Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku

Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku
bab. 35 (efek obat)


__ADS_3

...Pesta itu pun berlangsung meriah, semua kerabat dan keluarga Jun yang tinggal di kawasan denpasar dan jembrana hadir, mereka semua heboh dengan kabar pesta pertunangan Jun di obrolan group whatsapp....


...Salah satu dari mereka memberanikan diri menghubungi Waluyo, dan mengkonfirmasi apakah mereka semua di perkenankan hadir atau tidak, dan Jun mengiyakan serta mengundang mereka semuanya....


...Jun tidak ingin di anggap sombong dan di cap menjauhi kerabat disaat sukses dan kaya. Jadi Jun mengundang siapapun kerabat dan keluarganya yang bisa hadir untuk datang. Ini juga merupakan bagian dari rencananya membangun keluarganya menjadi sukses dan kaya raya....


...Namun hal pertama yang akan ia lakukan sudah jelas membangun lingkungannya terlebih dahulu, di mulai dari jembrana, kemudian bali, lalu seluruh indonesia. Dia ingin meninggalkan lingkungan yang maju dan kaya, sehingga kedepannya seluruh keluarganya akan mudah meraup keuntungan....


...Tentu saja hal itu tidak akan bisa cepat terlaksana, bahkan mungkin rencana tersebut tidak akan terlaksana sampai akhir hayatnya, mungkin saja ini adalah rencana yang akan dia wariskan kepada semua penerusnya sebelum kematiannya....


...Pesta akhirnya berakhir saat Jun mengantar Chya yang sudah mulai mengantuk di pangkuan Jenny, dia menggendong Chya dan menggandeng Jenny pergi ke atas menuju bangunan hotel yang kebetulan jaraknya lumayan jauh. Beberapa kerabat yang merasa kelelahan dan ada juga yang sedikit mabuk karena miras juga akhirnya menyusul....


...David dan Margareth serta Angel dan Maria juga menyusul dan akhirnya satu persatu dari mereka naik ke atas bukit menuju ke kamar hotel yang telah di sewa....


...Jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi, namun beberapa kerabat yang hobi main kartu masih bermain kartu di bawah tebing dan juga Dody, Lee, Steven, Gede, Raju dan Faizal masih berada di tenda besar bermain gitar sambil bernyanyi menatap ombak pantai....


...Siang hari ke esokannya Chya agak sedikit ngambek karena janji berwisata mereka tertunda karena beberapa orang yang masih belum bangun. Jadi Jun mengajaknya berlatih naik sepeda, Chya pun akhirnya melupakan kekesalannya....


...Pukul 2 siang akhirnya mereka berangkat menggunakan 6 bus VIP, Hari ini rencananya mereka akan pergi ke taman raya bedugul lalu kemudian ke daerah villa yang di sewa Jun, ia telah menyewa sejumlah villa untuk mereka bermalam....


...Mereka berkeliling ke semua tempat wisata yang ada di bali, mereka menghabiskan total 3 hari liburan sebelum akhirnya kembali ke hotel dan di hari ke empat semua kerabat dan keluarga Jun pun kembali ke rumah masing-masing....


...Mereka sangat senang bisa hadir di pesta pertunangan dan wisata Jun. Walaupun mereka tinggal dan lahir di bali, namun kebanyakan dari mereka tidak pernah mengunjungi tempat-tempat wisata seperti kemarin....


...Apalagi hal yang paling mengejutkan adalah Jun memberikan mereka masing-masing sebuah amplop besar yang berisikan sebuah bilyet deposito berjangka 10 tahun senilai 1 miliar rupiah dengan bunga 3% dan sebuah kartu ATM, dimana kartu itu merupakan kartu yang di pakai untuk penerimaan bunga deposito perbulannya....


...Mereka semua sangat tercengang dan juga bahagia dengan apa yang di berikan Jun, bagaimanapun juga jumlah semua kerabat mereka tidak sedikit, yaitu 37 orang dari sepupu ayahnya dan 23 orang dari sepupu ibunya. Berarti secara total Jun menghabiskan 60 miliar rupiah....


...Jumlah ini merupakan jumlah uang tidak mungkin mereka kumpulkan bahkan mungkin sampai akir hidup mereka. Jangankan 1 milyar, kebanyakan dari mereka bahkan tidak pernah melihat uang 100jt rupiah....


...Merekapun pulang dengan bahagia, jantung mereka berdebar karena semangat, di dalam perjalanan pulang bahkan banyak di antara mereka masih memandang amplop yang di bagikan Jun, tangan mereka berkeringat....


...Setidaknya ada tambahan penghasilan 30jt perbulan di dalam amplop ini. Bahkan dalam waktu 10 tahun, mereka akan memiliki 1miliar uang tunai. Di dalam bus, keheningan menyelimuti, semua orang sibuk dengan fikirannya sendiri....


...Ada yang memikirkan untuk melunasi hutang-hutang mereka, ada juga yang berfikir untuk membeli motor setiap bulan, ada yang ingin memulai bisnis, ada juga yang menghayalkan dirinya berada di tempat karaoke bersama beberapa LC, dan sebagainya....


...Disisi lain Pak man dan istrinya mek Tut, Suarsa dan Istrinya Sadi, serta Bi Soni dan suaminya sedang berada di sebuah ruangan bersama Jun. Mereka adalah orang-orang yang selalu membantu Jun dan keluarganya baik secara materi ataupun dukungan moral ketika mereka masih menderita....


...Saat Ibu dan Ayah Jun meninggal selalu di semayamkan di rumah keluarga Suarsa, pak Man dan istrinya serta Bi Soni selalu mendukungnya secara materi. Di antara semua kerabat, merekalah yang paling berjasa....

__ADS_1


...Jun memberikan masing-masing untuk mereka hak atas 2% saham Waltmart, karena penghasilannya yang selalu stabil dan berada pada puncak dari daftar perusahaan dengan provit tertinggi. Dengan rata-rata pertahunnya mencapai 559,15 muliar US$....


...Jadi dengan perhitungan itu setidaknya Jun memberikan mereka sekitar 931,91jt US$ tambahan penghasilan, namun mereka tidak menyadari jumlah tersebut. Bagaimanapun juga mereka tidak berkecimpung dalam dunia bisnis global....


...Hanya pak Man yang berprofesi sebagai kabid humas polda sedikit tahu tentang walmart, di dalam fikirannya itu adalah perusahaan top dunia, dan pendirinya sendiri merupakan salah satu orang terkaya di dunia. Namun dia tidak tahu persis berapa nilai dari 2% saham yang di berikan Jun....


...Sisanya merasa bahwa 2% saham ini paling tidak memiliki nilai beberapa puluh atau beberapa ratus juta rupiah saja, namun begitu mereka tetap merasa sangat sangat bersyukur....


...Belum sempat mencari tahu tentang nilai saham tersebut, Jun kembali memberikan mereka masing-masing 1 kotak yang terlihat mewah. Ini adalah obat yang berhasil Jun buat....


...Jun memberikan obat tersebut dengan berbagai alasan....


...Diantaranya yang sudah jelas tentu saja Suarsa, sedangkan pak Man, Jun mendeteksi kelainan pada Jantungnya, namun dia belum mendiagnosisnya, sedangkan suami bi Soni juga terdapat flek dan lubang pada paru-parunya, karena kebiasaan merokoknya, hal ini Jun diagnosis saat berjalan menuruni tangga di tebing hotel....


...Jun dapat mengetahui dengan jelas dari suara nafas suami dari bibinya itu. Sedangkan yang lainnya tidak ada yang memiliki masalah serius pada kesehatan mereka, setidaknya itu yang terlihat dari pengelihatan Jun. Mungkin kalau melakukan pemeriksaan langsung, Jun bisa mendiagnosis mereka dengan lebih rinci....


...Mereka semua terlihat bingung dengan bentuk obat itu, hitam, mengkilap dan memancarkan aroma seperti Jamu herbal, saat ingin menanyakannya pada Jun, ia melambaikan tangan dan segera menyuruh mereka untuk meminum obat tersebut. Merekapun menuruti keinginannya tersebut. Setelah menarik nafas dalam-dalam mereka meminum obat itu secara bersamaan....


...Satu detik berikutnya, mereka semua tiba-tiba menarik nafas dalam, duduk tegak dengan mata terbuka lebar, namun mulut mereka tertutup. Mereka merasakan efek dari obat tersebut, dan mereka tidak dapat mempercayai apa yang mereka rasakan....


...Rasa hangat menjalar keseluruh badan mereka, seperti halnya tanah kering yang tandus di aliri air, rasa hangat ini sangat nyaman. Beberapa detik kemudian badan mereka basah dengan keringat, namun keringat tersebut berwarna sedikit kecoklatan dan kehitaman, bahkan lengket dan bau....


...Bahkan yang membuatnya lebih terkejut lagi adalah bi Soni juga keringatnya lumayan kehitaman. Dimana itu menandakan dia juga memiliki penyakit yang serius, namun belum berbahaya bagi nyawanya. Jun tidak berinisiatif untuk mengetahuinya, bagaimanapun juga setelah ini penyakit itu akan sirna....


...Mereka semua terdiam, ada keheningan di ruangan tersebut, sampai pada akhirnya Suarsa merasakan gatal pada sela-sela jarinya. Tanpa sadar dia seketika saja mengangkat kaki kanannya lalu kemudian menggaruk pada titik rasa gatal yang ia rasakan secara naluriah....


...Bahkan dia sendiri tidak sadar dengan apa yang baru saja ia lakukan, justru istrinyalah yang terkejut dan kemudian disusul dengan yang lain....


..."yaaeehh.. pak.. kamu sudah bisa mengangkat kaki??"...


...Suarsa tercengang.. dia melirik lagi pada kakinya dan mencoba menggerakkannya lagi, dan ternyata berhasil. Dia kemudian mencoba berdiri dengan kedua kakinya, dan dia juga berhasil....


...Suarsa menangis dengan airmata yang berlinang, dia mencoba untuk berjalan kembali seperti dulu. Selangkah demi selangkah dia berjalan dia menangis lebih kencang lagi. Semua orang sangat terkejut melihatnya, bahkan Sadi juga ikut menangis terharu....


...Suarsa mencoba melompat dan berlari, diapun juga berhasil melakukannya, dia berteriak sekencang-kencangnya dan tertawa seperti orang gila. Dia berlari mendekati istrinya lalu memeluknya dengan erat....


...Dia mengingat semua yang istrinya lakukan selama merawat dirinya setahun belakangan, bagaimana istrinya begitu menderita dan kesusahan. Dia juga ingat bagaimana frustasinya dirinya dulu, bahkan sedikit kesalahan dari istrinya saja membuatnya akan marah-marah pada istrinya itu, padahal dia hanya ingin merawatnya....


...Sadi selalu merawatnya dengan sangat sabar dan penuh perhatian, memandikannya, membersihkan kotorannya, memijatnya bahkan mengipasinya di kala merasa gerah. Belum lagi dia harus berusaha mencari nafkah untuk sekolah anak dan kebutuhan dapur mereka....

__ADS_1


...Dia menangis dan menangis tersedu-sedu sambil mengucapkan rasa maaf dan terimakasihnya pada istrinya itu, Suarsa mencium kening pipi serta mulut istrinya dengan penuh kasih sayang. Walaupun mereka sudah paruh baya, rasa cinta pada hubungan mereka masih tergolong romantis....


...Saat Suarsa memandang wajah istrinya lebih dalam, dia baru sadar akan sesuatu, keriput dan flek di wajah istrinya telah memudar bahkan tidak terlihat lagi, beberapa uban di rambutnya juga tidak ada. Dia menoleh pada belahan dada istrinya, walaupun terlihat masih terlapisi keringat coklat dan berminyak dia dapat melihat dengan jelas bahwa itu kenyal dan padat seperti saat masih muda dulu....


...Suarsa kembali memandang wajah istrinya dengan ekspresi wajah yang terkejut. Sadi juga akhirnya sadar, suaminya terlihat sama seperti 10 atau bahkan 20 tahun yang lalu....


..."pak.. kamu terlihat lebih muda..!!"...


...Suarsa akhirnya kembali sadar setelah mendengar istrinya....


..."ka.. ka.. kamuu jugaa.."...


...Semua orang yang melihat adegan ini dari awal juga akhirnya kembali pada akal sehat mereka, sebelumnya mereka sangat tercengang dengan kondisi Suarsa yang tiba-tiba bisa berdiri, berlari bahkan meloncat, sampai-sampai mereka tidak memperhatikan kondisi mereka satu sama lain....


...Setelah mendengar ucapan Sadi dan Suarsa, barulah mereka saling memandang di antara mereka. Disitu barulah mereka sadar bahwa mereka terlihat jauh lebih muda dari sebelumnya....


...Semua orang menoleh pada Jun seperti meminta penjelasan, namun Jun hanya tersenyum dan menyuruh mereka untuk mandi terlebih dahulu....


..."kalian mandilah dulu, bersihkan badan kalian, aku akan menunggu kalian di restaurant pinggir tebing"...


...Setelah mengatakan itu Jun keluar dari ruangan itu. Dia menemui Jenny dan Chya di kamarnya. Hari ini Chya sedikit demam, mungkin karena kelelahan atau masuk angin. Jenny dengan penuh perhatian merawatnya....


...15 menit kemudian barulah dia menuju restaurant, dari atas tebing Jun melihat Daniel, David semua teman-temannya juga ada beberapa teman-teman Jenny serta Margaret dan Angelica sedang asik bercanda di area rock bar. Sedangkan Maria dan 3 orang teman Jenny menuju kekamarnya dimana Jenny sedang menjaga Chya....


...Jun berdiri menatap hamparan laut dan samudra di depannya, dia mendoakan Eka yang telah berjasa besar kepada dirinya dan seluruh keluarganya. Sehingga seluruh anggota keluarganya kelak akan terhindar dari kiamat yang di sebabkan oleh badai matahari....


...40 menit pun berlalu, capuchino yang Jun pesan juga sudah habis, namun Pak Man, pak Suarsa, Bi Soni dan Suaminya belum kunjung datang. Jun melihat waktu di jam tangannya, namun dia hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya....


...Beberapa menit kemudian Suarsa dan Sadi muncul di hadapannya, dususul Bi Soni dan Pak De 1 menit kemudian. Mereka segera menemui Jun, melihat cangkir kosong di hadapan Jun mereka semua meminta maaf dan tersenyum canggung kepadanya, Jun pun mengangguk mengerti....


...Namun setelah berbincang selama 20 menit, Pak Man dan Mek Tut belum juga muncul. Bi Soni pun merasa sedikit khawatir, jadi dia menelfonnya untuk mengecek keadaan mereka, setelah percobaan yang ke dua, telfon itu pun terangkat, dan terdengarlah suara yang familiar di telinga bi Soni, jadi dia pun tertawa canggung dan menyuruh mereka datang ke restaurant....


...10 menit kemudian mereka pun datang, dengan canggung mereka meminta maaf pada Jun, mereka berdua hampir melupakan janji mereka dengan Jun. Jun mengerti dengan keadaan mereka saat ini, jadi dia hanya tersenyum dan mengiyakan....


...Obat ini sendiri sebenarnya di gunakan untuk memperbaiki dan meremajakan tubuh, namun kalau di jabarkan dengan detail, ini menyangkut keseluruhan tubuh itu sendiri, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, lapisan terluar sampai lapisan terdalam. Jadi tentu saja gairah sexual mereka juga terpicu, apalagi kondisi tubuh mereka kembali pada usia 30an atau bahkan 20an....


...Merekapun akhirnya memesan banyak jenis makanan, setelah pertempuran tadi, mereka merasa sedikit kelaparan. Jun disisi lain hanya tersenyum, dia juga merasakan kebahagiaan di dalam hatinya saat melihat mereka....


...Setelah menghabiskan makanan mereka, akhirnya Jun ingin menyampaikan sesuatu pada mereka. Jun merasa mereka adalah keluarga terdekat yang dia punya saat ini. Dengan mengingat semua Jasa-jasa mereka ia pun mulai mengutarakan niatnya....

__ADS_1


__ADS_2