Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku

Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku
bab. 30 (masukkan asetku saja)


__ADS_3

...Jun akhirnya mengangguk padanya kemudian mengucapkan salam kepada semua orang dan memperkenalkan Jenny dan Chya kepada kerabat yang belum pernah bertemu mereka sebelumnya....


...Jenny kemudian memberikan Kue yang di buatnya kepada istri Suarsa yang bernama Sadi, barulah kemudian Jun memberitahu barang bawaannya di mobil, beberapa kerabat membantu mengeluarkan barang-barang tersebut....


...Suarsa dan Sadi merasa sangat senang dengan bantuan ini, memang semenjak Suarsa kecelakaan, mereka sangat kesulitan, bagaimana tidak, sebagai satu-satunya tulang punggung keluarga Suarsa tidak bisa melakukan apapun sendiri saat ini, bahkan untuk naik kekursi rodanya dia harus di gopong oleh anaknya....


...Anak pertamanya Asih harus cuti kuliah, karena ketidak adaan dana, dia bekerja di sebuah toko untuk menggantikan ayahnya menjadi tulang punggung. Ibunya mencoba menjual jajanan untuk membantu sambil merawat Suarsa, tetapi hasilnya tidak mencukupi untuk biaya lain-lain, hanya cukup untuk makan, adiknya Ryo masih SMU sekarang di biayai oleh Asih, dia juga selalu membantu ibunya....


...Dengan bantuan dari Jun ini sangat membantu, pengeluaran mereka bisa di hemat paling tidak untuk 2 bulan kedepan. Kerabat yang lain merasa iri dengan bantuan dari Jun ini, namun mereka tidak bisa mengatakan apa-apa. Mereka hanya bisa menjilat dan menyanjung Jun....


...Mereka berbincang dan mengobrol satu sama lain, tokoh utama perbincangan mereka tentu saja Jun, Jenny, Chya dan Suarsa. Perbincangan tersebut berlangsung hampir 2 jam lamanya. Sebelum akhirnya Jun pamit untuk kembali ke villanya di dreamland uluwatu....


...Sore harinya Jun, Jenny, Chya dan Waluyo berangkat ke uluwatu menggunakan helikopter, tadi disaat ingin berangkat Chya bersikeras untuk membawa motornya, kebetulan ukurannya kecil jadi Jun mengiyakannya....


...Sesampainya di Kawasan dreamland, dari atas helikopter mereka melihat lapangan tempat parkir yang telah mereka sewa, sangat ramai dengan kendaraan banyak penonton dan juga orang-orang berseragam dan beberapa berpakaian Jas resmi....


...Di lapangan itu sendiri sudah banyak helikopter, mobil dan motor yang berjejer, melihat ini Jun baru ingat pesanannya beberapa hari yang lalu. Dia sedikit bingung dan menyerjitkan alisnya, ini lumayan cepat batinnya berkata....


...Pembelian Jun menggemparkan dunia penerbangan dan otomotif, karena itulah mereka melayani Jun dengan pelayanan terbaik mereka, bahkan 2 helikopter sebelumnya sudah sampai disini dari kemarin. Mereka semua meyakini Jun adalah orang luar biasa, biasanya hanya sebuah negara saja yang melakukan pembelian seperti ini....


...Namun kali ini di lakukan oleh 1 orang saja di hari yang sama. Karena itulah mereka tidak bisa menganggap remeh Jun dan harus melayaninya dengan segenap kemampuan terbaik mereka....


...Segera helikopter yang di tumpangi Jun mendarat, dia disambut oleh 2 orang cyborg dan beberapa orang berseragam serta ada beberapa juga yang berpakaian resmi. Mereka adalah polisi, tni serta beberapa wakil rakyat di DPR....


...Jun sudah menebak semuanya akan seperti ini, namun dia berfikir mereka akan datang besok, jadi kali ini dia hanya menggunakan celana pendek dan kaos daleman saja. Semua pakaiannya ada di tas dan disimpan di bagasi heli....


...Jun sebenarnya merasa sedikit tidak enak di dalam hatinya, namun dia menunjukkan ekspresi biasa saja. Dia turun dari heli dan sedikit mengangguk kepada mereka lalu membantu Jenny kemudian Chya untuk turun....


...Setelah Waluyo mematikan mesin helikopter, Jun menyapa semua orang. Jun memerintahkan salah satu cyborg mengurus bagasi dan membawa Jenny dan Chya ke villanya, sedangkan dia menemani para tamu yang datang hari ini....


...Jun dapat melihat beberapa orang berseragam yang familiar namun banyak diantara mereka yang belum pernah dia temui, bahkan sekitar puluhan orang dengan jas dan pakaian resmi Jun sama sekali tidak mengenalnya, cuma ada 1 atau 2 orang yang Jun kira pernah melihatnya namun lupa dimana....


...Mereka semua pun menuju ke tenda yang telah di sediakan, ada banyak meja dan kursi yang sudah tertata dengan rapi. Jun bertanya kepada Waluyo, karena dia sedikit kebingungan saat ini, yang dia ingat penyerahannya baru akan dilakukan besok lusa....


..."Yok.. seingatku acara penyerahannya besok lusa, kenapa mereka datang sekarang??"...


..."Kami sudah memberi tahu mereka tuan, tetapi sepertinya mereka datang atas inisiatif mereka sendiri, 3 hari yang lalu setelah tuan memesan, kami meminta ijin untuk mendatangkan 5 helikopter, 12 pesawat kargo dan 4 kapal kargo yang mengirim mobil dan motor, mereka tidak membiarkan kami mengurus apapun tentang itu, mereka menyelesaikan segalanya tanpa bantuan kami"...


..."lalu bagaimana dengan tenda dan semua persiapan ini??"...


..."ini juga inisiatif mereka tuan, kemarin hanya ada sekitar 2 pleton, masing-masing 1 TNI dan 1 Polisi, merekalah yang membangun tenda, jadi kami mengirim 2 cyborg untuk mengawasinya, namun dari tadi pagi sampai sore in'i jumlah mereka terus bertambah"...


...Jun yang mendengar penjelasan Waluyo hanya bisa menghela nafas tidak berdaya. Dia melihat sekeliling dan melihat begitu banyak warga menonton, dia juga melihat para tamunya.. mereka semua sibuk dengan ponsel mereka, diam-diam mengambil foto Jun....


..."Yok... kendalikan semua media dan media sosial, aku tidak ingin fotoku tersebar. Ingatkan juga mereka semua"...


...Jun menunjuk semua orang yang diam-diam mengarahkan kamera ponselnya kepada Jun....


..."apa tuan ingin mengakuisisinya??"...


..."boleh.. akuisisi saja, biar gampang untuk kedepannya"...


..."baik tuan"...


..."oke"...


...Barulah setelah itu Jun memperkenalkan dirinya kepada para tamunya, mereka semua mengucapkan terimakasih atas kontribusi Jun kepada Daerahnya....


...Satu persatu mereka memperkenalkan diri mereka kepada Jun, dari sana Jun tahu bahwa mereka yang hadir saat ini adalah para petinggi di kesatuan atau departemen mereka masing-masing, dan beberapa wakil rakyat, benar sesuai dengan tebakannya....


...Karena sudah sore, setelah berkeliling dan menyapa, Jun pamit untuk istirahat. Jun di temani Waluyo menuju villanya....


...Di villa Jun bertanya kepada Waluyo, karena Jun penasaran dengan apa yang Eka simpan untuknya. Dia masih ingat Eka pernah mengatakan bahwa dia memiliki beberapa villa atau mansion di Bali....

__ADS_1


...Dia tidak ingin privasinya terganggu, peristiwa barusan akan menjadi perhatian semua orang, terutama yang ingin tahu tentang dirinya dan semua orang di sekitarnya....


...Dia menjadi sedikit menyesal tidak membuatnya secara rahasia. Dia akan tenang dan bisa mengendalikan fikirannya saat menemui konflik atau masalah, namun dia tidak pernah berfikir panjang untuk masalah yang menurutnya bukan masalah atau hal-hal yang menyangkut uang....


...Dia akhirnya menyadari, dirinya bertindak terlalu imfulsif saat menyangkut masalah uang. Apalagi mengingat kembali peristiwa Suarka dan Istrinya. Ini terlalu berlebihan....


...Alam bawah sadar Jun memiliki trauma yang berlebihan jika menyangkut uang, sekarang dia memiliki begitu banyak uang yang tidak akan bisa di habiskan olehnya dalam hidup ini, bahkan sampai 7 atau 10 keturunannya....


..."Yok.. ada properti lain di bali ngga??"...


..."ada beberapa tuan, apakah ada perintah??"...


..."kirimkan saja datanya padaku, mungkin aku akan menggunakan semuanya mulai sekarang"...


...Jun memikirkan beberapa cara untuk menghindari perhatian publik dengan cara berganti-ganti rumah dan kendaraannya secara bergiliran....


...Dia juga berniat membeli pulau pribadi yang bisa dia pakai untuk basecamp dan rumah utamanya, agar tidak mengganggu kegiatan atau privasinya dengan keluarganya....


...Dia pun menemui Jenny dan Chya, mereka berdua sedang berada di meja makan menunggu Jun. Jenny menyuapi Chya makan karena Chya merasa kelaparan....


..."honey... siapa mereka?? ada urusan apa??"...


..."tidak apa-apa, aku menyumbangkan kendaraan-kendaraan itu untuk daerah, mereka saja terlalu heboh, menjengkelkan sekali"...


..."kamu seharusnya tidak mengirim semuanya kesini, kamu sendiri yang mengundang mereka kalau begini kan, jangan di keluhkan"...


..."niatku hanya mempermudah urusanku kelak, agar mereka mengenalku dan mengingat wajahku, aku tidak menyangka orang yang tidak berkepentingan juga akan ikut didalamnya, mereka semua penjilat"...


...Jenny hanya tersenyum menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia kemudian bertanya kepada Jun.....


..."apa kamu lapar??"...


..."kamu mau makan ke restaurant apa kita masak saja?? Waluyo sepertinya masih mengurus sesuatu??...


...Jenny terlihat sangat antusias.....


..."kalau begitu kita masak.."...


...Jun pun tersenyum, dahulu dia sering memasak, namun tidak terlalu mahir, namun sekarang dia merasa memasak apapun akan sangat mudah dilakukan, jadi dia ingin mencobanya....


..."pa.. aku mau di masakkan sempol"...


...Chya bangkit dari tempat duduknya...


..."oke siaaapp... papa masakin apapun yang Chya mau"...


...Jun pergi kedapur bersiap untuk memasak, Jenny dan Chyapun mengikutinya dari belakang....


...Mereka bertiga mulai memasak dengan riang sambil bercanda dan memainkan tepung. Suasana di dapur begitu ramai dengan teriakan dan tawa mereka....


...Malam harinya saat Jenny dan Chya berada di kamar untuk tidur, Jun pergi ke ruang kerjanya. Disana dia dan waluyo memeriksa tumpukan dokumen, Jun memeriksa setiap dokumen satu persatu....


..."Yok.. ini sudah semuanya??...


..."kalau untuk aset atas nama anda yang ada dibali, ini sudah semua"...


..."jelaskan maksudmu"...


..."ini karena regulasi pemerintah indonesia tuan, ada pembatasan kepemilikan lahan"...


..."lalu kenapa proyek di jembrana bisa atas nama saya??"...


..."kami mengalihkan 2 aset sebelumnya tuan"...

__ADS_1


..."lalu kendaraan-kendaraan ini??"...


..."secara total anda memiliki 720 kendaraan tuan, 120 kendaraan udara, 200 kendaraan laut, 400 kendaraan darat. Anda masih bisa menambahkannya lagi"...


..."bagaimana dengan aset-aset lainnya?"...


..."itu semua di koper ini tuan, apakah tuan ingin merubahnya untuk memasukkan ke rekening tuan pribadi atau pengaturannya masih sama seperti sebelumnya?"...


...Waluyo mengambil lalu menunjukkan satu koper besar berwarna hitam yang terbuat dari kayu....


..."apa itu semua atas namaku?"...


..."betul tuan, namun semua ini adalah dokumen aset di seluruh dunia yang atas nama anda tuan, aset lain di atas namakan 500 ribu cyborg, secara total ada 7,25 juta dokumen tuan, saya fikir anda ingin tahu"...


..."ah tidak perlu.. kepala saya pusing... kumpulkan saja yang atas nama saya pribadi dan masukan ke 3 rekening saya penghasilannya, saya akan mengeceknya nanti. Sisanya tidak perlu di masukkan ke rekening saya"...


..."baik tuan saya mengerti"...


...Jun kemudian meninggalkan Waluyo di ruang kerjanya, dia menuju teras, disana dia memandang keramaian pada lahan yang dia kontrak. Dia hanya menatap kosong kearah mereka....


...Dia mengenang kembali pertemuannya dengan Eka, kalau bukan karenanya, dia tidak akan bisa seperti sekarang. Mungkin dia bisa menikah dengan Jenny lalu melanjutkan hidupnya dengan tenang....


...Eka telah membaca perjalanan hidup Jun, sehingga dia menunggu kedatangan Jun waktu itu di sungai. Eka memberinya sebuah system kekayaan, namun dia menjalankannya dengan manual, sehingga dia tidak mendapatkan informasi secara otomatis....


...Dia harus menggalinya sendiri satu persatu, namun dia tidak punya waktu untuk melakukan itu, jadi dia meminta semuanya sekarang agar dia fokus untuk pengembangan keterampilannya saja....


...Ke esokan paginya Jun mengajak Jenny dan Chya ke pengadilan negri denpasar sesuai dengan permintaan kejaksaan. Di dalam sidang tersebut Ayu tidak bisa berbuat apa-apa untuk melawan semua bukti dan saksi yang pihak Jun ajukan....


...Ditambah lagi Chya yang terlihat trauma dengan Ayu dan Toto, jangankan untuk menyapa, saat Ayu mencoba mendekatinya saja Chya menangis menolaknya. Ayupun dinyatakan tidak berhak mengurus Chya, hak asuhnya pun di cabut karena dia dinyatakan lalai dan mengabaikan anaknya sesuai dengan pernyataan saksi-saksi dan bukti yang terkumpul....


...Ayu terlihat sangat terpukul, dia menangis dan terus menangis memohon belas kasihan. Namun tentu saja dengan semua bukti dan pernyataan para saksi, tidak ada yang memperdulikannya....


...Alih-alih bersimpati padanya, semua orang merasa jijik dengan apa yang ayu pertunjukkan. Jelas mereka semua tahu, ayu hanya berakting saat ini....


...Jun disisi lain tidak berkomentar, namun tatapannya sangat tajam kepada Ayu dan Toto, Ayu dan Toto merasakan perasaan yang aneh dalam diri mereka, mereka sangat ketakutan dan terus saja merinding ketika membalas menatap Jun. Seolah-olah bergelantungan dengan seutas tali di ketinggian, telapak kaki mereka terasa ngilu, keringat dingin membasahi punggung mereka....


...Jun tidak pernah menyangka Ayu akan bisa seperti ini, dahulu memang Ayu egois, namun itu hanya sebatas benda, apapun yang dia miliki dia selalu akan memilikinya, walaupun dia tidak pernah memakai atau merawatnya, tapi dia tidak akan membiarkan siapapun untuk memintanya atau menggunakannya, termasuk Jun sendiri....


...Jun masih ingat saat ayahnya memakai handuk Ayu untuk mengelap tangannya yang kotor, handuk ini sendiri sudah sangat kusam dan robek disana sini, Ayu juga sudah tidak pernah memakainya, dia hanya menaruhnya di jemuran pada saat itu....


...Namun saat ayahnya hendak memakainya Ayu begitu marah, bahkan hampir memukul ayah Jun kalau tidak di hentikan oleh Jun, menurut Ayu lebih baik barangnya terbuang dari pada di miliki atau di gunakan orang lain....


...Namun Chya bukan lah barang, dulu Jun tidak memiliki kekuatan apapun, tapi sekarang tidak ada satupun di dunia ini yang bisa menyakiti orang-orang yang dia sayangi, meskipun itu ibu kandungnya sendiri....


...Persidanganpun usai, keputusan sudah mutlak tanpa bisa melakukan banding. Jun senang dengan keputusan ini, namun disisi lain dia juga merasakan sedikit sakit di hatinya. Bagaimanapun juga dulu Ayu adalah wanita yang sangat dicintainya....


...Walaupun sedikit manja, egois dan boros, namun dia gadis yang manis dan cantik, senang bergaul dan juga pintar. Namun uang telah mengubahnya menjadi sosok seperti sekarang, dia bukan lagi Ayu yang dulu dia kenal. Dia akan menghancurkannya....


...Jun akhirnya pulang mengantar Jenny dan Chya. Chya menjadi pendiam setelah persidangan, namun Jun dan Jenny sengaja membiarkannya. Mereka membiarkan fikiran dan fsikisnya berkembang lebih dewasa mananggapi hal ini....


...Ada begitu banyak hal yang harus di hadapi dalam kehidupannya kelak, Chya tidak bisa mengalihkannya atau mencoba melupakannya, dia harus menghadapinya sendiri dan tidak lari dari masalah tersebut. Kemandirian ini di tanamkan mereka sejak usia dini....


...Chya tenggelam dalam fikirannya sendiri sampai akhirnya dia mengatakan sesuatu.....


..."bi... kalau nanti papa pergi, apakah bibi akan mengabaikanku seperti ibu??"...


..."bibi tidak akan pernah mengabaikanmu sayang, jika nanti bibi menikah dengan papamu atau tidak, bibi akan selalu ada saat kamu membutuhkan bibi"...


..."bi.. apa aku bisa memanggilmu ibu??"...


...Jenny terkejut dan hanya terdiam sesaat waktu Chya mengucapkan kata-kata ini, perlahan namun pasti air matanya mulai membasahi pipinya, wajahnya mulai memerah. Diapun memeluk Chya yang ada di pangkuannya....


..."boleh sayang... tentu saja boleh..."...

__ADS_1


...Chya pun membalas pelukannya lebih erat lagi, Jun yang berada di kursi pengemudi hanya tersenyum. Dia tahu, Chya telah memutuskan sesuatu dan tentu saja keputusan ini membuatnya bahagia. Batu besar yang dia pikul telah hilang sekarang, beban di hatinya karena Ayu dan keputusannya menikah dengan Jenny mulai sekarang tanpa penghalang....


__ADS_2