita akan sama saja, apalagi ke egoisannya masih sangat tinggi pada saat itu, mungkin jika Eka tidak menanamkan keterampilan membaca wajah, tidak menambah kepintaran serta ketenangan, dia tidak akan bisa melihat kebenaran dari situasinya....
...Namun tetap saja, dengan situasinya bersama Indah saat ini, dia merasa kewalahan saat akan menjawab pertanyaan seperti itu. Kucing mana yang disodorkan ikan enak akan menolaknya, apalagi statusnya sah untuk di nikmati. Namun saat ini dia dalam misi menolak ikan yang sudah pernah dia nikmati, jadi dia kebingungan untuk mengatakan apa. Seandainya Indah jahat, mungkin lebih mudah fikirnya dalam hati....
...Mereka akhirnya menutup obrolan itu karena hari sudah mulai malam. Sebelum berpisah, Indah mengatakan ingin memeluk Jun untuk yang terakhir kalinya, Jun tidak memperdulikan aroma tubuh Indah yang bau karena keringatnya tadi. Dia mewujudkan permintaannya....
...Indah menagih janji Jun untuk hadir pada acara resepsinya, dan Jun mengiyakannya, karena bagaimanapun juga besok Jun juga harus menjemput Satria sesuai dengan permintaan Indah. Jun juga menjanjikan akan memberinya 1 hal lagi dan mengatakan pada indah agar tidak menolaknya....
...Indah mengiyakannya, ia tahu apa yang Jun berikan kepadanya adalah sesuatu yang akan membantu dirinya, sudah terbukti dengan pemberiannya yang pertama tadi....
...Indah pun pamit kepada semua orang, orang tua dan anak-anak pak De membicarakan penampilan Indah sebelum dan sesudah bertemu dengan Jun, pak De dan bi Soni tentu saja tahu apa yang terjadi pada Indah. Namun mereka hanya tersenyum tanpa mengungkapkannya....
...Jun memberikan Pak De dan Soni brabus G800nya, sedangkan Jonta dan Surya akan pulang mengantar Jun menggunakan mansory G63 AMG. Jun juga menjanjikan kedua sepupunya masing-masing jeep wrangler rubicon jika mereka berprestasi di sekolah mereka....
...Tentu saja Jun tidak benar-benar mempertimbangkan prestasi akademik mereka, dia tetap akan membelikannya walaupun mendapat nilai buruk. Tujuannya sudah jelas untuk mobilisasi mereka di hutan karet, bagaimanapun juga, begitu semuanya sudah selesai Jun akan menyerahkan perusahaan ini pada mereka dan Indah....
...Malam harinya di Mansion Jun melihat gambar rancangan kedua pabrik yang akan di bangun, Jun menginstruksikan agar di bangun 1 landasan helikopter, 8 buah Mansion besar dengan halaman luas, 500 kamar apartement, dan 1500 asrama karyawan di dekat pabrik tersebut....
...Pada saat Jun baru selesai membicarakan proyek dengan para cyborg, Jun menerima panggilan video dari nomor tidak di kenal, setelah Jun menekan tombol jawab, ternyata itu adalah Indah....
..."Jun... ada yang ingin berbicara padamu"...
__ADS_1
...Setelah mengatakan itu, tiba-tiba saja ponsel Indah di rebut, dan munculah di layar wajah mantan mertuanya....
..."Jun.. halooo.. bagaimana kabarmu?.. aku hanya ingin mengucapkan banyak-banyak terimakasih padamu karena telah memberikan kami obat itu. Kami merasa jauh lebih sehat sekarang, dan bahkan kami telah melihat wajah kami di kaca, kami benar-benar sangat berterimakasih padamu. Indah bilang kamu akan datang besok kan?? datanglah Jun, mari lupakan masa lalu, kami akan menunggumu"...
..."paman... bibi.. jangan seperti itu, seharusnya dulu aku tidak mengabaikan Indah dan kalian. Aku sangat berhutang banyak kepada kalian, itulah kenapa aku ingin menebusnya. paman dan bibi tidak perlu berterimakasih, itu sudah menjadi hak kalian"...
..."kami memang marah dan kecewa padamu saat itu, namun kami tidak pernah membencimu, kami mengerti akan kondisimu, lagipula dulu Indah sudah menceritakan semuanya kepada kami, Jun kami sangat ingin berterimakasih padamu"...
..."baiklah.. kalian tenang saja.. aku pasti akan datang besok. ini sudah malam aku akan beristirahat dulu"...
..."Jun... tunggu sebentar"...
...Tiba-tiba wajah indah muncul kembali di layar, namun kali ini dia tidak sendiri, di sampingnya ada Satria yang terlihat mengantuk, tapi begitu melihat wajah Jun, rasa kantuk di wajahnya menjadi keterkejutan dan kemudian tawa bahagia....
Satria
..."papa... maa. papa.."...
..."itu benar sayang.. papamu sudah pulang"...
...Indah tersenyum, namun terlihat jelas rasa penyesalan yang terlukis dari senyumannya itu....
..."halo sayang... maaf ya.. papa baru menelfon kamu, besok papa akan datang kepada kamu. tunggu papa ya..."...
..."iya pa..."...
...Satria langsung meraih ponsel Indah dan langsung memeluknya. Ini adalah pertama kalinya ia berbicara pada Jun secara langsung, ada banyak hal di benaknya, namun ia tidak tahu harus memulainya darimana. Dalam kebingungannya, ia hanya bisa memeluk ponsel ibunya....
...Indah yang sedang menggendong anaknyapun tidak dapat menahan lagi air matanya. Hatinya begitu sakit hingga tidak bisa mengungkapkan kata-kata....
...Kemarin dia sudah iklas dengan memberikan Satria kepada Jun, namun sekarang dengan kesembuhannya, keinginannya untuk kembali bersama menjadi keluarga yang utuh menjadi semakin kuat dan kuat, dia sangat ingin mengabaikan Satrio, tapi bagaimana caranya??...
...Indah tidak mungkin mengabaikan seseorang yang sudah banyak sekali berkorban untuknya, bahkan mau menerima segala keadaannya. Apalagi Jun juga belum bisa mencintainya sebagai pasangan. Tidak ada lagi kebahagiaan di hatinya, hidupnya kembali tidak memiliki harapan. Dia hanya menyesalkan dirinya karena telah meminum obat pemberian Jun....
...Keesokan paginya, Jun melakukan panggilan Video dengan Chya dan Jenny, ia menceritakan permasalahannya dengan Indah serta Satria kepada Jenny. Jenny tidak menyalahkan siapapun dalam permasalahan ini, namun sebagai seorang wanita ia bisa merasakan rasa sakit yang dulu mungkin di derita oleh Indah....
...Dia juga membiarkan Jun untuk melakukan apa saja yang menurutnya benar untuk dilakukan, walaupun merasa takut jika Jun akan meninggalkannya, dia mencoba tenang di hadapan Jun. Jadi dia hanya menyarankan Jun agar tidak menyakiti wanita lagi, dimana ini di tujukan untuk dirinya....
...Jun mengerti akan apa yang Jenny maksudkan, bagaimanapun Juga Jenny adalah wanita yang pintar dan bijaksana. Inilah kenapa dia mulai mencintainya. Disisi lain perasaannya kepada Indah lebih seperti perasaan bersalah atau kasihan....
...Jun pada akhirnya membelikan Indah dan Satrio Toyota Fortuner untuk hadiah pernikahan mereka, dan Jun meminta Surya untuk mengirimnya begitu Jun meninggalkan tempat resepsi, untuk mencegah kehebohan yang mungkin akan terjadi. Dia juga meminta Jonta agar mempersiapkan kamar untuk Satria, Dekorasinya sendiri sudah di pilih Jun....
...Jun bersiap untuk datang ke tempat resepsi Indah, namun sebelum itu Jun pergi ke kantor Gubernur sulawesi tengah untuk memenuhi janjinya. Diantar oleh Surya menggunakan Mansory G wagonnya ia sampai di kantor tersebut. Dia di sambut oleh banyak sekali Media, petinggi daerah dan pusat, petinggi militer dan polisi serta pejabat-pejabat daerah....
...Didalam mobil Jun hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepalanya....
..."Sur, seperti biasa ya.. jangan sampai ada wajah saya di media manapun"...
..."tentu tuan"...
__ADS_1
...Dengan begitu, Jun turun dari mobilnya dan berjalan kepintu masuk dimana semua orang berdiri dan menyambutnya....