Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku

Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku
bab. 17 (bukan gunung, tapi bukit)


__ADS_3

...Tidak berselang lama Jenny akhirnya memanggil Jun untuk naik kelantai 2 karena semua pesanannya sudah siap. Jun pun pamit kepada teman-temannya.....


...*Guys gue naik dlu ya.. oh ya.. sekalian gue pamit ke lu semua, besok gue mau pulang ke Bali, ntar kalo gue balik sini gue kabarin lagi ya..? Jun...


...*mendadak amat Jun. emangnya mau ngapain?? Gede...


...*pengen pulang aja.. gua kangen sama tanah kelahiran* Jun...


...*iya sih sama, gue tahun depan baru bisa pulang, padahal udah kangen anak istri* Raj...


...*sama...* yang lainnya menimpali...


...*emang lu lu pada udah menikah semua??* Gede...


...*ya.. maksudnya ama keluarga monyong..* Iqbal...


...*tau tuh sewot aja si monyet* Dody...


...*daah.. gue tinggal ya...* Jun...


...Setelah Jun meninggalkan mereka, perbincangan kembali berlanjut.....


...*ternyata Jun orangnya penakut ya..* Lee...


...*lu ngomong apaan nyet??* Dody...


...*noh si Jun, dia tadi bilang suka naik gunung kan?? gunung apaan... bukit iya...* Lee...


...*hahahaha... bisa aja lu nyet.. hahaha* Dody...


...*heh.. pelanin suara lu nyet, mau lu di pecat sama si Jenny terus si Jun ngga jadi ngasi depositonya??* Gede...


...*perasaan tadi lu dah yang paling bersikeras nolak deposito dari Jun, kenapa sekarang lu takut kehilangan??* Steve...


...*tadi itu gue cuman basa basi doang* Gede...


...*terus kalo Jun beneran ngga ngasi gimana??* Steve...


...*ya ngga lah... pasti dia ngasi, dia juga udah tau kalo gue cuman basa basi* Gede...


...*kalian orang yang aneh* Steve...


...*yang aneh tu jenggot elu, jenggot itu di dagu, bukan di leher..* Gede...


...*waaaahhh.. kaga tahu mode anak ini..* Steve...


...*ribut.. gue mau pulang..* Iqbal...


...Akhirnya mereka memisahkan diri kembali ke kegiatan masing-masing dengan semangat.. ya kali habis ketiban rejeki merasa tidak bahagia....


...Disisi lain Jun dan Jenny makan siang dengan bahagia dan canda tawa, setelah itu Jun mengantar Jenny dengan culinannya kembali kerumah sakit. Entah sengaja atau tidak Jenny tidak membawa mobilnya, melainkan menggunakan taxi. Tapi Jun tidak memperdulikannya....


...Setelah mengantar Jenny Jun kembali ke asrama, dia berniat mengambil beberapa barang yang penting, namun sesampainya di asrama Jun tidak mendapati siapapun. Akhirnya dia kembali ke manor setelah mengabil barang-barangnya....


...Di dalam perjalanannya Jun memikirkan apa yang akan dia lakukan di Bali, apalagi sudah setahun lebih belum menginjakkan kaki disana, dia tidak tahu seperti apa perubahan yang terjadi, mungkin lambat atau cepat tapi perubahan itu pasti ada....


...Apalagi kampung halamannya di Jembrana, semenjak ayahnya mengalami gangguan jiwa dan sakit dia belum pernah sekalipun kembali, hanya beberapa kerabat jauh yang menjenguk dan membantunya dulu. Dia belum dapat memetakan rencana-rencana. Namun kepulangannya kali ini bertepatan dengan upacara besar di Pura leluhurnya 2 minggu lagi. Jadi setidaknya ada satu atau dua hal yang bisa dia lakukan.....


...Perjalanan dari asrama ke manor memakan waktu hampir 1 jam, sebagian besar waktunya di pakai untuk membuat beberapa pemikiran tentang keluarga besarnya. Jumlah mereka mungkin ada ratusan kepala keluarga, namun Jun tidak tahu berapa jumlah pastinya....


...Jadi dia hanya dapat memikirkan masalah pendidikan dan rumah tempat tinggal mereka, lagi pula ini juga merupakan bagian dari rencana Eka yang menciptakan system kekayaan, namun tentu saja memberikan uang dalam jumlah besar kepada semua orang dalam keluarga besarnya adalah masalah. Selain menciptakan kehebohan juga menuntut penjelasan-penjelasan yang logis....


...Saat dia sampai di manor, Jun memanggil satu-satunya asisten tersisa untuk menghadap, tujuannya adalah meminta nasehat yang relevan, sehingga Jun dapat meminimalkan kehebohan dan pertanyaan-pertanyaan dari keluarga besarnya....


...Akhirnya Jun memutuskan untuk membuat sebuah kantor yayasan amal keluarga di Jembrana yang akan mengurus kesejahteraan dan beasiswa bagi keluarganya. Sedangkan untuk sumber dananya Jun mengalokasikan pendapatan saham Aple Inc. dan meminta mereka untuk bekerja sama dengan yayasan yang akan dia bangun....


...Pihak Aple juga menunjukkan rasa antusiasme mereka, bagaimanapun ini adalah pertama kalinya satu-satunya direktur misterius yang selalu diwakilkan oleh asistennya meminta sesuatu. Jadi mereka juga bersemangat membantu. Saat semua sudah di putuskan Jun memberikan instruksi baru kepada cyborg yang dikirimnya ke Bali untuk mengurusnya....


...Barulah kemudian dia mandi dan beristirahat. Namun di sela-sela istirahatnya Jun penasaran dengan saldo di salah satu kartu hitamnya, sejak kemarin kartu ini selalu digunakan Jun, dia menghabiskan banyak uang untuk keluarga Jenny, deposito teman-temannya, membeli manor, mobil dan jam tangan di pelelangan, juga lamborghini, villa di bali dan pakaian....


...Seharusnya sisa saldonya tidak banyak lagi, jadi dia sedikit ragu-ragu untuk memakainya untuk membayar pembangunan rumahnya di Jembrana serta keperluan lain, jadi dari pada ragu lebih baik memastikannya....


...Segera dia mengeluarkan ponselnya dan mengecek asset, saat ini Jun memiliki 3 kartu hitam di tangannya, 2 dari Eka dan 1 dia buat saat membeli rumah sakit. Jadi yang pertama di cek adalah kartu yang sering dia gunakan, begitu melihat saldo Jun tercengang bukan main....

__ADS_1


...Dalam hatinya sudah mengantisipasi jumlah saldo yang mungkin tinggal beberapa juta dolar, namun yang dilihatnya justru berlawanan. Saldonya 999.726.958.517.52 US$ atau Rp. 14.233.612.571.893.192....


...*Ya tuhan.. apa mataku sudah rusak?? ini bukan trilyun lagi tapi kuardriliun.. apa apaan..*...


...Jun mencoba menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri.. saat dia tenang barulah dia sadar bahwa Eka mengumpulkan harta ini dari tahun 800san, apalagi kehadirannya yang dari masa depan yang mengetahui segala kejadiannya sangat mempermudah pengumpulannya, sebut saja curang, namun Eka berhasil menyembunyikan segalanya dengan sangat baik....


...Lalu dia melihat nomor kartu yang satunya dia pun kembali tercengang setelah melihat saldonya 1.998.950.999.625,99 US$ atau Rp. 28.500.043.877.167.552, ...


...*jangkrik.. gimana kalo aku ambil 10 kartu coba.. jadi kuintiliun uangku, ternyata kaya gini harta ribuan tahun yang hanya di kumpulkan tanpa di gunakan sepeserpun*...


...Angka-angka ini terlalu mengerikan baginya, jadi dia cek kartu yang baru ia buat, disana terlihat jumlah saldonya sejumlah 875.500 US$ atau sekitar Rp. 12.479.814.750, melihat jumlah ini Jun tersenyum.....


...*naaahh... ini baru masuk ke otakku.. hmm pantas saja bank tidak pernah takut memberikan kredit puluhan miliar kepada ratusan pengusaha-pengusaha besar, uangku aja segitu*...


...Jun bergumam pada dirinya sendiri.. memang terlihat aneh sekarang, dan bisa disebut gila, tapi Jun lebih bahagia melihat 12 milyar ketimbang angka-angka yang terlalu membingungkan....


...Jam 5 sore Jun berencana kembali menemui Jenny untuk makan malam sekaligus menikmati malam hari bersama, jadi sebelum berangkat dia menyuruh asistennya mempersiapkan semua keperluan untuk keberangkatannya besok siang....


...Setelah itu dia mengendarai culinan bergegas kerumah sakit untuk menjemput Jenny. Sebelum sampai dia membeli seikat bunga sebagai kejutan. Dahulu dia selalu ingin melakukannya, namun belum pernah terjadi, jadi dia harus melakukannya sekarang....


...Sesampainya di rumah sakit Jenny telah menunggunya di loby, namun dia tidak melihat kedatangannya karena asik dengan ponselnya. Jun yang melihat itupun datang menghampirinya, setelah ijin dari keamanan, seolah tidak perduli dengan tatapan semua orang, dia langsung berlutut dibelakang sofa yang Jenny duduki langsung menyodorkan seikat bunga yang dia beli tadi....


...Jenny terkejut, dan langsung sangat senang ketika melihat Jun melakukan hal itu. Ini adalah cinta pertamanya, Jun adalah orang yang benar-benar dia inginkan, memang usaha tidak akan menghianati hasil. Dulu saat dia merasa perjuangannya akan mudah ternyata sangat sulit, Jun selalu saja acuh tak acuh, namun suatu titik dimana perjuangannya terasa akan sulit dan berakhir, disitu Jun menerimanya....


...Saat ini kecuali bekerja dan tidur dia selalu berharap ada disisi Jun, dan berharap akan bisa segera menikah sehingga selalu bisa bersama....


...Jenny langsung berdiri, berbalik dan langsung meloncat memeluk Jun dengan bahagia, untung saja tubuh Jun mampu menahan beratnya dengan mudah sehingga tidak terjatuh. Di loby rumah sakit terbesar dan terlengkap di dunia, tentu saja lobynya luas, dan tidak perlu di pertanyakan, di lobynya sendiri saat ini ada sekitar 400 sampai 500 orang....


...Tadinya saat Jun membawa seikat bunga memasuki loby jun mengabaikan tatapan semua orang, bagaimanapun juga normal bagi seorang pemuda membawa seikat bunga saat menjenguk pasien. Namun saat Jenny memeluknya, mau tidak mau dia merasa malu....


...*Honey.. ayo kita pergi.. sebelum para zombie memakan kita hidup-hidup* Jun...


...Mendengar ini Jenny melihat sekelilingnya, semua mata tertuju pada mereka, Jenny pun malu mengingat tingkahnya....


...*ayo hun kita berangkat..*...


...Jenny bergegas mengambil tas tangannya dan handphonnya lalu meraih tangan Jun dan langsung menyeretnya. Namun baru beberapa meter melangkah, mereka mendengar panggilan dari seseorang, merekapun menoleh dan berhenti. Terlihat Daniel dan disusul oleh beberapa orang melangkah mendekat....


...*Jun.. Jenny kenapa buru-buru?? kalian mau kemana??*...


...*selamat sore presiden, bagaimana kabar anda*...


...Teriakan serempak itu bergema di seluruh loby, semua orang yang menyaksikan pemandangan ini tercengang tidak percaya. Mereka tidak pernah menyangka kalau pemilik rumah sakit ini ternyata masih muda dan tampan....


...Beberapa detik sebelumnya mereka semua ingin mencibir, namun sekarang mendadak ingin memuji, berharap bisa dekat dengannya....


...*oohh kalian...*...


...Jun tersenyum canggung di depan anak buahnya, bagaimanapun juga beberapa hari yang lalu mereka semua adalah bosnya namun sekarang berbalik, Jun belum membiasakan diri.. setelah jeda Jun melanjutkan.....


...*Paman aku akan mengajak Jenny kencan malam ini, aku fikir kamu sudah dirumah* Jun...


...*Sebenarnya kami pulang terlambat karena meeting para direktur, sekalian memperkenalkan presiden kami yang baru, sebenarnya kami ingin mengundangmu, tetapi Jenny bilang kamu sibuk akan beberapa hal, jadi kami tidak ingin mengganggu* Daniel...


...*owh.. jadi begitu, maaf paman.. aku memang sibuk mengurus sesuatu tadi, sebelum aku tinggalkan, aku ingin tidak akan ada masalah. Dan sekarang kebetulan ada waktu sedikit jadi ku mamfaatkan bersama Jenny*...


...*kalau begitu singkat saja.. mereka semua adalah para direktur departemen yang bertanggung jawab atas jalannya rumah sakit kita, apakah ada yang ingin kamu sampaikan kepada mereka??*...


...*sebenarnya tidak ada yang spesial.. lanjutkan apa yang kalian lakukan, selalu berusaha menemukan ide brilian untuk kemajuan rumah sakit kita dan jangan lupa mendiskusikan hal sekecil apapun, jangan lalai dan jangan sampai kalian mengabaikan pengawasan kepada bawahan kalian*...


...setelah sedikit jeda, Jun melanjutkan.....


...*Mungkin kita adalah rumah sakit yang besar dan terlengkap, namun kualitas para dokter, perawat, pelayanan dan lainnya saya rasa banyak yang lebih baik dari kita, jadi tidak ada alasan bagi kalian berpuas diri, selalu belajar hal baru dan jangan pernah sombong, kerja bagus akan saya apresiasi dan kinerja buruk atau sombong akan saya perhitungkan, apa kalian mengerti??*...


...*kami mengerti presiden, terimakasih atas petunjukmu*...


...para direktur menjawab secara bersamaan.....


...*kalau begitu aku pamit, kalian semua yang semangat.. selamat tinggal..*...


...lalu Jun menoleh kepada Daniel.....


...*paman kami pergi dulu, paman jangan khawatir.. aku akan menjaga Jenny*...

__ADS_1


...*ayah aku berangkat ya..* Jenny...


...*baiklah aku percaya padamu Jun... kalian berdua berhati-hatilah* Daniel...


...*tentu paman, sampai jumpa*...


...Jun dan Jenny meninggalkan mereka keluar dari loby dan langsung naik Rolls Royce Cullinannya Jun....


...Para direktur yang baru pertama kali bertemu dengan Jun, tidak bisa tidak mengagumi sosok Jun yang sopan dan tidak arogan seperti kebanyakan orang berkuasa....


...Jun dan Jenny berkeliling kota, menikmati Taman sebentar kemudian mampir ke Mall untuk membeli pakaian, kemudian menuju hotel bintang 5 terdekat hanya untuk mandi dan makan malam, lalu mengakhirinya dengan menonton bioskop....


...*honey.. apakah kamu senang hari ini??* Jun...


...*tentu saja aku senang honey, ini adalah kencan pertama kita, dan ini juga kencan pertamaku dengan laki-laki* Jenny...


...*yang benar saja.??.. bidadari secantik dirimu tidak pernah kencan sebelumnya??*...


...*hey.. aku tidak punya waktu saja, bukan berarti aku tidak laku ya...*...


...*lagian yang bilang kamu ngga laku siapa.. kamu mengaku sendiri kan..*...


...*kenapa kata-katamu ambigu begitu.!!. aku mengaku kalau aku tidak punya waktu untuk pacaran..!!*...


...*iya iya... ngga usah ngegas gitu.. aku ngerti..*...


...*ngegas lah pantatmu...*...


...*iiisshh bau dong...*...


...*kau ini menyebalkan sekali...*...


...*walau menyebalkan, tapi tetap mempesona*...


...*terserahmu saja lah...no coment*...


...*kamu juga mempesona sayang...*...


...Jenny hanya menanggapi dengan senyuman sambil menatap keluar jendela.....


...*oh ya honey.. aku berangkat siang besok.. apa kamu mengantarku??*...


...*aku ngga mau ngantar kamu*...


...*hah..??!! apa kamu masih marah sama aku??*...


...*bukan gitu.. aku mau ikut.. aku sudah minta ijin, semua juga sudah ngasi ijin..*...


...*kok kamu ngga bilang dari tadi??*...


...*rencananya aku ngomong nanti saja kalau sudah sampai dirumah, lagian kamu kan naik jet pribadi.. ngga masalah kan??*...


...*ya enggak sih... cuman mendadak aja..,*...


...*terus kenapa kalau mendadak.. kamu ngga mau ngasi tumpangan??*...


...*bah.. kamu lagi datang bulan ya?? ngegas terus??*...


...*intinya aku boleh ikut apa ngga??*...


...*tentu saja boleh honey...aku akan selalu berusaha memenuhi keinginanmu sekuat tenaga*...


...*ngga ngeluarin tenaga pun kamu, sok puitis..*...


...*ngga ngerti... aku mendadak menjadi pujangga kalau dekat-dekat kamu*...


...*lebay..*...


...*berarti besok aku jemput ya.. kamu sudah siap-siap??*...


...*sudah dong.. tinggal nge pack pakaian aja..*...


...*wah cepet juga ya.. semangat amat kamu*...

__ADS_1


...*ngga usah meledek terus deh*...


__ADS_2